Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Tuesday, June 1, 2021

Materi Pokok 10 Genap

 Kitab Suci dan Tradisi Sumber Iman akan Yesus Kristus

A. Kitab Suci (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) 
B. Tradisi Gereja

Penilaian Harian I

Yesus Mewartakan dan Memperjuangkan Kerajaan Allah
A. Gambaran tentang Kerajaan Allah pada Zaman Yesus
B. Yesus Mewartakan dan Memperjuangkan Kerajaan Allah

Penilaian Harian II

Sengsara, Wafat, Kebangkitan dan Kenaikan Yesus 
A. Sengsara dan Wafat Yesus
B. Kebangkitan dan Kenaikan Yesus ke Surga

Penilaian Harian III
PTS

Yesus, Sahabat, Tokoh Idola, Putra Allah dan Juruselamat
A. Yesus Kristus Sahabat Sejati dan Tokoh Idola
B. Yesus Putra Allah dan Juru Selamat

Penilaian Harian IV

Allah Tritunggal dan Roh Kudus
A. Tri Tunggal Maha Kudus
B. Peran Roh Kudus bagi Gereja

Penilaian Harian V
PAT

Monday, May 31, 2021

Materi Pokok 8 Sem Genap

 Gereja sebagai Paguyuban Orang Beriman 

A. Gereja sebagai Paguyuban 😃🎁👍🏼
B. Ciri Gereja sebagai Paguyuban 
C. Bentuk-bentuk Pelayanan Gereja sebagai Paguyuban 

PENILAIAN HARIAN I

Gereja sebagai Tanda dan Sarana Penyelamatan 
A. Tanda dan Sarana Penyelamatan dalam Hidup Manusia
B. Gereja sebagai Tanda dan Sarana Penyelamatan Manusia 

PENILAIAN HARIAN II

PTS

Sakramen-Sakramen Gereja 
A. Sakramen Baptis 
B. Sakramen Ekaristi 
C. Sakramen Penguatan 

PENILAIAN HARIAN III

D. Sakramen Tobat 
E. Sakramen Pengurapan Orang Sakit

PENILAIAN HARIAN IV

PAT

VIII) SAKRAMEN PENGUATAN

Pokok-pokok materi:
1. Pengantar
2. Arti Sakramen Penguatan
3. Makna Sakramen Penguatan
4. Dasar dari kitab suci tentang Sakramen Penguatan
5. Hal yang pokok dalam penerimaan Sakramen Penguatan
6. Tujuan dari Sakramen Penguatan
7. Rahmat dari Sakramen Penguatan
8. Syarat bagi seseorang agar dapat menerima Sakramen Penguatan
9. Konsekuensi orang yang sudah menerima Sakramen Penguatan
10. Buah-buah Sakramen Penguatan

Pengantar
Ketika seorang remaja memasuki usia 17 tahun, biasanya orang tua mereka mengadakan pesta atau syukuran secara khusus agar anaknya semakin menyadari bahwa dirinya sudah beranjak dewasa.
Syukuran pada usia 17 tahun merupakan suatu acara untuk menyatakan bahwa seseorang sudah beranjak dewasa, bukan lagi anak-anak.
Dewasa berarti mampu mengambil keputusan dan bertindak secara mandiri sesuai nilai-nilai kebaikan / moral, serta mampu bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat bahwa ciri orang yang dewasa antara lain:
  1. mandiri
  2. bertanggungjawab
  3. mampu mengendalikan diri
  4. tidak mudah terbawa arus
  5. mampu membedakan yang baik dan jahat
  6. mampu mengambil keputusan dengan bijak
  7. mempunyai pendirian tegas terhadap kebenaran yang seharusnya ia pertahankan
Ciri-ciri kedewasaan tersebut juga berlaku dalam kedewasaan hidup beriman.
Dalam Gereja Katolik, ada suatu upacara untuk menyatakan seseorang beriman Kristiani telah dewasa dalam iman, seperti halnya upacara pada masyarakat sekarang.

