Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy
Showing posts with label MAKNA. Show all posts
Showing posts with label MAKNA. Show all posts

Wednesday, September 18, 2019

Makna Perumpamaan dalam Kitab Suci

Seorang Penabur - 
  • Kerajaan Allah itu proses, 
  • maksudnya adalah hendak menjelaskan bahwa dalam karya Yesus untuk menegakkan Kerajaan Allah betapapun ada kegagalan, karya- Nya itu akan menghasilkan buah panen yang berlimpah, melebihi apa yang diperkirakan manusia. Oleh karena itu pengikut Yesus tidak perlu berkecil hati dan mudah putus asa bila mengalami berbagai kegagalan.

Benih yang tumbuh, 
  • maksudnya tumbuhnya Kerajaan Allah sering tidak bisa diamati secara pasti, tergantung sepenuhnya pada Allah, bukan usaha manusia. 
  • Bahkan, manusia tidak bisa memaksa supaya cepat, atau memperlambat pertumbuhannya. Pada saatnya yang tepat Allah sendiri yang akan menegakkan Kerajaan Allah.

Lalang diantara Gandum, 
  • kerajaan Allah diwartakan dan ditawarkan kepada semua orang. 
  • Untuk tegaknya Kerajaan Allah tidak harus dengan cara segera menghabisi yang jahat, melainkan memberi kesempatan mereka bertobat, sebab kelak Allah sendiri yang akan menghakimi mereka, bukan manusia. 
  • Yang baik dan yang jahat bisa hidup bersama dengan penuh kesabaran serta mendorong yang jahat menjadi baik.

Pukat – 
  • Kerajaan Allah terbuka bagi semua orang. 
  • Dalam Kerajaan Allah harus dikembangkan sikap tidak mudah mengadili orang lain, seolah dirinyalah yang paling layak, orang lain dengan kejahatannya tidak layak masuk Kerajaan Allah. 
  • Biarlah Allah sendiri yang memilah-milah antara yang baik dan yang tidak baik, itu bukan urusan manusia

Mutiara dan Harta yang Terpendam, 
  •  maksudnya adalah Demi Kerajaan Allah, manusia harus memandang Allah sebagai harta yang paling berharga. 
  • Untuk itu ia harus berani meninggalkan segala miliknya yang selama ini dianggap paling berharga dalam hidupnya. 
  • Hidup dalam Kerajaan Allah adalah hidup yang penuh suka cita, sekalipun untuk mencapainya seseorang harus berani meninggalkan segalanya.

Saturday, August 31, 2019

GEREJA = ARTI dan MAKNA


ARTI DAN MAKNA GEREJA

Gereja adalah tempat tinggal ALLAH. Tempat Allah itu bisa berupa gedung / rumah / kemah dan bisa berupa umat ALLAH atau Institusi.

Gereja sebagai GEDUNG (g)*

Sejarah gereja sebagai gedung
1.        Kemah Suci itu merupakan “tempat kudus” (“miqdash”), suatu tempat yang dikhususkan bagi Tuhan untuk tinggal di antara dan bertemu dengan umat-Nya (Keluaran 25:22; 29:45-46; Bilangan 5:3; Yehezkiel 43:7,9). Kemuliaan (“shekina”) Allah ada di atas Kemah Suci siang malam. Ketika kemuliaan Allah naik, Israel harus pindah. Allah menuntun mereka dengan cara ini selama mereka ada di padang gurun (Keluaran 40:36-38; Bilangan 9:15-16).
2.       Kemah Suci merupakan “tempat hukum Allah” (Keluaran 38:21), yaitu berisi Kesepuluh Hukum (Keluaran 25:10). Kesepuluh Hukum itu selalu mengingatkan mereka akan kekudusan Allah dan tuntutan-tuntutan-Nya. Hubungan kita dengan Allah tidak pernah dapat dipisahkan dari ketaatan kepada hukum-Nya.
3.       Di Kemah Suci inilah Allah menyediakan pengampunan dosa melalui korban darah (Keluaran 29:10-14). Dengan demikian korban darah ini menunjuk kepada korban nyawa Kristus di kayu salib karena dosa umat manusia (lihat Ibrani 8:1-2; 9:11-14).
4.       Kemah Suci menunjuk ke sorga, yaitu ke tempat kudus sorgawi di mana Kristus, imam besar abadi kita, hidup selama-lamanya untuk berdoa bagi kita (Ibrani 9:11-12,24-28).
5.       Kemah Suci menunjuk kepada penebusan Allah yang terakhir ketika langit baru dan bumi baru akan datang, yaitu ketika “kemah Allah (harafiah: Kemah Suci) ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka” (Wahyu 21:3).

