Selamat Datang
Showing posts with label MANUSIA. Show all posts
Showing posts with label MANUSIA. Show all posts
Wednesday, June 24, 2020
Monday, September 23, 2019
MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH
Kata Citra dapat memiliki berbagai macam arti, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Kata Citra dapat diartikan sebagai gambaran yang menunjuk pada identitas seseorang atau kelompok. Dikaitkan dengan nilai yang dianggap baik atau ideal.
- Kata Citra juga memiliki makna keserupaan, kesegambaran atau kemiripan antara seseorang atau kelompok yang dicitrakan. Misalnya seorang anak merupakan citra atau gambaran orang tuanya karena memiliki keserupaan, kemiripan dalam hal-hal tertentu.
Dalam kisah penciptaan dikatakan bahwa manusia diciptakan sebagai Citra Allah, artinya serupa dan segambar dengan Allah. Hal ini menegaskan bahwa manusia dan Allah berbeda.
- Sebagai Citra Allah, Allah memiliki karunia khusus kepada manusia berupa akal budi, kebebasan dan hati nurani serta kemampuan untuk mengenal Sang Pencipta. Sehingga manusia memiliki martabat yang luhur dibandingkan dengan ciptaan lainnya, hanya kepada manusialah Allah menganugerahi karunia tersebut.
- Karena semua manusia adalah Citra Allah, berasal dari Allah yang sama dan sama-sama dikasihi Allah, maka mereka harus saling mengasihi, saling menghormati dan saling membantu dalam mengembangkan martabatnya.
- Sebagai Citra Allah manusia diberi tugas untuk : beranakcucu; bertambah banyak; memenuhi bumi; dan menguasai ciptaan Allah lainnya (Kej: 26-30).
- Kuasa manusia terhadap alam dan isinya bersifat terbatas karena kuasa manusia tersebut berasal dari Allah; maka segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan alam harus berdasarkan pada rencana dan kehendak Allah.
Sunday, September 22, 2019
NILAI PENTING DALAM HIDUP MANUSIA
Cinta:
Yang pertama dari nilai-nilai yang paling penting dalam hidup adalah cinta. ini adalah nilai peribadi penting untuk membuka pikiran anda dengan konsep cinta. saya tidak bermaksud ini dalam dongeng semacam cara. itu bukan satu- satunya jenis cinta. cara dimana anda mencintai keluarga anda, dan teman- teman anda, anda bisa mencintai semua orang. cinta adalah pembawa kasih sayang. setelah, kita di pimpin oleh kasih sayang, kita melihat yang terbaik pada orang lain, sementara mereka melihat yang terbaik dalam diri kita. kita dapat memiliki iman yang lebih di dunia. Hal ini akan membantu kita untuk menahan diri dari yang mencurigakan, Membuat kami lebih nyaman.
Memahami:
Ini adalah nilai penting yang ke dua dalam hidup. Saya melihat banyak orang di sekitar saya Menyimpan dendam dan menjaga emosi. Mereka tahu di bagian belakang dari fikiran mereka dan di lubuk hati mereka bahwa orang lain punya alasan untuk melakukan apa yang mereka lakukan. Namun, mereka membiarkan kemarahan mereka mengambi alih. Memehami adalah kunci untuk fikiran yang bahagia dan hati yang peduli. Jika anda siap untuk Memahami dan Menerima orang dan keadaan untuk apa yang mereka, Anda bisa mendapatkan kontrol atas hal itu. Memahami bahwa orang melakukan yang terbaik, dan bukannya mempertanyakan itu, Mencoba dan mengetahui cara untuk Membantu mereka keluar.
Respect:
yang ketiga dari nilai- nilai penting dalam hidup Adalah rasa Hormat. Hal ini sangat penting untuk menghormati orang. Hal ini tidak hanya memungkinkan anda untuk mendapatkan terinspirasi oleh aspek positif mereka.Tetapi juga memungkinkan anda untuk melihat negatif mereka. Tidak ada orang yang sempurna, baik anda maupun aku. Menghormati adalah satu- satunya cara kita dapat mengadopsi terbaik dari semua yanga ada di sekitar kita, Dalam proses, membuat kita orang yang lebih baik setiap hari, setiap saat. Sebuah fakta yang sangat penting tentang menghargai adalah bahwa semakin anda memberi, semakin banyak yang anda peroleh. Hal ini sebenarnya salah satu dari nilai yang paling penting dalam masyarakat.
Disiplin:
yang keluar dari nilai-nilai penting dalam hidup adalah Disiplin. Sayangnya, banyak orang bingung disiplin untuk rutin dan menghindarinya. Nah, Rutin adalah tindakan melakukan hal yang samaberulang-ulang, karena kurangnya kesempatan atau imajinasi. Di sisi lain (dan jauh lebih baik), disiplin menerima tidak adanya rutin, pada kondisi tanggung jawab. Orang disiplin akan memiliki banyak kesempatan, tetapi akan memastikan bahwa ia menyelesaikan tugasnya. Dia akan pergi keluar dan bersenang- senang, Tetapi akan memastikan bahwa iakembali pada waktu yang memutuskan. Orang yang disiplin dan bertanggung jawab akan menghormati lain waktu serta. Dengan demikian, ia selalu tepat waktu.
Kejujuran:
Nilai penting ke lima dalam hidup adalah kejujuran. anda pasti bertanya- tanya mengapa nilai ini di sebut diakhir. Nah, itu karna itu adalah berdasrkan nilai-nilai lain yang mandiri. ini adalah nilai yang paling penting untuk memiliki. Kejujuran tidak hanya berarti memberi tahu orang tua anda ketika anda melakukan kesalahan, Atau mengakui pada pasangan anda bahwa anda membuat kesalahan besar. Kejujuran adalah mengakui kepada diri sendiri bahwa anda tidak sempurna. Hal ini berarti menghindari untuk melakukan kesalahan. Orang yang jujur akan mencoba yang terbaik untuk tidak membuang waktu, tapi jika ia tidak, ia tidak akan hanya mengakuinya, tapi rela akan menerima konsekuensi. semua nilai- nilai lain yang perlu disebutkan diterima dan diikuti dengan kejujuran
Friday, August 30, 2019
MARTABAT DAN DERAJAT MANUSIA
KESEDERAJATAN UMAT MANUSIA
MARTABAT MANUSIA
MARTABAT MANUSIA
Pada hakekatnya manusia memiliki
martabat yang sama, namun sering sekali terjadi pelanggaran terhadap martabat
manusia (Hak-hak Asasi Manusia – HAM), misalnya perbudakan, perdagangan
manusia, penjajahan, pemiskinan, dan banyak kejadian lainnya.
Aku adalah Mahluk Istimewa
Kejadian
1: 27,
Maka Allah menciptakan manusia itu
menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan
perempuan diciptakan-Nya mereka.
Yeremia
1:5,
Sebelum Aku membentuk engkau dalam
rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, sebelum engkau keluar dari
kandungan, Aku telah menguduskan engkau.
Mazmur
8:5,
Engkau telah membuatnya (manusia)
hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
Tubuhmu adalah bait Roh Kudus
yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah.
Konsekuensinya dari ayat-ayat kitab suci di atas adalah :
- Bagi sesama
- Menghargai semua orang sebagai makhuk istimewa, yang kudus dan mulia, yang memiliki martabat yang sama sepertiku.
- Karena itu mereka tidak boleh kurendahkan atau kuhina, atau kuabaikan.
- Bagi diri sendiri :
- Menjaga martabat dan kemuliaanku, mencintai diriku sendiri dengan cara merawat diri, belajar menjadi pribadi yang mandiri dan menjadi berarti bagi orang lain.
- Hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan yang mengarahkan hidupku kepada kebaikan.