Dalam Gereja Katolik, upacara untuk menandai kedewasaan seseorang secara imani adalah dengan pemberian Sakramen Penguatan kepada orang tersebut.
Sebagai orang Kristiani, ada beberapa tanda kedewasaan iman dalam Kristus:
  1. memusatkan perhatian pada Kristus, bukan pada diri sendiri
  2. memberikan diri untuk pekerjaan-pekerjaan Allah di dunia
  3. tidak mudah bertengkar dengan sesama, terutama dengan sesama umat
  4. bertumbuh dalam iman
  5. mengikuti seluruh ajaran dan kehendak Tuhan

Arti Sakramen Penguatan
  • sakramen kedewasaan, pemantapan; dengan menerima sakramen ini, orang sudah dianggap dewasa dalam iman.
  • sakramen yang memberi Roh Kudus supaya mengakarkan kita lebih kuat dalam persekutuan anak-anak Allah, menggabungkan kita lebih erat dengan Kristus, memperkuat hubungan kita dengan Gereja, membuat kita mengambil bagian yang lebih banyak dalam perutusan-Nya dan membantu kita supaya memberi kesaksian iman Kristen dengan perkataan dan perbuatan.

Makna Sakramen Penguatan
sakramen yang
  • menjadikan penerimanya menjadi sungguh anak Allah, menyatukan dirinya lebih dekat dengan Kristus, menambah karunia Roh Kudus, mengikat dirinya lebih sempurna dengan Gereja.
  • memberikan "Kepenuhan Roh Kudus" yang mendewasakan rohani kita, sehingga secara dapat secara penuh dan aktif berkarya dalam Gereja.

Dasar dari kitab suci tentang Sakramen Penguatan
  • Kis 8:16-17
  • "Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus"
  • Sakramen Penguatan menyebabkan curahan Roh Kudus dalam kelimpahan seperti yang pernah dialami para rasul pada har Pentakosta, yang lebih berani mengakui nama Kristus.

Hal yang pokok dalam penerimaan Sakramen Penguatan
  • penumpangan tangan oleh uskup sebagai pencurahan Roh Kudus secara istimewa.
  • pengurapan minyak krisma (Sanctum Chrisma), yang melambangkan penerima sakramen ini dikuduskan. dikhususkan, dan menerima kuasa untuk menerima tugas perutusan sebagai umat beriman

Tujuan dari Sakramen Penguatan
(melalui penumpangan tangan oleh uskup) memberikan Roh Kudus kepada orang-orang yang sudah menerima Baptis dengan mendoakan mereka dan meletakkan tangan di atasnya sambil berkata: "Terimalah tanda karunia Roh Kudus; aku menandai engkau dengan tanda salib dan aku menguatkan engkau dengan krisma keselamatan: atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

Rahmat dari sakramen penguatan
pencurahan Roh Kudus, yang memberikan kekuatan dalam memberikan kesaksian iman dan kita dijadikan berani untuk mewartakan Kabar gembira di tengah dunia.

Sakramen ini diterimakan satu kali seumur hidup.
Untuk menerima penguatan/sakramen Krisma, orang harus berada dalam suasana rahmat
- Karena itu dihimbau supaya mereka menerima sakramen tobat terlebih dahulu sehingga dibersihkan sebelum menerima anugerah Roh Kudus.
- doa yang intensif juga akan mempersiapkan orang untuk menerima kekuatan dan rahmat Roh Kudus dengan kerelaan batin

Syarat bagi seseorang agar dapat menerima sakramen penguatan
1) sudah menerima sakramen baptis dan ekaristi
2) berusia minimal 12 tahun ke atas
3) mengikuti pelajaran agama (persiapan) kurang lebih 1 tahun.

Konsekuensi orang yang sudah menerima Sakramen Penguatan
bertanggung jawab menjadi saksi Kristus baik dalam Gereja sendiri, dalam keluarga, di sekolah, di tempat kerja, dan di lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Buah-buah Sakramen Penguatan
  1. Sakramen Penguatan mencurahkan Roh Kudus dalam kelimpahan, seperti yang dialami oleh para rasul pada hari Pentakosta
  2. Sakramen Penguatan menghasikan pertumbuhan dan pendalaman rahmat pembaptisan
  3. Sakramen Penguatan mengukir suatu tanda rohani yang tidak terhapuskan sebagai suatu karakter dalam jiwa
  4. Sakramen Penguatan menyempurnakan imamat bersama (umum) yang diterima dalam pembaptisan)

Lat So 8.1

Pilihlah salah satu jawaban yang benar!

