Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Tuesday, August 4, 2026

LKS KATOLIK IX Ganjil

 

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

Kelas / Semester: IX (Sembilan) / Ganjil

Satuan Pendidikan: SMP Negeri 2 Pandak

Materi Pokok: Elemen Gereja – Hakikat dan Karya Pelayanan Gereja

Nama Siswa: ……………………………………………

Kelas / No. Absen: …………………… / ………………

A. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami hakikat Gereja sebagai Umat Allah dan Persekutuan yang Terbuka, serta memahami tugas dan karya pelayanan Gereja (Mewartakan, Menguduskan, Melayani, Menggembalakan, dan Persekutuan) sehingga mampu terlibat aktif dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

B. Ringkasan Materi

1. Gereja sebagai Umat Allah dan Persekutuan Terbuka

Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus. Ciri utama Gereja yang sejati adalah terbuka, mau merangkul semua orang tanpa membedakan latar belakang, serta siap diutus ke tengah dunia.

2. Lima Tugas/Karya Pelayanan Gereja (Panca Tugas Gereja)

  • Kerygma (Mewartakan): Menyebarkan Berita Keselamatan melalui pengajaran, rekoleksi, dan perilaku hidup sehari-hari.

  • Liturgia (Menguduskan): Mendoakan dan merayakan iman melalui Perayaan Ekaristi, Sakramen, dan doa bersama.

  • Diakonia (Melayani): Memberikan bantuan nyata bagi sesama yang miskin, menderita, tersisih, dan membutuhkan belarasa.

  • Koinonia (Persekutuan): Membangun rasa persaudaraan dan kebersamaan antarumat (misalnya kegiatan Lingkungan, OMK, atau Bina Remaja).

  • Martyria (Kesaksian): Menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat melalui sikap jujur, adil, dan berani membela kebenaran.

C. Pendalaman Kitab Suci

Bacalah perikop berikut dengan saksama:

Kisah Para Rasul 2:42-47

"Maka bertekunlah mereka dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa... Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama..."

D. Lembar Aktivitas Siswa

Tugas 1: Analisis Teks Kitab Suci

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan bacaan Kisah Para Rasul 2:42-47 di atas!

  1. Sebutkan 3 ciri cara hidup umat beriman pertama yang tercantum dalam bacaan tersebut!

    Jawaban:

  2. Menurut pendapatmu, bagaimana cara hidup umat beriman pertama tersebut dapat kita terapkan di lingkungan SMPN 2 Pandak saat ini?

    Jawaban:

Tugas 2: Pemahaman Konsep (Panca Tugas Gereja)

Jodohkan istilah Panca Tugas Gereja di Kolom A dengan contoh tindakan nyata yang tepat di Kolom B!

NoKolom A (Panca Tugas)PasanganKolom B (Contoh Action / Tindakan)
1Liturgia (Menguduskan)[ ... ]A. Menjadi petugas lektor/pembaca Kitab Suci saat Misa Kudus.
2Diakonia (Melayani)[ ... ]B. Mengumpulkan bantuan bahan pokok (sembako) untuk korban bencana.
3Kerygma (Mewartakan)[ ... ]C. Mengikuti Doa Rosario bersama di lingkungan tempat tinggal.
4Koinonia (Persekutuan)[ ... ]D. Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti dan keakraban remaja Gereja.
5Martyria (Kesaksian)[ ... ]E. Berani menolak ajakan bolos sekolah dan tindakan perundungan (bullying).

Tugas 3: Studi Kasus & Refleksi Diri

Narasi Soal:

Dito adalah seorang siswa Katolik kelas IX. Di sekolahnya, ia berteman baik dengan siapa saja tanpa membedakan agama. Suatu hari, Dito melihat seorang temannya dianiaya secara verbal (diejek) oleh kelompok siswa lain. Di sisi lain, Gereja setempat juga sedang mengadakan kegiatan bakti sosial untuk warga desa sekitar.

Pertanyaan:

  1. Tindakan apa yang seharusnya dilakukan Dito di sekolah sebagai wujud menjalankan tugas Martyria (Kesaksian Iman) dan Diakonia (Melayani)?

