Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Sunday, August 30, 2026

MODUL AJAR KELAS IX

MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

Bab 1 — Sakramen Perkawinan

A. Identitas Modul

Komponen Keterangan

Satuan Pendidikan SMP Negeri 2 Pandak

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Fase D

Kelas IX

Semester 1

Materi Sakramen Perkawinan

Tahun Pelajaran 2026/2027

Alokasi Waktu Disesuaikan dengan struktur kurikulum sekolah

Model Pembelajaran Problem Based Learning, diskusi, refleksi

Pendekatan Pembelajaran mendalam dan kontekstual

B. Capaian Pembelajaran


Pada akhir Fase D, peserta didik diharapkan semakin mampu memahami dirinya sebagai pribadi yang bermartabat, mengenal dan meneladani Yesus Kristus, memahami kehidupan Gereja, serta mewujudkan iman Katolik dalam kehidupan pribadi, keluarga, Gereja, masyarakat, dan lingkungan.

Pada materi ini peserta didik diarahkan untuk memahami perkawinan sebagai panggilan hidup dan Sakramen dalam Gereja Katolik, serta menyadari pentingnya kasih, kesetiaan, tanggung jawab, dan pengorbanan dalam membangun keluarga.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

Menjelaskan pengertian perkawinan menurut pandangan Katolik.

Menjelaskan perkawinan sebagai panggilan hidup.

Menjelaskan makna Sakramen Perkawinan.

Mengidentifikasi sifat-sifat perkawinan Katolik.

Menjelaskan tanggung jawab suami dan istri dalam keluarga.

Menjelaskan peran keluarga sebagai tempat bertumbuh dalam kasih.

Menunjukkan sikap menghargai kehidupan keluarga.

Merefleksikan persiapan diri untuk membangun keluarga yang bahagia dan bertanggung jawab di masa depan.

D. Kompetensi Awal

Sebelum mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan telah memahami:

arti keluarga;

peran orang tua dalam keluarga;

pengalaman hidup bersama keluarga;

pentingnya kasih dan tanggung jawab;

ajaran Yesus tentang kasih.


Pertanyaan diagnostik:


Apa arti keluarga bagi kamu?

Apa yang membuat sebuah keluarga menjadi bahagia?

Mengapa dalam keluarga diperlukan kesetiaan?

Menurut kamu, apakah menikah hanya berarti hidup bersama? Mengapa?

E. Profil Pelajar/Profil Lulusan yang Dikembangkan


Pembelajaran mengembangkan beberapa karakter utama:


Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Kemandirian

Kolaborasi

Komunikasi

Penalaran kritis

Kreativitas

Kewargaan


Nilai karakter yang ditekankan:


kasih;

kesetiaan;

tanggung jawab;

pengorbanan;

penghormatan terhadap martabat manusia;

kepedulian;

kejujuran.

F. Pemahaman Bermakna


Peserta didik memahami bahwa perkawinan dalam Gereja Katolik bukan sekadar hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan panggilan hidup dan tanda kasih Allah.


Perkawinan membutuhkan:


kasih + kesetiaan + tanggung jawab + pengorbanan + keterbukaan terhadap kehidupan.


Peserta didik juga memahami bahwa persiapan membangun keluarga dimulai sejak remaja dengan belajar:


menghargai diri sendiri;

menghargai orang lain;

bertanggung jawab;

mengendalikan diri;

berkomunikasi dengan baik;

menyelesaikan masalah secara damai.

G. Pertanyaan Pemantik


Guru dapat mengawali pembelajaran dengan pertanyaan:


“Menurut kalian, apa yang membuat sebuah keluarga dapat bertahan dalam keadaan sulit?”


Kemudian dilanjutkan:


Apakah cinta saja cukup untuk membangun keluarga?

Mengapa perkawinan membutuhkan kesetiaan?

Mengapa Gereja memandang perkawinan sebagai sakramen?

Bagaimana seorang remaja dapat mempersiapkan diri untuk kehidupan berkeluarga?

Apa hubungan antara keluarga dan kasih Allah?

H. Materi Pembelajaran

1. Pengertian Perkawinan


Perkawinan adalah persekutuan hidup antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dibangun atas dasar kasih, kesetiaan, tanggung jawab, dan komitmen untuk hidup bersama.