1. Bentuk kelompok atau perkumpulan dapat disebut sebagai communio. Arti communio adalah ….
A.persatuan
B.persukuan
C.persekutuan
D.perseteruan

2. Suatu kelompok atau perkumpulan akan dikatakan sebagai sebuah communio, jika dalam kelompok atau perkumpulan tersebut memiliki ciri khas yaitu ....
A. adanya transaksi yang saling menguntungkan
B. selalu menerima pemberian mereka yang baik hati
C. komunikasi dan interaksi berlangsung terus menerus
D. menolong orang yang setiap hari berada dalam kumpulannya

3. Gereja merupakan suatu persekutuan umat yang lazim disebut sebagai sebuah communio. Hal yang lebih diutamakan dalam Gereja sebagai communio adalah ....
A. organisasinya
B. hukum dan peraturan yang ada
C. kepemimpinannya terutama hierarki
D. keterlibatan semua anggota umat dalam hidup menggereja

4. Gereja sering digambarkan sebagai Tubuh Kristus, maksudnya ....
A. setiap anggota dapat dimanfaatkan sesuai dengan kekuatannya
B. setiap anggota mempunyai peran dan fungsinya masing-masing
C. setiap anggota wajib memberikan semua yang dimilikinya
D. Gereja bentuknya sama dengan Kristus

5. "Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya" (1 Kor 12:12-18).

Dalam kutipan kitab suci tersebut, santo Paulus mengajarkan bahwa setiap anggota Gereja memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Arti dari ajaran santo Paulus ini adalah bahwa ....
A. dalam Gereja terdapat satu tubuh dan banyak anggota
B. ajaran Kristiani adalah iman, harapan dan kasih
C. para rasul diutus untuk mewartakan Injil Kristus
D. Gereja adalah tempat untuk beribadah

6. Mayoritas anggota Gereja adalah kaum awam. Arti dari kaum awam dalam Gereja Katolik adalah ....
A. semua anggota Gereja termasuk imam dan uskup
B. orang yang telah diberi tugas dan wewenang memimpin Gereja
C. semua orang Katolik yang sudah dibaptis dan mengucapkan kaul kebiaraan
D. semua umat Katolik dan bukan termasuk para hierarki dan bukan biarawan/biarawati

7. Kaum klerus merupakan anggota Gereja yang ditahbiskan dan bertugas untuk menggembalakan, melayani dan mengajar umat. Berikut ini yang termasuk sebagai kaum klerus adalah ….
A. suster
B. bruder
C. diakon
D. prodiakon

8. Ciri-ciri Gereja Katolik yang disebutkan dalam doa Aku Percaya (Syahadat hasil konsili Nicea-Konstantinopel) adalah ....
A. satu, kudus, katolik dan apostolik
B. satu, melayani, menguduskan dan apostolik
C. menguduskan, menjadi saksi, satu dan melayani
D. menjadi saksi, satu, kudus dan persekutuan

9. Kesatuan Gereja yang utama adalah kesatuan ....
A.pelayanan
B.daerah
C.agama
D.iman

10. Gereja berciri satu karena dalam Gereja ada kesatuan ....
A. hak waris, kecerdasan, rahmat, pertolongan dan ajaran para rasul
B. pengharapan, penguasaan diri, kedosaan dan pertobatan
C. iman, pimpinan, kebaktian, dan kehidupan sakramental
D. iman, harapan, cinta kasih dan penguasaan diri

11. Kekudusan Gereja tidak terletak dari kekudusan umat manusia, melainkan disebabkan oleh ....
A. sifat baik dari manusia yang dipanggil oleh Allah
B. kasih karunia Allah dalam diri Yesus Kristus dan penyertaan Roh Kudus
C. Roh Kudus yang memberi karunia agar kita dapat berbicara dengan berbagai bahasa Roh
D. kerja keras dari para rasul sehingga jemaat mampu bertekun dalam pengajaran Tuhan

