Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Sunday, September 27, 2020

Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan

Mengapa gereja dapat dikatakan sebagai tanda dan sarana penyelamatan? 

1. Pengertian Sakramen
  • Sebagai tanda sekaligus sarana yang mengungkapkan peristiwa penyelamatan Allah kepada manusia dan sebagai sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia.
  • Suatu tanda lahir yang ditetapkan oleh Kristus dan terdiri dari suatu perbuatan yang menerangkan sebagai lambang rahmat yang tidak kelihatan yang dikerjakan oleh roh kudus dalam diri si penerima.

2. Terdapat 3 aspek dalam sakramen yaitu :

Kristologi / Ilahi
  • Sakramen berpusat pada Yesus Kristus yakni merayakan misteri wafat dan kebangkitan Kristus.

Eklesiologis
  • Perayaan sakramen diadakan dalam gereja yang terdapat persekutuan persaudaraan eklesiologis pertama - tama dimaksudkan bahwa keselamatan diberikan melalui gereja.

Antropolis
  • Sakramen bersifat pribadi dan manusiawi
  • Lebih melihat sakramen sebagai ekspresi iman

3. Pengertian gereja sebagai tanda dan keselamatan berdasarkan :

LG Art 1
Gereja sebagai persekutuan yang dijiwai roh kudus adalah suci dan mengungkapkan diri sebagai sakramen dan keselamatan.

LG Art 8
Gereja yang harus selalu dibersihkan dan terus menerus menjalankan pertobatan dan pembaharuan.

LG Art 9
Ia membentuk mereka menjadi gereja supaya bagi semua dan setiap orang yang menjadi sakramen kelihatan yang menandakan kesatuan yang menyelamatkan.


4. Pengertian keselamatan dalam kitab perjanjian baru
  • Keselamatan diartikan sebagai mendapat pertolongan sehingga terhindar dari bahaya (Matius 14 : 30 - 31).
  • Keselamatan diartikan sebagai sembuh dari penyakit dan penderitaan (Lukas 8 : 35 - 36).
  • Keselamatan diartikan sebagai bebas dari kematian (Yakobus 5 : 20, 2 Timotius 1 : 10).
  • Keselamatan diartikan sebagai beriman (Matius 9 : 22).

5. Pengertian keselamatan berdasarkan KSPB adalah :
Sikap beriman kepada Yesus Kristus, karena Dia adalah jalan menuju sumber kehidupan, yaitu Allah Bapa-Nya yang di surga.

Gereja sebagai tanda keselamatan

 sebuah pengantar untuk bisa dimengerti


4 SIFAT GEREJA KATOLIK BAGI ORANG BERIMAN

 Gereja adalah perkumpulan umat beriman yang mengimani Kristus. Dalam kata lain, Gereja yang merupakan perkumpulan umat beriman ini adalah anggota tubuh Kristus yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan tidak dapat bekerja apabila kehilangan satu anggotanya. Tentu dalam prakteknya, pada kehidupan sehari – hari kita bisa menemukan ada beberapa jenis gereja mulai dari gereja katolik, gereja kristen protestan, sampai gereja kristen ortodoks syria yang memiliki asal usul kristen ortodoks syiria yang cukup menarik untuk dibahas. Meski memang sama sama menyembah dan mengikuti Kristus tetapi ternyata tidak dapat disangkal bahwa gereja katolik dan gereja lainnya memiliki sedikit perbedaan.

Perbedaan itu bisa berupa perbedaan tata cara beribadah, perbedaan sakramen katolik dan protestan, susunan pengurus gereja, dan lain sebagainya. Meski memang memiliki tata cara beribadah yang berbeda tetapi selama kita menerapkan cara berdoa yang benar maka perbedaan tata cara ibadah bukanlah permasalahan yang besar. Ada lagi perbedaan mendasar dari gereja katolik apabila ingin dibandingkan dengan gereja – gereja lainnya. Dan perbedaan itu berupa sifat – sifat gereja katolik. Mungkin bagi Anda yang belum mengetahui apa saja sifat yang dimiliki gereja katolik semoga informasi yang akan saya berikan ini bisa membantu Anda untuk mengerti dan memahaminya dengan lebih baik.

1. Satu

Sifat gereja katolik yang pertama adalah satu. Satu disini berarti bahwa gereja katolik berada pada satu naungan kepemimpinan gereja atau yang biasa juga disebut sebagai kepala gereja yang dipimpin oleh paus. Paus mewakili keberadaan Gereja yang tidak kelihatan atau dengan kata lain Tuhan Yesus sendiri. Dibawah jabatan paus akan ada jabatan uskup yang memegang kesatuan gereja katolik pada suatu wilayah tertentu. Dan uskup juga akan memiliki bawahan lagi yang memegang wilayah yang memiliki cakupan yang lebih kecil dan begitu seterusnya. Semua sistem kepemimpinan akan terpusat.

