Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Sunday, August 30, 2026

MODUL AJAR KELAS IX

 Tentu. Berikut modul ajar lengkap Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX SMP, dimulai dari Bab 1: Sakramen Perkawinan. Saya buat dalam format yang dapat langsung disalin ke Word dan disesuaikan dengan kondisi SMP Negeri 2 Pandak.


Catatan: karena alokasi JP dan kalender akademik sekolah dapat berbeda, bagian alokasi waktu saya buat fleksibel agar guru dapat menyesuaikannya.


MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

Bab 1 — Sakramen Perkawinan

A. Identitas Modul

Komponen Keterangan

Satuan Pendidikan SMP Negeri 2 Pandak

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Fase D

Kelas IX

Semester 1

Materi Sakramen Perkawinan

Tahun Pelajaran 2026/2027

Alokasi Waktu Disesuaikan dengan struktur kurikulum sekolah

Model Pembelajaran Problem Based Learning, diskusi, refleksi

Pendekatan Pembelajaran mendalam dan kontekstual

B. Capaian Pembelajaran


Pada akhir Fase D, peserta didik diharapkan semakin mampu memahami dirinya sebagai pribadi yang bermartabat, mengenal dan meneladani Yesus Kristus, memahami kehidupan Gereja, serta mewujudkan iman Katolik dalam kehidupan pribadi, keluarga, Gereja, masyarakat, dan lingkungan.


Pada materi ini peserta didik diarahkan untuk memahami perkawinan sebagai panggilan hidup dan Sakramen dalam Gereja Katolik, serta menyadari pentingnya kasih, kesetiaan, tanggung jawab, dan pengorbanan dalam membangun keluarga.


C. Tujuan Pembelajaran


Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:


Menjelaskan pengertian perkawinan menurut pandangan Katolik.

Menjelaskan perkawinan sebagai panggilan hidup.

Menjelaskan makna Sakramen Perkawinan.

Mengidentifikasi sifat-sifat perkawinan Katolik.

Menjelaskan tanggung jawab suami dan istri dalam keluarga.

Menjelaskan peran keluarga sebagai tempat bertumbuh dalam kasih.

Menunjukkan sikap menghargai kehidupan keluarga.

Merefleksikan persiapan diri untuk membangun keluarga yang bahagia dan bertanggung jawab di masa depan.

D. Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan telah memahami:


arti keluarga;

peran orang tua dalam keluarga;

pengalaman hidup bersama keluarga;

pentingnya kasih dan tanggung jawab;

ajaran Yesus tentang kasih.


Pertanyaan diagnostik:


Apa arti keluarga bagi kamu?

Apa yang membuat sebuah keluarga menjadi bahagia?

Mengapa dalam keluarga diperlukan kesetiaan?

Menurut kamu, apakah menikah hanya berarti hidup bersama? Mengapa?

E. Profil Pelajar/Profil Lulusan yang Dikembangkan


Pembelajaran mengembangkan beberapa karakter utama:


Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Kemandirian

Kolaborasi

Komunikasi

Penalaran kritis

Kreativitas

Kewargaan


Nilai karakter yang ditekankan:


kasih;

kesetiaan;

tanggung jawab;

pengorbanan;

penghormatan terhadap martabat manusia;

kepedulian;

kejujuran.

F. Pemahaman Bermakna


Peserta didik memahami bahwa perkawinan dalam Gereja Katolik bukan sekadar hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan panggilan hidup dan tanda kasih Allah.


Perkawinan membutuhkan:


kasih + kesetiaan + tanggung jawab + pengorbanan + keterbukaan terhadap kehidupan.


Peserta didik juga memahami bahwa persiapan membangun keluarga dimulai sejak remaja dengan belajar:


menghargai diri sendiri;

menghargai orang lain;

bertanggung jawab;

mengendalikan diri;

berkomunikasi dengan baik;

menyelesaikan masalah secara damai.

G. Pertanyaan Pemantik


Guru dapat mengawali pembelajaran dengan pertanyaan:


“Menurut kalian, apa yang membuat sebuah keluarga dapat bertahan dalam keadaan sulit?”


Kemudian dilanjutkan:


Apakah cinta saja cukup untuk membangun keluarga?

Mengapa perkawinan membutuhkan kesetiaan?

Mengapa Gereja memandang perkawinan sebagai sakramen?

Bagaimana seorang remaja dapat mempersiapkan diri untuk kehidupan berkeluarga?

Apa hubungan antara keluarga dan kasih Allah?

H. Materi Pembelajaran

1. Pengertian Perkawinan


Perkawinan adalah persekutuan hidup antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dibangun atas dasar kasih, kesetiaan, tanggung jawab, dan komitmen untuk hidup bersama.


Dalam iman Katolik, perkawinan bukan sekadar kontrak atau kesepakatan sosial. Perkawinan merupakan perjanjian hidup yang melibatkan Allah.


2. Perkawinan dalam Kitab Suci

Kejadian 2:18


“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.”


Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi dan persekutuan dengan orang lain.


Kejadian 2:24


Manusia dipanggil untuk meninggalkan orang tua, bersatu dengan pasangannya, dan menjadi satu.


Matius 19:4–6


Yesus menegaskan kesatuan dan kesetiaan dalam perkawinan.


Dari teks tersebut dapat dipahami bahwa perkawinan merupakan persekutuan yang memiliki nilai luhur dan harus dijalani dengan kesetiaan.


3. Perkawinan sebagai Sakramen


Dalam Gereja Katolik, perkawinan antara orang-orang yang telah dibaptis merupakan Sakramen Perkawinan.


Melalui perkawinan, suami dan istri dipanggil untuk menjadi tanda nyata kasih Allah.


Dengan demikian, pasangan suami-istri tidak hanya saling mencintai, tetapi juga dipanggil untuk:


saling membantu;

saling menguduskan;

membangun keluarga;

mendidik anak;

menjadi saksi kasih Kristus.

4. Sifat-Sifat Perkawinan Katolik

a. Monogami


Perkawinan Katolik berlangsung antara seorang laki-laki dan seorang perempuan.


b. Kesatuan


Suami dan istri dipanggil untuk membangun kehidupan bersama sebagai satu keluarga.


c. Kesetiaan


Suami dan istri berkomitmen untuk setia dalam suka maupun duka.


d. Tidak terceraikan


Perkawinan Katolik dipahami sebagai ikatan yang pada hakikatnya tidak dimaksudkan untuk diputuskan secara sepihak.


e. Terbuka terhadap kehidupan


Perkawinan memiliki keterarahan pada kehidupan dan pendidikan anak.


5. Tanggung Jawab Suami dan Istri


Dalam keluarga, suami dan istri mempunyai tanggung jawab untuk:


saling mengasihi;

saling menghormati;

saling membantu;

berkomunikasi;

mengambil keputusan bersama;

menjaga kesetiaan;

mendidik anak;

membangun kehidupan iman keluarga.


Keluarga bukan tempat untuk mendominasi atau melakukan kekerasan. Suami dan istri dipanggil untuk saling menghormati martabat masing-masing.


6. Keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga


Keluarga Katolik dapat menjadi tempat pertama seseorang:


mengenal Allah;

belajar berdoa;

mengenal kasih;

belajar mengampuni;

belajar bertanggung jawab;

belajar menghargai sesama.


Karena itu keluarga sering disebut sebagai Gereja rumah tangga.


I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1 — Memahami Arti Keluarga dan Perkawinan

Pendahuluan


Guru:


memberi salam;

mengajak siswa berdoa;

mengecek kehadiran;

menyampaikan tujuan pembelajaran;

memberikan pertanyaan pemantik.


Siswa:


berdoa;

menjawab pertanyaan;

menyampaikan pengalaman tentang keluarga.

Kegiatan inti


Guru menampilkan gambar/video singkat tentang kehidupan keluarga.


Siswa diminta mengamati kemudian menjawab:


“Apa yang membuat keluarga dalam gambar tersebut terlihat bahagia?”