    Jawaban:

  2. Tuliskan 1 Rencana Aksi Nyata yang akan kamu lakukan minggu ini di sekolah atau lingkungan rumah sebagai wujud perannya sebagai remaja Katolik yang aktif!

    Rencana Aksiku:

E. Penilaian Kebiasaan Hidup Kristiani (Self-Assessment)

Beri tanda centang ($\checkmark$) pada kolom yang sesuai dengan kebiasaanmu sehari-hari!

NoPernyataanSelaluSeringKadangTidak Pernah
1Saya berdoa sebelum dan sesudah belajar di sekolah.
2Saya aktif mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja/Kapela.
3Saya bersedia membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.
4Saya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Paraf Guru Pendidikan Agama Katolik: _______________

Nilai: _______________

Pendampingan Siswa Katolik di SMA N 1 IMOGIRI

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Imogiri dilaksanakan sesuai dengan kurikulum nasional (Kurikulum Merdeka) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas, yang disesuaikan dengan dinamika sekolah negeri.

Meskipun SMA N 1 Imogiri merupakan sekolah negeri dengan mayoritas siswa beragama Islam, sekolah memberikan wadah dan pembinaan rohani bagi siswa beragama Katolik melalui kegiatan Pembelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Gambaran Umum Pembelajaran

1. Format dan Pelaksanaan Kelas

  • Sistem Kelas Religi: Pembelajaran dilakukan terpisah berdasarkan agama masing-masing siswa pada jam pelajaran Agama Katolik yang telah dijadwalkan dalam struktur kurikulum.

  • Pendampingan/Pengajar: Diampu oleh guru/pembina Pendidikan Agama Katolik yang ditunjuk atau bekerjasama dengan Paroki/Stasi setempat (seperti Paroki Gereja Katolik HKTY Ganjuran atau Stasi Imogiri) untuk memastikan pendampingan iman yang tepat.

Fokus Materi Pembelajaran (Kurikulum SMA)

Materi diajarkan berbasis Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka yang mencakup empat elemen utama:

A. Elemen Pribadi Peserta Didik (Kelas X)

  • Aku Pribadi yang Unik: Mengembangkan pemahaman diri, bakat, serta keterbatasan sebagai citra Allah (Imago Dei).

  • Suara Hati dan Pilihan Hidup: Melatih remaja untuk mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab di tengah pengaruh lingkungan/media sosial.

B. Elemen Yesus Kristus (Kelas X & XI)

  • Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus: Memahami inti iman Katolik dan makna pengorbanan Kristus.

  • Kerajaan Allah dan Pewartaan: Mengaktualisasikan nilai-nilai Injil (kasih, keadilan, perdamaian, dan kebenaran) dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan masyarakat.

C. Elemen Gereja (Kelas XI)

  • Gereja sebagai Umat Allah: Peran aktif remaja dalam kehidupan bergereja (termasuk keterlibatan dalam OMK/Bina Remaja).

  • Sakramen-Sakramen: Memperdalam pemahaman hidup sakramental (khususnya Ekaristi dan Tobat) sebagai sumber kekuatan rohani.

D. Elemen Masyarakat / Kemasyarakatan (Kelas XII)

  • Hak Asasi Manusia, Keadilan, dan Keutuhan Ciptaan: Mengkritisi isu-isu sosial, toleransi antarumat beragama, dan kepedulian lingkungan.

  • Panggilan Hidup: Mempersiapkan masa depan (panggilan hidup berkeluarga, membiara, atau profesi/karier).

Ciri Khas di Sekolah Negeri (Smanimo)

  1. Penguatan Moderasi Beragama & Toleransi: Siswa diajak untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan teman-teman beragama lain melalui sikap saling menghormati dan kolaborasi dalam kegiatan sekolah.

  2. Pengembangan Karakter (Budi Pekerti): Pembentukan kepribadian yang berintegritas, santun, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial tinggi (Pancasila & Nilai Injili).

  3. Keterlibatan dalam Kegiatan Hari Raya: Pembinaan iman menjelang Paskah atau Natal melalui ibadat bersama atau pendampingan rohani mandiri/kelompok.