Struktur Dasar Manusia
Ketika
proses penciptaan Adam, Allah membentuk raga / tubuhnya dari tanah. Setelah
selesai, tubuh itu tidak dapat berbuat apa-apa seperti patung. Maka Allah
menghembuskan Roh-Nya kepada patung manusia itu. Maka Adam pun HIDUP.
- Dengan BADAN / Materi : kita bisa berada, tahu tentang diri sendiri dan orang lain. Kita menjadi nyata / tampak.
- Roh dan Jiwa : membuat kita memiliki hidup/ dapat merasakan, berpikir dan bertindak sebagai manusia.
Ketiga
unsur ini membuat manusia lebih istimewa dan unik dari makhluk lain:
- Karena akal budi kita pun dapat memutuskan sesuatu lalu gembira atau menyesal karena keputusan itu.
- Manusia memiliki kesadaran moral: yaitu untuk memiliki keputusan yang BAIK atau tidak BAIK, yang BENAR atau SALAH, dan dia mengerti alasan keputusannya.
- Manusia bisa sadar akan dirinya, akan penciptanya, dan asal dan tujuan hidupnya. Manusia memiliki kemampuan untuk refleksikan sejarah/ pengalaman hidupnya.
Penyebab Pelanggaran HAM – perendahan martabat manusia.
- Masyarakat / budaya : ada masyarakat memiliki kasta, misalnya :
A.
Brahmana
( kaum pendeta dan para sarjana)
B.
Kasta
Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan
C.
Kasta
Waisya (pedagang, petani, pemilik tanah dan prajurit)
D.
Kasta
Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar)
Sebenarnya kasta ini adalah untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat. Namun kasta juga dipakai untuk diskriminasi. Masyarakat dari kasta Sudra tidak boleh bergaul dengan golongan lain.
- Sosial/ Ekonomi : Taraf ekonomi dalam masyarakat sering kali dipakai untuk diskriminasi. Sering kali orang yang berkedudukan tinggi jabatannya lebih dihormati dari pada bawahannya. Demikianpun kaum kaya sering diutamakan dari masyarakat ekonomi kurang mampu. Masyrakat berekonomi lemah berusaha mendapatkan pekerjaan hanya untuk bisa makan dan hidup.
- Kekuasaan : Kekuasaan bisa berasal dari kemampuan ekonomi, pengetahuan atau jabatan dan kekuatan. Dalam hal orang yang menindas orang lain karena merasa diri punya kuasa yang lebih. Suami merasa lebih kuat dan berkuasa sehingga menindas istri. Istri merasa lebih berkuasa sehingga menindas pembantu.
- Pendidikan : Kurang pengetahuan dan tingkat pencapaian ijazah sekolah membuat seseorang memiliki kesempatan terbatas untuk masuk bidang pekerjaan. Maka ada golongan kerja pengambil kebijakan, ada golongan kerja pesuruh atau pelaksana. Penjajahan jaman dahulu juga terjadi karena alasan ini bahwa Negara yang lebih maju, lebih kuat dapat menjajah bangsa lain yang masih lemah pendidikan dan ketahanannya.
- Jenis Kelamin : Perempuan sering kali dianggap lebih tidak mampu, lemah dan berkompetensi rendah. Karena itu kesempatan mereka lebih terbatas, gaji merekapun kadang lebih rendah dari pada laki-laki.
- Usia : anak-anak dan remaja sering kali rentan terhadap tindakan kasar dari orang tua. Bahkan tenaga dan seluruh diri mereka sering pula dijual.
Tokoh-tokoh Pembela
Hak Asasi Manusia
- Uskup Oscar Romero di El-Savador, Amerika Selatan. Dia menentang penindasan yang dilakukan oleh pemerintah yang telah merampas hak-hak pemilu warga sipil, juga merampas hak mereka atas lahan yang menyebabkan bertambahnya kemiskinan. Di pihak yang sama dengannya, para geriliwan berperang melawan pasukan pemerintah. Peperangan itu menyebabkan berjatuhnya korban dari penduduk sipil, termasuk para pastor Jesuit. Romero lantas bersuara keras menentang kebiadapan itu. Tapi akhirnya dia tewas ditempak ketika sedang merayakan misa, Maret 1980.
- Mahatma Gandhi : Dia adalah tokoh pejuang kemerdekaan India tanpa kekerasan. Dia memimpin rakyatnya untuk melawan kekuasaan Inggris dengan gerakan Ahimsa : Menolak berperang dengan mengangkat senjata. Mereka menghadapi pasukan Inggris yang bersenjata lengkap dengan tangan kosong, dan hanya siap untuk ditembak. Dia juga mengajak rakyatnya untuk tidak berkerja sama dengan Inggris atau menggunakan produk Inggris (Swadesi). Hasilnya, Inggris mundur karena tidak mampu bertindak melawan nurani, berperang dengan orang yang tidak mau berperang.
- Mother Teresa: Dia adalah seorang biarawati Katolik yang khusus membaktikan diri kepada orang-orang miskin, terlantar di lorong-lorong kota Kalkuta India. Dia merawat mereka yang sakit sebenarnya tidak dipedulikan oleh masyarakat karena berasal dari kasta rendah. Dia membawa orang yang sedang sekarat agar bisa mati secara manusiawi, dia memelihara anak-anak yang telah dibuang oleh orang tuanya. Dia menolak aborsi, dan meminta calon bayi untuk dirawat. Dia menjadi mata teduh Allah bagi dunia abad ke 21 ini. Dia meninggal 5 September 1997
- Alice Stroke Paul : perempuan muda ini memperjuangkan hak-hak politik perempuan di Amerika. Dia berjuang dan bersuara lantang agar perempuan juga bisa memilih dipilih sebagai pemimpin dan pejabat politik. Perjuangannya tidak mudah, dia akhirnya ditangkap dan dipenjara di penjara yang tidak manusiawi, tanpa penerangan, tanpa ventilasi udara yang memadai. Martin Luther King di Amerika, dia berjuang untuk kesamaan politik terhadap semua warga yang kulit putih dan kulit hitam. Dia adalah seorang orator hebat yang mempromosikan kesamaan hak-hak warga kulit hitam. Karena perjuangan-nya ini dia akhirnya dibunuh usai berpidato.
- Di Indonesia kita mengenal R.A Kartini yang memiliki pemikiran futuristic tentang kesamaan gender. Dengan caranya sendiri menolak tradisi pryai Jawa yang terlalu kuat. Dia tidak mau orang-orang tua berlutut sujud kepadanya hanya karena dia adalah Raden, anak bupati. Cita-citanya tinggi ingin memerdekakan Indonesia, memajukan pendidikan pribumi, terutama para perempuan. Ada pula Munir Said Thalib, yang berjuang mencari keadilan bagi anak-anak muda yang diculik lalu hilang sampai saat ini oleh rezim penguasa dalam proses awal reformasi politik 1996/1997. Munir mati setelah diracuni dalam pesawat menuju Belanda.
Wednesday, August 28, 2019
YESUS: MANUSIA DAN TUHAN
Dua Dimensi manusia
- Manusia memiliki dimensi kemanusiaan, misalnya:
- dilahirkan ibu,
- berjenis kelamin,
- bisa marah,
- kecewa,
- sedih,
- gembira,
- sakit,
- dapat mati
- Manusia juga memiliki dimensi keillahian, misalnya:
- bisa mengasihi,
- bisa mengampuni,
- Bisa berbelarasa.
Kalimat yang berbunyi “kesabaranku ada batasnyajuga” hendak menegaskan bahwa dimensi rohani dalam diri manusia tidak bisa memancar sepenuhnya karena dibatasi oleh kemanusiaannya.