Karena adanya sistem yang terpusat inilah, maka gereja katolik diseluruh dunia akan memiliki pedoman yang sama seperti kalender liturgi misalnya, atau bacaan – bacaan Injil yang akan menjadi bahan khotbah yang akan disampaikan oleh para iman maupun uskup. Dan dengan adanya tri tugas Gereja maka setiap orang akan ikut terlibat dalam kegiatan pelayanan gerejawi untuk saling bersama – sama membantu menumbuhkan iman dalam Kristus. Gereja katolik juga mengimani satu Tuhan, dan satu iman, dalam satu komuni suci.

Satu disini juga berarti kesatuan iman yang dimiliki oleh umat kepada Bapa. Ada banyak hal yang dilakukan untuk menjaga keutuhan dan kesatuan Gereja. Beberapa hal ini diantara lain adalah adanya banyak peran Gereja dalam masyarakat beragama kristiani seperti mengadakan dan melakukan banyak kegiatan yang melibatkan peranan umat seperti doa bersama, kebaktian, retret, seminar, dan lain sebagainya. Karena umat gereja katolik adalah satu dalam Kristus, maka semua kegiatan dan acara yang dilakukan oleh Gereja akan membantu umat untuk bertumbuh dan berkembang iman dan kepercayaannya dalam Kristus.

2. Kudus

Sifat gereja katolik yang kedua adalah kudus. Kudus disini berarti bahwa kita sebagai seorang katolik mempercayai dengan sungguh bahwa Gereja tidak dapat kehilangan kekudusannya. Kekudusan dari Gereja sendiri didapatkan dari Tuhan Yesus Kristus sendiri yang rela untuk datang ke dunia dan menyerahkan diriNya untuk menjembatani hubungan Allah dan manusia yang pernah dihancurkan oleh adanya dosa asal. Dan kehancuran hubungan ini adalah akibat dosa menurut Alkitab yang berusaha diperbaiki oleh Yesus sendiri. Dan kita tentu mengetahui bahwa Yesus tidak mempunyai noda dan cela, dan bahkan Ia juga dikandung dengan tanpa adanya dosa.

Dan lagi, seperti yang telah kita ketahui, Yesus Kristus adalah 100% Allah dan 100% manusia dimana Ia memiliki 12 orang murid atau yang sekarang kita kenal sebagai Para Rasul untuk melanjutkan karya keselamatan yang telah dirintis oleh Yesus sendiri. Setelah Yesus bangkit dan kembali ke surga, Ia menunjuk Petrus, salah seorang dari Rasul – RasulNya untuk mendirikan Gereja dan hal inilah yang menjadi cikal bakal adanya keberadaaan gereja katolik. Hingga saat ini, ajaran Yesus untuk memiliki satu pemimpin Gereja katolik masih tetap dilaksanakan dengan adanya keberadaan paus dari masa kemasa yang juga masih bertugas untuk melanjutkan karya keselamatan yang telah dirintis oleh Yesus dan Para Rasul pendahulu.

Dan karena Yesus sendiri yang meminta Petrus untuk mendirikan Gereja, maka kekudusan Gereja pun berasal dari Kristus itu sendiri dimana kekudusan ini tentunya tidak dapat diambil oleh apapun dan siapapun. Dan Allah Bapa sendiri juga menghendaki kita sebagai hambaNya untuk kudus sebagaimana Kristus sendiri adalah kudus. Karena itu Allah Bapa memberikan sarana keselamatan untuk manusia berupa adanya sakramen. Dan apabila kita memaknai makna sakramen ekaristi ataupun simbol sakramen baptis atau juga sakramen lainnya, tentu kita akan menyadari bahwa sakramen adalah sarana keselamatan yang diberikan oleh Allah kepada kita. Meski memang ada perbedaan sakramen katolik dan protestan, tetapi hal ini tidak membuat sakramen menjadi memiliki fungsi yang berbeda. Fungsinya tetap sama, yaitu untuk menyelamatkan manusia dan kembali kepada Allah Bapa di surga.

3. Katolik

Yang tidak kalah penting dalam sifat gereja katolik adalah sifatnya yang bersifat katolik atau umum. Ya, benar sekali, katolik sendiri adalah bahasa Yunani yang berarti umum. Pada dasarnya gereja katolik disebut – sebut atau memiliki arti sebagai umum itu didasarkan oleh 3 hal yaitu, keterbukaan, waktu, dan tempat. Berdasarkan sifat umum keterbukaannya, gereja katolik adalah umum atau terbuka untuk semua orang dari berbagai kalangan, bisa juga kita sebut sebagai sifat universal.

Meski memang kita sendiri umat kristiani mengetahui bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang terpilih dan dipilih oleh Allah, tetapi karya keselamatan yang ingin Allah Bapa berikan tidak hanya terbatas pada bangsa Israel melainkan untuk semua umat manusia. Jadi pandangan bahwa hanya umat Israel saja yang bisa beragama katolik ataupun kristen tidak benar adanya. Gereja katolik juga tidak memandang latar belakang seseorang yang ingin mempelajari ajaran agama katolik. Yang kedua, berkenaan dengan waktu, ajaran gereja katolik yang berasal dari ajaran yang disampaikan oleh Yesus Kristus sendiri akan tetap terus diajarkan dari waktu ke waktu tanpa berkesudahan.