Siswa Katolik di SMA Negeri 1 Imogiri (Smanimo) memegang peran penting tidak hanya bagi perkembangan imannya sendiri, melainkan juga bagi dinamika sosial dan iklim inklusif di lingkungan sekolah. Sebagai bagian dari minoritas di sekolah negeri, keberadaan siswa Katolik menjadi wadah nyata untuk mengamalkan ajaran Injil secara aktif dan berbelas kasih.

Berikut adalah beberapa peran strategis siswa Katolik di SMAN 1 Imogiri:

1. Agen Garam dan Terang Dunia (Lumen Gentium)

Di tengah lingkungan yang heterogen, siswa Katolik dipanggil untuk memancarkan nilai-nilai Injili melalui tindakan nyata:

  • Integritas dan Kedisiplinan: Menunjukkan kejujuran dalam akademik (tidak menyontek), menghormati guru, serta taat pada tata tertib sekolah sebagai bentuk kesaksian iman.

  • Kepedulian Sosial (Belarasa): Menjadi pribadi yang peka terhadap teman yang membutuhkan, baik dalam hal pendampingan belajar, dukungan moral, maupun kegiatan sosial/kemanusiaan di sekolah.

2. Duta Moderasi Beragama dan Toleransi

Sebagai siswa yang hidup dan belajar di lingkungan mayoritas Muslim, siswa Katolik memiliki peran kunci dalam membangun jembatan persaudaraan:

  • Aktif Merawat Toleransi: Menunjukkan sikap saling menghormati saat teman-teman beragama lain menjalankan ibadah (seperti Ramadan atau Sholat Jumat).

  • Kolaborasi Inklusif: Terlibat aktif dalam kegiatan OSIS, ekstrakurikuler, dan proyek sekolah (seperti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila / P5) tanpa membeda-bedakan latar belakang agama.

  • Menghapus Stigma: Menjadi pribadi yang terbuka dan ramah sehingga dapat mematahkan stereotip atau prasangka antarumat beragama melalui pergaulan yang sehat.

3. Penggerak Komunitas Iman Remaja Katolik

Untuk menjaga agar api iman tetap bernyala di sekolah negeri, siswa Katolik berperan dalam:

  • Gereja Kecil di Sekolah: Saling mendukung sesama siswa Katolik melalui doa bersama, diskusi iman, atau persiapan Ibadat Paskah/Natal sekolah.

  • Penghubung Sekolah dan Paroki/Stasi: Menjadi jembatan antara kegiatan kerohanian di sekolah dengan aktivitas Gereja lokal (seperti Orang Muda Katolik / OMK dan Bina Remaja Katolik di Stasi Imogiri atau Paroki Ganjuran).

4. Pelopor Pelestarian Lingkungan dan Keadilan

Sesuai dengan ajaran Gereja Katolik (Laudato Si'), siswa Katolik diajak untuk peduli pada bumi sebagai rumah bersama:

  • Menjaga Kebersihan dan Kelestarian: Berperan aktif dalam program lingkungan sekolah (seperti gerakan zero waste, pemilahan sampah, atau penghijauan area Smanimo).

  • Menolak Bullying dan Diskriminasi: Berani bersuara dan berdiri bagi teman-teman yang tersisih atau menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.

Monday, July 20, 2026

LKS Agama Katolik X - SMA N 1 IMOGIRI

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Kelas X SMA Negeri 1 Imogiri

Penyusun: Rogatianus Slamet Widiantono


Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas rahmat-Nya sehingga Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini dapat disusun. LKS ini bertujuan membantu peserta didik Kelas X SMA Negeri 1 Imogiri memahami iman Katolik melalui kegiatan yang aktif, reflektif, dan kontekstual.

Pembelajaran dalam LKS ini mengajak peserta didik mengenal Allah, menghayati ajaran Yesus Kristus, mengembangkan karakter Kristiani, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.

Semoga LKS ini menjadi sarana pembentukan pribadi yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap sesama.


DAFTAR ISI

1. Identitasku sebagai Citra Allah

2. Keunikan Manusia

3. Kebebasan dan Tanggung Jawab

4. Hati Nurani

5. Dosa dan Pertobatan

6. Allah Menyelamatkan Manusia

7. Yesus Kristus Wujud Kasih Allah

8. Kerajaan Allah

9. Gereja sebagai Umat Allah

10. Sakramen dalam Kehidupan Gereja

11. Hidup Menggereja

12. Membangun Persaudaraan dan Toleransi


FORMAT LKS SETIAP BAB

A. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Memahami materi.