Yesus sungguh manusia dan Yesus sungguh Allah.
Allah menjelma menjadi manusia karena Dia solider dengan kehidupan manusia
Dimensi Kemanusiaan Yesus
- Memiliki silsilah dalam keluarga, dengan demikian Yesus hidup dalam sejarah manusia sebagaimana manusia pada umumnya
- Yesus dilahirkan dari rahim Ibu Maria
- Nenek moyang Yesus adalah Abraham
- Yesus berjenis kelamin laki-laki (Luk 2:1-7)
- Yesus mencari nafkah dengan bekerja sebagai tukang kayu (Mrk 6:3)
- Yesus mengenal sukacita, kesedihan, lapar, haus,letih, tidur, marah, takut, tertawa dan menangis
- Yesus bergaul dan bertemu orang-orang lain
- Yesus mengalami kejadian seperti manusia lain: meninggal
- Mempunyai ayah ibu
- Ia dilahirkan dari rahim Maria. Mat 1: 1-17
- Ia lahir di Betlehem.
- Ia berjenis kelamin laki-laki. Luk 2:1-7
- Ia bekerja menjadi tukang kayu (Mark 6:3),
- bisa marah (Luk 19:45),
- merasa sedih (Mrk. 14: 34),
- merasa lapar (Mat 21:18),
- haus (Mat 25:35),
- Tertawa dan menangis Yoh 11:35
- Ketakutan (Mark 22:44)
- mengalami kematian
- Luk 23:44-49,
- Mark 15: 33-41,
- Mat 27:45-56,
- Yoh 19:28-30
Dimensi Keallahan Yesus
Berasal dari Allah, Yesus adalah Firman (Yoh 1:1.14)
- Juru Selamat, Kristus, Tuhan (Luk 2:8-20)
- Dinyatakan para gembala “kemuliaan bagi Allah …” (Luk 2:13-14)
- Mengatakan sendiri “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30), “siapa melihat Yesus melihat Bapa” (Yoh 14:9), Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus (Yoh 14;11)
- Peristiwa penggandaan roti (Yoh 6:1-15),
- Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Luk 5:27-32),
- Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Luk 7:11-17),
- Yesus mengusir roh jahat (Luk 8:26-39),
- Yesus meredakan angin ribut (Luk 8:22-25),
- Yesus berjalan di atas air (Mat 14:22-33),
- Yesus bangkit dari alam maut (Mat 28:1-10),
- dan ketika Ia naik ke Surga (Luk 24:50-53)
Makna kemanusiaan dan keallahan Yesus
- Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia berarti Allah menjelma menjadi manusia
- Allah yang mengambil kodrat manusia sama seperti kita kecuali dalam hal dosa, ingin menunjukkan pada kita bahwa Allah itu pengasih
- Dia mau turun ke bumi merasakan suka duka yang dialami manusia dan bergaul dengan manusia, Dia terbuka dan solider dengan kehidupan manusia
- Dia menyapa manusia secara pribadi dan akrab dengan manusia, dengan demikian pewartaan karya keselamatan dapat lebih mudah dipahami dan diterima oleh manusia
- Dengan memahami Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia, kita diajak untuk meneladani cinta-Nya.
- Walau Ia Allah, Ia tidak meninggikan diri-Nya. Ia mau turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia
Monday, July 29, 2019
MANUSIA MAKHLUK OTONOM: SUARA HATI
SUARA HATI
Perkembangan sosial yang begitu cepat banyak membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, demikian juga persoalan-persoalan yang ditimbulkannya. Persoalan-persoalan tersebut membutuhkan pemecahan yang tepat. Di samping itu banyak tata nilai yang mengalami perubahan, seperti ketaatan, sopan santun, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan sebagainya sering menjadi kabur. Berhadapan dengan situasi itu kaum remaja perlu mendapatkan pendampingan, sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan. Mereka harus belajar membuat keputusan dengan mendengarkan suara hati atau hati nuraninya.
Suara hati secara luas dapat diartikan sebagai keinsafan akan adanya kewajiban. Hati nurani merupakan kesadaran moral yang timbul dan tumbuh dalam hati manusia, sedangkan hati nurani secara sempit dapat diartikan sebagai penerapan kesadaran moral dalam situasi konkret, yang menilai suatu tindakan manusia atas buruk baiknya. Hati nurani tampil sebagai hakim yang baik dan jujur, walaupun dapat keliru.
Suara hati atau hati nurani merupakan daya atau kemampuan khusus untuk membedakan perbuatan baik atau perbuatan buruk, serta menilai baik-buruknya perbuatan itu berdasarkan akal budi. Conscience atau hati nurani merupakan hasil dialog pribadi kita yang terdalam dengan Allah ketika kita menghadapi dan menanggapi situasi hidup sehari-hari.
Santo Paulus mengatakan kepada kita bahwa dalam diri kita ada dua hukum, yaitu hukum Allah dan hukum dosa. Kedua hukum itu saling bertentangan. Hukum Allah menuju kepada kebaikan, sedangkan hukum dosa menuju kepada kejahatan. Santo Paulus menyadari bahwa selalu ada pergulatan antara yang baik dan yang jahat dalam hati manusia (lihat Roma 7: 13–26).
Sementara dalam suratnya kepada jemaat di Galatia 5: 17 Santo Paulus mengatakan bahwa kita harus memberikan diri dipimpin oleh Roh. Kita harus berusaha memenangkan hati nurani kita dan mengalahkan kecenderungan kita yang menyesatkan. Kita harus peka terhadap sapaan dan rahmat Allah.
Selanjutnya, Gereja melalui Konsili Vatikan II, khususnya dalam Gaudium et Spes Art. 16, antara lain dikatakan, “Tidak jarang terjadi, bahwa hati nurani keliru karena ketidaktahuan yang tak teratasi. Karena hal itu, ia tidak kehilangan martabatnya. Hal itu sebenarnya tak perlu terjadi kalau manusia berikhtiar untuk mencari yang benar dan baik”. Itu artinya manusia tidak boleh tunduk dan mengalah pada situasi yang membelenggu suara hati. Dengan bantuan Roh Allah kita dimampukan untuk mengalahkan kekuatan dahsyat yang menguasai suara hati kita, yang oleh Santo Paulus dinamai kuasa/ keinginan daging.
Mendalami Ajaran Gereja dan Kitab Suci Tentang Suara Hati (Rom 2: 14-16)
a. Ajaran Gereja
Gaudium et Spes, art. 16
“Di lubuk hati nuraninya, manusia menemukan hukum, yang tidak diterimanya dari dirinya sendiri, melainkan harus ditaati. Suara hati itu selalu menyerukan kepadanya untuk mencintai dan melaksanakan apa yang baik, dan menghindari apa yang jahat. Bilamana perlu, suara itu menggemakan dalam lubuk hatinya: jalankan ini, elakkan itu. Sebab dalam hatinya, manusia menemukan hukum yang ditulis oleh Allah. Martabatnya ialah mematuhi hukum itu, dan menurut hukum itu pula ia akan diadili.
Suara hati ialah inti manusia yang paling rahasia, sanggar suci; di situ ia seorang diri bersama Allah, yang pesan-Nya menggema dalam hatinya. Berkat hati nurani dikenallah secara ajaib hukum, yang dilaksanakan dalam cinta kasih terhadap Allah dan terhadap sesama. Atas kesetiaan terhadap hati nurani, umat Kristiani bergabung dengan sesama lainnya untuk mencari kebenaran, dan untuk dalam kebenaran itu memecahkan sekian banyak persoalan moral, yang timbul baik dalam hidup perorangan maupun dalam kehidupan kemasyarakatan.”
b. Kutipan Kitab Suci
Roma 2: 14 – 16
14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.