Ajaran ini berupa banyak hal mulai dari ajaran cara beribadah agama katolik sampai berbagai bentuk hari raya dan doa. Setelah Yesus bangkit dan kembali ke surga, ajaran – ajaranNya dilanjutkan oleh para Rasul dan tetap berlanjut sampai saat ini oleh para pengganti – pengganti mereka yang baru. Dan yang ketiga mengenai tempat, gereja katolik tidak memilih satu wilayah tertentu sebagai tempat pewartaan kabar gembira yang telah dibawa oleh Yesus. Gereja katolik juga bisa ditemui dibanyak tempat di berbagai belahan bumi meski memang pusatnya berada di Vatikan, dan disinilah paus bertempat tinggal.

4. Apostolik

Sifat gereja katolik yang keempat dan yang terakhir adalah apostolik. Maksud dari apostolik sendiri adalah bahwa gereja katolik berpegang teguh pada ajaran Kristus dan ajaran Para Rasul. Gereja katolik dalam perkembangannya dibantu dan digerakkan oleh Roh Kudus. Setelah Yesus bangkit dan kembali ke surga, Ia menyuruh Petrus untuk melanjutkan tugas perutusan dan pewartaan kabar gembira. Petrus mendirikan Gereja dan membentuk susunan kepengurusan gereja yang dipegang oleh Rasul – Rasul lainnya. Karena gereja katolik bersifat apostolik, maka gereja setelah sepeninggalan Petrus dan Rasul – Rasul yang lain, segera mencari pengganti mereka.

Para pengganti ini akan bertugas untuk meneruskan tugas perutusan seperti yang telah dilakukan oleh Petrus dan Rasul – Rasul yang lain. Ajaran yang diajarkan juga secara turun temurun tetap berusaha untuk dijaga, dimana para penerus Kristus ini akan melanjutkan ajaran Kristus dan menyampaikannya kepada umat. Paus, uskup, imam, diakon, dan biawaran biarawati lainnya juga bisa membantu meneruskan ajaran yang telah direncanakan atau diprogramkan oleh para hirarkis sebelumnya.

Mereka juga memiliki hak untuk membuat atau mengadakan suatu program demi membantu pertumbuhan iman umat dalam misi pewartaan kabar keselamatan ini dan apabila mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan program mereka, maka penerus selanjutnyalah yang akan meneruskan program yang telah dibuat oleh pendahulunya. Karena itu, kita mengenal doa syahadat yang merupakan tradisi jemaat perdana untuk berdoa dan menyembah Tuhan. Mungkin untuk membantu Anda mengetahui lebih dalam mengenai sifat apostolik gereja katolik maka pertama – tama Anda sebaiknya membaca dan memahani beberapa hal penting dalam hirarki gereja katolik seperti struktur dan tugas yang dilaksanakan oleh masing – masing anggota hirarki.

Jadi itulah beberapa informasi seputar sifat gereja katolik yang bisa saya bagikan dengan Anda. Semoga informasi ini bisa berguna dan membantu Anda untuk mengetahui sedikit lebih dalam mengenai beberapa informasi seputar gereja katolik yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Untuk membantu perkembangan iman dan kepercayaan Anda kepada Tuhan, maka kami juga menyediakan beberapa renungan singkat kristen yang bisa Anda baca dan refleksikan. Terima kasih atas waktu yang Anda berikan untuk kami, semoga semua tulisan yang telah kami sediakan disini bisa bermanfaat untuk Anda. Tuhan Yesus memberkati kita semua

3 MAKNA EKARISTI BAGI UMAT BERIMAN

 Ekaristi merupakan salah satu sakramen/ritual dalam agama Katolik yang rutin dilakukan setiap minggu saat ibadah. Ekaristi juga dianggap sebagai sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani. ( Baca KGK 1234) Istilah ekaristi sendiri berasal dari kata Yunani yang berarti berterimakasih atau mengucap syukur. Pelaksanaannya identik dengan adanya roti dan anggur. Hal tersebut dikarenakan makna kelahiran Yesus Kristus sendiri yang meminta umat-Nya untuk menjadikan roti dan anggur sebagai peringatan akan Dia. (Baca Lukas 22:19-20)

Ada beberapa orang yang masih mempertanyakan mengapa ekaristi dilakukan. Terdapat tiga alasan mengapa umat Katolik merayakan sakramen ekaristi. Pertama, karena ingin mematuhi perintah Yesus. Kedua, perjamuan kudus merupakan pesan terakhir Yesus. Dan terakhir, ekaristi yang dilakukan bersama seluruh jemaat bertujuan supaya jemaat senantiasa mengingat karya penyelamatan Allah. Berikut makna sakramen ekaristi:

  • Pengingat Akan Karya Penyelamatan Allah

Karena manusia telah berdosa, maka mereka tidak bisa bersatu dengan Allah Tritunggal Yang Maha Kudus. Namun, kehadiran Yesus menghancurkan penghalang tersebut dengan peristiwa wafat dan kebangkitan-Nya, sehingga Ia mengalahkan maut yang seharusnya diterima manusia. Nah, dengan perayaan ekaristi, jemaat bersama-sama mengenang peristiwa penebusan-Nya dan bersatu dalam tubuh Kristus.