- Menghubungkan dengan kehidupan nyata.

- Menunjukkan sikap Kristiani.

B. Bacaan Kitab Suci

Disesuaikan dengan materi.

C. Materi Singkat

Ringkasan materi satu hingga dua halaman.

D. Aktivitas

- Diskusi kelompok

- Studi kasus

- Bermain peran

- Pengamatan lingkungan

- Presentasi

E. Refleksi

Contoh:

1. Apa yang saya pelajari hari ini?

2. Apa yang ingin saya ubah dalam hidup saya?

3. Bagaimana saya mewujudkan kasih Kristus minggu ini?

F. Latihan

Pilihan Ganda (5 soal)

Uraian (5 soal)

Proyek

Misalnya membuat poster, video pendek, atau laporan aksi nyata.



BAB 1
Identitasku sebagai Citra Allah

Bacaan Kitab Suci

Kejadian 1:26–27

Tujuan

Peserta didik memahami bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sehingga memiliki martabat yang luhur.

Materi Singkat

Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Karena itu setiap manusia memiliki martabat yang sama tanpa membedakan suku, agama, budaya, kemampuan, maupun keadaan ekonomi. Sebagai citra Allah, manusia dipanggil untuk mengasihi, menjaga ciptaan, dan menghormati sesama.

Aktivitas

Amati lingkungan sekolah.

Tuliskan:

- Tiga bentuk penghargaan terhadap martabat manusia.

- Tiga bentuk pelanggaran terhadap martabat manusia.

- Solusi yang dapat dilakukan sebagai pelajar.

Refleksi

"Apa yang akan saya lakukan agar teman-teman saya merasa dihargai?"

Evaluasi

Pilihan Ganda

1. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah terdapat dalam ....

2. Sebagai citra Allah manusia harus ....

3. Martabat manusia berarti ....

4. Sikap yang sesuai sebagai citra Allah adalah ....

5. Menghargai teman yang berbeda agama merupakan contoh ....

Uraian

1. Jelaskan arti manusia sebagai citra Allah.

2. Mengapa setiap manusia harus dihormati?

3. Bagaimana penerapannya di sekolah?

4. Sebutkan contoh tindakan kasih.

5. Tuliskan komitmenmu minggu ini.

Penilaian

- Sikap : 20%

- Pengetahuan : 40%

- Keterampilan : 40%

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih atas penyertaan-Mu dalam pembelajaran hari ini. Bantulah kami untuk semakin mengenal-Mu, mencintai-Mu, dan menghayati iman kami dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kami menjadi pribadi yang jujur, peduli, bertanggung jawab, serta mampu menjadi saksi kasih-Mu di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Amin.


BAB 2
Keunikan Manusia sebagai Anugerah Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa setiap manusia memiliki keunikan sebagai anugerah Allah yang harus disyukuri dan dikembangkan untuk kebaikan bersama.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan makna keunikan manusia.

2. Menghargai perbedaan sebagai kekayaan bersama.

3. Menunjukkan sikap saling menghormati.

4. Mengembangkan potensi diri secara bertanggung jawab.

Bacaan Kitab Suci

- Mazmur 139:13–16

- 1 Korintus 12:12–27

Materi Singkat

Allah menciptakan setiap manusia secara unik. Tidak ada seorang pun yang sama persis dengan orang lain. Perbedaan kemampuan, bakat, karakter, dan latar belakang merupakan anugerah yang saling melengkapi. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghargai keunikan diri sendiri dan orang lain serta menggunakan talenta yang dimiliki demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan sesama.

Aktivitas 1

Tuliskan:

- Lima kelebihan yang kamu miliki.

- Tiga hal yang masih perlu kamu kembangkan.

- Cara mengembangkan potensi tersebut.

Aktivitas 2 (Diskusi Kelompok)

Diskusikan pertanyaan berikut:

1. Mengapa perbedaan sering menimbulkan konflik?

2. Bagaimana Yesus mengajarkan kita menghargai perbedaan?

3. Apa yang dapat dilakukan agar kelas menjadi tempat yang nyaman bagi semua?

Refleksi

"Aku bersyukur karena Allah menciptakan aku secara istimewa. Aku juga mau menghargai setiap orang sebagai saudara."