Siswa berdiskusi dalam kelompok.


Setiap kelompok menuliskan:


ciri keluarga bahagia;

masalah yang dapat terjadi dalam keluarga;

sikap yang dibutuhkan agar keluarga tetap harmonis.


Kelompok mempresentasikan hasil diskusi.


Guru memberikan penguatan tentang pengertian keluarga dan perkawinan.


Penutup


Siswa menulis satu kalimat:


“Keluarga adalah .... bagi saya.”


Guru mengajak siswa berdoa.


Pertemuan 2 — Sakramen Perkawinan

Pendahuluan


Guru mengulas materi sebelumnya.


Pertanyaan:


“Mengapa Gereja memberikan perhatian khusus terhadap perkawinan?”


Kegiatan inti


Siswa membaca Matius 19:4–6.


Kemudian menjawab:


Apa yang dikatakan Yesus mengenai perkawinan?

Apa arti “keduanya menjadi satu”?

Mengapa kesetiaan penting dalam perkawinan?


Kelompok kemudian membuat peta konsep:


SAKRAMEN PERKAWINAN


→ Kasih

→ Kesatuan

→ Kesetiaan

→ Tanggung jawab

→ Keterbukaan terhadap kehidupan

→ Pelayanan


Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya.


Penutup


Guru memberikan kesimpulan.


Siswa melakukan refleksi:


“Nilai apa dari perkawinan Katolik yang perlu saya mulai latih sejak sekarang?”


Pertemuan 3 — Mempersiapkan Masa Depan

Kegiatan inti


Guru memberikan kasus:


Kasus:

Andi dan Maria sering melihat konflik dalam keluarga mereka. Mereka menyimpulkan bahwa membangun keluarga ternyata tidak mudah. Mereka bertanya-tanya, “Bagaimana kita dapat mempersiapkan diri agar suatu hari nanti mampu membangun keluarga yang baik?”


Siswa berdiskusi.


Pertanyaan

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menikah?

Mengapa kedewasaan diperlukan dalam perkawinan?

Mengapa kemampuan berkomunikasi penting?

Mengapa pengendalian diri diperlukan?

Bagaimana iman membantu seseorang dalam kehidupan keluarga?


Kelompok membuat “10 Sikap yang Perlu Saya Latih Sejak Remaja untuk Membangun Keluarga yang Baik.”


J. LKPD

Lembar Kerja Peserta Didik


Nama: ........................................

Kelas: ........................................

Kelompok: ....................................


Aktivitas 1 — Mengenal Keluarga


Lengkapi tabel berikut.


Pertanyaan Jawaban

Apa arti keluarga bagi saya?

Hal yang paling saya syukuri dari keluarga saya

Nilai yang saya pelajari dari keluarga

Tantangan dalam kehidupan keluarga

Sikap saya untuk membantu keluarga

Aktivitas 2 — Analisis Kitab Suci


Bacalah Matius 19:4–6.


Jawablah:


Apa yang diajarkan Yesus mengenai perkawinan?

Mengapa kesatuan penting dalam perkawinan?

Apa hubungan kasih dan kesetiaan?

Apa yang dapat dipelajari remaja dari ajaran tersebut?

Aktivitas 3 — Rencana Pengembangan Diri


Tuliskan lima sikap yang akan kamu latih mulai sekarang.


Sikap Tindakan Nyata

Tanggung jawab

Kesetiaan

Pengendalian diri

Komunikasi

Kasih

K. Asesmen Diagnostik

Pertanyaan

Apa yang kamu pahami tentang perkawinan?

Apa perbedaan keluarga dan perkawinan?

Mengapa keluarga membutuhkan kasih?

Apa arti setia menurutmu?


Tujuan: mengetahui pemahaman awal peserta didik.


L. Asesmen Formatif


Guru mengamati:


Aspek Mulai Berkembang Berkembang Sangat Berkembang

Keaktifan berdiskusi

Kemampuan mengemukakan pendapat

Kerja sama

Menghargai pendapat

Pemahaman materi

Refleksi iman

M. Asesmen Sumatif

Pilihan Ganda


1. Dalam iman Katolik, perkawinan merupakan ....


A. perjanjian sementara

B. sekadar hubungan sosial

C. panggilan hidup dan sakramen

D. hubungan berdasarkan kepentingan


Jawaban: C


2. Salah satu sifat penting perkawinan Katolik adalah ....


A. persaingan

B. kesetiaan

C. kebebasan tanpa batas

D. kepentingan pribadi


Jawaban: B


3. Dasar Kitab Suci yang berbicara mengenai perkawinan terdapat dalam ....


A. Matius 19:4–6

B. Mazmur 23

C. Kisah Para Rasul 2:1–4

D. Wahyu 21:1–5


Jawaban: A


4. Keluarga disebut Gereja rumah tangga karena ....


A. keluarga merupakan gedung Gereja

B. keluarga menjadi tempat pertama kehidupan iman

C. semua keluarga memiliki imam

D. keluarga menggantikan tugas Gereja


Jawaban: B


5. Sikap yang perlu dikembangkan dalam keluarga adalah ....


A. egoisme

B. kesombongan

C. kasih dan tanggung jawab

D. persaingan


Jawaban: C


Soal Uraian

Jelaskan pengertian Sakramen Perkawinan!

Mengapa kesetiaan penting dalam perkawinan?

Sebutkan empat tanggung jawab suami dan istri!

Jelaskan arti keluarga sebagai Gereja rumah tangga!

Bagaimana seorang remaja dapat mempersiapkan diri untuk kehidupan berkeluarga?

Pedoman Jawaban


1. Sakramen Perkawinan adalah sakramen yang menyatukan laki-laki dan perempuan yang telah dibaptis dalam perjanjian hidup yang menjadi tanda kasih Allah.


2. Kesetiaan diperlukan agar suami dan istri mampu mempertahankan komitmen dan membangun kehidupan bersama dalam suka maupun duka.


3. Misalnya saling mengasihi, menghormati, membantu, mendidik anak, menjaga kesetiaan, dan membangun kehidupan iman.


4. Keluarga disebut Gereja rumah tangga karena keluarga menjadi tempat pertama seseorang mengenal Allah, berdoa, belajar kasih, mengampuni, dan hidup sebagai orang beriman.


5. Dengan belajar bertanggung jawab, mengendalikan diri, menghargai orang lain, berkomunikasi dengan baik, setia, jujur, dan mengembangkan kehidupan iman.


N. Rubrik Penilaian Projek

Projek: “Aku Mempersiapkan Masa Depanku”


Peserta didik membuat poster/peta konsep tentang persiapan membangun keluarga yang baik.


Kriteria Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4

Isi Kurang Cukup Baik Sangat baik

Kesesuaian dengan iman Katolik Kurang Cukup Baik Sangat baik

Kreativitas Kurang Cukup Baik Sangat baik

Kerja sama Kurang Cukup Baik Sangat baik

Presentasi Kurang Cukup Baik Sangat baik


Skor maksimal: 20


Nilai:


Skor diperoleh ÷ 20 × 100


O. Remedial


Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan:


pembelajaran ulang dengan bahasa lebih sederhana;

membaca kembali materi;

bimbingan kelompok kecil;

pertanyaan sederhana tentang makna perkawinan;

tugas membuat rangkuman.

Tugas remedial


Jelaskan dengan bahasamu sendiri:


Apa arti keluarga?

Apa arti perkawinan?

Mengapa perkawinan membutuhkan kesetiaan?

Apa yang dapat kamu lakukan untuk membangun keluarga yang baik?

P. Pengayaan


Peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan tugas:


“Wawancara Tokoh Keluarga”


Mewawancarai orang tua/wali atau pasangan suami-istri mengenai:


arti perkawinan;

pengalaman membangun keluarga;

tantangan dalam keluarga;

cara menyelesaikan konflik;

pentingnya doa;

nilai yang ingin diwariskan kepada anak.