12. Gereja bersifat universal, umum dan terbuka. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan keterbukaan di tengah masyarakat; antara lain sebagai berikut yaitu ....
A. mengembangkan sikap fanatik yang berlebihan
B. terbuka dan menghormati budaya lain
C. memilih teman yang seagama
D. menghormati budaya sendiri

13. Berikut ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kekatolikan Gereja yaitu ....
A.lebih melihat kesamaan daripada perbedaan
B.saling memberi kesaksian hidup sebagai putera/puteri Allah
C.mengadakan berbagai kegiatan sosial maupun peribadatan bersama
D. terbuka dan menghargai kebudayaan, adat istiadat dan bahkan agama bangsa manapun

14. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1) Rahmat dan keselamatan yang ditawarkan.
2) Iman dan ajaran Gereja yang bersifat umum.
3) Fungsi dan kuasa hirarki dari para rasul
4) Pengakuan iman yang satu dan sama diwariskan oleh para rasul.

Berdasarkan pernyataan tersebut, alasan Gereja memiliki ciri Katolik ditunjukkan oleh nomor ....
A. 1) dan 4)
B. 1) dan 2)
C. 2) dan 3)
D. 3) dan 4)

15. Segala bentuk kegiatan ibadat kepada Tuhan yang dilakukan oleh umat, baik secara pribadi maupun bersama-sama, baik yang sakramen maupun yang bukan sakramen disebut ....
A. liturgia
B. koinonia
C. diakonia
D. martiria

16. Kerygma merupakan salah satu kegiatan pelayanan Gereja dalam bentuk ....
A. ibadat kepada Tuhan dalam bentuk doa pribadi maupun bersama
B. pelayanan kepada semua orang yang membutuhkan pelayanan
C. hidup secara baik dan berani mati karena membela iman
D. pewartaan, pengajaran iman, dan komunikasi iman

17. Perhatikan hal-hal berikut ini!
1) perayaan Ekaristi
2) yayasan yatim piatu
3) pelajaran agama
4) katekese umat
5) kelompok Legio Mariae

Dari aneka kegiatan di atas, yang termasuk dalam bidang pewartaan ditunjukkan oleh nomor ....
A. 1) dan 2)
B. 4) dan 5)
C. 2) dan 3)
D. 3) dan 4)

18. Bentuk pewartaan yang tepat di Indonesia yang memiliki kemajemukan suku, agama, ras dan golongan adalah ....
A. memberikan jatah beras miskin agar umat aktif dalam kegiatan Gereja
B. membiarkan semua pemeluk agama agar berkembang dengan pesat
C. memberikan sekolah gratis kepada warga yang berkeyakinan lain
D. mewartakan iman kita melalui kesaksian hidup kita sehari-hari

19. Pengikut Kristus memberi kesaksian tentang imannya melalui sikap hidup dan tindakan yang kudus. Dalam Gereja Katolik dikenal dengan istilah martir putih. Berikut ini yang merupakan salah satu contoh dari martir putih adalah
A. santa Agata
B. santo Petrus
C. santo Tarsisius
D. santo Thomas Aquinas

20. Bapak Johan setiap hari Minggu memberikan pembekalan bagi para calon penerima sakramen Penguatan. Aktivitas yang dilakukan oleh Bapak Johan merupakan salah satu bentuk dari pelaksanaan lima tugas Gereja yaitu ….
A. diakonia
B. kerygma
C. koinonia
D. liturgya

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
  1. Sebutkan dan jelaskan keanggotaan yang terdapat dalam Gereja dengan berbagai tugas dan perannya masing-masing!
  2. Sebagai remaja SMP, sebutkan lima peran yang dapat kita lakukan sebagai anggota Gereja!
  3. Jelaskan beberapa alasan mengapa Gereja itu disebut kudus!
  4. Sebutkan lima tugas Gereja!
  5. Buatlah sebuah refleksi tentang makna tugas-tugas Gereja bagi hidupmu sebagai seorang remaja Katolik!