Dalam iman Katolik, perkawinan bukan sekadar kontrak atau kesepakatan sosial. Perkawinan merupakan perjanjian hidup yang melibatkan Allah.


2. Perkawinan dalam Kitab Suci

Kejadian 2:18


“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.”


Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi dan persekutuan dengan orang lain.


Kejadian 2:24


Manusia dipanggil untuk meninggalkan orang tua, bersatu dengan pasangannya, dan menjadi satu.


Matius 19:4–6


Yesus menegaskan kesatuan dan kesetiaan dalam perkawinan.


Dari teks tersebut dapat dipahami bahwa perkawinan merupakan persekutuan yang memiliki nilai luhur dan harus dijalani dengan kesetiaan.


3. Perkawinan sebagai Sakramen


Dalam Gereja Katolik, perkawinan antara orang-orang yang telah dibaptis merupakan Sakramen Perkawinan.


Melalui perkawinan, suami dan istri dipanggil untuk menjadi tanda nyata kasih Allah.


Dengan demikian, pasangan suami-istri tidak hanya saling mencintai, tetapi juga dipanggil untuk:


saling membantu;

saling menguduskan;

membangun keluarga;

mendidik anak;

menjadi saksi kasih Kristus.

4. Sifat-Sifat Perkawinan Katolik

a. Monogami


Perkawinan Katolik berlangsung antara seorang laki-laki dan seorang perempuan.


b. Kesatuan


Suami dan istri dipanggil untuk membangun kehidupan bersama sebagai satu keluarga.


c. Kesetiaan


Suami dan istri berkomitmen untuk setia dalam suka maupun duka.


d. Tidak terceraikan


Perkawinan Katolik dipahami sebagai ikatan yang pada hakikatnya tidak dimaksudkan untuk diputuskan secara sepihak.


e. Terbuka terhadap kehidupan


Perkawinan memiliki keterarahan pada kehidupan dan pendidikan anak.


5. Tanggung Jawab Suami dan Istri


Dalam keluarga, suami dan istri mempunyai tanggung jawab untuk:


saling mengasihi;

saling menghormati;

saling membantu;

berkomunikasi;

mengambil keputusan bersama;

menjaga kesetiaan;

mendidik anak;

membangun kehidupan iman keluarga.


Keluarga bukan tempat untuk mendominasi atau melakukan kekerasan. Suami dan istri dipanggil untuk saling menghormati martabat masing-masing.


6. Keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga


Keluarga Katolik dapat menjadi tempat pertama seseorang:


mengenal Allah;

belajar berdoa;

mengenal kasih;

belajar mengampuni;

belajar bertanggung jawab;

belajar menghargai sesama.


Karena itu keluarga sering disebut sebagai Gereja rumah tangga.


I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1 — Memahami Arti Keluarga dan Perkawinan

Pendahuluan


Guru:


memberi salam;

mengajak siswa berdoa;

mengecek kehadiran;

menyampaikan tujuan pembelajaran;

memberikan pertanyaan pemantik.


Siswa:


berdoa;

menjawab pertanyaan;

menyampaikan pengalaman tentang keluarga.

Kegiatan inti


Guru menampilkan gambar/video singkat tentang kehidupan keluarga.


Siswa diminta mengamati kemudian menjawab:


“Apa yang membuat keluarga dalam gambar tersebut terlihat bahagia?”


Siswa berdiskusi dalam kelompok.


Setiap kelompok menuliskan:


ciri keluarga bahagia;

masalah yang dapat terjadi dalam keluarga;

sikap yang dibutuhkan agar keluarga tetap harmonis.


Kelompok mempresentasikan hasil diskusi.


Guru memberikan penguatan tentang pengertian keluarga dan perkawinan.


Penutup


Siswa menulis satu kalimat:


“Keluarga adalah .... bagi saya.”


Guru mengajak siswa berdoa.


Pertemuan 2 — Sakramen Perkawinan

Pendahuluan


Guru mengulas materi sebelumnya.


Pertanyaan:


“Mengapa Gereja memberikan perhatian khusus terhadap perkawinan?”


Kegiatan inti


Siswa membaca Matius 19:4–6.