Hasil wawancara dibuat menjadi laporan 1–2 halaman.


Q. Refleksi Peserta Didik


Berilah tanda ✓.


Pernyataan Ya Belum

Saya memahami arti Sakramen Perkawinan

Saya memahami pentingnya kesetiaan

Saya memahami tanggung jawab dalam keluarga

Saya mampu menghargai keluarga saya

Saya mengetahui cara mempersiapkan diri sejak remaja

Refleksi tertulis


Lengkapi:


Hal yang paling saya pahami hari ini adalah ....


Hal yang ingin saya perbaiki dalam diri saya adalah ....


Mulai hari ini saya akan ....


R. Refleksi Guru


Setelah pembelajaran, guru dapat menjawab:


Apakah peserta didik memahami makna Sakramen Perkawinan?

Apakah peserta didik aktif dalam diskusi?

Apakah kegiatan pembelajaran relevan dengan kehidupan mereka?

Peserta didik mana yang membutuhkan pendampingan?

Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?

S. Sumber Belajar

Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Dokumen dan ajaran Gereja Katolik mengenai perkawinan.

Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas IX yang digunakan sekolah.

Lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai sumber belajar kontekstual.

T. Penutup Pembelajaran


Guru dapat mengakhiri materi dengan pesan:


“Keluarga yang baik tidak dibangun hanya ketika seseorang sudah menikah. Keluarga yang baik mulai dipersiapkan sejak sekarang, melalui belajar mengasihi, menghormati, bertanggung jawab, setia, mengampuni, dan mengandalkan Tuhan.”


Kemudian dilanjutkan dengan doa penutup.


Rangkaian Modul Berikutnya


Agar menjadi modul ajar lengkap kelas IX selama satu tahun, susunannya dapat dilanjutkan menjadi:


Modul 1 — Sakramen Perkawinan

Modul 2 — Sakramen Tahbisan

Modul 3 — Cita-Cita dan Masa Depan

Modul 4 — Kebebasan sebagai Anak-Anak Allah

Modul 5 — Sabda Bahagia

Modul 6 — Martabat Manusia dan Budaya Kehidupan

Modul 7 — Keadilan dan Kejujuran

Modul 8 — Bersahabat dengan Alam

Modul 9 — Hidup Bersama dalam Keberagaman


Jika perangkat ini akan benar-benar dipakai untuk administrasi guru, saya sarankan tahap berikutnya saya buatkan paket lengkap 9 modul tersebut sekaligus dalam format yang lebih formal, termasuk CP–TP–ATP, KKTP, prota, promes, jadwal JP, LKPD setiap bab, kisi-kisi soal, 50 soal sumatif + kunci jawaban, dan rubrik penilaian, sehingga tinggal dipindahkan ke Word.

PERANGKAT AJAR IX

PAKET PERANGKAT AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX — Fase D


SMP Negeri 2 Pandak

Tahun Pelajaran 2026/2027


I. IDENTITAS UMUM

Komponen Keterangan

Satuan Pendidikan SMP Negeri 2 Pandak

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Fase D

Kelas IX

Tahun Pelajaran 2026/2027

Semester 1 dan 2

Kurikulum Kurikulum yang berlaku / CP Agama dan Budi Pekerti terbaru

Guru ........................................

Alokasi Waktu Menyesuaikan struktur kurikulum sekolah

II. CAPAIAN PEMBELAJARAN


Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada Fase D diarahkan agar peserta didik bertumbuh sebagai pribadi yang mengenal dan mengembangkan dirinya sebagai citra Allah, semakin mengenal Yesus Kristus, memahami dirinya sebagai bagian dari Gereja, serta mampu mewujudkan iman dalam kehidupan masyarakat.


Empat elemen utama:


Pribadi Peserta Didik

Yesus Kristus

Gereja

Masyarakat


Pembelajaran tidak hanya menekankan pengetahuan agama, tetapi juga penghayatan iman dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


III. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Modul Materi Tujuan Utama Produk/Asesmen

1 Sakramen Perkawinan Memahami perkawinan sebagai panggilan dan sakramen Refleksi

2 Sakramen Tahbisan Memahami panggilan hidup untuk melayani Wawancara

3 Cita-Cita dan Masa Depan Mengenali potensi dan merencanakan masa depan Peta masa depan

4 Kebebasan sebagai Anak Allah Menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab Studi kasus

5 Sabda Bahagia Menghayati nilai-nilai Sabda Bahagia Jurnal/refleksi

6 Martabat Manusia Menghormati kehidupan dan martabat sesama Kampanye

7 Keadilan dan Kejujuran Membiasakan hidup jujur dan adil Analisis kasus

8 Bersahabat dengan Alam Merawat lingkungan sebagai ciptaan Allah Projek lingkungan

9 Hidup dalam Keberagaman Membangun persaudaraan dan toleransi Projek sosial

IV. PROGRAM SEMESTER

Semester 1

Modul Materi Perkiraan Alokasi

1 Sakramen Perkawinan 3–4 pertemuan

2 Sakramen Tahbisan 3–4 pertemuan

3 Cita-Cita dan Masa Depan 3–4 pertemuan

Evaluasi Asesmen sumatif Disesuaikan

Semester 2

Modul Materi Perkiraan Alokasi

4 Kebebasan sebagai Anak Allah 3–4 pertemuan

5 Sabda Bahagia 3–4 pertemuan

6 Martabat Manusia dan Budaya Kehidupan 3–4 pertemuan

7 Keadilan dan Kejujuran 2–3 pertemuan

8 Bersahabat dengan Alam 2–3 pertemuan

9 Hidup dalam Keberagaman 2–3 pertemuan

Evaluasi Asesmen sumatif Disesuaikan


Catatan: jumlah JP/pertemuan sebaiknya disesuaikan dengan struktur kurikulum dan kalender pendidikan SMP Negeri 2 Pandak.


V. MODUL 1

SAKRAMEN PERKAWINAN

Tujuan Pembelajaran


Peserta didik mampu:


memahami arti perkawinan;

menjelaskan perkawinan sebagai panggilan hidup;

menjelaskan makna Sakramen Perkawinan;

memahami kesetiaan dan tanggung jawab dalam perkawinan;

menghargai keluarga;

mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Kitab Suci

Kejadian 2:18–24

Matius 19:4–6

Efesus 5:21–33

Aktivitas Utama


Studi kasus keluarga → membaca Kitab Suci → diskusi → refleksi → projek “Aku Mempersiapkan Masa Depanku”.


LKPD


Pertanyaan:


Apa arti keluarga bagi saya?

Mengapa perkawinan membutuhkan kesetiaan?

Apa tanggung jawab suami dan istri?

Bagaimana saya mempersiapkan diri sejak remaja?

Asesmen

Diskusi: 20%

LKPD: 20%

Refleksi: 20%

Projek: 20%

Tes tertulis: 20%

VI. MODUL 2

SAKRAMEN TAHBISAN

Tujuan Pembelajaran


Peserta didik mampu:


menjelaskan Sakramen Tahbisan;

mengenal tingkat tahbisan;

memahami tugas imam;

menghargai panggilan hidup;

memahami arti pelayanan;

mengenali bahwa setiap orang mempunyai panggilan.

Materi


Sakramen Tahbisan berkaitan dengan pelayanan Gereja. Mereka yang menerima tahbisan menjalankan tugas pelayanan sebagai:


diakon;

imam;

uskup.


Dasar Kitab Suci:


Markus 10:45


“Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.”


Aktivitas


Siswa melakukan wawancara dengan imam/tokoh Gereja.


LKPD

Apa arti melayani?

Mengapa imam disebut pelayan umat?

Apa yang dapat diteladani dari kehidupan imam?

Apakah melayani hanya tugas imam?

Projek


“Aku Mau Melayani”


Siswa melakukan satu tindakan pelayanan nyata di rumah/sekolah.