Dalam Lukas 22:19-20 berbunyi, “Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: ‘Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.’ Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.’”

Dengan pedoman ayat di atas, Katolik mempercayai bahwa saat Yesus berkata “Inilah tubuh-Ku dan inilah darah-Ku,” maka roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah-Nya. Mengapa bisa demikian? Karena Yesus memiliki kuasa untuk mengubahnya. Hanya saja, bukan secara fisik yang berubah. Namun, anggur dan roti tersebut berubah menjadi diri-Nya sendiri yang diberikan pada kita dalam bentuk makanan dan minuman. Karena itulah saat perayaan ekaristi imam akan mengulangi perkataan Yesus, dan dengan iman mereka mempercayai bahwa anggur dan roti merupakan tubuh dan darah-Nya. Oleh karena Yesus disalib satu kali untuk selamanya, maka ekaristi bertujuan supaya kita mendapat buah-buah arti penebusan dosa yaitu keselamatan.

  • Bersatu Dengan Kristus

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” (Yohanes 6:56-57)

Ayat tersebut menjadi dasar bagi umat Katolik mengenai makna ekaristi, yaitu bersatunya kita dengan Kristus. Mereka mempercayai bahwa Kristus hadir dan Dia sendiri yang memimpin saat perayaan ekaristi. Selain itu, dengan makan tubuh dan darah-Nya, dan dengan kuasa Roh Kudus, kita dipersatukan dengan kemanusiaan sekaligus ke-Allah-an Kristus. Dengan dipersatukannya kita dengan Kristus, kita akan mengambil bagian dalam kehidupan-Nya dan makna sakramen ekaristi akan diubah menjadi serupa dengan Dia.

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat bertumbuh dari dirinya sendiri, demikian juga kamu tidak dapat bertumbuh jika kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamu ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku, ia akan berbuah banyak. Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:4-5)

Kata “tinggal” pada ayat di atas merupakan μένω, ménō dalam bahasa Yunani, yang artinya sama dengan “tinggal” pada Yohanes 6:56-57, yaitu saat Yesus mengajarkan tentang diri-Nya sebagai Roti Hidup. Maka dari itu, dengan makan tubuh dan darah-Nya dalam bentuk anggur dan roti, dan dengan adanya Roh Kudus dalam diri kita, artinya Yesus di dalam kita dan kita di dalam Dia.

  • Wujud Kesatuan dengan Jemaat dan Membentuk Satu Tubuh dalam Kristus

Selain untuk menjadi pengingat dan mempersatukan kita dengan Kristus, makna sakramen ekaristi juga merupakan bersatunya jemaat dalam Tubuh Kristus. Ekaristi merupakan perayaan dimana Yesus sebagai Tuan Rumah, dan perayaan tersebut dihadiri jemaat yang bersama-sama berkumpul dan memiliki tujuan untuk mengingat  karya penyelamatan-Nya. Jadi, apabila dirayakan sendiri, maka akan berbeda lagi maknanya dan bukan lagi ekaristi. Maka dari itu, walaupun ekaristi lebih merupakan hubungan antara manusia, Roh Kudus, dan Kristus, namun tetap saja, pada mulanya Yesus mengajarkan ekaristi dalam bentuk perkumpulan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jadi, ekaristi dapat dipandang sebagai perayaan komunitas gereja.

Demikianlah beberapa ulasan artikel ini, banyak pendapat mengenai makna roti dan anggur dalam ekaristi atau perjamuan kudus. Lutheran meyakini bahwa tubuh dan darah karakter Kristus nyata dalam bentuk roti dan anggur. Sedangkan Cavinis mempercayai bahwa kehadiran Kristus hanya dalam hal-hal rohani dan tidak secara sakramental. Faktanya, banyak orang yang merasa bahwa roti dan anggur hanya merupakan lambang saja. Mereka beranggapan bahwa mana mungkin roti dan anggur benar-benar tubuh dan darah Yesus. Hal tersebut dinilai tidak rasional. Namun, Yohanes 6:55-56 menegaskan, “Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Maka jelas bahwa roti dan anggur tidak hanya sekedar lambang, melainkan Anggur dan Roti Hidup yaitu darah dan tubuh Yesus sendiri.

SAKRAMEN EKARISTI DALAM PAPER

Perayaan Ekaristi diimani sebagai “sumber dan puncak” kehidupan Kristiani. 

Di dalamnya terdapat tindakan pengudusan yang paling istimewa oleh Allah kepada umat beriman, karena terdapat kehadiran dan pengorbanan Yesus Kristus dalam rupa Tubuh dan Darah-Nya atau Sakramen Ekaristi.