Gereja sebagai umat Allah (G)


Gereja sebagai umat Allah / Persekutuan terbuka berarti :

  1. Persekutuan semua orang di seluruh dunia yang percaya akan Yesus Kristus itu Putra Allah dan satu-satunya Penyelamat kita. 
  2. Himpunan yang didalamnya terdapat Umat Allah, Tubuh Kristus dan Bait Roh Kudus ( bdk 1 Kor 10:32, 11:17-22, 15:9 ).
  3. Himpunan orang-orang yang digerakan untuk berkumpul oleh Firman Allah, yakni berhimpun bersama untuk membentuk Umat Allah dan yang diberi santapan dengan Tubuh Kristus menjadi Tubuh Kristus.


Dasar Kitab suci

  1. I Korintus  6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?  (Komuni Kudus)
  2. Yohanes  14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu (Komuni Kudus)
  3. Yohanes  15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
  4. Matius  18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”


Gereja sebagai Umat Allah memiliki ciri khasnya yakni:

  1. Umat Allah merupakan suatu pilihan dan panggilan dari Allah sendiri. Umat Allah adalah bangsa terpilih, bangsa terpanggil.
  2. Umat Allah dipanggil dan dipilih untuk Allah dan untuk misi tertentu, yaitu menyelamatkan dunia.
  3. Hubungan antara Allah dan umatNya dimeteraikan oleh suatu perjanjian. Umat harus menaati perintah-perintah Allah dan Allah akan selalu menepati janji-janjiNya.
  4. Umat Allah selalu dalam perjalanan melewati padang pasir menuju Tanah Terjanji.


Konsekuensi dari Gereja yang Mengumat

Konsekuensi bagi Pimpinan Gereja (Hierarki)

  • Menyadari fungsi pimpinan sebagai fungsi pelayanan. Pimpinan bukan di atas umat, tetapi di tengah umat.
  • Harus peka untuk melihat dan mendengar karisma dan karunia-karunia yang bertumbuh di kalangan umat.

Konsekuensi bagi setiap Anggota Umat

  • Menyadari dan menghayati persatuannya dengan umat lain. Orang tak dapat menghayati kehidupan imannya secara individu saja.
  • Aktif dalam kehidupan mengumat, menggunakan segala karisma, karunia dan fungsi yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan dan misi Gereja di tengah masyarakat. Semua bertanggung jawab dalam hidup dan misi Gereja.

Konsekuensi bagi Hubungan Awam dan Hierarki

  • Paham Gereja sebagai Umat Allah jelas membawa konsekuensi dalam hubungan antara hierarki dan kaum awam. Kaum awam bukan lagi pelengkap penyerta, melainkan partner hierarki.
  • Awam dan hierarki memiliki martabat yang sama, hanya berbeda dalam hal fungsi.


Gereja sebagai INSTITUSI

Gereja adalah organisasi resmi, berbadan hukum dan dilindungi oleh hukum Negara dan internasional.
Gereja adalah organisasi dari Allah sendiri, sekaligus merupakan warisan budaya dan peradaban manusia.
Ketika Yesus memilih ke dua belas rasul dan mengangkat Petrus sebagai pemimpin untuk menggembalakan kawanan-Nya, saat itulah gereja sebetulnya menjadi sebuah Institusi.

Institusi Gereja adalah hirarki, dari paus – para uskup – para imam/ diakon.  Berikut adalah ciri gereja sebagai Institusi, sekaligus pembeda gereja sebagai umat Allah.

Model Gereja
1.       Institusional
2.     Orgnasisasi (lahiriah) yang berstruktur pyramidal tertata rapi.
3.     Ada kepemimpinan yakni dari para tertahbis atau hierarki hampir identik dengan Gereja itu sendiri. Suatu institusi, apalagi institusi besar seperti Gereja Katolik, tentu membutuhkan kepemimpinan yang kuat.
4.     Hukum  dan  peraturan  digunakan  untuk menata  dan  menjaga kelangsungan suatu institusi. Suatu institusi, apalagi yang berskala besar, tentu saja membutuhkan hukum dan peraturan yang jelas.
5.     Gereja Umat Allah
6.     Hidup  persaudaraan  karena iman dan harapan yang sama. Persaudaraan ini adalah persaudaraan kasih.
7.     Semua umat ikut aktif dalam hidup menggereja.
8.     Hukum dan peraturan memang perlu, tetapi dibutuhkan pula peranan hati nurani dan tanggung jawab pribadi.
9.     Sikap miskin, sederhana dan terbuka. Rela berdialog dengan pihak mana saja, sebab Gereja yakin bahwa di luar Gereja Katolik terdapat pula kebenaran dan keselamatan.
10.  Terbuka bagi peran kharisma / karunia-karunia

HIDUP PENUH MAKNA

Hidup BERMAKNA
(meaningful life)
level Kebahagiaan tertinggi
 
Manusia secara umum berpendapat bahwa kebahagiaan itu sama dengan kesenangan. 
Hidup yang penuh dengan berbagai macam kesenangan adalah hidup yang bahagia jauh dari kesedihan.
 