VII. MODUL 3

CITA-CITA DAN MASA DEPAN

Tujuan


Peserta didik mampu:


mengenali potensi diri;

memahami keterbatasan diri;

menentukan cita-cita;

membuat rencana masa depan;

mengembangkan talenta;

mengandalkan Tuhan.

Kitab Suci


Matius 25:14–30 — Perumpamaan tentang Talenta.


Aktivitas


Siswa membuat:


“PETA MASA DEPANKU”


Berisi:


cita-cita;

bakat;

kelebihan;

kekurangan;

pendidikan yang dibutuhkan;

langkah yang harus dilakukan;

nilai iman yang menjadi pedoman.

Refleksi


“Apa yang sudah Tuhan berikan kepada saya dan bagaimana saya mengembangkannya?”


VIII. MODUL 4

KEBEBASAN SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami kebebasan;

membedakan kebebasan dan kebebasan tanpa batas;

menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab;

mengambil keputusan berdasarkan hati nurani.

Kitab Suci


Galatia 5:13


Kebebasan tidak digunakan untuk memuaskan keinginan pribadi, tetapi untuk melayani dalam kasih.


Studi Kasus


Seorang siswa bebas menggunakan media sosial. Ia kemudian membuat akun anonim untuk menghina teman-temannya.


Pertanyaan:


Apakah tindakan tersebut merupakan kebebasan?

Apa akibatnya?

Bagaimana seharusnya kebebasan digunakan?

Projek


“Bijak Menggunakan Kebebasan di Era Digital.”


IX. MODUL 5

SABDA BAHAGIA

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami Sabda Bahagia;

menemukan nilai Kerajaan Allah;

menghubungkan Sabda Bahagia dengan kehidupan remaja;

menerapkannya dalam tindakan.

Kitab Suci


Matius 5:1–12


Nilai Utama

rendah hati;

murah hati;

keadilan;

perdamaian;

kemurnian hati;

keteguhan dalam kebenaran.

Aktivitas


Siswa membuat tabel:


Sabda Bahagia Contoh dalam kehidupan siswa

Berbelas kasih Membantu teman

Membawa damai Menyelesaikan konflik

Rendah hati Tidak menyombongkan diri

Memperjuangkan keadilan Tidak membiarkan bullying

Projek


“Satu Minggu Hidup dalam Sabda Bahagia.”


Siswa mencatat tindakan nyata selama satu minggu.


X. MODUL 6

MARTABAT MANUSIA DAN BUDAYA KEHIDUPAN

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami manusia sebagai citra Allah;

menghargai martabat manusia;

menolak kekerasan;

menolak bullying;

menghormati kehidupan.

Kitab Suci


Kejadian 1:27


Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.


Materi Kontekstual


Contoh masalah:


bullying;

penghinaan fisik;

cyberbullying;

diskriminasi;

kekerasan;

perundungan terhadap siswa yang berbeda.

Projek

“SEKOLAH TANPA BULLYING”


Produk kelompok dapat berupa:


poster;

video pendek;

slogan;

presentasi;

kampanye kelas.

XI. MODUL 7

KEADILAN DAN KEJUJURAN

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami arti kejujuran;

memahami keadilan;

menghindari kecurangan;

bertanggung jawab atas tindakan.

Contoh Situasi

menyontek;

memalsukan tanda tangan;

berbohong kepada orang tua;

mengambil barang teman;

menyebarkan berita yang belum benar.

Pertanyaan


Apakah seseorang dapat disebut baik jika hanya jujur ketika diawasi?


Projek


“Jurnal Kejujuran 7 Hari.”


Setiap siswa mencatat pengalaman menerapkan kejujuran selama satu minggu.


XII. MODUL 8

BERSAHABAT DENGAN ALAM

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami alam sebagai ciptaan Allah;

menyadari tanggung jawab manusia terhadap lingkungan;

melakukan tindakan nyata menjaga lingkungan.

Kitab Suci


Kejadian 2:15


Manusia ditempatkan di taman untuk mengusahakan dan memeliharanya.


Projek

“SATU SISWA, SATU AKSI UNTUK BUMI”


Pilihan kegiatan:


membawa botol minum;

mengurangi plastik;

memilah sampah;

menanam pohon;

menghemat air;

menghemat listrik;

membersihkan lingkungan sekolah.

Produk


Laporan projek + foto kegiatan + refleksi.


XIII. MODUL 9

HIDUP BERSAMA DALAM KEBERAGAMAN

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami keberagaman Indonesia;

menghargai perbedaan agama;

membangun toleransi;

bekerja sama dengan semua orang;

menjaga persatuan.

Kitab Suci


Matius 22:39


“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”


Studi Kasus


Di kelas terdapat siswa dengan agama dan latar belakang yang berbeda. Saat kerja kelompok, beberapa siswa hanya mau bekerja dengan teman yang seagama.


Pertanyaan:


Apakah sikap tersebut tepat?

Apa hubungan toleransi dengan kasih?

Bagaimana sikap seorang siswa Katolik terhadap teman yang berbeda agama?

Apa yang dapat dilakukan agar kelas menjadi lebih rukun?

Projek

“KELASKU BERSAUDARA”


Siswa membuat kegiatan bersama yang tidak membedakan agama, misalnya:


kerja bakti;

aksi sosial;

kampanye anti-bullying;

menjaga kebersihan;

penggalangan bantuan kemanusiaan.

XIV. FORMAT ASESMEN UMUM

A. Asesmen Diagnostik


Dilakukan pada awal setiap modul.


Contoh:


Apa yang sudah kamu ketahui tentang materi ini?


Apa pengalamanmu yang berhubungan dengan materi?


B. Asesmen Formatif


Meliputi:


diskusi;

tanya jawab;

presentasi;

LKPD;

jurnal;

refleksi;

observasi.

C. Asesmen Sumatif


Meliputi:


tes tertulis;

proyek;

portofolio;

presentasi;

produk.

XV. KKTP

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Kriteria Deskripsi

Belum berkembang Belum memahami konsep dan membutuhkan bimbingan

Mulai berkembang Memahami sebagian konsep dengan bimbingan

Berkembang Memahami konsep dan mampu menerapkannya

Sangat berkembang Memahami, menerapkan, merefleksikan, dan mampu menjadi teladan


Peserta didik dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran apabila mampu memahami konsep, menjelaskan dengan bahasa sendiri, serta menunjukkan penerapan nilai dalam kehidupan nyata.


XVI. KISI-KISI ASESMEN SUMATIF

No Materi Indikator

1 Perkawinan Menjelaskan makna Sakramen Perkawinan

2 Tahbisan Menjelaskan panggilan pelayanan

3 Masa depan Mengenali dan mengembangkan talenta

4 Kebebasan Menjelaskan kebebasan bertanggung jawab

5 Sabda Bahagia Mengidentifikasi nilai Injil

6 Martabat manusia Menjelaskan pentingnya menghormati sesama

7 Kejujuran Menganalisis kasus moral

8 Lingkungan Menjelaskan tanggung jawab manusia

9 Keberagaman Menerapkan toleransi dan persaudaraan

XVII. CONTOH 20 SOAL SUMATIF

Pilihan Ganda


1. Perkawinan Katolik merupakan ....


A. perjanjian sementara

B. Sakramen dan panggilan hidup

C. hubungan sosial biasa

D. hubungan berdasarkan keuntungan


2. Salah satu sifat penting perkawinan Katolik adalah ....


A. kesetiaan

B. persaingan

C. kebebasan tanpa tanggung jawab

D. kepentingan pribadi


3. Sakramen Tahbisan berkaitan terutama dengan ....


A. kekayaan

B. pelayanan Gereja

C. pendidikan formal

D. pekerjaan duniawi


4. Talenta yang diberikan Tuhan harus ....


A. disembunyikan

B. dikembangkan

C. diabaikan

D. digunakan hanya untuk diri sendiri


5. Kebebasan harus disertai ....


A. kesombongan

B. tanggung jawab

C. kepentingan pribadi

D. kesewenang-wenangan


6. Sabda Bahagia terdapat dalam ....


A. Matius 5:1–12

B. Kejadian 1:1–5

C. Yohanes 1:1–5

D. Wahyu 1:1–5


7. Manusia memiliki martabat karena ....


A. memiliki kekayaan

B. memiliki jabatan

C. diciptakan menurut gambar Allah

D. memiliki pendidikan tinggi


8. Menyontek merupakan tindakan yang bertentangan dengan ....


A. kejujuran

B. kreativitas

C. kerja sama

D. toleransi


9. Salah satu cara menjaga lingkungan adalah ....


A. membuang sampah sembarangan

B. menghemat air

C. merusak tanaman

D. membakar sampah sembarangan


10. Sikap terhadap teman yang berbeda agama adalah ....


A. menjauhi

B. menghina

C. menghormati

D. memusuhi


11–20: dapat dikembangkan dengan bentuk studi kasus HOTS sehingga siswa tidak hanya menghafal materi.