Hati nurani sendiri dapat diartikan secara luas dan secara sempit.
Arti luas: Dalam arti luas hati nurani berarti kesadaran moral yang tumbuh dan berkembang dalam hati manusia. Keinsyafan akan adanya kewajiban. Arti sempit: Hati nurani merupakan penerapan kesadaran moral di atas dalam situasi konkret seperti yang dialami Boy dalam kisah tadi. Suara hati yang menilai suatu tindakan manusia benar atau salah, baik atau buruk. Hati nurani tampil sebagai hakim yang baik dan jujur, walaupun dapat keliru.
Suara hati adalah suara Allah, maka melawan suara hati berarti melawan Allah. Agar kita setia pada kehendak Allah kita perlu bersatu dengan Roh Kudus dan mengandalkan kekuatannya
Kerja suara hati dapat ditinjau dari berbagai segi:
Segi waktu
Hati nurani dapat berperanan sebelum suatu tindakan dibuat. Biasanya, hati nurani akan menyuruh kalau perbuatan itu baik dan melarang kalau perbuatan itu buruk.
Hati nurani dapat berperan pada saat suatu tindakan dilakukan. Ia akan terus menyuruh jika perbuatan itu baik dan melarang jika perbuatan itu buruk atau jahat.
Hati nurani dapat berperan sesudah suatu tindakan dibuat. Hati nurani akan “memuji” jika perbuatan itu baik dan hati nurani akan membuat kita gelisah atau menyesal jika perbuatan itu buruk atau jahat.
Segi benar-tidaknya
1) Hati nurani benar, jika kata hati kita cocok dengan norma objektif.
2) Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyebutkan contoh, misalnya: menolong orang yang sedang mengalami musibah.
3) Hati nurani keliru, jika kata hati kita tidak cocok dengan norma objektif
Segi pasti-tidaknya
1) Hati nurani yang pasti, artinya, secara moral dapat dipastikan bahwa hati nurani tidak keliru.
2) Hati nurani yang bimbang, artinya, masih ada keraguan.
Penyebab tumpulnya suara hati berikut ini:
1) Orang yang bersangkutan tidak biasa menghiraukan hati nuraninya.
2) Orang yang selalu bersifat ragu-ragu atau bingung.
3) Pandangan masyarakat yang keliru. Misalnya: riba dianggap biasa!
4) Pengaruh pendidikan dalam lingkungan keluarga atau lingkungan lainnya.
5) Pengaruh propaganda, mass media dan arus massa.
Cara kerja suara hati, antara lain:
Sebelum bertindak, ia berfungsi sebagai petunjuk (indeks), yang mengingatkan pengetahuan kita bahwa ada yang baik dan ada yang buruk. Sesungguhnya kesadaran moral semacam ini sudah dimiliki setiap orang dewasa.
Pada saat-saat menjelang bertindak, ia bertindak sebagai hakim (iudeks), yang menyuruh kita melakukan yang baik dan melarang/menghindari yang jahat. Selama perbuatan itu belum selesai, suara hati akan bekerja terus antara menyuruh melakukan yang baik dan melarang melakukan yang jahat.
Sesudah tindakan selesai dilakukan, ia berfungsi memberikan vonis (vindeks), yang akan menyatakan apakah perbuatan kita itu tepat atau tidak tepat. Bila yang kita lakukan itu benar, ia akan memberikan pujian sehingga kita merasakan ketenangan, tetapi bila yang kita lakukan itu yang jahat dan salah maka ia akan memberikan hukuman, yang membuat kita merasa bersalah dan tidak tenang, merasa dikejar-kejar kesalahan, dan sebagainya.
Lewat hati nuraninya yang bersih, setiap orang dipanggil untuk bekerjasama memecahkan persoalan-persoalan dalam masyarakat, sehingga persoalan-persoalan dalam masyarakat seharusnya dipecahkan pertama-tama melalui dialog yang dilandasi hati nurani, karena hati nurani adalah suara Allah. Jangan langsung didekati secara agama masing-masing atau melalui hukum. Contoh: ketika menangkap orang yang mencuri pisang hanya beberapa biji, menurut hukum wajib dikenai hukuman. Tetapi bisa jadi bila didekati secara nurani, akan muncul belas kasihan sehingga pencuri itu diampuni. Contoh lain: bila ada pasangan muda-mudi berbeda agama mau menikah, menurut hukum Perkawinan Negara dilarang, tetapi bila menuruti hati nurani mungkin orang akan berpikir mengapa cinta harus dibatasi dengan peraturan?
Suara hati dapat dibina dengan cara:
Mengikuti suara hati dalam segala hal
Seseorang yang selalu berbuat sesuai dengan hati nuraninya, hati nurani akan semakin terang dan berwibawa.
Seseorang yang selalu mengikuti dorongan suara hati, keyakinannya akan menjadi sehat dan kuat. Dipercayai orang lain, karena memiliki hati yang murni dan mesra dengan Allah. “Berbahagialah orang yang murni hatinya, karena mereka akan memandang Allah.” (Matius 5: 8).
Mencari keterangan pada sumber yang baik
Dengan membaca: Kitab Suci, Dokumen-Dokumen Gereja, dan buku-buku lain yang bermutu.
Dengan bertanya kepada orang yang punya pengetahuan/ pengalaman dan dapat dipercaya
Ikut dalam kegiatan rohani, misalnya rekoleksi, retret, dan sebagainya.
Koreksi diri atau introspeksi
Koreksi atas diri sangat penting untuk dapat selalu mengarahkan hidup kita.
Menjaga kemurnian hati
Menjaga kemurnian hati terwujud dengan melepaskan emosi dan nafsu, serta tanpa pamrih, yang nampak dalam tiga hal:
a) Maksud yang lurus (recta intentio): ia konsisten dengan apa yang direncanakan, tanpa dibelokkan ke kiri atau ke kanan.
b) Pengaturan emosi (ordinario affectum): ia tidak menentukan keputusan secara emosional.
c) Pemurnian hati (purification cordis): tidak ada kepentingan pribadi atau maksud-maksud tertentu di balik keputusan yang diambil.
Hal ini dapat dilatih dengan penelitian batin, seperti merefleksikan rangkaian kata dan tindakan sepanjang hari itu, berdoa sebelum melakukan aktivitas, dan lain-lain.
MANUSIA MAKHLUK PRIBADI
MANUSIA MAKHLUK PRIBADI
A. AKU PRIBADI YANG UNIK
Setiap manusia itu unik (unique/ Inggris atau unus/ latin = satu), tak ada satu orang pun yang mempunyai kesamaan dengan orang lain. Bahkan manusia kembar sekalipun selalu mempunyai perbedaan. Perbedaan itu lebih jauh dan lebih dalam dari yang dapat dilihat, dirasa, didengar dan dikatakan. Pada umumnya perbedaan ini yang membuat orang iri hati, bertentangan, bermusuhan dan ingin saling meniadakan. Padahal dengan perbedaan itu justru orang dapat saling memperkaya dan melengkapi. Perbedaan itulah yang menjadi keunikan setiap manusia. Keunikan itu bisa diamati dari hal-hal fisik, psikis, bakat/ kemampuan serta pengalaman-pengalaman yang dimilikinya. Keunikan diri itu merupakan anugerah yang menjadikan diri seseorang berbeda dan dapat dikenal dan diperlakukan secara khusus pula. Untuk mengatasi perbedaan itu, diperlukan sikap menerima diri apa adanya Jabatan dalam keorganisasian dapat digantikan oleh orang lain, tetapi kedudukan setiap manusia dalam seluruh kerangka ciptaan tidak dapat digantikan oleh orang lain. Peran orang tua dalam keluarga dapat saja digantikan oleh orang lain, tetapi peran sebagai ciptaan tidak mungkin digantikan oleh siapapun. Tuhan menciptakan setiap manusia dengan tugas yang khas di dunia ini. Orang yang bersikap positif akan menerima keunikan itu sebagai anugerah, ia bangga bahwa dirinya berbeda, ia bersyukur bahwa apa pun yang ada pada dirinya merupakan pemberian Tuhan yang baik adanya. Dengan demikian, ia tidak akan minder, ia tidak berniat menjadi sama seperti orang lain, ia tidak akan menganggap dirinya tidak berharga, ia tidak akan melakukan tindakan yang melawan kehendak Tuhan akibat ketidakpuasan terhadap dirinya, hidupnya akan tenang dan mampu bergaul dengan siapa saja. Ada orang yang kurang menerima keunikan diri. Orang yang demikian akan merasa tidak puas, bahkan dapat melakukan tindakan apa pun demi menutupi keterbatasan diri, misalnya operasi plastik. Orang yang demikian sering beranggapan seolah penampilan luar lebih penting.
