Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Tuesday, August 4, 2026

LKS KATOLIK IX Ganjil

 

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

Kelas / Semester: IX (Sembilan) / Ganjil

Satuan Pendidikan: SMP Negeri 2 Pandak

Materi Pokok: Elemen Gereja – Hakikat dan Karya Pelayanan Gereja

Nama Siswa: ……………………………………………

Kelas / No. Absen: …………………… / ………………

A. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami hakikat Gereja sebagai Umat Allah dan Persekutuan yang Terbuka, serta memahami tugas dan karya pelayanan Gereja (Mewartakan, Menguduskan, Melayani, Menggembalakan, dan Persekutuan) sehingga mampu terlibat aktif dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

B. Ringkasan Materi

1. Gereja sebagai Umat Allah dan Persekutuan Terbuka

Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus. Ciri utama Gereja yang sejati adalah terbuka, mau merangkul semua orang tanpa membedakan latar belakang, serta siap diutus ke tengah dunia.

2. Lima Tugas/Karya Pelayanan Gereja (Panca Tugas Gereja)

  • Kerygma (Mewartakan): Menyebarkan Berita Keselamatan melalui pengajaran, rekoleksi, dan perilaku hidup sehari-hari.

  • Liturgia (Menguduskan): Mendoakan dan merayakan iman melalui Perayaan Ekaristi, Sakramen, dan doa bersama.

  • Diakonia (Melayani): Memberikan bantuan nyata bagi sesama yang miskin, menderita, tersisih, dan membutuhkan belarasa.

  • Koinonia (Persekutuan): Membangun rasa persaudaraan dan kebersamaan antarumat (misalnya kegiatan Lingkungan, OMK, atau Bina Remaja).

  • Martyria (Kesaksian): Menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat melalui sikap jujur, adil, dan berani membela kebenaran.

C. Pendalaman Kitab Suci

Bacalah perikop berikut dengan saksama:

Kisah Para Rasul 2:42-47

"Maka bertekunlah mereka dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa... Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama..."

D. Lembar Aktivitas Siswa

Tugas 1: Analisis Teks Kitab Suci

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan bacaan Kisah Para Rasul 2:42-47 di atas!

  1. Sebutkan 3 ciri cara hidup umat beriman pertama yang tercantum dalam bacaan tersebut!

    Jawaban:

  2. Menurut pendapatmu, bagaimana cara hidup umat beriman pertama tersebut dapat kita terapkan di lingkungan SMPN 2 Pandak saat ini?

    Jawaban:

Tugas 2: Pemahaman Konsep (Panca Tugas Gereja)

Jodohkan istilah Panca Tugas Gereja di Kolom A dengan contoh tindakan nyata yang tepat di Kolom B!

NoKolom A (Panca Tugas)PasanganKolom B (Contoh Action / Tindakan)
1Liturgia (Menguduskan)[ ... ]A. Menjadi petugas lektor/pembaca Kitab Suci saat Misa Kudus.
2Diakonia (Melayani)[ ... ]B. Mengumpulkan bantuan bahan pokok (sembako) untuk korban bencana.
3Kerygma (Mewartakan)[ ... ]C. Mengikuti Doa Rosario bersama di lingkungan tempat tinggal.
4Koinonia (Persekutuan)[ ... ]D. Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti dan keakraban remaja Gereja.
5Martyria (Kesaksian)[ ... ]E. Berani menolak ajakan bolos sekolah dan tindakan perundungan (bullying).

Tugas 3: Studi Kasus & Refleksi Diri

Narasi Soal:

Dito adalah seorang siswa Katolik kelas IX. Di sekolahnya, ia berteman baik dengan siapa saja tanpa membedakan agama. Suatu hari, Dito melihat seorang temannya dianiaya secara verbal (diejek) oleh kelompok siswa lain. Di sisi lain, Gereja setempat juga sedang mengadakan kegiatan bakti sosial untuk warga desa sekitar.

Pertanyaan:

  1. Tindakan apa yang seharusnya dilakukan Dito di sekolah sebagai wujud menjalankan tugas Martyria (Kesaksian Iman) dan Diakonia (Melayani)?

    Jawaban:

  2. Tuliskan 1 Rencana Aksi Nyata yang akan kamu lakukan minggu ini di sekolah atau lingkungan rumah sebagai wujud perannya sebagai remaja Katolik yang aktif!

    Rencana Aksiku:

E. Penilaian Kebiasaan Hidup Kristiani (Self-Assessment)

Beri tanda centang ($\checkmark$) pada kolom yang sesuai dengan kebiasaanmu sehari-hari!

NoPernyataanSelaluSeringKadangTidak Pernah
1Saya berdoa sebelum dan sesudah belajar di sekolah.
2Saya aktif mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja/Kapela.
3Saya bersedia membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.
4Saya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Paraf Guru Pendidikan Agama Katolik: _______________

Nilai: _______________

Pendampingan Siswa Katolik di SMA N 1 IMOGIRI

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Imogiri dilaksanakan sesuai dengan kurikulum nasional (Kurikulum Merdeka) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas, yang disesuaikan dengan dinamika sekolah negeri.

Meskipun SMA N 1 Imogiri merupakan sekolah negeri dengan mayoritas siswa beragama Islam, sekolah memberikan wadah dan pembinaan rohani bagi siswa beragama Katolik melalui kegiatan Pembelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Gambaran Umum Pembelajaran

1. Format dan Pelaksanaan Kelas

  • Sistem Kelas Religi: Pembelajaran dilakukan terpisah berdasarkan agama masing-masing siswa pada jam pelajaran Agama Katolik yang telah dijadwalkan dalam struktur kurikulum.

