Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Wednesday, December 25, 2019

misa muda t baru

Perayaan Ekaristi Kaum Muda
Rabu, 31 Desember 2014
Gereja st. Yusup Baturetno

PROLOG
Metamorfosis
Tepat setahun ini, OMK Pakayumba memulai lembaran baru. Berbagai proses kehidupan kami hadapi bersama di OMK Pakayumba ini. Berbagai kisah dan perasaan telah kami lalui bersama. Perasaan sedih, senang, emosi, marah, malas, kadangkali kami merasakan jenuh, terkadang mulai jatuh cinta diantara kami, sekaligus perasaan cemburu, selalu menghiasi perjalanan kami dalam OMK Pakayumba ini. Kami juga ingat saat kami memulai kegiatan anjangsana, perayaan EKM Tahun Baru 2014, kegiatan Valentine, visualisasi sengsara Yesus,  ziarah bersama, campingrohani, EKM kemerdekaan, HUT Paroki, hingga EKM Tahun baru hari ini, itulah bagian dari wujud semangat kami membangun Gereja. Semua itu merupakan proses pembelajaran kami untuk semakin menguatkan bentuk pelayanan kami terhadap Gereja lewat OMK Pakayumba.
Tema EKM malam ini adalah metamorfosis. Metamorfosis mempunyai filosofi yang sangat erat dengan proses perjalanan OMK Pakayumba ini. Kami bisa mengambarkan bagaimana metamorfosis pada kupu-kupu, dari ulat yang dipandang menjijikan, berubah menjadi kepompong , kemudian menjadi kupu-kupu yang cantik memesona. Kita mencoba belajar dari metamorfosis kupu-kupu tersebut. Bagaimana kita berproses dari individu-individu yang belum mengenal satu sama lainya, disatukan  dalam OMK Pakayumba ini yang bertugas menjadi agen perubahan untuk menjadi garam dan terang di dalam Gereja, masyarakat, keluarga, dan sekolah.
Kita tidak mau berhenti di sini.Kita telah bersatu dalam keluarga. Harapan Kita, kami tetap menjadi garam dan terang sekaligus dapat berkembang lebih baik dalam mengabdi Gereja, keluarga, sekolah, dan masyarakat…. “Pakayumba Bersatu Tak Bisa Dikalahkan!!!!”



RITUS  PEMBUKA
LAGU PEMBUKA
TANDA SALIB DAN SALAM
PENGANTAR
SERUAN TOBAT :
I   :Tuhan Yesus, Engkau mencintai kami anak-anak-Mu dengan memperbarui hidup kami dengan terang-Mu.
U  :Kasihanilah kami yang masih melekatkan pada cara hidup lama,  yang awut-awutan dan tidak berfokus pada-Mu.
I   :Sering kali kami sulit keluar dari kegalauan, untuk beranjak dan melihat keindahan di sekitarkami.
U : Kasihanilah kami yang masih sering kali melupakan Dikau saat kami sedang mengalami kegalauan, dan sering kami melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran Mu.
I   :Tuhan Yesus, Engkau menghendaki kami untuk berbenah diri sehingga selalu baru di hadapan-Mu.
U  : Ampunilah kami yang sering terlena pada kenyamanan dan tidak mau berubah ke arah yang lebih baik.
I :Tuhan Yesus, Engkau mengajari kamisupaya dapat memaknai perjalanan hidup kami, selalu berharap, dan mampu bersyukur atas nama-Mu.
U   :Kasihanilah kami yang tidak tahu terima kasih atas segala rahmat kehidupan yang telah kami lalui.Bimbinglah kami anak-anak-Mu dalam proses metamorfosis ini,karena kami percaya Engkaulah Tuhan pengantara kami.
I     :Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kami, mengampuni dosa kami, dan mengantar kami ke hidup yang kekal.
U   : Amin.