Singkatnya, manusia adalah makhluk yang indah dan “istimewa”. Keistimewaan dan keagungan manusia ini hendaknya sungguh disadari oleh semua peserta didik. Sebagai orang beriman kristiani yang sungguh-sungguh ingin semakin memahami, menerima, bangga, dan percaya diri, Yesus adalah teladan yang paling utama dan pertama. Dari semula Ia menyadari diri sebagai manusia yang berbeda dengan yang lainnya. Dari cara berpikir, bersikap dan bertindak, Ia tidak ragu menunjukkan diri sebagai pribadi yang tidak sama dengan yang lainnya. Sebagai seorang pribadi kita harus menyadari, mengerti dan menerima diri apa adanya. Dengan demikian kitapun akan dapat semakin mengembangkan diri dan melakukan sesuatu dengan kesadaran diri (self-consciousness), penerimaan diri (self-acceptance), kepercayaan diri (self-confidence) dan perasaan aman diri (selfassurance) yang tinggi. Dengan dasar itu kita dapat mengisi hidup, meraih cita-cita dan melaksanakan panggilan Allah.
Menerima diri merupakan proses yang tidak mudah. Banyak remaja yang seringkali tergoda untuk merasa tidak puas dengan dirinya sendiri. Ketika melihat temannya lebih kaya, ada remaja yang berpikir: mengapa saya dilahirkan dalam keluarga yang miskin? Ketika melihat orang lain berkulit putih, ada remaja yang berfikir: mengapa saya dilahirkan dengan kulit kusam? Ketika melihat temannya berhidung mancung, ada remaja yang berpikir: mengapa saya dilahirkan dengan hidung pesek? Melihat temannya pintar dalam pelajaran tertentu, ada remaja yang berpikir: mengapa saya tidak sepandai dia?
Mereka yang masih berpikir seperti itu, rupanya belum menyadari; bahwa untuk hal-hal tertentu, khususnya yang bersifat fisik-jasmaniah, apa yang melekat dalam diri kita sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan. Mereka lupa, bahwa banyak orang kaya juga tidak bahagia, banyak orang cantik atau tampan juga tidak sukses; sebaliknya banyak orang dengan wajah biasa (bahkan kurang menarik) dari keluarga miskin sekalipun bisa sukses dan dihargai banyak orang.
Sikap tidak menerima diri bisa menumbuhkan sikap iri, ingin menjadi seperti orang lain, dan akhirnya menghalalkan segala cara. Kasus remajaremaja di Korea Selatan yang melakukan operasi plastik merupakan salah satu contohnya. Tetapi apa yang mereka lakukan bukan jaminan untuk bisa hidup bahagia.
Maka pertanyaan yang paling mendasar untuk direfleksikan adalah: nilai apa yang dapat menentukan kebahagiaan kalian? Apakah nilai seseorang ditentukan oleh kecantikan atau ketampanan? oleh hidung yang mancung? atau oleh sikap dan perilaku serta keteladanan hidup?
Ajaran Kitab Suci Tentang Keunikan Diri (Kej 1: 26-31)
Waktu menciptakan manusia, Allah merencanakan dan menciptakannya menurut gambar dan rupa-Nya. Menurut citra-Nya. (Kej 1:26)
Waktu menciptakan manusia, Allah seolah-olah perlu “bekerja” secara khusus. “Tuhan Allah membentuk manusia dari debu dan tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya” (Kej 2:7).
Segala sesuatu, termasuk taman Firdaus, diserahkan oleh Allah untuk manusia (Kej 1:26).
Bukankah manusia itu istimewa? Tuhan memperlakukan manusia secara khusus. Manusia sudah dipikirkan dan direncanakan oleh Allah sejak keabadian. Kehadiran manusia di muka bumi telah disiapkan dan diatur secara teliti dan mengagumkan. Manusia sungguh diperlakukan sebagai “orang”, sebagai pribadi, “seperti” Tuhan sendiri. Betapa uniknya kita manusia ini!
Sebagai orang beriman kristiani yang sungguh-sungguh ingin semakin memahami, menerima, bangga, dan percaya diri, Yesus adalah teladan yang paling utama dan pertama. Dari semula Ia menyadari diri sebagai manusia yang berbeda dengan yang lainnya. Dari cara berpikir, bersikap dan bertindak, Ia tidak ragu menunjukkan diri sebagai pribadi yang tidak sama dengan yang lainnya. Sebagai seorang pribadi kita harus menyadari, mengerti dan menerima diri apa adanya. Dengan demikian kita pun akan dapat semakin mengembangkan diri dan melakukan sesuatu dengan kesadaran diri (self-consciousness), penerimaan diri (self-acceptance), kepercayaan diri (self-confidence) dan perasaan aman diri (self-assurance) yang tinggi. Dengan dasar itu kita dapat mengisi hidup, meraih cita-cita dan melaksanakan panggilan Allah.
Menghayati Keunikan Diri
Setiap orang adalah pribadi yang unik, tidak ada duanya. Meskipun mereka kembar dalam satu rahim, mereka tetap berbeda satu dengan yang lain.
Ciri fisik, sifat, cara berpikir, dan pengalaman keberhasilan, serta kegagalan membentuk keunikan setiap pribadi, selain latar belakang keluarga yang sangat mempengaruhi.
Setiap orang adalah pribadi yang unik, yang memiliki kekhasan tersendiri dalam menghayati keberadaan dirinya dan menghayati hidupnya. Satu dengan yang lain tidak pernah sama.
Sumber sejati keunikan pribadi manusia adalah Allah sendiri, yang telah menciptakan manusia secara khusus, pribadi demi pribadi secara ajaib.
Manusia adalah suatu “karya seni”, suatu “masterpiece” dari Allah yang luar biasa.
Singkatnya diri anda adalah pribadi yang indah dan istimewa
B. MENGEMBANGKAN KARUNIA ALLAH
Orang muda seringkali tidak menyadari kemampuan-kemampuan dan talenta yang ada dalam diri mereka, di lain pihak merekapun sulit menerima keterbatasanketerbatasannya. Hal ini mungkin tidak bisa dilepaskan dari pengaruh lingkungan, di mana mereka diperlakukan sebagai anak-anak. Akibatnya mereka tidak bisa mengembangkan diri secara maksimal.
Dalam pembahasan ini kita diajak untuk menyadari bahwa setiap manusia adalah unik dan diberikan kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Sebagai kaum beriman patutlah kita bersyukur kepada Tuhan dengan cara mengembangkan bakat dan kemampuan dengan sebaik-baiknya. Keunggulan diri berkaitan dengan bakat dan kemampuan hendaknya tidak membuat setiap orang merasa lebih unggul dari yang lain, sehingga dapat memunculkan sikap sombong dan arogan. Demikian halnya dengan keterbatasan yang ada tidak membuat orang menjadi rendah diri, minder atau bahkan merasa menjadi orang yang tidak berguna.