XVIII. REFLEKSI AKHIR TAHUN


Siswa menjawab:


Apa yang paling saya pelajari selama kelas IX?

Bagaimana iman saya berkembang?

Apa perubahan positif yang saya alami?

Apa nilai Kristiani yang paling ingin saya hidupi?

Bagaimana saya akan menggunakan talenta saya?

Bagaimana saya akan memperlakukan orang yang berbeda dengan saya?

Apa cita-cita saya setelah lulus SMP?

Apa yang saya serahkan kepada Tuhan?

Doa Penutup


Allah Bapa yang Mahakasih,

kami bersyukur atas perjalanan belajar kami.

Bantulah kami agar mampu menggunakan pengetahuan, talenta, dan kebebasan kami untuk kebaikan.

Ajarlah kami menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, penuh kasih, peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Bimbinglah langkah kami dalam merencanakan masa depan dan jadikanlah hidup kami sebagai tanda kasih-Mu bagi dunia.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Amin.


Tuesday, August 4, 2026

LKS KATOLIK IX Ganjil

 

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

Kelas / Semester: IX (Sembilan) / Ganjil

Satuan Pendidikan: SMP Negeri 2 Pandak

Materi Pokok: Elemen Gereja – Hakikat dan Karya Pelayanan Gereja

Nama Siswa: ……………………………………………

Kelas / No. Absen: …………………… / ………………

A. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami hakikat Gereja sebagai Umat Allah dan Persekutuan yang Terbuka, serta memahami tugas dan karya pelayanan Gereja (Mewartakan, Menguduskan, Melayani, Menggembalakan, dan Persekutuan) sehingga mampu terlibat aktif dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

B. Ringkasan Materi

1. Gereja sebagai Umat Allah dan Persekutuan Terbuka

Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus. Ciri utama Gereja yang sejati adalah terbuka, mau merangkul semua orang tanpa membedakan latar belakang, serta siap diutus ke tengah dunia.

2. Lima Tugas/Karya Pelayanan Gereja (Panca Tugas Gereja)

  • Kerygma (Mewartakan): Menyebarkan Berita Keselamatan melalui pengajaran, rekoleksi, dan perilaku hidup sehari-hari.

  • Liturgia (Menguduskan): Mendoakan dan merayakan iman melalui Perayaan Ekaristi, Sakramen, dan doa bersama.

  • Diakonia (Melayani): Memberikan bantuan nyata bagi sesama yang miskin, menderita, tersisih, dan membutuhkan belarasa.

  • Koinonia (Persekutuan): Membangun rasa persaudaraan dan kebersamaan antarumat (misalnya kegiatan Lingkungan, OMK, atau Bina Remaja).

  • Martyria (Kesaksian): Menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat melalui sikap jujur, adil, dan berani membela kebenaran.

C. Pendalaman Kitab Suci

Bacalah perikop berikut dengan saksama:

Kisah Para Rasul 2:42-47

"Maka bertekunlah mereka dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa... Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama..."

D. Lembar Aktivitas Siswa

Tugas 1: Analisis Teks Kitab Suci

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan bacaan Kisah Para Rasul 2:42-47 di atas!

  1. Sebutkan 3 ciri cara hidup umat beriman pertama yang tercantum dalam bacaan tersebut!

    Jawaban:

  2. Menurut pendapatmu, bagaimana cara hidup umat beriman pertama tersebut dapat kita terapkan di lingkungan SMPN 2 Pandak saat ini?

    Jawaban:

Tugas 2: Pemahaman Konsep (Panca Tugas Gereja)

Jodohkan istilah Panca Tugas Gereja di Kolom A dengan contoh tindakan nyata yang tepat di Kolom B!

NoKolom A (Panca Tugas)PasanganKolom B (Contoh Action / Tindakan)
1Liturgia (Menguduskan)[ ... ]A. Menjadi petugas lektor/pembaca Kitab Suci saat Misa Kudus.
2Diakonia (Melayani)[ ... ]B. Mengumpulkan bantuan bahan pokok (sembako) untuk korban bencana.
3Kerygma (Mewartakan)[ ... ]C. Mengikuti Doa Rosario bersama di lingkungan tempat tinggal.
4Koinonia (Persekutuan)[ ... ]D. Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti dan keakraban remaja Gereja.
5Martyria (Kesaksian)[ ... ]E. Berani menolak ajakan bolos sekolah dan tindakan perundungan (bullying).

Tugas 3: Studi Kasus & Refleksi Diri

Narasi Soal:

Dito adalah seorang siswa Katolik kelas IX. Di sekolahnya, ia berteman baik dengan siapa saja tanpa membedakan agama. Suatu hari, Dito melihat seorang temannya dianiaya secara verbal (diejek) oleh kelompok siswa lain. Di sisi lain, Gereja setempat juga sedang mengadakan kegiatan bakti sosial untuk warga desa sekitar.

Pertanyaan:

  1. Tindakan apa yang seharusnya dilakukan Dito di sekolah sebagai wujud menjalankan tugas Martyria (Kesaksian Iman) dan Diakonia (Melayani)?

    Jawaban:

  2. Tuliskan 1 Rencana Aksi Nyata yang akan kamu lakukan minggu ini di sekolah atau lingkungan rumah sebagai wujud perannya sebagai remaja Katolik yang aktif!

    Rencana Aksiku:

E. Penilaian Kebiasaan Hidup Kristiani (Self-Assessment)

Beri tanda centang ($\checkmark$) pada kolom yang sesuai dengan kebiasaanmu sehari-hari!

NoPernyataanSelaluSeringKadangTidak Pernah
1Saya berdoa sebelum dan sesudah belajar di sekolah.
2Saya aktif mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja/Kapela.
3Saya bersedia membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.
4Saya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Paraf Guru Pendidikan Agama Katolik: _______________

Nilai: _______________

Pendampingan Siswa Katolik di SMA N 1 IMOGIRI

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Imogiri dilaksanakan sesuai dengan kurikulum nasional (Kurikulum Merdeka) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas, yang disesuaikan dengan dinamika sekolah negeri.

Meskipun SMA N 1 Imogiri merupakan sekolah negeri dengan mayoritas siswa beragama Islam, sekolah memberikan wadah dan pembinaan rohani bagi siswa beragama Katolik melalui kegiatan Pembelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Gambaran Umum Pembelajaran

1. Format dan Pelaksanaan Kelas

  • Sistem Kelas Religi: Pembelajaran dilakukan terpisah berdasarkan agama masing-masing siswa pada jam pelajaran Agama Katolik yang telah dijadwalkan dalam struktur kurikulum.

  • Pendampingan/Pengajar: Diampu oleh guru/pembina Pendidikan Agama Katolik yang ditunjuk atau bekerjasama dengan Paroki/Stasi setempat (seperti Paroki Gereja Katolik HKTY Ganjuran atau Stasi Imogiri) untuk memastikan pendampingan iman yang tepat.