KEMULIAAN
DOA PEMBUKA :
I:Marilah berdoa!
Allah Bapa mahakasih, Engkau meninggalkan gemilang kebesaran-Mu dengan sudi menjadi manusia dalam Yesus putra-Mu. Ia mendekati kami sehingga di akhir tahun ini kami dapat mempertanggungjawabkan kehidupan satu tahun ini kepada-Mu.
U: Kami berterima kasih sebab Engkau mau datang menjadi sama dengan kami, agar janji-Mu yang terpercaya dapat menguatkan perjalanan hidup kami di dunia. 
I: Semoga terang Putra-Mu itu menuntun kami yang belajar memperbarui diri dalam Yesus Kristus. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, yang bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang masa.
U: Amin.
BACAAN I :Surat Pertama Yohanes ( 1 Yoh 2: 18-21 )
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kami, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kami; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kami, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kami. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kami. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U: Syukur kepada Allah
Lagu antarbacaan
Alleluya.. Alleluya
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kami. Semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah. Alleluya.
Bacaan Injil (Yoh 1: 1-18)
I : Tuhan sertamu.
U: Dan sertamu juga.
I :Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes.
U: Dimuliakanlah Tuhan.
I :Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadipercaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kami, dan kami telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberikan kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."Karena dari kepenuhan-Nya kami semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
I :Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
VISUALISASI
HOMILI
AKU PERCAYA
DOA UMAT :
I:Saudara saudari yang  terkasih Tuhan, Yesus yang telah rela hadir di dunia menjadi harapan dan kedamaian bagi kami. Ia sudah hadir di tengah-tengah kami pada saat ini.  Marilah kami menyampaikan permohonan kami kepada- Nya :
L: Untuk Gereja kami yang senantiasa menjadi harapan umat manusia akan perdamaian. Semoga Gereja senantiasa bersatu padu dalam mempersiapkan kedatangan Kerajaan-Mu.
U: Kami bersyukur atas kasih yang senantiasa hadir dalam kesulitan hidup umat manusia. Oleh karena itu, berkatilah para pemimpin Gereja, Paus Fransiskus, dan para uskup, serta seluruh umat-Mu. Semoga mereka mampu menjadi promotor keadilan dan perdamaian.
L: Bapa yang maharahim, kami bersyukur atas rahmat penyertaan-Mu dalam hidup kami satu tahun ini. Banyak suka dan duka yang kami lalui. Banyak pergulatan hidup yang melanda diri kami.
U: Semoga kehadiran Yesus, Putra-Mu di dunia menjadi inspirasi serta penyemangat bagi kami, kaum muda-mudi. Dengan demikian, kami mampu membongkar tempurung hidup lama kami dan memeluk kebaruan dalam iman, harapan, dan kasih, di tahun yang baru ini.
L: Dunia menawarkan banyak kenikmatan yang memabukkan dan menggiurkan hati: materialisme, hedonisme, konsumerisme, demikian juga dengan fundamentalisme yang membuat orang merasa dirinya paling benar dan paling sempurna.
U: Curahilah kami Roh Kebijaksanaan sehingga kami mampu menimbang-nimbang dan menemukan kebenaran sejati di antara banyak tawaran nilai hidup. Bimbinglah kami yang saat ini sedang menempuh studi sehingga kami mampu bertumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan humanis.
L: Untuk para religius yang karena menjalani panggilan suci boleh mengalami kegembiraan sejati yang karenanya bisa membuahkan daya tarik bagi benih-benih panggilan di antara anak-anak, para remaja dan orang muda dalam keluarga.
 U: Semoga mereka makin menjadi saksi nyata kehadiran kerajaan-Mu di tengah masyarakat dunia masa kini melalui ucapan dan tindakan kenabian berkat kesatuan  mereka dengan-Mu dalam hidup doa yang tekun dan mendalam.
 L: Untuk kaum muda yang menjadi harapan Gereja, masyarakat, dan seluruh umat manusia.
U:Kami bersyukur kepada-Mu atas cinta kasih-Mu yang mencipta kami, kami menyadari, Engkau memanggil kami untuk hidup suci murni dan untuk menjadi orang muda yang dapat dipercaya dan diandalkan.  Tuntunlah hati nurani kami supaya kami tidak menyia-nyiakan hidup ini dengan hal-hal yang buruk. Bimbinglah agar kami dapat mengisi hidup kami dengan hal-hal yang baik dan bermakna.
L: Tuhan yang maha bersahabat, kami bersyukur atas darah jiwa dan api semangat yang Engkau tanam dalam pribadi kaum muda ini. Alirkanlah Roh Kudus-Mu sehingga darah jiwaku selalu segar dan api semangat kami senantiasa berkobar.
U: Kuatkanlah kehendak kami untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan, serta berjuang bagi sesama yang miskin dan tertindas. Bersama dengan daya cipta-Mu, kami hendak membangun wajah dunia ini menjadi manusiawi.
L: Tuhan yang mahaintelektual, kami bersyukur atas anugerah pikiran dan intelektualitas yang engkau berikan. Pantaslah anugerah itu kami abdikan untuk memikirkan dan mengembangkan kemanusiaan yang lebih baik.
U: Jernihkan budi kami agar dapat bekerja sama dengan hati nurani. Semangati kami kaum muda agar jadi insan-insan yang peduli. Sadarkan kami untuk membaktikan hidup kami demi kemuliaan nama-Mu dan keselamatan jiwa umat manusia demi Gereja-Mu,  bangsa, dan negara. 
………….Hening sejenak………. (permohonan pribadi)
I:  Allah, Bapa kami, inilah doa dan harapan kami.  Semoga Engkau berkenan mendengarkannya dan memberi kami  kekuatan untuk mewujudkannya. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.
LITURGI EKARISTI