Kemudian menjawab:


Apa yang dikatakan Yesus mengenai perkawinan?

Apa arti “keduanya menjadi satu”?

Mengapa kesetiaan penting dalam perkawinan?


Kelompok kemudian membuat peta konsep:


SAKRAMEN PERKAWINAN


→ Kasih

→ Kesatuan

→ Kesetiaan

→ Tanggung jawab

→ Keterbukaan terhadap kehidupan

→ Pelayanan


Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya.


Penutup


Guru memberikan kesimpulan.


Siswa melakukan refleksi:


“Nilai apa dari perkawinan Katolik yang perlu saya mulai latih sejak sekarang?”


Pertemuan 3 — Mempersiapkan Masa Depan

Kegiatan inti


Guru memberikan kasus:


Kasus:

Andi dan Maria sering melihat konflik dalam keluarga mereka. Mereka menyimpulkan bahwa membangun keluarga ternyata tidak mudah. Mereka bertanya-tanya, “Bagaimana kita dapat mempersiapkan diri agar suatu hari nanti mampu membangun keluarga yang baik?”


Siswa berdiskusi.


Pertanyaan

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menikah?

Mengapa kedewasaan diperlukan dalam perkawinan?

Mengapa kemampuan berkomunikasi penting?

Mengapa pengendalian diri diperlukan?

Bagaimana iman membantu seseorang dalam kehidupan keluarga?


Kelompok membuat “10 Sikap yang Perlu Saya Latih Sejak Remaja untuk Membangun Keluarga yang Baik.”


J. LKPD

Lembar Kerja Peserta Didik


Nama: ........................................

Kelas: ........................................

Kelompok: ....................................


Aktivitas 1 — Mengenal Keluarga


Lengkapi tabel berikut.


Pertanyaan Jawaban

Apa arti keluarga bagi saya?

Hal yang paling saya syukuri dari keluarga saya

Nilai yang saya pelajari dari keluarga

Tantangan dalam kehidupan keluarga

Sikap saya untuk membantu keluarga

Aktivitas 2 — Analisis Kitab Suci


Bacalah Matius 19:4–6.


Jawablah:


Apa yang diajarkan Yesus mengenai perkawinan?

Mengapa kesatuan penting dalam perkawinan?

Apa hubungan kasih dan kesetiaan?

Apa yang dapat dipelajari remaja dari ajaran tersebut?

Aktivitas 3 — Rencana Pengembangan Diri


Tuliskan lima sikap yang akan kamu latih mulai sekarang.


Sikap Tindakan Nyata

Tanggung jawab

Kesetiaan

Pengendalian diri

Komunikasi

Kasih

K. Asesmen Diagnostik

Pertanyaan

Apa yang kamu pahami tentang perkawinan?

Apa perbedaan keluarga dan perkawinan?

Mengapa keluarga membutuhkan kasih?

Apa arti setia menurutmu?


Tujuan: mengetahui pemahaman awal peserta didik.


L. Asesmen Formatif


Guru mengamati:


Aspek Mulai Berkembang Berkembang Sangat Berkembang

Keaktifan berdiskusi

Kemampuan mengemukakan pendapat

Kerja sama

Menghargai pendapat

Pemahaman materi

Refleksi iman

M. Asesmen Sumatif

Pilihan Ganda


1. Dalam iman Katolik, perkawinan merupakan ....


A. perjanjian sementara

B. sekadar hubungan sosial

C. panggilan hidup dan sakramen

D. hubungan berdasarkan kepentingan


Jawaban: C


2. Salah satu sifat penting perkawinan Katolik adalah ....


A. persaingan

B. kesetiaan

C. kebebasan tanpa batas

D. kepentingan pribadi


Jawaban: B


3. Dasar Kitab Suci yang berbicara mengenai perkawinan terdapat dalam ....


A. Matius 19:4–6

B. Mazmur 23

C. Kisah Para Rasul 2:1–4

D. Wahyu 21:1–5


Jawaban: A


4. Keluarga disebut Gereja rumah tangga karena ....


A. keluarga merupakan gedung Gereja

B. keluarga menjadi tempat pertama kehidupan iman

C. semua keluarga memiliki imam

D. keluarga menggantikan tugas Gereja


Jawaban: B


5. Sikap yang perlu dikembangkan dalam keluarga adalah ....


A. egoisme

B. kesombongan

C. kasih dan tanggung jawab

D. persaingan


Jawaban: C


Soal Uraian

Jelaskan pengertian Sakramen Perkawinan!