Fokus Materi Pembelajaran (Kurikulum SMA)

Materi diajarkan berbasis Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka yang mencakup empat elemen utama:

A. Elemen Pribadi Peserta Didik (Kelas X)

  • Aku Pribadi yang Unik: Mengembangkan pemahaman diri, bakat, serta keterbatasan sebagai citra Allah (Imago Dei).

  • Suara Hati dan Pilihan Hidup: Melatih remaja untuk mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab di tengah pengaruh lingkungan/media sosial.

B. Elemen Yesus Kristus (Kelas X & XI)

  • Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus: Memahami inti iman Katolik dan makna pengorbanan Kristus.

  • Kerajaan Allah dan Pewartaan: Mengaktualisasikan nilai-nilai Injil (kasih, keadilan, perdamaian, dan kebenaran) dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan masyarakat.

C. Elemen Gereja (Kelas XI)

  • Gereja sebagai Umat Allah: Peran aktif remaja dalam kehidupan bergereja (termasuk keterlibatan dalam OMK/Bina Remaja).

  • Sakramen-Sakramen: Memperdalam pemahaman hidup sakramental (khususnya Ekaristi dan Tobat) sebagai sumber kekuatan rohani.

D. Elemen Masyarakat / Kemasyarakatan (Kelas XII)

  • Hak Asasi Manusia, Keadilan, dan Keutuhan Ciptaan: Mengkritisi isu-isu sosial, toleransi antarumat beragama, dan kepedulian lingkungan.

  • Panggilan Hidup: Mempersiapkan masa depan (panggilan hidup berkeluarga, membiara, atau profesi/karier).

Ciri Khas di Sekolah Negeri (Smanimo)

  1. Penguatan Moderasi Beragama & Toleransi: Siswa diajak untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan teman-teman beragama lain melalui sikap saling menghormati dan kolaborasi dalam kegiatan sekolah.

  2. Pengembangan Karakter (Budi Pekerti): Pembentukan kepribadian yang berintegritas, santun, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial tinggi (Pancasila & Nilai Injili).

  3. Keterlibatan dalam Kegiatan Hari Raya: Pembinaan iman menjelang Paskah atau Natal melalui ibadat bersama atau pendampingan rohani mandiri/kelompok.




Siswa Katolik di SMA Negeri 1 Imogiri (Smanimo) memegang peran penting tidak hanya bagi perkembangan imannya sendiri, melainkan juga bagi dinamika sosial dan iklim inklusif di lingkungan sekolah. Sebagai bagian dari minoritas di sekolah negeri, keberadaan siswa Katolik menjadi wadah nyata untuk mengamalkan ajaran Injil secara aktif dan berbelas kasih.

Berikut adalah beberapa peran strategis siswa Katolik di SMAN 1 Imogiri:

1. Agen Garam dan Terang Dunia (Lumen Gentium)

Di tengah lingkungan yang heterogen, siswa Katolik dipanggil untuk memancarkan nilai-nilai Injili melalui tindakan nyata:

  • Integritas dan Kedisiplinan: Menunjukkan kejujuran dalam akademik (tidak menyontek), menghormati guru, serta taat pada tata tertib sekolah sebagai bentuk kesaksian iman.

  • Kepedulian Sosial (Belarasa): Menjadi pribadi yang peka terhadap teman yang membutuhkan, baik dalam hal pendampingan belajar, dukungan moral, maupun kegiatan sosial/kemanusiaan di sekolah.

2. Duta Moderasi Beragama dan Toleransi

Sebagai siswa yang hidup dan belajar di lingkungan mayoritas Muslim, siswa Katolik memiliki peran kunci dalam membangun jembatan persaudaraan:

  • Aktif Merawat Toleransi: Menunjukkan sikap saling menghormati saat teman-teman beragama lain menjalankan ibadah (seperti Ramadan atau Sholat Jumat).

  • Kolaborasi Inklusif: Terlibat aktif dalam kegiatan OSIS, ekstrakurikuler, dan proyek sekolah (seperti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila / P5) tanpa membeda-bedakan latar belakang agama.

  • Menghapus Stigma: Menjadi pribadi yang terbuka dan ramah sehingga dapat mematahkan stereotip atau prasangka antarumat beragama melalui pergaulan yang sehat.

3. Penggerak Komunitas Iman Remaja Katolik

Untuk menjaga agar api iman tetap bernyala di sekolah negeri, siswa Katolik berperan dalam:

  • Gereja Kecil di Sekolah: Saling mendukung sesama siswa Katolik melalui doa bersama, diskusi iman, atau persiapan Ibadat Paskah/Natal sekolah.

  • Penghubung Sekolah dan Paroki/Stasi: Menjadi jembatan antara kegiatan kerohanian di sekolah dengan aktivitas Gereja lokal (seperti Orang Muda Katolik / OMK dan Bina Remaja Katolik di Stasi Imogiri atau Paroki Ganjuran).

4. Pelopor Pelestarian Lingkungan dan Keadilan

Sesuai dengan ajaran Gereja Katolik (Laudato Si'), siswa Katolik diajak untuk peduli pada bumi sebagai rumah bersama:

  • Menjaga Kebersihan dan Kelestarian: Berperan aktif dalam program lingkungan sekolah (seperti gerakan zero waste, pemilahan sampah, atau penghijauan area Smanimo).

  • Menolak Bullying dan Diskriminasi: Berani bersuara dan berdiri bagi teman-teman yang tersisih atau menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.

Monday, July 20, 2026

LKS Agama Katolik X - SMA N 1 IMOGIRI

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Kelas X SMA Negeri 1 Imogiri

Penyusun: Rogatianus Slamet Widiantono


Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas rahmat-Nya sehingga Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini dapat disusun. LKS ini bertujuan membantu peserta didik Kelas X SMA Negeri 1 Imogiri memahami iman Katolik melalui kegiatan yang aktif, reflektif, dan kontekstual.

Pembelajaran dalam LKS ini mengajak peserta didik mengenal Allah, menghayati ajaran Yesus Kristus, mengembangkan karakter Kristiani, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.

Semoga LKS ini menjadi sarana pembentukan pribadi yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap sesama.


DAFTAR ISI

1. Identitasku sebagai Citra Allah

2. Keunikan Manusia

3. Kebebasan dan Tanggung Jawab

4. Hati Nurani

5. Dosa dan Pertobatan

6. Allah Menyelamatkan Manusia

7. Yesus Kristus Wujud Kasih Allah

8. Kerajaan Allah

9. Gereja sebagai Umat Allah

10. Sakramen dalam Kehidupan Gereja

11. Hidup Menggereja

12. Membangun Persaudaraan dan Toleransi


FORMAT LKS SETIAP BAB

A. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Memahami materi.

- Menghubungkan dengan kehidupan nyata.

- Menunjukkan sikap Kristiani.

B. Bacaan Kitab Suci

Disesuaikan dengan materi.

C. Materi Singkat

Ringkasan materi satu hingga dua halaman.

D. Aktivitas

- Diskusi kelompok

- Studi kasus

- Bermain peran

- Pengamatan lingkungan

- Presentasi

E. Refleksi

Contoh:

1. Apa yang saya pelajari hari ini?

2. Apa yang ingin saya ubah dalam hidup saya?

3. Bagaimana saya mewujudkan kasih Kristus minggu ini?

F. Latihan

Pilihan Ganda (5 soal)

Uraian (5 soal)

Proyek

Misalnya membuat poster, video pendek, atau laporan aksi nyata.



BAB 1
Identitasku sebagai Citra Allah

Bacaan Kitab Suci

Kejadian 1:26–27

Tujuan

Peserta didik memahami bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sehingga memiliki martabat yang luhur.

Materi Singkat

Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Karena itu setiap manusia memiliki martabat yang sama tanpa membedakan suku, agama, budaya, kemampuan, maupun keadaan ekonomi. Sebagai citra Allah, manusia dipanggil untuk mengasihi, menjaga ciptaan, dan menghormati sesama.

Aktivitas

Amati lingkungan sekolah.