Nyanyian Persiapan Persembahan
Doa Persiapan Persembahan :
I :Allah Bapa, Putra-Mu adalah jembatan cinta-Mu kepada kami. Dia menjadi manusia untuk menuntun kami saat berada dalam kegelapan dosa sehingga hidup kami tetap terarah dan sampai kepada-Mu.
I+U:Sambutlah untaian doa kami bersama roti anggur persembahan ini, sehingga di Tahun Baru yang akan segera datang  dengan penuh keyakinan kamikemamtapan kami melangkah menuju rumah-Mu.
I :Agar segala pengorbanan Putra-Mu di kayu salib sungguh menyelamatkan kami. Dialah Tuhan dan pengantara kami.
I+U:Amin.
DOA SYUKUR AGUNG
Prefasi Natal III
Kudus
Doa Syukur Agung X
Bapa Kami
Doa dan Salam Damai:
I: Kristus mendamaikan kami, dengan Allah lewat kehadiran-Nya di dunia. Maka marilah berdoa kepada-Nya:
I+U: Tuhan Yesus Kristus jangan memperhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman Gerejamu, dan restuilah kami  supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa. Amin.
I: Semoga damai Tuhan Kami Yesus Kristus selalu beserta kami.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
Anak Domba Allah
Komuni
Nyanyian komuni
Antifon Komuni
Allah telah mengutus PutraNya yang tunggal ke dunia, agar kita kaum muda dapat hidup bertumbuh dan berkembang demi Dia, nusa dan bangsa ini.
Doa sesudah komuni :
I: Allah Raja Abadi, kami bersyukur karena kami putra-putri-Mu boleh hidup dalam pengharapan akan kemuliaan kerajaan-Mu.
U: Curahilah kami roh kasih dan roh pengharapan. Dengan demikian, kami mampu hidup sebagai orang muda yang senantiasa mencintai dan setia melayani Gereja, bangsa, dan negara.
I: Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Sabda Abadi yang menunjukkan jalan kehidupan kepada kami, kini dan sepanjang segala masa.
U: Amin.
RITUS PENUTUP
Pengumuman
Berkat dan Perutusan
NYANYIAN PENUTUP

teks misa thn baru

PESTA ST. MARIA BUNDA ALLAH
01 JANUARI
  1. RITUS PEMBUKA
Komentator
Umat beriman yang terkasih dalam Kristus, hari ini kita memasuki tahun baru, tahun .…. Selamat tahun baru untuk kita semua. Di awal tahun baru ini Gereja merayakan pesta Santa Maria Bunda Allah. Gereja percaya bahwa Bunda Maria telah ikut serta mengambil bagian secara mengagumkan dalam rencana dan karya penyelamatan Allah. Karena itu di awal tahun baru ini, Gereja hendak memohonkan doa dan perlindungan dari Bunda Allah bagi ziarah hidupnya di dunia ini. Kita patut meneladani hidup Bunda Maria terutama teladan kerendahan hatinya kepada Allah. Marilah kita bersama-sama membuka peristiwa keselamatan ini dengan menyanyikan lagu pembuka.
Lagu Pembuka
Tanda Salib Dan Salam
Kata Pengantar
Tuhan Kasihanilah Kami
Kemuliaan
Doa Pembuka
Marilah berdoa
Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menganugerahi umat manusia keselamatan kekal dengan perantaraan Santa Maria, Perawan dan Bunda. Kami mohon, semoga kami pun Kau perkenankan menikmati doa dan perlindungannya, sebab ia telah melahirkan bagi kami Putera-Mu, pemberi hidup yaitu Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin
  1. LITURGI SABDA
Komentator
Bapa ibu, saudara/i yang terkasih dalam Kristus. Tuhan tetap beserta kita dengan memberikan BundaNya sendiri sebagai Bunda kita juga. Semoga kitapun tetap setia pada Tuhan, menjalankan hidup sesuai dengan Sabda Tuhan dan teladan Maria. Marilah kita mendengarkan Firman Tuhan ini dengan penuh iman.
Bacaan I : Bilangan 6 : 22 – 27
Mazmur Tanggapan
Bacaan II : Galatia 4 : 4 – 7
Bait Pengantar Injil
Bacaan Injil: Lukas 2 : 16 – 21
Homili
Aku Percaya
Doa Umat
Imam
Allah kita bukan Allah yang jauh. Kita diperkenankan menyapa-Nya : Allah-Bapa. Tahun yang baru ini kita serahkan kepada-Nya dalam doa kita:
Bagi Gereja :
Ya Bapa, jadikanlah kiranya Gereja-Mu ibu bagi siapa pun yang menghadapi kesulitan dan tidak tahu jalan keluarnya, serta menjadi pelabuhan yang aman sentosa bagi mereka yang tersesat. Marilah kita mohon …
Bagi nusa dan bangsa :
Ya Bapa, berkatilah nusa dan bangsa kami agar selama tahun baru ini dapat berhasil dalam mengusahakan keamanan, kedamaian dan kesejahteraan umum. Marilah kita mohon …
Bagi anak-anak :
Ya Bapa, dampingilah anak-anak kami agar mengalami masa muda yang tenang dan segar serta menggembirakan orangtua mereka. Marilah kita mohon …
Bagi kita semua :
Ya Bapa, dampingilah kiranya kami agar dalam tahun ini berhasil maju dalam menaruh belas kasih kepada sesama dan tidak menuntut yang lebih berat kepada orang lain melebihi tuntutan kepada diri sendiri. Marilah kita mohon …
Imam