  • Pendampingan/Pengajar: Diampu oleh guru/pembina Pendidikan Agama Katolik yang ditunjuk atau bekerjasama dengan Paroki/Stasi setempat (seperti Paroki Gereja Katolik HKTY Ganjuran atau Stasi Imogiri) untuk memastikan pendampingan iman yang tepat.

Fokus Materi Pembelajaran (Kurikulum SMA)

Materi diajarkan berbasis Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka yang mencakup empat elemen utama:

A. Elemen Pribadi Peserta Didik (Kelas X)

  • Aku Pribadi yang Unik: Mengembangkan pemahaman diri, bakat, serta keterbatasan sebagai citra Allah (Imago Dei).

  • Suara Hati dan Pilihan Hidup: Melatih remaja untuk mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab di tengah pengaruh lingkungan/media sosial.

B. Elemen Yesus Kristus (Kelas X & XI)

  • Sengsara, Wafat, dan Kebangkitan Yesus: Memahami inti iman Katolik dan makna pengorbanan Kristus.

  • Kerajaan Allah dan Pewartaan: Mengaktualisasikan nilai-nilai Injil (kasih, keadilan, perdamaian, dan kebenaran) dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan masyarakat.

C. Elemen Gereja (Kelas XI)

  • Gereja sebagai Umat Allah: Peran aktif remaja dalam kehidupan bergereja (termasuk keterlibatan dalam OMK/Bina Remaja).

  • Sakramen-Sakramen: Memperdalam pemahaman hidup sakramental (khususnya Ekaristi dan Tobat) sebagai sumber kekuatan rohani.

D. Elemen Masyarakat / Kemasyarakatan (Kelas XII)

  • Hak Asasi Manusia, Keadilan, dan Keutuhan Ciptaan: Mengkritisi isu-isu sosial, toleransi antarumat beragama, dan kepedulian lingkungan.

  • Panggilan Hidup: Mempersiapkan masa depan (panggilan hidup berkeluarga, membiara, atau profesi/karier).

Ciri Khas di Sekolah Negeri (Smanimo)

  1. Penguatan Moderasi Beragama & Toleransi: Siswa diajak untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan teman-teman beragama lain melalui sikap saling menghormati dan kolaborasi dalam kegiatan sekolah.

  2. Pengembangan Karakter (Budi Pekerti): Pembentukan kepribadian yang berintegritas, santun, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial tinggi (Pancasila & Nilai Injili).

  3. Keterlibatan dalam Kegiatan Hari Raya: Pembinaan iman menjelang Paskah atau Natal melalui ibadat bersama atau pendampingan rohani mandiri/kelompok.




Siswa Katolik di SMA Negeri 1 Imogiri (Smanimo) memegang peran penting tidak hanya bagi perkembangan imannya sendiri, melainkan juga bagi dinamika sosial dan iklim inklusif di lingkungan sekolah. Sebagai bagian dari minoritas di sekolah negeri, keberadaan siswa Katolik menjadi wadah nyata untuk mengamalkan ajaran Injil secara aktif dan berbelas kasih.

Berikut adalah beberapa peran strategis siswa Katolik di SMAN 1 Imogiri:

1. Agen Garam dan Terang Dunia (Lumen Gentium)

Di tengah lingkungan yang heterogen, siswa Katolik dipanggil untuk memancarkan nilai-nilai Injili melalui tindakan nyata:

  • Integritas dan Kedisiplinan: Menunjukkan kejujuran dalam akademik (tidak menyontek), menghormati guru, serta taat pada tata tertib sekolah sebagai bentuk kesaksian iman.

  • Kepedulian Sosial (Belarasa): Menjadi pribadi yang peka terhadap teman yang membutuhkan, baik dalam hal pendampingan belajar, dukungan moral, maupun kegiatan sosial/kemanusiaan di sekolah.

2. Duta Moderasi Beragama dan Toleransi

Sebagai siswa yang hidup dan belajar di lingkungan mayoritas Muslim, siswa Katolik memiliki peran kunci dalam membangun jembatan persaudaraan:

  • Aktif Merawat Toleransi: Menunjukkan sikap saling menghormati saat teman-teman beragama lain menjalankan ibadah (seperti Ramadan atau Sholat Jumat).

  • Kolaborasi Inklusif: Terlibat aktif dalam kegiatan OSIS, ekstrakurikuler, dan proyek sekolah (seperti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila / P5) tanpa membeda-bedakan latar belakang agama.

  • Menghapus Stigma: Menjadi pribadi yang terbuka dan ramah sehingga dapat mematahkan stereotip atau prasangka antarumat beragama melalui pergaulan yang sehat.

3. Penggerak Komunitas Iman Remaja Katolik

Untuk menjaga agar api iman tetap bernyala di sekolah negeri, siswa Katolik berperan dalam:

  • Gereja Kecil di Sekolah: Saling mendukung sesama siswa Katolik melalui doa bersama, diskusi iman, atau persiapan Ibadat Paskah/Natal sekolah.

  • Penghubung Sekolah dan Paroki/Stasi: Menjadi jembatan antara kegiatan kerohanian di sekolah dengan aktivitas Gereja lokal (seperti Orang Muda Katolik / OMK dan Bina Remaja Katolik di Stasi Imogiri atau Paroki Ganjuran).

4. Pelopor Pelestarian Lingkungan dan Keadilan

Sesuai dengan ajaran Gereja Katolik (Laudato Si'), siswa Katolik diajak untuk peduli pada bumi sebagai rumah bersama:

  • Menjaga Kebersihan dan Kelestarian: Berperan aktif dalam program lingkungan sekolah (seperti gerakan zero waste, pemilahan sampah, atau penghijauan area Smanimo).

  • Menolak Bullying dan Diskriminasi: Berani bersuara dan berdiri bagi teman-teman yang tersisih atau menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.