VIii Ciri Gereja Paguyuban

 Kompetensi Dasar

1.6 Menghayati makna Gereja sebagai Paguyuban umat beriman.
2.6 Bertanggung jawab mengembangkan kehidupan agar Gereja makin dirasakan sebagai Paguyuban umat beriman.
3.6 Menggali informasi penghayatan umat tentang makna Gereja sebagai Paguyuban umat beriman.
4.6 Melakukan aktivitas berkaitan dengan makna Gereja sebagai paguyuban umat beriman.

Pokok Bahasan
1. Jemaat Perdana: cikal bakal berdirinya Gereja
2. Ciri-ciri Gereja: satu, kudus, katolik dan apostolik
3. Usaha untuk mewujudkan ciri-ciri Gereja

--

RANGKUMAN MATERI


Cikal bakal Gereja adalah Jemaat Perdana atau jemaat para rasul.

Kebiasaan hidup dari Gereja Perdana sebagai persekutuan sampai sekarang masih dipelihara dan dilanjutkan oleh Gereja.

Kekhasan hidup Jemaat Perdana adalah: bertekun dalam ajaran para rasul, berkumpul memecahkan roti dan berdoa, saling memerhatikan dan memenuhi kebutuhan hidup, memuji Allah. 

Gereja Katolik masih senantiasa bertekun dalam pengajaran para rasul dengan memelihara dan tetap berpegang pada tradisi Gereja.

Gereja masih memerhatikan anggotanya dalam berbagai karya sosial untuk memerhatikan kebutuhan hidup jemaatnya → melalui sakramen-sakramen berusaha untuk senantia samenjaga kekudusan jemaatnya, agar jemaat selalu memuji dan memuliakan Allah.

Dalam doa syahadat Katolik, kita mengenal dan mengamini akan ciri-ciri Gereja, yaitu: 
Gereja yang Satu
Gereja yang Kudus
Gereja yang Katolik
Gereja yang Apostolik



GEREJA YANG SATU
Tampak dalam satu Injil, satu Baptisan, dan satu jabatan yang dikaruniakan kepada Petrus dan kedua belas Rasul.

Kesatuan Gereja → lahir dari persekutuan dalam persaudaraan baik dalam pengungkapan iman liturgis dan kateketis maupun dalam perwujudan persekutuan dalam organisasi atau penampilan dalam masyarakat.

Menurut KGK, Gereja itu satu karena:
  * asal dari Gereja itu sendiri
  * pendiri Gereja itu sendiri
  * menurut jiwanya


GEREJA YANG KUDUS
Gereja menjadi perwujudan kehendak Allah yang mahakudus untuk bersatu dengan manusia dan mempersatukan manusia dalam kekudusannya.

Gereja itu kudus, karena:
  * sumber dari mana ia berasal adalah kudus
  * tujuan ke mana ia diarahkan adalah menuju kekudusan
  * jiwa dari Gereja itu sendiri adalah kudus
  * unsur-unsur ilahi yang otentik di dalamnya adalah kudus
  * anggotanya adalah kudus


GEREJA YANG KATOLIK
Gereja diperuntukkan bagi semua manusia dari segala bangsa, tempat dan zaman. 

“katolik” → memiliki arti umum, universal, meresapi segala-galanya.

Kekatolikan Gereja antara lain tampak dalam:
  * rahmat dan keselamatan yang ditawarkan
  * iman dan ajaran Gereja yang bersifat umum (dapat diterima dan dihayati siapa pun)


GEREJA YANG APOSTOLIK
Gereja dibangun atas dasar para rasul dengan Kristus sebagai Batu Penjuru.

Gereja berasal dari para rasul dan tetap berpegang teguh pada kesaksian iman mereka.

Gereja bersifat apostolik → Gereja mengakui sama dengan Gereja Perdana, yakni Gereja Para Rasul. 