Ekaristi juga menjadi tindakan penyembahan yang paling istimewa oleh umat beriman kepada Allah. Ekaristi juga menjadi representasi umat beriman terhubung dengan liturgi di surga. 

Betapa pentingnya sakramen ini sehingga partisipasi dalam perayaan Ekaristi (Misa) dipandang sebagai kewajiban pada setiap hari Minggu dan hari raya khusus, serta dianjurkan untuk hari-hari lainnya.

Sakramen Ekaristi berasal dari Yesus sendiri. Dalam Perjamuan Terakhir bersama para murid, Yesus mengucap syukur dan memberikan pesan-Nya:

Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi kenangan akan Aku. Ia juga berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Ia juga memberikan perintah untuk melakukan hal itu sebagai kenangan akan diri-Nya: Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku.

Perjamuan Tuhan diteruskan oleh Gereja dalam perjamuan Ekaristi. Perjamuan Ekaristi adalah peringatan syukur untuk mengenangkan dan sekaligus menghadirkan kembali Yesus yang mempersembahkan diri-Nya dalam kematian di salib demi keselamatan manusia, sesuai dengan perintah Yesus.

Melalui Ekaristi, kita mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus Kristus (Komuni Suci) serta turut serta dalam pengorbanan diri-Nya. Roti dan anggur ditransformasi menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Perubahan ini disebut transubstansiasi. Hanya uskup atau imam yang dapat menjadi pelayan Sakramen Ekaristi, dengan bertindak selaku pribadi Kristus sendiri.

Skema besar Perayaan Ekaristi terdiri dari:

  1. Ritus Pembukaan
  2. Liturgi Sabda
  3. Liturgi Ekaristi
  4. Ritus Penutup

Materi dan Forma Sakramen Ekaristi:

Materi: Roti dan Anggur Forma: “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi kenangan akan Aku”. “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagimu. Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku”.