Namun benarkah  kebahagiaan didapat dengan banyak kesenangan?
Pencarian kesenangan hidup, sebagai naluri dasar manusia, menjadi pola umum pencapaian kehidupan manusia sehari2, kesenangan menjadi tujuan hidup

       Berdasarkan penelitian sosial psikologi oleh Dr Martin Selignman, ia menemukan bahwa kesenangan ada batas nya, ada titik jenuhnya dan berbeda2 untuk tiap manusia.
        Misal kesenangan karena makanan enak, akan ada batasnya saat perut manusia penuh, ia tak bisa makan lagi, tak bisa merasakan lagi nikmatnya makan enak, sebagaimana kesenangan saat awal pertama kali makan enak. Analogi yg sama akan terjadi pula pada bentuk2 kesenangan2 lain nya, semisal kesenangan libido, nafsu syahwat, saat puncak orgasme tercapai, manusia tak bisa merasakan kenikmatan lebih lanjut.
 
Kesenangan memiliki materi yang menyenangkan, semisal rumah mewah, kendaraan bagus, bahkan dengan wanita yg cantik sekalipun, suatu saat manusia akan menemui titik jenuh, bosan, ia akan mencari yg lain lagi, tak ada ujung kepuasannya.

Secara psikologi kesenangan memiliki kriteria ;
  • Kenikmatan yang berbatas, tak berkelanjutan, tak bisa disimpan, tak diwariskan pada orang lain.
  • Terjadi pengurangan nilai kenikmatan. Seperti contoh makanan enak diatas, terasa enak saat pertama kali memakan nya, tapi bila terus menerus memakan makanan yg sama, akan berkurang kenikmatan nya, membosankan, bahkan tak akan terasa nikmat lagi saat perut sdh penuh.
Para ahli kedokteran dan psikologi yg mengadakan penelitian pada otak manusia pada saat manusia mendapatkan kesenangan, ditemukan pada bagian tertentu otak manusia terpantau peningkatan hormon2 tertentu yg menandakan rasa senang, semisal; dopamine, serotonin dll.
      Saat bagian otak tersebut sudah penuh dg hormon2 tersebut, maka akan terjadi kejenuhan, hormon tsb tak diproduksi lagi, itulah kondisi saat terjadinya titik kejenuhan dan selanjutnya akan kembali normal, kalau digambarkan, hal tsb  bagaikan grafik garis yg memuncak di awalnya kemudian menurun, sebuah grafik distribusi normal menurut ahli statistic.
     Hal tsb menjelaskan bahwa kesenangan ada batasnya dan bersifat sementara, kepuasan hidup tak bisa dicapai dengan pemenuhan kesenangan yg tak ada habis nya. Manusia adalah makhluk yang lebih tinggi derajatnya daripada binatang yang hidup hanya sekedar mencari kesenangan, pemenuhan kebutuhan hidup.

Martin Seligman, dalam bukunya Authentic Happiness, menjelaskan secara umum ada 3 macam bentuk kebahagiaan yang dicari oleh manusia dalam kehidupan ini ;

Hidup yang penuh kesenangan  
  • ( pleasant life )
Hidup yang nyaman  
  • ( good life )
Hidup yang bermakna 
  • ( meaningful life )

  • Hidup yang penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia. Hidup yg menyenangkan, ialah ketika sebanyak mungkin kesenangan hidup telah dimiliki.
 
  • Hidup yang nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan kehidupan manusia telah terpenuhi. Terpenuhinya semua keperluan hidup secara jasmani, rohani dan sosial. Hidup yg aman, tentram, damai.
 
  • Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. 

Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, pleasure in giving, kebahagiaan dalam berbagi, salah satu istilahnya. Perasaan nya dipenuhi dg rasa nyaman & bahagia, Flow menurut istilah ahli psikologi, Chikzenmihaly.