Tuliskan:

- Tiga bentuk penghargaan terhadap martabat manusia.

- Tiga bentuk pelanggaran terhadap martabat manusia.

- Solusi yang dapat dilakukan sebagai pelajar.

Refleksi

"Apa yang akan saya lakukan agar teman-teman saya merasa dihargai?"

Evaluasi

Pilihan Ganda

1. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah terdapat dalam ....

2. Sebagai citra Allah manusia harus ....

3. Martabat manusia berarti ....

4. Sikap yang sesuai sebagai citra Allah adalah ....

5. Menghargai teman yang berbeda agama merupakan contoh ....

Uraian

1. Jelaskan arti manusia sebagai citra Allah.

2. Mengapa setiap manusia harus dihormati?

3. Bagaimana penerapannya di sekolah?

4. Sebutkan contoh tindakan kasih.

5. Tuliskan komitmenmu minggu ini.

Penilaian

- Sikap : 20%

- Pengetahuan : 40%

- Keterampilan : 40%

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih atas penyertaan-Mu dalam pembelajaran hari ini. Bantulah kami untuk semakin mengenal-Mu, mencintai-Mu, dan menghayati iman kami dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kami menjadi pribadi yang jujur, peduli, bertanggung jawab, serta mampu menjadi saksi kasih-Mu di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Amin.


BAB 2
Keunikan Manusia sebagai Anugerah Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa setiap manusia memiliki keunikan sebagai anugerah Allah yang harus disyukuri dan dikembangkan untuk kebaikan bersama.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan makna keunikan manusia.

2. Menghargai perbedaan sebagai kekayaan bersama.

3. Menunjukkan sikap saling menghormati.

4. Mengembangkan potensi diri secara bertanggung jawab.

Bacaan Kitab Suci

- Mazmur 139:13–16

- 1 Korintus 12:12–27

Materi Singkat

Allah menciptakan setiap manusia secara unik. Tidak ada seorang pun yang sama persis dengan orang lain. Perbedaan kemampuan, bakat, karakter, dan latar belakang merupakan anugerah yang saling melengkapi. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghargai keunikan diri sendiri dan orang lain serta menggunakan talenta yang dimiliki demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan sesama.

Aktivitas 1

Tuliskan:

- Lima kelebihan yang kamu miliki.

- Tiga hal yang masih perlu kamu kembangkan.

- Cara mengembangkan potensi tersebut.

Aktivitas 2 (Diskusi Kelompok)

Diskusikan pertanyaan berikut:

1. Mengapa perbedaan sering menimbulkan konflik?

2. Bagaimana Yesus mengajarkan kita menghargai perbedaan?

3. Apa yang dapat dilakukan agar kelas menjadi tempat yang nyaman bagi semua?

Refleksi

"Aku bersyukur karena Allah menciptakan aku secara istimewa. Aku juga mau menghargai setiap orang sebagai saudara."

Evaluasi

Pilihan Ganda

1. Keunikan manusia merupakan ....

2. Setiap orang memiliki ....

3. Perbedaan hendaknya ....

4. Talenta diberikan Allah untuk ....

5. Sikap yang benar terhadap teman yang berbeda adalah ....

Uraian

1. Jelaskan arti keunikan manusia.

2. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?

3. Bagaimana mengembangkan talenta?

4. Apa manfaat kerja sama dalam keberagaman?

5. Tuliskan komitmenmu minggu ini.

Proyek

Buat poster bertema "Aku Bersyukur atas Keunikanku" dan presentasikan di depan kelas.



BAB 3
Kebebasan dan Tanggung Jawab

Bacaan Kitab Suci

Galatia 5:13–14

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Menjelaskan arti kebebasan menurut iman Katolik.

- Menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab.

- Menghindari penyalahgunaan kebebasan.

Materi Singkat

Allah memberikan kebebasan kepada manusia agar mampu memilih yang baik. Kebebasan bukan berarti melakukan apa saja, tetapi menggunakan akal budi dan hati nurani untuk memilih tindakan yang membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebebasan selalu disertai tanggung jawab.

Aktivitas

Bacalah kasus berikut:

«Seorang siswa menyontek saat ujian karena takut nilainya jelek.»

Diskusikan:

1. Apakah tindakan itu merupakan penggunaan kebebasan yang benar?

2. Apa akibatnya?

3. Bagaimana seharusnya ia bertindak?

Refleksi

Bagaimana saya menggunakan kebebasan di sekolah, rumah, dan media sosial?

Evaluasi

- 5 soal pilihan ganda

- 5 soal uraian

- Studi kasus tentang penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.

Proyek

Buat video singkat berdurasi 2–3 menit bertema "Kebebasan yang Bertanggung Jawab".


BAB 4
Hati Nurani sebagai Suara Allah

Bacaan Kitab Suci

Roma 2:14–16

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Menjelaskan pengertian hati nurani.

- Membedakan yang baik dan yang buruk.

- Mengambil keputusan berdasarkan hati nurani yang benar.

Materi Singkat

Hati nurani adalah kemampuan batin yang membantu manusia membedakan yang baik dan yang jahat. Hati nurani perlu dibentuk melalui doa, pembelajaran Kitab Suci, ajaran Gereja, dan pengalaman hidup agar mampu menjadi pedoman dalam mengambil keputusan yang benar.

Aktivitas

Tuliskan tiga pengalaman ketika hati nurani membimbingmu untuk melakukan hal yang benar. Jelaskan hasilnya.

Refleksi

Apakah saya selalu mendengarkan suara hati yang mengajak kepada kebaikan?

Proyek

Susun jurnal refleksi selama satu minggu tentang keputusan-keputusan baik yang telah kamu ambil berdasarkan hati nurani.

Penilaian Bab 2–4

- Sikap: 20%

- Pengetahuan: 40%

- Keterampilan: 40%



BAB 5
Dosa dan Pertobatan

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami hakikat dosa, dampaknya terhadap relasi dengan Allah, sesama, dan diri sendiri, serta pentingnya pertobatan sebagai jalan kembali kepada Allah.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan pengertian dosa.

2. Membedakan dosa pribadi dan dosa sosial.

3. Menjelaskan makna pertobatan.

4. Menunjukkan sikap hidup yang mau berubah menjadi lebih baik.

Bacaan Kitab Suci

- Lukas 15:11–32 (Anak yang Hilang)

- Markus 1:15

Materi Singkat

Dosa adalah tindakan, perkataan, keinginan, atau kelalaian yang bertentangan dengan kehendak Allah. Dosa merusak hubungan manusia dengan Allah, sesama, alam ciptaan, dan dirinya sendiri. Allah tetap mengasihi manusia dan selalu membuka kesempatan untuk bertobat. Pertobatan bukan sekadar menyesali kesalahan, tetapi juga berani memperbaiki hidup melalui tindakan nyata.

Aktivitas

Bacalah perumpamaan Anak yang Hilang, kemudian diskusikan:

- Apa kesalahan anak bungsu?

- Mengapa ayah tetap menerimanya?

- Apa makna kisah ini bagi kehidupan remaja saat ini?

Refleksi

Kesalahan apa yang ingin saya perbaiki minggu ini? Langkah nyata apa yang akan saya lakukan?

Evaluasi

Pilihan Ganda (5 soal)

1. Pengertian dosa.

2. Contoh dosa terhadap sesama.

3. Arti pertobatan.

4. Sikap Allah terhadap orang berdosa.

5. Makna Sakramen Tobat.

Uraian (5 soal)

1. Jelaskan pengertian dosa.

2. Mengapa manusia perlu bertobat?

3. Sebutkan akibat dosa.

4. Bagaimana cara membangun hidup baru?

5. Tuliskan pengalaman mengampuni atau diampuni.

Proyek

Membuat poster bertema "Allah Selalu Mengampuni".


---


BAB 6
Allah Menyelamatkan Manusia

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama hingga dipenuhi dalam Yesus Kristus.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan rencana keselamatan Allah.