Evaluasi

Pilihan Ganda

1. Keunikan manusia merupakan ....

2. Setiap orang memiliki ....

3. Perbedaan hendaknya ....

4. Talenta diberikan Allah untuk ....

5. Sikap yang benar terhadap teman yang berbeda adalah ....

Uraian

1. Jelaskan arti keunikan manusia.

2. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?

3. Bagaimana mengembangkan talenta?

4. Apa manfaat kerja sama dalam keberagaman?

5. Tuliskan komitmenmu minggu ini.

Proyek

Buat poster bertema "Aku Bersyukur atas Keunikanku" dan presentasikan di depan kelas.



BAB 3
Kebebasan dan Tanggung Jawab

Bacaan Kitab Suci

Galatia 5:13–14

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Menjelaskan arti kebebasan menurut iman Katolik.

- Menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab.

- Menghindari penyalahgunaan kebebasan.

Materi Singkat

Allah memberikan kebebasan kepada manusia agar mampu memilih yang baik. Kebebasan bukan berarti melakukan apa saja, tetapi menggunakan akal budi dan hati nurani untuk memilih tindakan yang membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebebasan selalu disertai tanggung jawab.

Aktivitas

Bacalah kasus berikut:

«Seorang siswa menyontek saat ujian karena takut nilainya jelek.»

Diskusikan:

1. Apakah tindakan itu merupakan penggunaan kebebasan yang benar?

2. Apa akibatnya?

3. Bagaimana seharusnya ia bertindak?

Refleksi

Bagaimana saya menggunakan kebebasan di sekolah, rumah, dan media sosial?

Evaluasi

- 5 soal pilihan ganda

- 5 soal uraian

- Studi kasus tentang penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.

Proyek

Buat video singkat berdurasi 2–3 menit bertema "Kebebasan yang Bertanggung Jawab".


BAB 4
Hati Nurani sebagai Suara Allah

Bacaan Kitab Suci

Roma 2:14–16

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Menjelaskan pengertian hati nurani.

- Membedakan yang baik dan yang buruk.

- Mengambil keputusan berdasarkan hati nurani yang benar.

Materi Singkat

Hati nurani adalah kemampuan batin yang membantu manusia membedakan yang baik dan yang jahat. Hati nurani perlu dibentuk melalui doa, pembelajaran Kitab Suci, ajaran Gereja, dan pengalaman hidup agar mampu menjadi pedoman dalam mengambil keputusan yang benar.

Aktivitas

Tuliskan tiga pengalaman ketika hati nurani membimbingmu untuk melakukan hal yang benar. Jelaskan hasilnya.

Refleksi

Apakah saya selalu mendengarkan suara hati yang mengajak kepada kebaikan?

Proyek

Susun jurnal refleksi selama satu minggu tentang keputusan-keputusan baik yang telah kamu ambil berdasarkan hati nurani.

Penilaian Bab 2–4

- Sikap: 20%

- Pengetahuan: 40%

- Keterampilan: 40%



BAB 5
Dosa dan Pertobatan

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami hakikat dosa, dampaknya terhadap relasi dengan Allah, sesama, dan diri sendiri, serta pentingnya pertobatan sebagai jalan kembali kepada Allah.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan pengertian dosa.

2. Membedakan dosa pribadi dan dosa sosial.

3. Menjelaskan makna pertobatan.

4. Menunjukkan sikap hidup yang mau berubah menjadi lebih baik.

Bacaan Kitab Suci

- Lukas 15:11–32 (Anak yang Hilang)

- Markus 1:15

Materi Singkat

Dosa adalah tindakan, perkataan, keinginan, atau kelalaian yang bertentangan dengan kehendak Allah. Dosa merusak hubungan manusia dengan Allah, sesama, alam ciptaan, dan dirinya sendiri. Allah tetap mengasihi manusia dan selalu membuka kesempatan untuk bertobat. Pertobatan bukan sekadar menyesali kesalahan, tetapi juga berani memperbaiki hidup melalui tindakan nyata.

Aktivitas

Bacalah perumpamaan Anak yang Hilang, kemudian diskusikan:

- Apa kesalahan anak bungsu?