Mengapa kesetiaan penting dalam perkawinan?

Sebutkan empat tanggung jawab suami dan istri!

Jelaskan arti keluarga sebagai Gereja rumah tangga!

Bagaimana seorang remaja dapat mempersiapkan diri untuk kehidupan berkeluarga?

Pedoman Jawaban


1. Sakramen Perkawinan adalah sakramen yang menyatukan laki-laki dan perempuan yang telah dibaptis dalam perjanjian hidup yang menjadi tanda kasih Allah.


2. Kesetiaan diperlukan agar suami dan istri mampu mempertahankan komitmen dan membangun kehidupan bersama dalam suka maupun duka.


3. Misalnya saling mengasihi, menghormati, membantu, mendidik anak, menjaga kesetiaan, dan membangun kehidupan iman.


4. Keluarga disebut Gereja rumah tangga karena keluarga menjadi tempat pertama seseorang mengenal Allah, berdoa, belajar kasih, mengampuni, dan hidup sebagai orang beriman.


5. Dengan belajar bertanggung jawab, mengendalikan diri, menghargai orang lain, berkomunikasi dengan baik, setia, jujur, dan mengembangkan kehidupan iman.


N. Rubrik Penilaian Projek

Projek: “Aku Mempersiapkan Masa Depanku”


Peserta didik membuat poster/peta konsep tentang persiapan membangun keluarga yang baik.


Kriteria Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4

Isi Kurang Cukup Baik Sangat baik

Kesesuaian dengan iman Katolik Kurang Cukup Baik Sangat baik

Kreativitas Kurang Cukup Baik Sangat baik

Kerja sama Kurang Cukup Baik Sangat baik

Presentasi Kurang Cukup Baik Sangat baik


Skor maksimal: 20


Nilai:


Skor diperoleh ÷ 20 × 100


O. Remedial


Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan:


pembelajaran ulang dengan bahasa lebih sederhana;

membaca kembali materi;

bimbingan kelompok kecil;

pertanyaan sederhana tentang makna perkawinan;

tugas membuat rangkuman.

Tugas remedial


Jelaskan dengan bahasamu sendiri:


Apa arti keluarga?

Apa arti perkawinan?

Mengapa perkawinan membutuhkan kesetiaan?

Apa yang dapat kamu lakukan untuk membangun keluarga yang baik?

P. Pengayaan


Peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan tugas:


“Wawancara Tokoh Keluarga”


Mewawancarai orang tua/wali atau pasangan suami-istri mengenai:


arti perkawinan;

pengalaman membangun keluarga;

tantangan dalam keluarga;

cara menyelesaikan konflik;

pentingnya doa;

nilai yang ingin diwariskan kepada anak.


Hasil wawancara dibuat menjadi laporan 1–2 halaman.


Q. Refleksi Peserta Didik


Berilah tanda ✓.


Pernyataan Ya Belum

Saya memahami arti Sakramen Perkawinan

Saya memahami pentingnya kesetiaan

Saya memahami tanggung jawab dalam keluarga

Saya mampu menghargai keluarga saya

Saya mengetahui cara mempersiapkan diri sejak remaja

Refleksi tertulis


Lengkapi:


Hal yang paling saya pahami hari ini adalah ....


Hal yang ingin saya perbaiki dalam diri saya adalah ....


Mulai hari ini saya akan ....


R. Refleksi Guru


Setelah pembelajaran, guru dapat menjawab:


Apakah peserta didik memahami makna Sakramen Perkawinan?

Apakah peserta didik aktif dalam diskusi?

Apakah kegiatan pembelajaran relevan dengan kehidupan mereka?

Peserta didik mana yang membutuhkan pendampingan?

Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?

S. Sumber Belajar

Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Dokumen dan ajaran Gereja Katolik mengenai perkawinan.

Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas IX yang digunakan sekolah.

Lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai sumber belajar kontekstual.

