Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Thursday, October 24, 2019

KEJUJURAN

Jujur berarti tulus hati, tidak curang terhadap diri sendiri dan tidak curang terhadap orang lain. Kejujuran merupakan keselaranan antara kata hati dan kata yang diucapkan, antara kata yang diucapkan dan sikap serta perbuatan nyata. Sebagai orang Kristen kita dinasehati untuk selalu berbuat jujur, di tengah berbagai ketidakjujuran danketidakbenaran, kita harus tetap bersikap benar, jujur dan adil.
A. Bentuk – Bentuk Ketidakjujuran Dalam Masyarakat
Kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang penuh kebohongan. Banyak orang bersikap dan bertindak tidak jujur, dalam berbagai bidang, seperti :
  1. Bidang Politik :
a. Banyak penguasa curang, korup, untuk kepentingan diri dan golongannya sendiri. Mereka dapat memanipulasi undang-undang dan peraturan atau menggunakan agama untuk kepentingan politik.
b. Rakyat banyak menghadapi kekuasaan sewenang-wenang akan bersikap munafik, formalitik, ABS dsb.
  1. Bidang Ekonomi
a. Penguasa dan pengusaha melakukan tren kredit macetmenggelapkan uang Negara, menyusun proyek fiktif.
b. Rakyat berusaha untuk menyuap, menipu dan bersikap ABS
  1. Bidang Sosial dan Budaya
a. Demi alasan kepentingan bersama banyak penguasa melakukan penipuan, mendikreditkan budaya daerah lain, mengisolir budaya daerah tertentu, hanya untuk kepentingan tertentu.
b. Rakyat akan bersikap formalistic dan munafik
  1. Bidang Pendidikan
a. Penguasa merekayasa pendidikan, termasuk undang-undangnya, demi proyek kelompok tertentu.
b. Rakyat dan anak didik akan bersikap formalistic dan munafik
B. Alasan dan akibat ketidakjujuran
1. Alasan
a. Alasan ketidak jujuran dalam bidang politik tentau saja keserakahan pada kekuasaan. Orang terdorong untuk selalu menambah dan mempertahankan kekuasaannya apapun teruhannya, dengan cara menghalalkan segala cara. Rakyat melakukan ketidakjujuran demi rasa aman.
b. Alasan ketidakjujuran di bidang ekonomi adalah keserakahan pada harta, khususnya pada uang. Uang menjadi dewa baru bagi manusia zaman ini, yang sudah hanyut dalam budaya konsumerisme dan hedonisme. Bahkan dengan uang orang dapat membeli kejujuran. Rakyat kecil terpaksa melakukan ketidak jujuran untuk mempertahankan hidup.
c. Alasan ketidakjujuran di bidang budaya seperti harmoni palsu. Orang bersopan santun secara formal dan munafik demi harmoni palsu.
2. Akibat
a. bagi para pelaku
· hidup berkelimpahan tapi belum tentu bahagia
· hati nurani tidak berfungsi
· kemerosotan moral
· penderitaan batin
b. bagi masyarakat luas
· ketidakjujuran merupakan salah satu akar berbagai krisis multi dimensi yang dialami Negara kita. Karena ketidakjujuran (dan ketidakadilan), kita mengalami krisis di bidang politik / hokum, ekonomi, linkungan hidup, budaya dsb.
C. Arti dan makna memperjuangkan kejujuran
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ditulis, jujur berarti tidak curang dan tidak berbohong. Jujur juga kerap diartikan satunya kata dengan perbuatan. Apa yang ada dalam hati sama dengan apa yang diucapkan.
1. Kejujuran bisa menjadi modal baik untuk perkembangan pribadi maupun kemajuan kelompok. Orang yang jujur sanggup menerima kenyataan pada dirinya, pada orang lain, kelompok.
2. Kejujuran menimbulkan kepercayaan, yang menjadi landasan dari pergaulan dan hidup bersama! Tanpa kejujuran orang tidak dapat bergaul dan hidup secara wajar.
3. Kejujuran mampu memecahkan banyak persoalan, baik pribadi, kelompok, masyarakat dan negara. Kalau kita berpolitik secara jujur, membangun hidup ekonomi secara jujur, berbudaya jujur, maka krisis multi dimensi dapat teratasi.
D. Memperjuangkan Kejujuran
1. Menjadikan kejujuran sebagai gerakan moral, artinya kejujuran adalah suatu sikap yang tidak bisa diselelsaikan dalam waktu yang singkat, maka diperlukan suatu proses yang dinamis, gampang menyesuaikan diri, teruka merangkul siapa saja, seperti gerakan Kerajaan Allah yang dipelopori Yesus sendiri. Gerakan moral ini bukan gerakan khusus Gereja Katolik.
2. Gerakan moral jangan sekedar menjadi gerakan rohani, walaupun hal – hal rohaniah juga sangat dibutuhkan. Gerakan ini harus bermuara pada aksi untuk pembaran dan pembangunan masyarakat yang sejahtera dan adil.
3. gerakan moral hendaknya mulai bertumbuh dan menguat dalam basis-basis umat. Ia hendaknya mulai bertumbuh dari akar rumput, semakin lama semakin menyebar dan meluas.
4. pendekatan yang dipakai hendaklah pendekatan proses yang komunikatif, metode informasi, instruksi dan pengarahan tidak cukup efektif untuk menghasilkan suatu gerakan. Suatu gerakan haya bisa terjadi kalau orang menyadari bahwa ada situasi yang memprihatinkan.
5. Gerakan moral harus dimulai dari dalam diri kelompok sendiri. Jangan menunggu. Kita sendiri harus mulai dengan pola hidup alternatif yang mempunyai daya pikat, dalam hal ini hidup jujur apapun tantangannya.
Evaluasi
  1. Mengapa di negara Indonesia masih terjadi ketidakjujuran dalam masyarakat?
  2. Apa akibat langsung dari ketidakjujuran
  3. Apa arti dan makna dari kejuuran itu?
  4. Jelaskan langkah-langkah di dalam memperjuangkan kejujuran!