2. Mengidentifikasi tokoh-tokoh keselamatan dalam Kitab Suci.

3. Meneladani iman para tokoh tersebut.

Bacaan Kitab Suci

- Keluaran 14:21–31

- Yohanes 3:16

Materi Singkat

Sejak awal penciptaan, Allah mengasihi manusia. Walaupun manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak meninggalkan ciptaan-Nya. Melalui para nabi dan terutama melalui Yesus Kristus, Allah menghadirkan keselamatan bagi semua orang.

Aktivitas Kelompok

Buat peta konsep tentang perjalanan keselamatan Allah:

- Abraham

- Musa

- Para Nabi

- Yohanes Pembaptis

- Yesus Kristus

Refleksi

Bagaimana saya merasakan penyertaan Allah dalam hidup saya?

Proyek

Membuat garis waktu sejarah keselamatan dalam Kitab Suci.




BAB 7
Yesus Kristus Wujud Kehadiran Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah yang hadir untuk mewahyukan kasih dan keselamatan Allah kepada manusia.

Bacaan Kitab Suci

- Yohanes 14:6–11

- Matius 9:35–38

Materi Singkat

Dalam diri Yesus Kristus, Allah hadir di tengah manusia. Melalui perkataan, mukjizat, pelayanan, wafat, dan kebangkitan-Nya, Yesus memperlihatkan kasih Allah yang tanpa batas. Mengikuti Yesus berarti meneladani kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan pelayanan kepada sesama.

Aktivitas

Tuliskan lima tindakan Yesus yang menunjukkan kasih kepada manusia. Bagaimana tindakan tersebut dapat kamu teladani di sekolah?

Refleksi

Apa teladan Yesus yang paling ingin saya hidupi?

Evaluasi

- 5 soal pilihan ganda.

- 5 soal uraian.

- Analisis kisah Yesus menyembuhkan orang sakit.

Proyek

Membuat infografis berjudul "Mengenal Yesus Kristus".


Penilaian Bab 5–7

Sikap

- Kejujuran

- Tanggung jawab

- Kepedulian

- Disiplin

Pengetahuan

- Tes tertulis

- Tes lisan

- Kuis

Keterampilan

- Presentasi

- Poster

- Infografis

- Refleksi tertulis

- Proyek kelompok


BAB 8
Kerajaan Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami makna Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus serta mampu mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan makna Kerajaan Allah.

2. Menyebutkan ciri-ciri Kerajaan Allah menurut ajaran Yesus.

3. Menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Bacaan Kitab Suci

- Markus 1:14–15

- Matius 13:31–33

- Lukas 17:20–21

Materi Singkat

Kerajaan Allah bukanlah sebuah wilayah atau kerajaan duniawi, melainkan kehadiran Allah yang membawa kasih, keadilan, damai sejahtera, pengampunan, dan keselamatan. Yesus mengajak setiap orang menjadi pelaku Kerajaan Allah melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivitas

Amati lingkungan sekolah.

Tuliskan:

- Tiga contoh sikap yang mencerminkan Kerajaan Allah.

- Tiga sikap yang bertentangan dengan Kerajaan Allah.

- Usulan tindakan untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Refleksi

Apa yang akan saya lakukan minggu ini agar orang lain merasakan kasih Allah melalui hidup saya?

Proyek

Menyusun aksi sosial kelas, misalnya mengumpulkan buku layak pakai, membantu teman yang membutuhkan, atau kegiatan peduli lingkungan.

 


BAB 9
Gereja sebagai Umat Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami hakikat Gereja sebagai Umat Allah yang dipanggil untuk hidup dalam persekutuan, pelayanan, dan pewartaan.

Bacaan Kitab Suci

- Kisah Para Rasul 2:42–47

- 1 Korintus 12:12–27

Materi Singkat

Gereja bukan hanya bangunan, melainkan persekutuan umat beriman yang dipanggil untuk hidup dalam kasih Kristus. Setiap orang memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi demi membangun Gereja.

Aktivitas Kelompok

Diskusikan:

1. Apa arti menjadi anggota Gereja?

2. Bagaimana kaum muda dapat berperan aktif di Gereja?

3. Apa tantangan Gereja pada zaman digital?

Refleksi

Pelayanan apa yang ingin saya lakukan di lingkungan, stasi, atau paroki?

Proyek

Mewawancarai pengurus lingkungan, katekis, atau pengurus OMK mengenai pelayanan di Gereja, kemudian membuat laporan.


BAB 10
Sakramen dalam Kehidupan Gereja

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami makna tujuh sakramen sebagai tanda kehadiran dan rahmat Allah dalam kehidupan umat beriman.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 28:19–20

- Yohanes 20:22–23

Materi Singkat

Sakramen adalah tanda yang kelihatan dari rahmat Allah yang tidak kelihatan. Gereja memiliki tujuh sakramen:

1. Baptis

2. Krisma

3. Ekaristi

4. Tobat

5. Pengurapan Orang Sakit

6. Perkawinan

7. Imamat

Melalui sakramen, umat beriman dikuatkan untuk hidup sebagai murid Kristus.

Aktivitas

Buat tabel yang berisi:

- Nama sakramen

- Lambang

- Makna

- Buah sakramen

Refleksi

Sakramen apa yang sudah saya terima? Bagaimana sakramen tersebut membantu saya bertumbuh dalam iman?

Proyek

Membuat infografis tentang tujuh sakramen Gereja Katolik.



BAB 11
Hidup Menggereja

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 5:13–16

- Ibrani 10:24–25

Materi Singkat

Sebagai orang muda Katolik, peserta didik dipanggil untuk berpartisipasi dalam kehidupan Gereja melalui doa, liturgi, pelayanan, pendalaman Kitab Suci, kegiatan Orang Muda Katolik (OMK), dan aksi sosial.

Aktivitas

Buat jadwal keterlibatanmu selama satu bulan dalam kegiatan Gereja.

Proyek

Melaksanakan satu kegiatan pelayanan bersama teman sekelas, kemudian membuat laporan dan refleksi.



BAB 12
Membangun Persaudaraan dan Moderasi Beragama

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu membangun persaudaraan, menghargai keberagaman, dan menjadi pembawa damai dalam masyarakat majemuk.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 22:37–39

- Yohanes 13:34–35

Materi Singkat

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghormati setiap orang tanpa membedakan agama, suku, budaya, ataupun status sosial. Moderasi beragama berarti menghayati iman dengan teguh sekaligus menghormati keyakinan orang lain serta bekerja sama demi kebaikan bersama.

Aktivitas

Diskusikan studi kasus:

Di sekolah akan diadakan bakti sosial yang melibatkan siswa dari berbagai agama. Bagaimana sikapmu agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan mencerminkan semangat persaudaraan?

Refleksi

Apa yang dapat saya lakukan untuk menjadi pembawa damai di sekolah, keluarga, dan masyarakat?


Proyek Akhir Semester

Secara berkelompok, rancang dan laksanakan proyek bertema "Iman yang Berbuah dalam Kasih", misalnya:

- Bakti sosial.

- Gerakan peduli lingkungan.

- Penggalangan buku atau pakaian layak pakai.

- Kunjungan kasih ke panti sosial atau panti jompo.

- Kampanye hidup rukun dan toleransi di sekolah.


Penilaian Akhir

Sikap (20%)

- Disiplin

- Kejujuran

- Kepedulian

- Tanggung jawab

- Kerja sama

Pengetahuan (40%)

- Tes tertulis

- Kuis

- Ulangan harian

- Penilaian akhir semester

Keterampilan (40%)

- Presentasi

- Diskusi

- Proyek

- Poster/Infografis

- Laporan refleksi

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas penyertaan-Mu selama kami belajar. Semoga kami semakin mengenal-Mu, mencintai-Mu, dan menghayati ajaran-Mu dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah kami pribadi yang beriman, berpengharapan, penuh kasih, serta mampu menjadi saksi-Mu di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Amin.