T. Penutup Pembelajaran


Guru dapat mengakhiri materi dengan pesan:


“Keluarga yang baik tidak dibangun hanya ketika seseorang sudah menikah. Keluarga yang baik mulai dipersiapkan sejak sekarang, melalui belajar mengasihi, menghormati, bertanggung jawab, setia, mengampuni, dan mengandalkan Tuhan.”


Kemudian dilanjutkan dengan doa penutup.


Rangkaian Modul Berikutnya


Agar menjadi modul ajar lengkap kelas IX selama satu tahun, susunannya dapat dilanjutkan menjadi:


Modul 1 — Sakramen Perkawinan

Modul 2 — Sakramen Tahbisan

Modul 3 — Cita-Cita dan Masa Depan

Modul 4 — Kebebasan sebagai Anak-Anak Allah

Modul 5 — Sabda Bahagia

Modul 6 — Martabat Manusia dan Budaya Kehidupan

Modul 7 — Keadilan dan Kejujuran

Modul 8 — Bersahabat dengan Alam

Modul 9 — Hidup Bersama dalam Keberagaman


Jika perangkat ini akan benar-benar dipakai untuk administrasi guru, saya sarankan tahap berikutnya saya buatkan paket lengkap 9 modul tersebut sekaligus dalam format yang lebih formal, termasuk CP–TP–ATP, KKTP, prota, promes, jadwal JP, LKPD setiap bab, kisi-kisi soal, 50 soal sumatif + kunci jawaban, dan rubrik penilaian, sehingga tinggal dipindahkan ke Word.

PERANGKAT AJAR IX

PAKET PERANGKAT AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX — Fase D


SMP Negeri 2 Pandak

Tahun Pelajaran 2026/2027


I. IDENTITAS UMUM

Komponen Keterangan

Satuan Pendidikan SMP Negeri 2 Pandak

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Fase D

Kelas IX

Tahun Pelajaran 2026/2027

Semester 1 dan 2

Kurikulum Kurikulum yang berlaku / CP Agama dan Budi Pekerti terbaru

Guru ........................................

Alokasi Waktu Menyesuaikan struktur kurikulum sekolah

II. CAPAIAN PEMBELAJARAN


Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada Fase D diarahkan agar peserta didik bertumbuh sebagai pribadi yang mengenal dan mengembangkan dirinya sebagai citra Allah, semakin mengenal Yesus Kristus, memahami dirinya sebagai bagian dari Gereja, serta mampu mewujudkan iman dalam kehidupan masyarakat.


Empat elemen utama:


Pribadi Peserta Didik

Yesus Kristus

Gereja

Masyarakat


Pembelajaran tidak hanya menekankan pengetahuan agama, tetapi juga penghayatan iman dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


III. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Modul Materi Tujuan Utama Produk/Asesmen

1 Sakramen Perkawinan Memahami perkawinan sebagai panggilan dan sakramen Refleksi

2 Sakramen Tahbisan Memahami panggilan hidup untuk melayani Wawancara

3 Cita-Cita dan Masa Depan Mengenali potensi dan merencanakan masa depan Peta masa depan

4 Kebebasan sebagai Anak Allah Menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab Studi kasus

5 Sabda Bahagia Menghayati nilai-nilai Sabda Bahagia Jurnal/refleksi

6 Martabat Manusia Menghormati kehidupan dan martabat sesama Kampanye

7 Keadilan dan Kejujuran Membiasakan hidup jujur dan adil Analisis kasus

8 Bersahabat dengan Alam Merawat lingkungan sebagai ciptaan Allah Projek lingkungan

9 Hidup dalam Keberagaman Membangun persaudaraan dan toleransi Projek sosial

IV. PROGRAM SEMESTER

Semester 1

Modul Materi Perkiraan Alokasi

1 Sakramen Perkawinan 3–4 pertemuan

2 Sakramen Tahbisan 3–4 pertemuan

3 Cita-Cita dan Masa Depan 3–4 pertemuan

Evaluasi Asesmen sumatif Disesuaikan

Semester 2

Modul Materi Perkiraan Alokasi

4 Kebebasan sebagai Anak Allah 3–4 pertemuan

5 Sabda Bahagia 3–4 pertemuan

6 Martabat Manusia dan Budaya Kehidupan 3–4 pertemuan

7 Keadilan dan Kejujuran 2–3 pertemuan

8 Bersahabat dengan Alam 2–3 pertemuan

9 Hidup dalam Keberagaman 2–3 pertemuan

Evaluasi Asesmen sumatif Disesuaikan


Catatan: jumlah JP/pertemuan sebaiknya disesuaikan dengan struktur kurikulum dan kalender pendidikan SMP Negeri 2 Pandak.