Menurut Seligman, berdasarkan penelitian psikologi nya, dengan mengadakan survey pada banyak orang dan riset kinerja otak manusia. Ia menemukan bahwa tingkat kesenangan dalam hidup tidak selalu sebanding dengan tingkat kebahagiaan.  Dalam arti lain, tak selalu pencapaian kesenangan memberikan kepuasan hidup bagi manusia. Uang tak selalu bisa membeli kebahagiaan, adalah sebuah bentuk ungkapan singkatnya.
Sedangkan kehidupan yang nyaman; kehidupan yang bermakna ternyata berhubungan langsung dengan tingkat kepuasan hidup manusia.  Dengan bertambahnya kenyamanan hidup akan bertambah pula kepuasan hidup manusia.
Dalam realita kehidupan saat ini yang materialistic, hidup yang penuh kesenangan, telah menjadi tujuan sebagian besar orang.  Konsep kesenangan hedonis ini lah yg menjadi pandangan umum manusia di dunia ini, bahwa dengan pencapaian kesenangan hidup, anda akan bahagia. Mass media, Koran, internet, tv, film, dll yang menggembar gemborkan pop culture yg penuh kesenangan gemerlap kehidupan,  semisal film2 hollywood & publikasi selebritis lain nya, secara tak langsung telah membuat orang berpikir bahwa org yg bahagia adalah org yg kaya, punya rumah bagus, mobil mewah, berpenampilan menarik ( cantik, tampan) dan memiliki berbagai symbol kesenangan hidup lain nya
Hal itu semua secara tak langsung membuat alam bawah sadar manusia untuk menjadikan itu semua sebagai tujuan hidupnya. Ada istilah bagus untuk menggambarkan orang yg terjebak dalam pemuasan kesenangan hidup tersebut, yaitu “hedonic treatmill” , pencarian kepuasan bagaikan orang yg berlari di treatmill (tempat latihan lari di tempat), tapi sebenarnya ia tak pergi kemana2.

Dalam logika kapitalis materialis, pola pikir hedonis ini sangat ditekankan, karena dengan pola pikir itulah manusia akan membelajakan uangnya untuk membeli2 produk2 kesenangan yg diproduksi oleh para kapitalis ( pemilik modal). Psikologi komunikasi dalam dunia periklanan yg begitu maju, merayu setiap org dengan berbagai cara untuk membeli barang dan jasa yang mendapat label psikologis, bahwa dengan memiliki barang & jasa tersebut, orang akan bahagia. Sehingga manusia terjebak untuk menjadi konsumen yg tak pernah puas selalu belanja, jadi konsumen yg boros, Hal yg sangat bagus dalam pandangan produsen, tapi merugikan bagi konsumen.

Manusia membutuhkan kesenangan, sesuai dengan keperluan nya, manusia perlu makan, perlu gembira, perlu berketurunan dll. Namun kesenangan itu hanya efek samping bukan tujuan utama, karena kesenangan maksimal sekalipun tak bisa memberikan kepuasan hidup.  Hidup yang nyaman dan hidup yang bermakna, akan bisa memberikan kepuasan hidup yang lebih langgeng, karena walau bagaimana pun hidup di dunia ini, manusia tak bisa meraih kepuasan hidup yang berlangsung selamanya, karena hanya di surga kelak, kepuasan hidup yang hakiki dan selamanya akan bisa dirasakan. Namun tak semua manusia bisa percaya dengan pendapat tersebut.

Jadi kesimpulanya, manusia mencari kebahagiaan di hidup ini, mereka akan memulai mencari kebahagiaan dengan memcari kepuasan diri dengan pemenuhan kebutuhan jasmani mereka, kemudian mereka ingin menemukan jati diri atau bahasa jawanya PASSION mereka dengan mengerjakan hal yang paling di sukai, dan pada akhirnya mereka sadar bahwa mengerjakan hal yang lebih besar dari diri mereka dan menyumbangkan sesuatu untuk kepentingan bersamalah yang membuat mereka menemukan arti kebahagiaan seutuhnya.

Tengoklah Bill Gates, Warren buffet, Mother teresa juga para sahabat nabi seperti Abu bakar dan banyak nama orang sukses lainya yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan yang lebih besar dari diri mereka. Bagai mana dengan anda, level kebahagiaan manakah yang saat ini anda kejar? ingatlah, tanpa menemukan meaningful life perjalanan anda belum berakhir. 

Simpanlah di hati anda sebuah kalimat mutiara dari robert oppenheimer yang mengatakan ”Orang bodoh mencari kebahagiaan di mana – mana. Sedangkan orang bijak menumbuhkanya dari telapak kakinya."