Menurut Aristoteles, manusia akan bahagia jika ia secara aktif merealisasikan bakat-bakat dan potensinya. Manusia adalah makhluk yang mempunyai banyak potensi, tetapi potensi-potensi itu akan menjadi nyata jika kita merealisasikannya. Kebahagiaan tercapai dalam mempergunakan atau mengaktifkan bakat dan kemampuannya.
Setiap orang mempunyai kemampuan dan bakat-bakat dalam ukuran tertentu. Kemampuan dan bakat yang dimiliki seseorang seharusnya dikembangkan dan digunakan. Kemampuan dan bakat adalah anugerah Tuhan, yang dalam Kitab Suci sering disebut talenta. Tuhan menghendaki agar talenta itu dikembangkan dan digunakan. Dalam Injil Matius 25:14-30, dikisahkan tentang seorang tuan yang memanggil hamba-hambanya dan memberi mereka sejumlah talenta untuk “dikembangkan” dan “digunakan”.
Setiap orang, termasuk para remaja diberi talenta oleh Tuhan. Mereka harus mengembangkan dan menggunakan talenta itu sebagaimana mestinya. Mengembangkan dan menggunakan talenta sebagaimana mestinya adalah panggilan dan tuntutan Kristiani. Allah memberikan kemampuan dan talenta yang berbeda kepada setiap orang dan kemampuan itu hendaklah digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama. Yesus memberikan gambaran seorang tuan yang memberikan talenta kepada hamba-hambanya. (Matius 25:14 – 30). Iapun menindak tegas kepada seorang hamba yang tidak mau mengembangkan talenta dan hanya memendamnya ke dalam tanah.
Pada dasarnya setiap manusia dianugerahi oleh Tuhan dengan berbagai kemampuan walaupun dengan kadar yang berbeda antarsatu dengan yang lain. Orang yang pandai dalam pelajaran matematika belum tentu terampil dalam olahraga, orang yang pandai bernyanyi belum tentu pandai juga dalam olahraga. Orang yang pandai dalam pelajaran IPA belum tentu pandai bersosialisasi dengan teman. Tidak ada orang yang pandai dan terampil dalam segala hal.
Kenyataan semacam ini seharusnya menyadarkan setiap orang bahwa di satu pihak setiap manusia mempunyai kemampuan, tetapi di lain pihak dia mempunyai keterbatasan. Maka tugas setiap orang adalah menemukan apa yang menjadi kemampuannya, serta menemukan juga keterbatasannya.
Sikap yang bijaksana dalam menghadapi kemampuan dan keterbatasan antara lain: kemampuan sebagai anugerah Tuhan, diharapkan tidak menjadikan seseorang menjadi sombong atau takabur; Kemampuan harus ditingkatkan, dilatih terus menerus agar semakin berkembang dan dapat dijadikan andalan hidup. Sebaliknya keterbatasan jangan sampai membuat orang minder; menganggap hidup sebagai nasib buruk dari Tuhan atau merasa hidupnya tidak berguna. Kelemahan atau keterbatasan harus disadari dan diatasi agar tidak menjadi hambatan untuk memperkembangkan diri.
Mentalitas yang perlu dikembangkan: sikap mau bekerja keras, mau belajar dari orang lain, tidak cepat menyerah, optimis, mau mencoba, dan sebagainya.
Banyak orang sukses justru setelah ia menyadari keterbatasannya, seperti nampak dalam kisah Lena Maria. Banyak tokoh sukses yang berasal dari keluarga miskin. Tetapi kemiskinan itu menumbuhkan tekad untuk menunjukkan bahwa orang miskinpun dapat sukses. Ia tidak mau orang lain melecehkan dirinya karena miskin. Ia ingin orang lain juga menghargai dirinya sebagai pribadi yang bermartabat. Itulah sebabnya dia belajar dengan keras dan meraih prestasi yang gemilang.
Pesan Kitab Suci Tentang Panggilan Mengembangkan Anugerah (Mat 25: 14-30)
Yesus memberikan gambaran seorang tuan yang memberikan talenta kepada hamba-hambanya. (Matius 25: 14 – 30). Iapun menindak tegas kepada seorang hamba yang tidak mau mengembangkan talenta dan hanya memendamnya ke dalam tanah.
Setiap orang diberi talenta oleh Tuhan. Mereka harus mengembangkan dan menggunakan talenta itu sebagaimana mestinya. Mengembangkan talenta sebagaimana mestinya adalah panggilan dan tuntutan orang beriman kristiani.
Kita harus mengembangkan bakat yang kita miliki, karena Tuhan telah memberikan talenta kepada manusia ciptaan-Nya, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki manusia masing-masing.
Kita harus seperti hamba yang pertama dan hamba yang kedua yang mengembangkan talenta yang mereka punya dengan baik.
Kita tidak boleh mencontoh hamba yang ketiga, yang hanya mengubur talentanya, tanpa berusaha untuk mengembangkannya.
Allah akan sedih dan kecewa karena kita hanya memendam bakat yang kita miliki. Terlebih kita merasa iri hati terhadap kemampuan yang orang lain miliki. Allah memberikan masing-masing talenta kepada umat-Nya, dan talenta itu harus kita syukuri, serta kita kembangkan.
KESETARAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
![]() |
| Kamu seperti apa? |
Dalam pembahasan ini peserta didik akan diajak untuk menyadari bahwa lakilaki dan perempuan diciptakan semartabat dan sederajat. Keduanya diciptakan menurut citra Allah: diciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang satu dan sama (Kejadian 1, 26 -27). Lebih dari itu, mereka dianugerahi kepercayaan dan kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam karyaNya yang agung. Mereka dipanggil untuk membangun persekutuan (communio) dan bekerja sama dalam pengelolaan dunia dan seisinya serta pelestarian generasi umat manusia (Kejadian 1, 31).
Laki-laki dan perempuan saling melengkapi. Sifat korelatif itu sangat jelas dalam bentuk pria dan wanita. Tetapi juga kelihatan dalam seluruh kemanusiaannya, seperti: perasaan, cara berpikir, dan cara menghadapi kenyataan, termasuk Tuhan. Tuhan mengatakan: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2: 18).
Laki-laki dan perempuan diciptakan bukan pertama-tama sebagai tuan dan hamba atau atasan dan bawahan, tetapi rekan yang sepadan. Tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada keduanya sama. Nilai karya dan peran mereka pada karya Allah pada umumnya tidak berbeda: tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Sabda Allah yang berbunyi: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita…”(Kejadian 1, 26) dan “…yang dijadikanNya itu sungguh amat baik” (Kejadian 1, 31) menunjukkan perbedaan manusia dengan ciptaan lain. Sabda itu menunjukkan keistimewaan mereka sebagai laki-laki dan perempuan di antara semua ciptaan, bukan perbedaan mereka sebagai laki-laki dan perempuan.
Dalam Kitab Kejadian juga diceritakan bahwa pria dan wanita merupakan ciptaan Tuhan yang paling indah. Pria dan wanita diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi, untuk menjadi teman hidup. Pria saja tidaklah lengkap. Allah sendiri berkata: “Tidaklah baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan seorang penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2: 18). Untuk menyatakan bahwa wanita sungguh-sungguh merupakan kesatuan dengan pria, maka Tuhan menciptakan wanita itu bukan dari bahan lain, tetapi dari tulang rusuk pria itu. Maka, pria itu kemudian berkata tentang wanita itu demikian: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kejadian 2: 23). Dari kutipan Kitab Suci ini jelaslah bahwa hubungan pria dan wanita adalah hubungan yang suci dan sepadan.