SUATU CACATAN AMAT PENTING UNTUK KITA

  1. Eu-karisteoo = berterima kasih. Ekaristi berarti pesta syukur. Ekaristi sering disebut Misa Suci yang sebenarnya berarti pengutusan (diutus). Yesus diutus Bapa. Kita diutus Yesus.
  2. Sakramen Ekaristi adalah upacara suci yang menandakan (membuktikan) bahwa (a) Allah masih mencintai dan memelihara umat-Nya, antara lain dengan cara memberi makanan rohani (Tubuh dan DarahNya) untuk kehidupan manusia. Menunjukkan (b) Umat Allah mensyukuri-Nya dan berjanji mau tetap dipelihara oleh Allah (bukan oleh iblis, atau oleh dunia).
  3. Mengapa orang Katolik menerima Komuni Suci dengan sangat hormat? Sebab umat Katolik bukan hanya melihat Roti Suci. Tapi juga melihat di balik itu, kasih Allah yang sedemikian besar, yang memberikan segala milik-Nya, kehidupan, rejeki, sifat-sifat-ilahi, kesucian-Nya, kemuliaan-Nya, surga-Nya, Diri-Nya, Roh-Nya, Putera-Nya yang mempertaruhkan Diri di kayu salib. Bagi umat Katolik, menerima Komuni Suci berarti menerima Allah sendiri, kasih-Nya, dan segala-gala-Nya. Maka hati mereka penuh rasa hormat dan terima kasih.
  4. Umat Katolik mengimani Ekaristi sebagai puncak dan sumber kehidupan umat Allah. (a) Puncak hidup umat Allah sebab kehidupan (kurban diri) umat Allah sehari-hari, demi Allah dan sesama itu didorong oleh Kristus menuju puncaknya yakni korban diri total di salib yang paling berkenan pada Bapa. Kehidupan umat Allah dirasuki semangat Kristus hingga semakin menyerupai korban Kristus tsb., makin I for you, makin demi kemuliaan Bapa dan keselamatan manusia, makin berkenan pada Bapa, dan makin sempurna. (b) Ekaristi adalah sumber hidup umat Allah sebab melalui Komuni suci, Kristus mengalirkan Roh-Nyayang memulihkan kemanusiaan (Citra Allah) dan mengalirkan kekuatan-Nya serta semangat korban diri-Nya ke dalam hati kita untuk meneruskan pengabdian kita tiap hari.
  5. Dua sifat yang menonjol dari Misa Suci: pesta dan korban. (a) Pesta syukur dengan pakaian bagus (jangan pakaian pantai atau sport) dan makan-minum Tubuh dan Darah Kristus (jangan makanan lain sebelum Misa). Dan (b)  menghadirkan korban diri Kristus demi keselamatan kita. Memoria salutis. Dua sifat tsb. jangan diekstremkan (ekstrem pesta atau ekstrem korban). Seharusnya seimbang sehingga afektif(mengena di hati) dan efektif (merubah perilaku).
  6. Materia, perbuatan dan kata-kata S. Ekaristi harus lengkap dan benar. (a) Roti tak berragi dan anggur murni tanpa ragi. (b) Perbuatan Misa kudus harus lengkap dari awal sampai akhir. Tidak boleh diperpendek dipotong. Tidak boleh mengadakan konsekrasi saja tanpa Misa Suci. Tidak boleh ikut Misa separo pada awal atau akhir saja, datang terlambat lalu pulang duluan. (c) Kata-kata utama (inti) S.Ekaristi: “Terimalah dan makanlah. Inilah TubuhKu, yang diserahkan bagimu”. Dan “Terimalah dan minumlah. Inilah Piala DarahKu. Darah Perjanjian Baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku”. Ini disebut konsekrasi.
  7. Ekaristi adalah pesta perjamuan makan. Dipimpin Tuhan Yesus sendiri. Kita diundang-Nya. Manakahpakaian umat yang pantas untuk Ekaristi? Kalau kita malu menghadiri pesta perkawinan teman dengan pakaian Mall, mestinya kita pun malu dan merasa tidak pantas kalau menghadiri Ekaristi dengan pakaian Mall, pakaian sport, atau  pakaian pantai.
  8. Sifat kedua S.Ekaristi adalah korban. Apakah dalam Misa Suci, Yesus disalib tiap hari? Tidak. (a) Yesus disalibkan hanya sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 7:27). (b) Tapi kasih-Nya tak berakhir. Dan tiap hari Yesus memberi kita, segala milik-Nya (bahkan Diri-Nya dan Roh Kudus-Nya) agar manusia hidup-mulia-bahagia. Kasih-Nya itu kita rayakan.
  9. Dulu sebelum 1962, dalam Misa, Romo menghadap tembok (salib) membelakangi umat. Sekarangmenghadap umat. Mengapa? Dulu, tekanan pada korban (lupa perjamuan). Sekarang pada perjamuan(tidak lupa korban). Dulu sifatnya piramidal. Tekanan pada Romo di pucuk itu (paling dekat dengan Yesus). Pemilik dan penyalur Iman, Firman dan Berkat (??). Sekarang konsentris. Romo-umat (kita) sama-sama pendosa dan suci, duduk sekeliling meja, sama-sama dekat dengan Yesus (di tengah). Tekanan pada “kita”.
  10. Untuk menerima Tubuh Kristus, bukankah lebih suci kalau pakai lidah? Boleh. Tapi lidah tidak lebih suci daripada tangan. Baca surat St.Yakobus (3:5-9): Lidah itu buas, penuh racun, bisa mengutuk orang lain yang Citra Allah, dan bisa membakar masyarakat.
  11. Bolehkah Tubuh Kristus terkena pada gigi? Boleh. Bahkan boleh digigit dan dikunyah. Sebab Tuhan Yesus tidak berpesan “Terimalah dan telanlah” melainkan ”makanlah”.
  12. Mengapa umat tidak diberi Darah KristusDulu umat Katolik cuma 25 orang, mereka juga diberi Darah Kristus. Sekarang umat Katolik 1 Milyard, umat Protestan 1,5 M dan di paroki St.Yakobus tiap kali Misa-Minggu ada 1000 umat. Maka timbul masalah praktis (import anggur, biaya, wadah, tumpah ke lantai, waktu). Dengan demikian iman-lah yang harus berperan. Kita mengimani, dalam Tubuh Kristus ada Darah-Nya juga. Namun kalau tak punya iman (apalagi pendosa) walau diberi Darah Kristus pun, orang tetap brengsek.
  13. Siapa yang boleh dan tidak-boleh menerima Tubuh Kristus? Yang boleh menerima-Nya hanya orang Katolik, sudah dibaptis, sudah cukup umur dan dalam keadaan berahmat. Sedangkan orang yang dalam keadaan tidak berahmat (sex di luar penikahan, homosex, perzinahan batin Mat 5:28-29, menikah di luar gereja, aborsi, pembunuh, kena hukuman ekskomunikasi, dsb.) tidak boleh menerima-Nya. Baca 1 Kor 5:11; 6:9-10, Gal 5:19-21.
  14. Keikut-sertaan umat secara benar dalam Ekaristi, begini. (a) Masuklah ke dalam gereja, jangan duduk di luar, timbalah rahmat Tuhan sebanyak-banyaknya. (b) Participasio aktuosa (partisipasi aktif), aktif ikut doa, menyanyi, dan menunaikan tugas Ekaristi. (c) Ikutilah misa seutuhnya (jangan terlambat lalu pulang duluan).

ARTI MAKNA BAPTIS

Baptis yang berasal dari kata Baptisma dengan arti penyelaman bukan diartikan penyelaman dalam harafiah, namun yang dimaksud adalah air sebagai unsur dasar yang mengartikan pembasuhan manusia dari segala dosa dengan darah Kristus. Sakramen baptis sendiri merupakan salah satu bagian sakramen inisiasi sehingga seseorang bisa masuk menjadi anggota gereja.