NILAI YANG DIPERJUANGKAN


KEADILAN
Adil berarti tidak berat sebelah, ber[ihak kepada yang benar, atau berpegang pada kebenaran. Keadilan bearti meberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, baik itu hak asasi maupun hak sipil. Dengan pelajaran ini, kita diharapkan dapat memiliki keprihatinan terhadap masalah keadilan, sehingga kita dapat bersiakp dan bertidak adil dan berperan aktif dalam membangun keadilan di lingkungan kita.
A. Fakta – fakta Ketidakadilan
Dalam sejarah bangsa Indonesia, sejak zaman feudal, penjajahan Belanda, pendudukan jepang, kemudian pada zaman demokrasi terpimpin dan rezim ORBA rakyat sering mengalai perlakuan tidak adil. Pada masa reformasi ini pun perlakuan tidak adil itu tetap berlangsung. Ketidakadilan itu nyat dalam kasus ketidakadilan seperti :
1. Perampasan
2. Deskriminatif
3. Penggusuran
4. Pencurian
5. Pemerasan
6. KKN
7. Kredir Macet
8. Rekayasa
B. Akar Masalah Ketidakadilan
Semua ketidakadilan yang menyengsarakan dan memiskinkan rakyat kecil itu disebabkan oleh system dan struktur social, politik, ekonomi dan budaya yang diciptakan oelh penguasa. System social, politik dan ekonomi yang secara sadar atau tidak sadar dibangun oleh penguasa dan pengusaha mencipatakan ketergantungan di kalangan rakyat jelata. Pembangun yang dilakukan justru mempersempit ruang gerak rakyat untuk mengungpkan jati dirinya secara penuh. Misalnya dalam bidang :
1. Sosial : sikap diskriminatif terhadap kaum perempuan, pendatang
dan imigran
2. Ekonomi : merebaknya kasus korupsi yang tak ada solusinya
3. Budaya : penganiayaan karena perbedaan etnis / kesukuan, contoh
tragedy di sampit
4. Politik : perlakuan semena-mena terhadap orang – orang aliran
politik tertentu, dan tidak memberi kesempatan untuk
bersuara.
C. Arti dan Makna Keadilan
1. Memberikan kepada setiap orang yang menjadi haknya dan memihak yg benar.
2. Keadilan menunjuk pada suatu
a. Keadaan, yaitu semua pihak memperoleh apa yang menjadi hak dan diperlakukan sama
b. Tuntutan, yaitu menuntut keadilan itu diciptakan baik dengan mengambil tindakan yang diperlukan
c. Keutamaan, adalah sikap dan tekad untuk melakukan apa yang adil
D. Pembedaan Keadilan
  1. Keadilan Komunikatif, menuntut kesamaan dalam pertukaran, misal : mengembalikan pinjaman.
  2. Keadilan Distributif, menuntut kesamaan dalam membagi apa yang menguntungkan dan menuntut pengurbanan, misal kekayaan alam dinikmati secara adil.
  3. Keadilan Legal, menuntut kesamaan hak dan kewajiban terhadap negara sesuai dengan undang-undang.
  4. Keadilan Individual, perwujudan keadilan tergantung pada pribadi, misal gaji para buruh
  5. Keadilan Sosial, keadilan tergantung dari struktur dan proses poleksosbud, misal gaji buruh tidak tergantung pada majikan tetapi juga pada situasi ekonomi dan politik
E. Landasan Memperjuangkan Keadilan
  1. Negara
q UUD 1945, Pancasila, sila ke 5
q Pasal 33 dan 34,perekonomian nasional disusun adil