- Mengapa ayah tetap menerimanya?

- Apa makna kisah ini bagi kehidupan remaja saat ini?

Refleksi

Kesalahan apa yang ingin saya perbaiki minggu ini? Langkah nyata apa yang akan saya lakukan?

Evaluasi

Pilihan Ganda (5 soal)

1. Pengertian dosa.

2. Contoh dosa terhadap sesama.

3. Arti pertobatan.

4. Sikap Allah terhadap orang berdosa.

5. Makna Sakramen Tobat.

Uraian (5 soal)

1. Jelaskan pengertian dosa.

2. Mengapa manusia perlu bertobat?

3. Sebutkan akibat dosa.

4. Bagaimana cara membangun hidup baru?

5. Tuliskan pengalaman mengampuni atau diampuni.

Proyek

Membuat poster bertema "Allah Selalu Mengampuni".


---


BAB 6
Allah Menyelamatkan Manusia

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama hingga dipenuhi dalam Yesus Kristus.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan rencana keselamatan Allah.

2. Mengidentifikasi tokoh-tokoh keselamatan dalam Kitab Suci.

3. Meneladani iman para tokoh tersebut.

Bacaan Kitab Suci

- Keluaran 14:21–31

- Yohanes 3:16

Materi Singkat

Sejak awal penciptaan, Allah mengasihi manusia. Walaupun manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak meninggalkan ciptaan-Nya. Melalui para nabi dan terutama melalui Yesus Kristus, Allah menghadirkan keselamatan bagi semua orang.

Aktivitas Kelompok

Buat peta konsep tentang perjalanan keselamatan Allah:

- Abraham

- Musa

- Para Nabi

- Yohanes Pembaptis

- Yesus Kristus

Refleksi

Bagaimana saya merasakan penyertaan Allah dalam hidup saya?

Proyek

Membuat garis waktu sejarah keselamatan dalam Kitab Suci.




BAB 7
Yesus Kristus Wujud Kehadiran Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah yang hadir untuk mewahyukan kasih dan keselamatan Allah kepada manusia.

Bacaan Kitab Suci

- Yohanes 14:6–11

- Matius 9:35–38

Materi Singkat

Dalam diri Yesus Kristus, Allah hadir di tengah manusia. Melalui perkataan, mukjizat, pelayanan, wafat, dan kebangkitan-Nya, Yesus memperlihatkan kasih Allah yang tanpa batas. Mengikuti Yesus berarti meneladani kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan pelayanan kepada sesama.

Aktivitas

Tuliskan lima tindakan Yesus yang menunjukkan kasih kepada manusia. Bagaimana tindakan tersebut dapat kamu teladani di sekolah?

Refleksi

Apa teladan Yesus yang paling ingin saya hidupi?

Evaluasi

- 5 soal pilihan ganda.

- 5 soal uraian.

- Analisis kisah Yesus menyembuhkan orang sakit.

Proyek

Membuat infografis berjudul "Mengenal Yesus Kristus".


Penilaian Bab 5–7

Sikap

- Kejujuran

- Tanggung jawab

- Kepedulian

- Disiplin

Pengetahuan

- Tes tertulis

- Tes lisan

- Kuis

Keterampilan

- Presentasi

- Poster

- Infografis

- Refleksi tertulis

- Proyek kelompok


BAB 8
Kerajaan Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami makna Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus serta mampu mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan makna Kerajaan Allah.

2. Menyebutkan ciri-ciri Kerajaan Allah menurut ajaran Yesus.

3. Menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Bacaan Kitab Suci

- Markus 1:14–15

- Matius 13:31–33

- Lukas 17:20–21

Materi Singkat

Kerajaan Allah bukanlah sebuah wilayah atau kerajaan duniawi, melainkan kehadiran Allah yang membawa kasih, keadilan, damai sejahtera, pengampunan, dan keselamatan. Yesus mengajak setiap orang menjadi pelaku Kerajaan Allah melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivitas

Amati lingkungan sekolah.

Tuliskan:

- Tiga contoh sikap yang mencerminkan Kerajaan Allah.

- Tiga sikap yang bertentangan dengan Kerajaan Allah.

- Usulan tindakan untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Refleksi

Apa yang akan saya lakukan minggu ini agar orang lain merasakan kasih Allah melalui hidup saya?