Ajaran Kitab Suci Tentang Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan (Kej 2: 18-23)
Menghayati Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan
![]() |
| setara bukan harus sama? |
Banyak orang bila berbicara tentang kesederajatan antara perempuan dan laki-laki, sering terbatas pada masalah pembagian tugas atau fungsi. Maka banyak orang begitu yakin, bahwa kepala keluarga itu harus seorang bapak. Sekalipun sang bapak itu pengangguran dan yang berjuang matimatian mencari nafkah sang istri, tetap saja bapak yang kepala keluarga. Ibu bertugas beres-beres rumah, dan sebagainya.
Banyak laki-laki ketika berbicara soal kesederajatan, lebih berfokus pada apa yang seharusnya seorang perempuan perbuat baginya. Dan sebaliknya, perempuan berpikir apa yang seharusnya laki-laki perbuat baginya. Selama manusia berpikir seperti itu, maka kesederajatan sulit diwujudkan.
Sebaliknya kesederajatan akan terwujud bila orang berpikir secara baru. Pikiran baru itu adalah ketika laki-laki mampu berkata: perempuan diciptakan Tuhan sebagai penolong saya, berarti dia(perempuan) itu adalah bukti cinta Tuhan pada saya. Tuhan menghendaki saya berkembang lewat bantuan dia, maka saya akan menghormati dan melakukan apapun yang terbaik bagi dia. Bila saya menghormati dan mengasihi dia, saya pun mencintai Tuhan. Demikian pula sebaliknya: perempuan berkata: Saya telah diciptakan Tuhan sebagai penolong dia, maka saya akan menghormati dan melakukan apa saja yang terbaik bagi dia, sebab hal itu merupakan wujud saya mengasihi Tuhan.
Pikiran-pikiran semacam itu dapat diwujudkan melalui contoh berikut: Remaja laki-laki tidak akan merasa gengsi bila terbiasa mau membantu keluarga mencuci piring atau masak.
Panggilan Tuhan atas laki-laki atau perempuan adalah: masing-masing berkembang dan memperkembangkan diri menjadi laki-laki sejati dan perempuan sejati.
KELUHURAN MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH
Dewasa ini banyak terjadi pelanggaran terhadap martabat kemanusiaan. Di berbagai tempat terjadi kekerasan yang diakibatkan dari sikap fanatik dan diskriminatif ras, suku, agama, budaya, dan kelompok sosial. Sikap ini dapat menjalar pada siapa saja, tidak terkecuali orang muda. Oleh karena itu, mereka perlu disadarkan bahwa sikap tersebut dapat melahirkan berbagai kekerasan dan tindakan anarkis yang sungguh merusak dan sangat melukai martabat manusia sebagai citra Allah.
Sebagai sesama citra Allah, setiap manusia adalah bersaudara. harus saling menghormati dan saling mengasihi. Sikap ini seperti yang digambarkan Yesus dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati. Dalam perumpamaan itu dikisahkan bagaimana orang Samaria yang baik hati itu telah memperlakukan orang Yahudi yang mendapat bencana di jalan seperti saudaranya sendiri, bahkan lebih dari itu.
Dalam Kitab Kejadian 1: 26-27 dikisahkan demikian: Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”. Dalam kutipan Kejadian 1: 26-27 ini jelas dinyatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, tentang makhluk-makhluk yang lain tidak dikatakan seperti itu.
Tokoh-Tokoh Membela dan Memperjuangkan Keluhuran Martabat Manusia.
1) Mahatma Gandhi
Mohandas Karamchand Gandhi biasa dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sanskerta: “jiwa agung”) adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India.
Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.
Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.
Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.
Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.
Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiranpemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.
Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai “jalan yang benar” atau “jalan menuju kebenaran”, telah menginspirasi berbagai generasi, aktivis-aktivis demokrasi, dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).
Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.
2) Ibu Teresa
Bunda Teresa (Agnes Gonxha Bojaxhiu); lahir di Üsküb, Kerajaan Ottoman, 26 Agustus 1910 – meninggal di Kalkuta, India, 5 September 1997 pada umur 87 tahun) adalah seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan berkewarganegaraan India yang mendirikan Misionaris Cinta Kasih (bahasa Inggris: Missionaries of Charity) di Kalkuta, India, pada tahun 1950. Selama lebih dari 45 tahun, ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Setelah kematiannya, ia diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II dan diberi gelar Beata Teresa dari Kalkuta.
Pada 1970-an, ia menjadi terkenal di dunia internasional untuk pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya. Misionaris Cinta Kasih terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra, dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. Pemerintah, organisasi sosial dan tokoh terkemuka telah terinspirasi dari karyanya, namun tak sedikit filosofi dan implementasi Bunda Teresa yang menghadapi banyak kritik. Ia menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan pemerintah India, Bharat Ratna (1980) dan Penghargaan Perdamaian Nobel pada tahun 1979. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah. Saat peringatan kelahirannya yang ke-100 pada tahun 2010, seluruh dunia menghormatinya dan karyanya dipuji oleh Presiden India, Pratibha Patil. http://id.wikipedia.org/wiki/Bunda_Teresa
3) YB. Mangunwijaya
Sebagai seorang tokoh agama yang peduli pada nasib rakyat kecil, ia tak lelah membela hak-hak kaum yang tertindas. Seperti saat masyarakat Kedungombo menggugat penggusuran tanah mereka tanpa ganti rugi yang berarti karena di tanah yang akan mereka tempati akan dibuat sebuah waduk. Pada 5 Juli 1994, Mahkamah Agung akhirnya mengabulkan tuntutan kasasi 34 warga Kedungombo dengan ganti rugi yang cukup besar. Namun niat baik rupanya tidak selalu ditanggapi dengan baik. Romo Mangun yang setia melakukan pendampingan sejak tahun 1986 itu justru dituding berusaha melakukan Kristenisasi. Mendapat tudingan itu, pria yang pernah mengikuti kuliah singkat tentang kemanusiaan di Amerika Serikat itu hanya terdiam.
Selain menaruh kepedulian yang tinggi pada nasib rakyat miskin, Romo Mangun juga dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan dunia pendidikan. “Anak-anak miskin yang tanpa sepengetahuan mereka terlempar lahir di kalangan kumuh, itulah yang sebetulnya lebih memerlukan pertolongan. Dari pengalaman itu saya mengambil kesimpulan bahwa prioritas selanjutnya yang ingin saya kerjakan adalah mengabdi kepada pendidikan dasar anak-anak miskin.” aku Romo. Kekecewaan Romo Mangun terhadap sistem pendidikan di Indonesia menimbulkan gagasan-gagasan di benaknya. Pada 19 Mei 1994, ia membangun Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. Sebelumnya, Romo Mangun membangun gagasan SD yang eksploratif untuk penduduk korban proyek pembangunan waduk Kedungombo, Jawa Tengah, serta penduduk miskin di pinggiran Kali Code, Yogyakarta. Romo Mangun yakin bahwa interaksi saling ajar antara guru dan murid adalah hal yang paling menentukan keberhasilan pendidikan. Menurutnya, meski pendidikan tinggi di Indonesia tidak cukup baik, tapi lantas jangan meninggalkan pendidikan dasar. Perjuangannya dalam membela kaum miskin, tertindas dan terpinggirkan oleh politik dan kepentingan para pejabat menjadikan dirinya beroposisi selama masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988) Orde Baru. Bahkan tak jarang ia bersuara lantang memprotes kesewenang-wenangan seperti pada 26 Mei 1998, Romo Mangun menjadi salah satu pembicara utama dalam aksi demonstrasi peringatan terbunuhnya Moses Gatutkaca di Yogyakarta. Namun sayang, semua kebaikannya harus terhenti karena kehendak Yang Maha Kuasa. Sosok pemuka agama yang santun dan bijak itu harus kembali ke haribaan-Nya ketika menghadiri sebuah acara. Kepergiannya terbilang tiba-tiba tetapi sangat tenang. Usai mengisi seminar ‘Meningkatkan Peran Buku dalam Upaya Membentuk Masyarakat Indonesia Baru’ di Hotel Le Meridien, tubuhnya seketika limbung. Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta. Namun tak lama kemudian ia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada Rabu, 10 Februari 1999 pukul 14:10 WIB akibat serangan jantung. Jenazahnya kemudian dimakamkan di makam biara komunitasnya di Kentungan, Yogyakarta.