Dengan sakramen baptis ini, maka kita akan terbebas dari dosa dan dilahirkan kembali menjadi putera dan puteri Allah sehingga kita dapat meninggalkan hidup yang lama dan masuk ke kehidupan baru. Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis mengajarkan jika tidak perlu orang selalu melakukan pembasuhan diri di setiap minggunya. Ia berkata jika satu kali pembersihan diri sudah cukup dalam mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat asal mau meninggalkan cara hidup yang lama.

Asal Mula dan Arti Sakramen Baptis

Berbicara tentang baptis, maka tentunya kita akan langsung tertuju pada Yesus, namun baptis sendiri sebenarnya sudah ada sebelum Yesus. Selama beberapa abad sebelum Kristus, umat di dalam Perjanjian Lama percaya jika semua bentuk kontak atau sentuhan dengan dunia luar akan membuat mereka tercemar dan sebelum mereka makan dan berdoa maka harus lebih dulu membersihkan diri mereka dan ini bisa terlihat di saat mereka berdoa pada hari Sabat.

Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes ini merupakan simbol dari perubahan dan baptisan ini tidak memiliki kuasa untuk melakukan perubahan lalu Yesus memberikan kuasa tersebut saat Yohanes membaptis Diri-Nya di Sungai Yordan. Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” ~ Matius 28:18-20.

Makna Sakramen Baptis

Dalam Gereja perdana, pembaptisan dilakukan dengan beberapa cara dan sebagian besar yang di baptis adalah orang yang sudah dewasa. Pembaptisan yang banyak dilakukan adalah dengan membenakan orang yang akan di baptis ke dalam air. Selanjutnya, pembaptisan juga dilaksanakan untuk para bayi dan cara membaptis pun juga berubah yakni dengan menuangkan air di atas kepala.

  1. Tanda Pengampunan Dosa

Alkitab juga mengajarkan jika setiap orang yang sudah melakukan pertobatan dan percaya dalam Tuhan Yesus, maka akan diberikan pengampunan. Pengampunan ini yang disimbolkan oleh air mewakilkan darah Kristus yang sudah diberikan untuk menebus dosa manusia.

  1. Tanda Milik Kristus

Sakramen baptis juga menandakan jika kita adalah milik Kristus dan tanda jika kita sudah menjadi murid Kristus dan inilah yang membuat Tuhan Yesus memberikan perintah supaya semua murid diberikan tanda baptis yang suci.

  1. Karunia Atas Hidup Baru

Yohanes sudah mengawali baptisan sebagai sebuah tanda hidup yang baru dan pada perbincangan Nikodemus, Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yoh 3:5,7).

  1. Diterima Dalam Gereja

Dengan dibaptis juga menandakan jika seseorang sudah di terima dalam persekutuan gereja dan menjadi salah satu anggota gereja.

  1. Memperoleh Materai Kekal

Dengan menerima sakramen baptis, maka seseorang akan dimateriakan dengan kekal pada materai rohani dan tidak akan bisa di hapus sebagai bagian dari Kristus


Macam Macam Baptis

Ada beberapa Gereja yang menolak pembaptisan bayi ini, akan tetapi untuk Gereja Katolik, pembaptisan ini dilaksanakan sebagai perwujudan sabda yang Tuhan Yesus berikan yakni, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka…” dan juga kisah di dalam Alkitab tentang pembaptisan semua anggota keluarga Kristen.

  1. Baptis Dewasa

Baptis dewasa dilaksanakan untuk orang yang ingin masuk menjadi Kristen saat ia sudah berumur dewasa. Pengertian dewasa disini adalah dewasa secara jasmani dan juga dewasa secara rohani yakni sudah cukup umur dan bisa bertanggung jawab dengan iman dan juga kepercayaan. Dewasa juga mengartikan sudah menjadi pengikut Yesus Kristus dan sudah memilih Yesus sebagai sang Juru Selamat.

  1. Baptis Anak

Baptis anak merupakan baptis yang dilakukan untuk bayi dan anak kecil yang baru dilahirkan dalam keluarga Kristen. Baptis anak tidak didasari dari ayat-ayat Alkitab secara langsung, akan tetapi di dalam Perjanjian Baru bisa di lihat ada beberapa ayat yang tersirat tentang baptis yang juga diperuntukan untuk anak atau bayi, seperti pada Kisah Para Rasul 16:15 dan juga 18:8 yang menuliskan “seisi rumah di baptis”. 

  1. Baptis Darurat

Baptis darurat ini diperuntukkan bagi orang yang sedang kritis atau sakratul maut namun pernah mengatakan jika ingin masuk menjadi Katolik saat masih sehat. Apabila yang akan di baptis masih bayi atau kecil, maka ini bergantung dari keinginan orang tua. Dalam baptis darurat ini bisa dilakukan siapa saja akan tetapi harus memperhatikan rumus Trinitas yakni, “aku membaptis engkau atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”. Sesudah selesai melakukan pembaptisan, maka harus segera dilaporkan pada Paroki tempat pembaptisan tersebut dilaksanakan sehingga bisa tercatat di dalam buku baptis Paroki itu.