Proyek

Menyusun aksi sosial kelas, misalnya mengumpulkan buku layak pakai, membantu teman yang membutuhkan, atau kegiatan peduli lingkungan.

 


BAB 9
Gereja sebagai Umat Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami hakikat Gereja sebagai Umat Allah yang dipanggil untuk hidup dalam persekutuan, pelayanan, dan pewartaan.

Bacaan Kitab Suci

- Kisah Para Rasul 2:42–47

- 1 Korintus 12:12–27

Materi Singkat

Gereja bukan hanya bangunan, melainkan persekutuan umat beriman yang dipanggil untuk hidup dalam kasih Kristus. Setiap orang memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi demi membangun Gereja.

Aktivitas Kelompok

Diskusikan:

1. Apa arti menjadi anggota Gereja?

2. Bagaimana kaum muda dapat berperan aktif di Gereja?

3. Apa tantangan Gereja pada zaman digital?

Refleksi

Pelayanan apa yang ingin saya lakukan di lingkungan, stasi, atau paroki?

Proyek

Mewawancarai pengurus lingkungan, katekis, atau pengurus OMK mengenai pelayanan di Gereja, kemudian membuat laporan.


BAB 10
Sakramen dalam Kehidupan Gereja

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami makna tujuh sakramen sebagai tanda kehadiran dan rahmat Allah dalam kehidupan umat beriman.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 28:19–20

- Yohanes 20:22–23

Materi Singkat

Sakramen adalah tanda yang kelihatan dari rahmat Allah yang tidak kelihatan. Gereja memiliki tujuh sakramen:

1. Baptis

2. Krisma

3. Ekaristi

4. Tobat

5. Pengurapan Orang Sakit

6. Perkawinan

7. Imamat

Melalui sakramen, umat beriman dikuatkan untuk hidup sebagai murid Kristus.

Aktivitas

Buat tabel yang berisi:

- Nama sakramen

- Lambang

- Makna

- Buah sakramen

Refleksi

Sakramen apa yang sudah saya terima? Bagaimana sakramen tersebut membantu saya bertumbuh dalam iman?

Proyek

Membuat infografis tentang tujuh sakramen Gereja Katolik.



BAB 11
Hidup Menggereja

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 5:13–16

- Ibrani 10:24–25

Materi Singkat

Sebagai orang muda Katolik, peserta didik dipanggil untuk berpartisipasi dalam kehidupan Gereja melalui doa, liturgi, pelayanan, pendalaman Kitab Suci, kegiatan Orang Muda Katolik (OMK), dan aksi sosial.

Aktivitas

Buat jadwal keterlibatanmu selama satu bulan dalam kegiatan Gereja.

Proyek

Melaksanakan satu kegiatan pelayanan bersama teman sekelas, kemudian membuat laporan dan refleksi.



BAB 12
Membangun Persaudaraan dan Moderasi Beragama

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu membangun persaudaraan, menghargai keberagaman, dan menjadi pembawa damai dalam masyarakat majemuk.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 22:37–39

- Yohanes 13:34–35

Materi Singkat

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghormati setiap orang tanpa membedakan agama, suku, budaya, ataupun status sosial. Moderasi beragama berarti menghayati iman dengan teguh sekaligus menghormati keyakinan orang lain serta bekerja sama demi kebaikan bersama.

Aktivitas

Diskusikan studi kasus:

Di sekolah akan diadakan bakti sosial yang melibatkan siswa dari berbagai agama. Bagaimana sikapmu agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan mencerminkan semangat persaudaraan?

Refleksi

Apa yang dapat saya lakukan untuk menjadi pembawa damai di sekolah, keluarga, dan masyarakat?


Proyek Akhir Semester

Secara berkelompok, rancang dan laksanakan proyek bertema "Iman yang Berbuah dalam Kasih", misalnya:

- Bakti sosial.

- Gerakan peduli lingkungan.

- Penggalangan buku atau pakaian layak pakai.

- Kunjungan kasih ke panti sosial atau panti jompo.

- Kampanye hidup rukun dan toleransi di sekolah.