  1. Gereja
q Firman Tuhan yg ketujuh; “Jangan Mencuri”.
Artinya mencuri waktu KSPL adalah mencuri orang kemudian menjadikannya sebagai budak.
q Ajaran Sosial Gereja
- Ensiklik Rerum Novarum (tentang kaum buruh)
- Ensiklik Pacem In Terris (tentang perdamaian antar bangsa)
- Ensiklik Populorum Progressio (tentang bagaimana mengatasi kesenjangan negara kaya dan miskin)
F. Pola Pendekatan Menegakkan Keadilan
1. Pendekatan Karitatif
Pola belas kasihan yang meninabobokan kaum tertindas
2. Pola Proyek
Pola ini dinilai tidak manusiawi, karena kaum tertindas hanya dijadikan obyek penanganan.
3. Pola Kooperatif
Pola yang mengajak secara bersama-sama memperjuangkan keadilan
Langkah-langkahnya :
a. Pertama orang perlu mempelajari dengan baik berbagai persoalan seputar hak-hak dasar manusia, sehingga dapat menentukan mana yang perlu dilindungi dan mana yang perlu ditegasi.
b. Kedua, keadilan hanya dapat diperjuangkan dengan memberdayakan mereka yang menjadi korban ketidakadilan. Korban disadarkan tentang situasi yang tidak ini dan kemudian bersama-sama bangkit melalui berbagai usaha kooperatif untuk memperbaiki nasibnya.
c. Ketiga, cara bertindak yang tepat adalah dengan memberi kesaksian hidup melalui keterlibatan langsung untuk mencapai keadilan dalam diri kita sendiri terlebih dahulu.
d. Keempat, usaha memperjuangkan keadilan dan kesetiakawanan dengan mereka yang diperlakukan tidak adil tidak boleh diungkapkan dengan kekerasan.
Evaluasi :
  1. Sebutkan kasus-kasus ketidakadilan yang ada disekitarmu?
  2. Mengapa dibumi tercinta ini sering terjadi ketidakadilan? Jelaskan!
  3. Apa arti keadilan menurut pendapatmu?
  4. Bagaimana Negara kita menjamin keadilan bagi warganya? Jelaskan!
  5. Bagaimana Gereja memperjuangkan keadilan?
  6. Jelaskan distingsi / pembedaan dari keadilan!
  7. Jelaskan Pola pendekatan yang terbaik bagi tegaknya keadilan!
  8. Mengapa pola proyek itu kita tolak?
  9. Mengapa pola karitatif tidak cukup di dalam menegakkan keadilan? Jelaskan!
  10. Sebut dan jelaskan landasan memperjuangkan keadilan!

BEDA KATOLIK dan KRISTEN

Katolik
Protestan
Tekanan ada pada sakramen dan pada segi sakramen dari karya keselamatan Allah
Tekanan pada pewartaan sabda dan pada segi misteri karya Allah
Mementingkan kurban (Ekaristi).
Terpusat pada pewartaan
Hubungan dengan Gereja menentukan hubungan dengan Kristus
Hubungan dengan Kristus menentukan hubungan dengan Gereja
Gereja bersifat hierarkis
Segala pelayanan gerejawi adalah ciptaan manusia
Kitab suci di baca dan dipahami dibawah pimpinan hierarki
Setiap orang membaca dan mengartikan Kitab Suci
Jumlah Kitab Suci 73, termasuk Deuterokanonika, yaitu : 1,2 Makabe, Sirakh, Kebijaksanaan, Tobit, Yudith dan Barukh
Jumlah Kitab Suci 66, tidak termasuk Deuterokanonika
Ada 7 sakramen
Ada 2 sakramen, yaitu baptis dan perjamuan
Ada devosi kepada para kudus
Tidak menerima devosi kepada para kudus