Kepergian Romo yang mendadak menyisakan rasa kehilangan yang teramat dalam bagi orang-orang yang pernah mengenal sosoknya. Berbagai komentar dari tokoh masyarakat waktu itu, termasuk Mantan Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999) BJ Habibie, menunjukkan bahwa bangsa ini telah kehilangan seorang tokoh yang menjadi suri tauladan. Kebaikan, keteladan, ketekunan, dan jalan kebenaran yang ia tempuh, membuatnya dijadikan contoh oleh banyak orang. Tidak hanya untuk orang yang seiman, mereka yang berbeda keyakinan pun juga mengamini pendapat itu. Di mata kawan-kawannya, ia dikenal sebagai pejuang yang cinta perdamaian, yang memberikan perhatian lebih pada mereka yang menderita dan butuh bantuan.
4) Munir
Munir Said Thalib (lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 – meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 38 tahun) adalah pria keturunan Arab yang juga seorang aktivis HAM Indonesia. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.
Saat menjabat Dewan Kontras, namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orangorang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar.
Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu. Istri Munir, Suciwati, bersama aktivis HAM lainnya terus menuntut pemerintah agar mengungkap kasus pembunuhan ini.
Pada tanggal 12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa polisi Belanda (Institut Forensik Belanda) menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum setelah otopsi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh polisi Indonesia. Belum diketahui siapa yang telah meracuni Munir, meskipun ada yang menduga bahwa oknum-oknum tertentu memang ingin menyingkirkannya.
Mendalami Ajaran Gereja dan Kitab Suci yang Mengajarkan tentang Keluhuran Martabat Manusia sebagai Citra Allah
a. Beberapa Kutipan dari Katekismus Gereja Katolik (KGK):
KGK 357 Karena ia diciptakan menurut citra Allah, manusia memiliki martabat sebagai pribadi: ia bukan hanya sesuatu, melainkan seorang. Ia mampu mengenal diri sendiri, menjadi tuan atas dirinya, mengabdikan diri dalam kebebasan dan hidup dalam kebersamaan dengan orang lain, dan karena rahmat ia sudah dipanggil ke dalam perjanjian dengan Penciptanya, untuk memberi kepada-Nya jawaban iman dan cinta, yang tidak dapat diberikan suatu makhluk lain sebagai penggantinya.
KGK 358 Tuhan menciptakan segala sesuatu untuk manusia (Bdk. GS 12,1; 24,2; 39,1), tetapi manusia itu sendiri diciptakan untuk melayani Allah, untuk mencintai-Nya dan untuk mempersembahkan seluruh ciptaan kepadaNya: “Makhluk manakah yang diciptakan dengan martabat yang demikian itu? Itulah manusia, sosok yang agung, yang hidup dan patut dikagumi, yang dalam mata Allah lebih bernilai daripada segala makhluk. Itulah manusia; untuk dialah langit dan bumi dan lautan dan seluruh ciptaan. Allah sebegitu prihatin dengan keselamatannya, sehingga Ia tidak menyayangi Putera-Nya yang tunggal untuk dia. Allah malahan tidak ragu-ragu, melakukan segala sesuatu, supaya menaikkan manusia kepada diri-Nya dan memperkenankan ia duduk di sebelah kanan-Nya” (Yohanes Krisostomus, Serm. in Gen. 2,1).
KGK 360 Umat manusia merupakan satu kesatuan karena asal yang sama. Karena Allah “menjadikan dari satu orang saja semua bangsa dan umat manusia” (Kis 17:26) Bdk. Tob8:6. Pandangan yang menakjubkan, yang memperlihatkan kepada kita umat manusia dalam kesatuan asal yang sama dalam Allah dalam kesatuan kodrat, bagi semua disusun sama dari badan jasmani dan jiwa rohani yang tidak dapat mati dalam kesatuan tujuan yang langsung dan tugasnya di dunia; dalam kesatuan pemukiman di bumi, dan menurut hukum kodrat semua manusia berhak menggunakan hasil-hasilnya, supaya dengan demikian bertahan dalam kehidupan dan berkembang; dalam kesatuan tujuan adikodrati: Allah sendiri, dan semua orang berkewajiban untuk mengusahakannya: dalam kesatuan daya upaya, untuk mencapai tujuan ini;… dalam kesatuan tebusan, yang telah dilaksanakan Kristus untuk semua orang” (Pius XII Ens. “Summi Pontificatus”) Bdk. NA 1.
KGK 361 “Hukum solidaritas dan cinta ini” (ibid.) menegaskan bagi kita, bahwa kendati keaneka-ragaman pribadi, kebudayaan dan bangsa, semua manusia adalah benar-benar saudara dan saudari. KGK 362 Pribadi manusia yang diciptakan menurut citra Allah adalah wujud jasmani sekaligus rohani. Teks Kitab Suci mengungkapkan itu dalam bahasa kiasan, apabila ia mengatakan: “Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup” (Kejadian 2:7). Manusia seutuhnya dikehendaki Allah
b. Ajaran Kitab Suci (Luk 10: 25-37)
Kata Citra mungkin lebih tepat kita artikan sebagai Gambaran. Yang menggambarkan! Kalau kita mirip dengan ibu kita, itu tidak berarti kita sama dengan ibu kita. Tetapi dengan mirip ini mau menggambarkan sesuatu, bahwa pada diri kita entah itu fisiknya, karakternya, sifatsifatnya ada kesamaan dengan ibu. Dan kesamaan ini bukan dalam arti yang sebenarnya, tetapi merupakan gambaran dari ibu. Hasil karya, entah itu seni atau yang lainnya dapat menggambarkan si penciptanya. Demikian pula makhluk yang disebut manusia itu, dapat dikatakan sebagai gambaran atau citra si penciptanya, yaitu Allah sendiri.
Manusia diberi kuasa untuk menguasai alam ciptaan lain. Menguasai alam berarti menata, melestarikan, mengembangkan, dan menggunakannya secara bertanggungjawab.
Karena manusia diciptakan sebagai Citra Allah, manusia memiliki martabat sebagai pribadi: ia bukan hanya sesuatu, melainkan seseorang. Ia mengenal diri sendiri, menjadi tuan atas diri sendiri, mengabdikan diri dalam kebebasan, dan hidup dalam kebersamaan dengan orang lain, dan dipanggil membangun relasi dengan Allah, pencipta-Nya.
Persaudaraan sejati adalah persaudaraan yang dihayati atas dasar persamaan kodrat sebagai sesama ciptaan Tuhan dan persamaan kodrat sebagai Citra Allah.
Persaudaraan sejati tidak membedakan orang berdasarkan agama, suku, ras, ataupun golongan, karena semua manusia adalah sama-sama umat Tuhan dan sama-sama dikasihi Tuhan. Maka setiap orang yang membenci sesamanya, ia membenci Tuhan.
Subscribe to:
Posts (Atom)