Penilaian Akhir

Sikap (20%)

- Disiplin

- Kejujuran

- Kepedulian

- Tanggung jawab

- Kerja sama

Pengetahuan (40%)

- Tes tertulis

- Kuis

- Ulangan harian

- Penilaian akhir semester

Keterampilan (40%)

- Presentasi

- Diskusi

- Proyek

- Poster/Infografis

- Laporan refleksi

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas penyertaan-Mu selama kami belajar. Semoga kami semakin mengenal-Mu, mencintai-Mu, dan menghayati ajaran-Mu dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah kami pribadi yang beriman, berpengharapan, penuh kasih, serta mampu menjadi saksi-Mu di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Amin.

Agama Kelas IV

 Manusia itu Unik




Allah membimbing umat Israel



Yesus Kristus wujud kehadiran Allah 







Doa sebagai tanggapan atas kehadiran Allah 






Menghayati perintah Allah dalam kehidupan bersama







Wednesday, June 10, 2026

TP PAK KLS V

Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas V SD

Pada akhir fase pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami bahwa Allah senantiasa menyertai manusia dalam perjalanan hidup dan karya keselamatan-Nya sebagaimana diwartakan dalam Kitab Suci.

  2. Mengenal dan meneladani pribadi Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang mengajarkan kasih, pengampunan, keadilan, dan pelayanan.

  3. Memahami makna Gereja sebagai Umat Allah yang dipanggil untuk hidup dalam persekutuan, pelayanan, dan pewartaan.

  4. Menjelaskan makna sakramen-sakramen Gereja, terutama Sakramen Baptis, Ekaristi, dan Tobat, sebagai sarana perjumpaan dengan Allah.

  5. Membiasakan hidup doa dan membaca Kitab Suci sebagai sarana membangun relasi yang semakin dekat dengan Allah.

  6. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat sebagai wujud iman kepada Kristus.

  7. Menghargai martabat setiap manusia sebagai citra Allah, serta mengembangkan sikap toleransi, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.

  8. Meneladani para santo-santa dan tokoh-tokoh iman yang memberikan kesaksian hidup Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

  9. Memahami ajaran Gereja tentang pemeliharaan ciptaan dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan hidup.

  10. Mengembangkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kasih, dan semangat melayani.

Capaian Pembelajaran Singkat Kelas V SD

Peserta didik mampu memahami karya keselamatan Allah dalam sejarah manusia, menghayati kehadiran Yesus Kristus dalam Gereja dan sakramen-sakramen, serta mewujudkan nilai-nilai Kristiani melalui sikap kasih, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.


TP PAK KLS 2

 

Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 2 SD

Pada akhir pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal Allah sebagai Bapa yang Mahabaik dan Pencipta serta menunjukkan rasa syukur atas diri, keluarga, teman, dan alam ciptaan-Nya.

  2. Meneladani Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap kasih, jujur, taat, peduli, dan suka menolong sesama.

  3. Memahami peran keluarga sebagai tempat pertama bertumbuh dalam iman, serta menunjukkan sikap hormat dan kasih kepada orang tua dan anggota keluarga.

  4. Mengenal Gereja sebagai keluarga Allah dan berpartisipasi dalam kehidupan menggereja sesuai usia anak.

  5. Mengenal doa-doa pokok Gereja Katolik dan membiasakan diri berdoa secara pribadi maupun bersama.

  6. Memahami makna hidup bersama dalam keberagaman serta menghargai teman yang berbeda suku, budaya, maupun agama.

  7. Menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani, seperti berbagi, memaafkan, bersyukur, bertanggung jawab, dan menjaga lingkungan.

  8. Mengenal tahun liturgi dan perayaan-perayaan penting Gereja Katolik, seperti Natal, Paskah, Bulan Maria, dan Bulan Kitab Suci Nasional.

  9. Membaca dan mendengarkan kisah-kisah Kitab Suci sederhana, kemudian menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

  10. Membiasakan hidup sebagai murid Yesus melalui tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.

Capaian Pembelajaran Singkat

Peserta didik mampu mengenali dirinya sebagai anak Allah yang berharga, menghayati kasih Allah dalam keluarga dan lingkungan, meneladani Yesus dalam perkataan dan tindakan, serta membangun kebiasaan hidup beriman, berdoa, dan berbuat baik kepada sesama sesuai perkembangan usianya.