V. MODUL 1

SAKRAMEN PERKAWINAN

Tujuan Pembelajaran


Peserta didik mampu:


memahami arti perkawinan;

menjelaskan perkawinan sebagai panggilan hidup;

menjelaskan makna Sakramen Perkawinan;

memahami kesetiaan dan tanggung jawab dalam perkawinan;

menghargai keluarga;

mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Kitab Suci

Kejadian 2:18–24

Matius 19:4–6

Efesus 5:21–33

Aktivitas Utama


Studi kasus keluarga → membaca Kitab Suci → diskusi → refleksi → projek “Aku Mempersiapkan Masa Depanku”.


LKPD


Pertanyaan:


Apa arti keluarga bagi saya?

Mengapa perkawinan membutuhkan kesetiaan?

Apa tanggung jawab suami dan istri?

Bagaimana saya mempersiapkan diri sejak remaja?

Asesmen

Diskusi: 20%

LKPD: 20%

Refleksi: 20%

Projek: 20%

Tes tertulis: 20%

VI. MODUL 2

SAKRAMEN TAHBISAN

Tujuan Pembelajaran


Peserta didik mampu:


menjelaskan Sakramen Tahbisan;

mengenal tingkat tahbisan;

memahami tugas imam;

menghargai panggilan hidup;

memahami arti pelayanan;

mengenali bahwa setiap orang mempunyai panggilan.

Materi


Sakramen Tahbisan berkaitan dengan pelayanan Gereja. Mereka yang menerima tahbisan menjalankan tugas pelayanan sebagai:


diakon;

imam;

uskup.


Dasar Kitab Suci:


Markus 10:45


“Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.”


Aktivitas


Siswa melakukan wawancara dengan imam/tokoh Gereja.


LKPD

Apa arti melayani?

Mengapa imam disebut pelayan umat?

Apa yang dapat diteladani dari kehidupan imam?

Apakah melayani hanya tugas imam?

Projek


“Aku Mau Melayani”


Siswa melakukan satu tindakan pelayanan nyata di rumah/sekolah.


VII. MODUL 3

CITA-CITA DAN MASA DEPAN

Tujuan


Peserta didik mampu:


mengenali potensi diri;

memahami keterbatasan diri;

menentukan cita-cita;

membuat rencana masa depan;

mengembangkan talenta;

mengandalkan Tuhan.

Kitab Suci


Matius 25:14–30 — Perumpamaan tentang Talenta.


Aktivitas


Siswa membuat:


“PETA MASA DEPANKU”


Berisi:


cita-cita;

bakat;

kelebihan;

kekurangan;

pendidikan yang dibutuhkan;

langkah yang harus dilakukan;

nilai iman yang menjadi pedoman.

Refleksi


“Apa yang sudah Tuhan berikan kepada saya dan bagaimana saya mengembangkannya?”


VIII. MODUL 4

KEBEBASAN SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami kebebasan;

membedakan kebebasan dan kebebasan tanpa batas;

menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab;

mengambil keputusan berdasarkan hati nurani.

Kitab Suci


Galatia 5:13


Kebebasan tidak digunakan untuk memuaskan keinginan pribadi, tetapi untuk melayani dalam kasih.


Studi Kasus


Seorang siswa bebas menggunakan media sosial. Ia kemudian membuat akun anonim untuk menghina teman-temannya.


Pertanyaan:


Apakah tindakan tersebut merupakan kebebasan?

Apa akibatnya?

Bagaimana seharusnya kebebasan digunakan?

Projek


“Bijak Menggunakan Kebebasan di Era Digital.”


IX. MODUL 5

SABDA BAHAGIA

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami Sabda Bahagia;

menemukan nilai Kerajaan Allah;

menghubungkan Sabda Bahagia dengan kehidupan remaja;

menerapkannya dalam tindakan.