Gereja disebut Apostolik karena Gereja berhubungan dengan para rasul yang diutus Kristus. Hubungan itu tampak dalam:
  * Fungsi dan kuasa hierarki dari para rasul
  * ajaran-ajaran Gereja diturunkan dan berasal dari kesaksian para rasul
  * Ibadat dan struktur Gereja pada dasarnya berasal dari para rasul



Sifat atau ciri Gereja yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik akan tetap berjalan seterusnya apabila semua komponen dalam Gereja turut mengusahakan agar semuanya senantiasa diwujudkan dalam berbagai usaha/kegiatan nyata yang diikuti oleh semua manusia


Berbagai usaha untuk mewujudkan ciri-ciri Gereja
Mewujudkan Kesatuan Gereja
- memperkuat persatuan ke dalam:
- aktif dalam kehidupan Gereja
- setia dan taat pada persekutuan umat, termasuk hierarki

menggalang persatuan antar Gereja:
- lebih bersifat jujur dan terbuka satu sama lain
- lebih melihat kesamaan daripada perbedaan
- mengadakan berbagai kegiatan sosial maupun peribadatan bersama


Mewujudkan kekudusan Gereja
- Saling memberi kesaksian hidup sebagai putera/i Allah
- memperkenalkan anggota-anggota Gereja yang hidup secara heroik untuk mencapai kekudusan
- merenungkan dan mendalami Kitab Suci khususnya ajaran dan hidup Yesus yang merupakan pedoman hidup kita

Mewujudkan kekatolikan Gereja:
- terbuka dan menghargai kebudayaan, adat istiadat dan bahkan agama bangsa manapun
- bekerja sama dengan pihak mana saja yang berkehendak baik dalam mewujudkan nilai-nilai yang luhur di dunia ini 
- berusaha untuk memprakarsai dan mewujudkan suatu kehidupan di dunia yang baik untuk seluruh umat manusia

Mewujudkan keapostolikan Gereja :
- setia dan mempelajari Injil yang merupakan iman Gereja para rasul
- Menafsirkan dan mengevaluasi situasi konkret dengan didasarkan atas iman Gereja para rasul
- setia dan royal kepada hierarki sebagai pengganti para rasul

Viii Gereja Paguyuban

Kompetensi Dasar

1.6 Bersyukur atas kehadiran Gereja sebagai paguyuban umat beriman.
2.6 Peduli terhadap kegiatan Gereja sebagai paguyuban umat beriman.
3.6 Memahami makna Gereja sebagai paguyuban umat beriman.
4.6 Melakukan aktivitas berkaitan dengan makna Gereja sebagai paguyuban umat beriman.

Pokok Bahasan:
- Ciri-ciri perkumpulan yang disebut sebagai persekutuan (communio)
- Gereja sebagai suatu persekutuan / paguyuban umat Allah
- Keanggotaan dalam Gereja


Rangkuman Materi
Ciri perkumpulan yang disebut sebagai Persekutuan (communio)
- Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjumpai banyak kelompok atau perkumpulan.
- Tidak semua bentuk kelompok atau perkumpulan dapat disebut sebagai 
   communio/persekutuan
- Suatu kelompok atau perkumpulan akan dikatakan sebuah komunio, jika dalam kelompok 
   atau perkumpulan tersebut
   * komunikasi dan interaksi berlangsung terus-menerus
   * saling memperhatikan, saling memiliki, memberi, mendukung, menasihati,             
      mengingatkan, mengembangkan, melayani
   * berusaha agar kebersamaan tersebut terus-menerus terjaga keutuhannya demi 
      kebahagiaan bersama