  1. Penerimaan

Penerimaan merupakan seseorang yang sudah di baptis dalam Gereja Kristen dan dengan kemauannya ingin masuk ke dalam Gereja Katolik. Mereka ini tidak akan di baptis ulang, sebab pembaptisan yang sudah di terima sebelumnya sudah dianggap sah oleh Gereja Katolik. Namun supaya bisa di terima dalam anggota gereja Katolik, maka harus mengikuti bimbingan tentang ajaran Gereja Katolik yang belum didapatkan dari Gereja Kristen seperti sakramen, hirarki dari gereja, Bunda Maria dan sebagainya. Untuk Penerimaan ini akan dilakukan pada perayaan Ekaristi yang dilaksanakan setiap hari Sabtu atau Minggu.

  1. Baptis Darah

Baptis darah merupakan baptis yang dilakukan saat ada seseorang yang ingin di baptis dan menjadi anggota dari Gereja, dalam hal ini adalah gereja Katolik lalu menjalani masa katekumenat. Akan tetapi sebelum baptis dilaksanakan, pihak yang bersangkutan sudah meninggal karena membela iman yang dimilikinya. Dengan menerima sakramen baptis, maka Yesus sudah memberikan kita kehidupan yang baru, kehidupan Ilahi dan juga mengangkat kita semua menjadi anak-anak-Nya. Yesus sudah menyambut kita dalam hidup dengan tiga Pribadi Ilahi Allah Tritunggal Maha Kudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

“Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah” (1Yoh 3:1). Demikian ulasan yang bisa kami berikan mengenai arti dari sakramen pada baptis beserta dengan macam-macam baptis. Semoga bisa bermanfaat dan semakin menambah wawasan anda seputar iman Kristen. Tuhan Yesus memberkati.

SAKRAMEN BAPTIS dalam PAPER

Sakramen Baptis adalah sakramen pertama yang diterima oleh seseorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik. 

Sakramen Baptis adalah sakramen pertama dalam inisiasi Katolik. 

Inisiasi adalah penerimaan seseorang masuk ke dalam atau menjadi anggota kelompok tertentu. 

  • Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan dari hukum akibat dosa-dosa tersebut, dan membuat orang yang dibaptis itu mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah melalui “rahmat yang menguduskan” (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan dengan Kristus dan Gereja-Nya). 
  • Pembaptisan juga membuat penerimanya mengambil bagian dalam imamat Kristus dan merupakan landasan komunio (persekutuan) antar semua orang Kristen.

 Sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik:

  1. Sakramen Baptis
  2. Sakramen Ekaristi
  3. Sakramen Krisma

 3 Tahap Inisiasi Katolik:

  1. Masa pra-katekumenat/simpatisan menjadi Katekumen;
    (Masa pemurnian motivasi calon, dituntut pertobatan dan iman)
  2. Masa katekumen menjadi calon baptis;
    (Masa perkembangan iman calon baptis, merupakan masa pengajaran dan pembinaan iman)
  3. 3. Masa calon baptis menjadi Baptisan Baru;
    (Masa persiapan baptisan dan penerimaan menjadi anggota Gereja Katolik)

Sesudah dibaptis, para baptisan baru menerima atau mengalami masa pembinaaan iman sebagai baptisan baru yang disebut mistagogi. Untuk dibaptis, seseorang harus percaya dan beriman kepada Kristus. Percaya kepada Kristus berarti hidup sesuai dengan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sakramen baptis seseorang dilahirkan kembali dalam air dan roh. Lilin bernyala yang diterima oleh baptisan baru dalam upacara sakramen baptis merupakan lambang baptisan baru yang sudah diterangi oleh Kristus dan harus senantiasa berusaha hidup dalam terang Kristus.

 Materi dan Forma Sakramen Baptis:

Materi: Air
Forma: Aku membaptis kamu, dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus

Buah atau Rahmat Sakramen Baptis:

  1. Mendapat pengampunan dari segala dosa, baik dosa asal maupun dosa yang dibuatnya.
  2. Menjadi ciptaan baru dan dilantik menjadi anak Allah.
  3. Memperoleh rahmat pengudusan yang membuatnya sanggup semakin percaya kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan mencintai-Nya. Membuatnya hidup di bawah bimbingan dan dorongan Roh Kudus. Membuatnya sanggup bertumbuh dalam kebaikan.
  4. Digabungkan menjadi Anggota Gereja, sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus.
  5. Dimateraikan secara kekal dalam sebuah materai rohani yang tak terhapuskan, sebagai bagian dari Kristus.

 Macam-macam Baptisan:

  1. Baptisan Bayi: Baptisan yang diterima saat masih bayi.
  2. Baptisan Dewasa: Baptisan yang diterima saat sudah dewasa.
  3. Baptisan Rindu: Saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal. Maka ia sudah menerima Baptisan Rindu.
  4. Baptisan Darah: Saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal karena membela imannya.