Kitab Suci


Matius 5:1–12


Nilai Utama

rendah hati;

murah hati;

keadilan;

perdamaian;

kemurnian hati;

keteguhan dalam kebenaran.

Aktivitas


Siswa membuat tabel:


Sabda Bahagia Contoh dalam kehidupan siswa

Berbelas kasih Membantu teman

Membawa damai Menyelesaikan konflik

Rendah hati Tidak menyombongkan diri

Memperjuangkan keadilan Tidak membiarkan bullying

Projek


“Satu Minggu Hidup dalam Sabda Bahagia.”


Siswa mencatat tindakan nyata selama satu minggu.


X. MODUL 6

MARTABAT MANUSIA DAN BUDAYA KEHIDUPAN

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami manusia sebagai citra Allah;

menghargai martabat manusia;

menolak kekerasan;

menolak bullying;

menghormati kehidupan.

Kitab Suci


Kejadian 1:27


Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.


Materi Kontekstual


Contoh masalah:


bullying;

penghinaan fisik;

cyberbullying;

diskriminasi;

kekerasan;

perundungan terhadap siswa yang berbeda.

Projek

“SEKOLAH TANPA BULLYING”


Produk kelompok dapat berupa:


poster;

video pendek;

slogan;

presentasi;

kampanye kelas.

XI. MODUL 7

KEADILAN DAN KEJUJURAN

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami arti kejujuran;

memahami keadilan;

menghindari kecurangan;

bertanggung jawab atas tindakan.

Contoh Situasi

menyontek;

memalsukan tanda tangan;

berbohong kepada orang tua;

mengambil barang teman;

menyebarkan berita yang belum benar.

Pertanyaan


Apakah seseorang dapat disebut baik jika hanya jujur ketika diawasi?


Projek


“Jurnal Kejujuran 7 Hari.”


Setiap siswa mencatat pengalaman menerapkan kejujuran selama satu minggu.


XII. MODUL 8

BERSAHABAT DENGAN ALAM

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami alam sebagai ciptaan Allah;

menyadari tanggung jawab manusia terhadap lingkungan;

melakukan tindakan nyata menjaga lingkungan.

Kitab Suci


Kejadian 2:15


Manusia ditempatkan di taman untuk mengusahakan dan memeliharanya.


Projek

“SATU SISWA, SATU AKSI UNTUK BUMI”


Pilihan kegiatan:


membawa botol minum;

mengurangi plastik;

memilah sampah;

menanam pohon;

menghemat air;

menghemat listrik;

membersihkan lingkungan sekolah.

Produk


Laporan projek + foto kegiatan + refleksi.


XIII. MODUL 9

HIDUP BERSAMA DALAM KEBERAGAMAN

Tujuan


Peserta didik mampu:


memahami keberagaman Indonesia;

menghargai perbedaan agama;

membangun toleransi;

bekerja sama dengan semua orang;

menjaga persatuan.

Kitab Suci


Matius 22:39


“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”


Studi Kasus


Di kelas terdapat siswa dengan agama dan latar belakang yang berbeda. Saat kerja kelompok, beberapa siswa hanya mau bekerja dengan teman yang seagama.


Pertanyaan:


Apakah sikap tersebut tepat?

Apa hubungan toleransi dengan kasih?

Bagaimana sikap seorang siswa Katolik terhadap teman yang berbeda agama?

Apa yang dapat dilakukan agar kelas menjadi lebih rukun?

Projek

“KELASKU BERSAUDARA”


Siswa membuat kegiatan bersama yang tidak membedakan agama, misalnya:


kerja bakti;

aksi sosial;

kampanye anti-bullying;

menjaga kebersihan;

penggalangan bantuan kemanusiaan.

XIV. FORMAT ASESMEN UMUM

A. Asesmen Diagnostik


Dilakukan pada awal setiap modul.


Contoh:


Apa yang sudah kamu ketahui tentang materi ini?


Apa pengalamanmu yang berhubungan dengan materi?


B. Asesmen Formatif


Meliputi:


diskusi;

tanya jawab;

presentasi;

LKPD;

jurnal;

refleksi;

observasi.