Gereja sebagai Sebuah Persekutuan/Paguyuban Umat Allah
- Model orang-orang yang berkumpul untuk membentuk persekutuan (communio) bisa kita 
   lihat dalam kehidupan para murid Yesus, sebagaimana dikisahkan dalam Kis 2: 41-47.
- Persekutuan para murid Kristus ini sering disebut sebagai Gereja Perdana.
- Gereja Perdana adalah cikal bakal Gereja yang hingga kini memiliki berbagai unsur 
   keanggotaan Gereja.
- Ciri hidup Jemaat perdana:
   * Memiliki iman yang sama kepada Kristus
   * Menjalankan cara hidup yang sesuai dengan kehendak Kristus
   * Mereka selalu hidup dalam persekutuan dengan bertekun dalam pengajaran para rasul
   * Selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa bersama
   * Segala kepunyaan mereka adalah milik bersama
   * Satu sama lain saling melayani dan berkurban
   * Selalu hidup dengan gembira dan tulus hati
- Santo Paulus kepada jemaat di Galatia → “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau 
   orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau   perempuan, 
   karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus” (Gal 3:27-28).
- Sebagai suatu paguyuban, Gereja memiliki banyak anggota tetapi satu tubuh; oleh karena 
   itu bila ada satu orang menderita semua orang ikut menderita atau bila satu   anggota 
   dihormati semua anggota ikut bergembira.
- Kesatuan tubuh tidak menghapus perbedaan anggota dan tugas.
- Walaupun mereka satu tubuh, tetapi di dalam setiap anggota itu memiliki peran dan tugas 
   masing-masing yang berbeda satu sama lain.
- Dalam ajaran Gereja Lumen Gentium dikatakan: “Dalam Tubuh itu hidup 
   Kristus  dicurahkan ke dalam umat beriman. Melalui sakrame-sakramen mereka itu  
   secara  rahasia namun nyata dipersatukan dengan Kristus yang telah menderita dan     
   dimuliakan”
- Artinya: orang beriman yang menjawab sabda Allah dan menjadi anggota Tubuh Kristus 
  dipersatukan secara erat dengan Kristus.

Keanggotaan Gereja
- Anggota Gereja dengan berbagai tugas dan peran masing-masing, antara lain: 
   1) Kaum Klerus/Tahbisan yang terdiri dari episkopat (uskup), presbiterat (imam), dan 
       diakonat (diakon). 
       Tugas utama mereka adalah pelayanan rohani dan menguduskan Gereja melalui 
       perayaan-perayaan sakramen. 
   2) Kaum Hidup Bakti/biarawan-biarawati yang terdiri dari tarekat religius dan tarekat 
        sekular. 
        Mereka membaktikan diri untuk mewartakan kabar gembira dalam pelayanan  
        pendidikan, medis, rumah-rumah retret, dan lain-lain. 
   3) Kaum Awam
       Mengemban tugas perutusan dalam Gereja dan dunia sesuai kehendak Allah yakni 
       mengelola tata dunia dengan nilai Kristiani. 
       Di antara kaum awam ada yang menikah dan ada yang tidak menikah (selibat).

VIII SAKRAMEN2

KOMPETENSI DASAR
1.9.Bersyukur atas sakramen inisiasi dalam hidup menggereja.
2.9.Bertanggung jawab atas panggilan dan perutusan anggota Gereja sebagai kon-sekuensi menerima sakramen inisiasi.
3.9.Memahami ajaran Gereja tentang makna dan konsekuensi sakramen inisisasi dalam hidup menggereja.
4.9.Melakukan aktivitas (misalnya mempraktikkan/mendramatisasikan/membuat produk) yang berkaitan dengan tata cara penerimaan sakramen inisiasi.

PENGANTAR: SAKRAMEN
Gereja merupakan sarana untuk mengomunikasikan rahmat Allah bagi umat beriman yang menerimanya.

Istilah "Gereja" dapat diartikan sebagai
- persekutuan orang beriman yang percaya kepada Kristus.
- tempat ibadah/bangunan untuk ibadah orang Kristiani.

Menurut ajaran Gereja, Lumen Gentium art. 1, Gereja itu dalam Kristus bagaikan sakramen yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat (LG1).
Tujuan utama Gereja ialah menjadi sakramen persatuan manusia dengan Allah secara mendalam.(KGK 775).

Dalam Katekismus Gereja Katolik no. 776 dinyatakan bahwa sebagai sakramen, Gereja adalah alat Kristus.

Menurut ajaran Gereja Lumen Gentium art. 9, 48 dan 45 Gereja di dalam tangan Tuhan adalah alat penyelamatan semua orang (LG 9), sakramen keselamatan bagi semua orang (LG 48), yang oleh Kristus menyatakan cinta Allah kepada manusia sekaligus melaksanakannya (GS 45,1).