C. Asesmen Sumatif


Meliputi:


tes tertulis;

proyek;

portofolio;

presentasi;

produk.

XV. KKTP

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Kriteria Deskripsi

Belum berkembang Belum memahami konsep dan membutuhkan bimbingan

Mulai berkembang Memahami sebagian konsep dengan bimbingan

Berkembang Memahami konsep dan mampu menerapkannya

Sangat berkembang Memahami, menerapkan, merefleksikan, dan mampu menjadi teladan


Peserta didik dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran apabila mampu memahami konsep, menjelaskan dengan bahasa sendiri, serta menunjukkan penerapan nilai dalam kehidupan nyata.


XVI. KISI-KISI ASESMEN SUMATIF

No Materi Indikator

1 Perkawinan Menjelaskan makna Sakramen Perkawinan

2 Tahbisan Menjelaskan panggilan pelayanan

3 Masa depan Mengenali dan mengembangkan talenta

4 Kebebasan Menjelaskan kebebasan bertanggung jawab

5 Sabda Bahagia Mengidentifikasi nilai Injil

6 Martabat manusia Menjelaskan pentingnya menghormati sesama

7 Kejujuran Menganalisis kasus moral

8 Lingkungan Menjelaskan tanggung jawab manusia

9 Keberagaman Menerapkan toleransi dan persaudaraan

XVII. CONTOH 20 SOAL SUMATIF

Pilihan Ganda


1. Perkawinan Katolik merupakan ....


A. perjanjian sementara

B. Sakramen dan panggilan hidup

C. hubungan sosial biasa

D. hubungan berdasarkan keuntungan


2. Salah satu sifat penting perkawinan Katolik adalah ....


A. kesetiaan

B. persaingan

C. kebebasan tanpa tanggung jawab

D. kepentingan pribadi


3. Sakramen Tahbisan berkaitan terutama dengan ....


A. kekayaan

B. pelayanan Gereja

C. pendidikan formal

D. pekerjaan duniawi


4. Talenta yang diberikan Tuhan harus ....


A. disembunyikan

B. dikembangkan

C. diabaikan

D. digunakan hanya untuk diri sendiri


5. Kebebasan harus disertai ....


A. kesombongan

B. tanggung jawab

C. kepentingan pribadi

D. kesewenang-wenangan


6. Sabda Bahagia terdapat dalam ....


A. Matius 5:1–12

B. Kejadian 1:1–5

C. Yohanes 1:1–5

D. Wahyu 1:1–5


7. Manusia memiliki martabat karena ....


A. memiliki kekayaan

B. memiliki jabatan

C. diciptakan menurut gambar Allah

D. memiliki pendidikan tinggi


8. Menyontek merupakan tindakan yang bertentangan dengan ....


A. kejujuran

B. kreativitas

C. kerja sama

D. toleransi


9. Salah satu cara menjaga lingkungan adalah ....


A. membuang sampah sembarangan

B. menghemat air

C. merusak tanaman

D. membakar sampah sembarangan


10. Sikap terhadap teman yang berbeda agama adalah ....


A. menjauhi

B. menghina

C. menghormati

D. memusuhi


11–20: dapat dikembangkan dengan bentuk studi kasus HOTS sehingga siswa tidak hanya menghafal materi.


XVIII. REFLEKSI AKHIR TAHUN


Siswa menjawab:


Apa yang paling saya pelajari selama kelas IX?

Bagaimana iman saya berkembang?

Apa perubahan positif yang saya alami?

Apa nilai Kristiani yang paling ingin saya hidupi?

Bagaimana saya akan menggunakan talenta saya?

Bagaimana saya akan memperlakukan orang yang berbeda dengan saya?

Apa cita-cita saya setelah lulus SMP?

Apa yang saya serahkan kepada Tuhan?

Doa Penutup


Allah Bapa yang Mahakasih,

kami bersyukur atas perjalanan belajar kami.

Bantulah kami agar mampu menggunakan pengetahuan, talenta, dan kebebasan kami untuk kebaikan.

Ajarlah kami menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, penuh kasih, peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Bimbinglah langkah kami dalam merencanakan masa depan dan jadikanlah hidup kami sebagai tanda kasih-Mu bagi dunia.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Amin.