Dalam Gereja Katolik dikenal 7 (tujuh) sakramen yakni sakramen baptis, ekaristi, penguatan (yang dimasukkan dalam sakramen inisiasi), kemudian sakramen tobat dan pengurapan orang sakit (dikelompokkan menjadi sakramen penyembuhan), dan sakramen imamat dan perkawinan (sakramen perutusan).

Membaptis berasal dari bahasa Yunani "baptizo" yang berarti pembasuhan atau pencucian.

Membaptis berarti membenamkan calon ke dalam air atau menuangkan air ke atas kepala sambil mengucap atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Sakramen baptis merupakan sakramen dasar bagi orang Kristiani.

Dengan dibaptis berarti orang bergabung menjadi anggota Gereja.

Setelah kebangkitan, Yesus memberikan tugas perutusan kepada para rasul untuk membaptis (Mat 28:19). Maka sejak Pentakosta Gereja melayani Sakramen pembaptisan kepada setiap orang yang percaya kepada Kristus.

Ada beberapa istilah yang kita jumpai untuk mempelajari sakramen baptis, yakni:
  • Katekumen (calon baptis)
  • katekis (guru pengajar agama dalam gereja)
  • katekese (bahan ajaran/pewartaan tentang Yesus Kristus)
  • Katekismus (kamus/buku yang mencakup materi pewartaan Yesus Kristus)
Pembaptisan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1) Baptisan dewasa
2) Baptisan bayi

Dalam Gereja Katolik, secara umum yang lazim dipergunakan dalam pembaptisan adalah dengan menuangkan air ke dahi orang yang dibaptis.

Lambang yang dipergunakan dalam sakramen baptis antara lain:
  • Air yang berarti membersihkan dari dosa-dosa.
  • Lilin yang melambangkan cahaya Kristus sebagai penerang dalam kehidupan, karena kita adalah anak terang Kristus (Ef 5:8).
  • Kain Putih yang melambangkan kita “mengenakan Kristus” artinya bahwa sesudah dibaptis kita mengandalkan kekuatan Kristus dalam menjalani hidup.

Dalam proses pembaptisan dewasa ada tahapan-tahapan yang harus dilalui yakni:
a) Masa Prakatekumenat yang diakhiri dengan upacara tahap pertama: pelantikan menjadi katekumen;
b) Masa Katekumenat yang diakhiri dengan upacara tahap kedua: Upacara pengukuhan Katekumenat terpilih;
c) Masa persiapan terakhir yang diakhiri dengan tahap ketiga Upacara penerimaan sakramen baptis;
d) Masa mistagogi, yaitu masa pembinaan lanjutan setelah seseorang menerima sakramen baptis.



Menurut Kitab Hukum Kanonik (KHK Kan 872), hendaknya calon baptis didampingi oleh wali baptis, yang bertugas untuk mendampingi calon baptis dewasa dalam inisiasi kristiani, dan bersama orang tua calon baptis bayi untuk dibaptis, dan juga mengusahakan agar yang dibaptis hidup secara kristiani yang sesuai dengan baptisnya serta memenuhi dengan setia kewajiban-kewajiban yang melekat pada baptis itu




MAKNA SAKRAMEN BAPTIS BERDASARKAN KITAB SUCI
Baca Kis 2:37-47
- Seseorang yang ingin menjadi murid Kristus, syarat utamanya adalah harus percaya atau beriman kepada Yesus Kristus.

- Percaya, terlebih beriman tidak berarti hanya sekedar mengetahui, melainkan percaya dan hidup sesuai dengan ajaran-Nya dan berupaya untuk mewujudkan ajaran-Nya dalam kehidupan nyata sehari-hari.



Buah/rahmat dari sakramen Baptis:
1) Menghapuskan dari segala dosa
2) Dilahirkan kembali menjadi anak Allah
3) Mendapat rahmat pengudusan dan pembenaran yang mempersatukan seseorang dengan Kristus dan Gereja-Nya
4) Ikut ambil bagian dari tugas Gereja
5) Dimateraikan yang menandakan menjadi milik Kristus selama-lamanya.