Allah Bapa kami, kami mohon, agar Bunda Maria, yang Kauperkenankan mengandung Allah Manusia, merestui dan mengantar permohonan kami kepada–Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin
C. LITURGI EKARISTI
Komentator
Umat beriman yang terkasih. Tibalah kini, kita menghantar seluruh hasil karya dan niat kita serta harapan-harapan kita melalui persembahan roti dan anggur. Semoga persembahan kita ini berkenan dihadirat Tuhan. Marilah kita iringi persembahan kita ini dengan lagu persiapan persembahan.
Lagu Persiapan Persembahan
Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa yang Mahakuasa, segala sesuatu yang baik, Engkaulah yang memulai dan menyelesaikannya pula. Dengan gembira hati kami merayakan Santa Maria Bunda Allah, pada pembukaan tahun baru ini. Engkau telah memulai karya-Mu dengan rahmat. Kini kami mohon, selesaikanlah kiranya karya-Mu itu, sehingga kami dapat memperoleh kebahagian yang bersumber pada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Prefasi Natal
Kudus
Doa Syukur Agung
Bapa Kami
Doa Damai
Anak Domba Allah
Komuni
Doa sesudah Komuni
Marilah berdoa
Allah Bapa yang Mahamurah, kami bersyukur karena dengan gembira hati kami telah menyambut sakramen surgawi. Kami mohon, semoga Santa Maria tetap perawan, yang kami imani sebagai Bunda Putera-Mu dan Bunda Gereja, merestui kami dalam perjalanan menuju hidup kekal di bawah bimbingan-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
 D. RITUS PENUTUP
Pengumuman
Berkat dan Pengutusan
Lagu Penutup

Sunday, December 22, 2019

PERTEMUAN ADVEN II - DES 2019

Tujuan
Umat mampu melihat bersama sejauh mana daya ubah (transformasi) hidup beriman ke dalam sudah terjadi dan telah digiatkan dalam komunitas.
Pra Wacana Pertemuan
Gereja harus bersifat transformatif (Gereja yang berdaya ubah)! Berdaya ubah bagi seluruh anggota-anggota maupun bagi masyarakat. Gereja menjadikan anggota-anggotanya hidup dalam kesatuan kasih dengan Allah yang akan berakibat dalam relasi baru dengan sesama. Berkat kehadiran Roh Kudus, Gereja membawa seluruh anggotanya menjadi anak-anak Allah. Roh Kudus yang bekerja dalam Gereja berdaya ubah menyatukan seluruh hati anggotanya.
Paguyuban atau lingkungan kita menjadi bagian gereja yang disatukan oleh Roh Kudus. Kita disatukan hati kita oleh Roh Kudus dalam komunitas murid-murid Kristus. Gereja bukan lah segerombolan pribadi-pribadi yang tanpa bentuk tetapi sebuah persekutuan murid-murid Kristus. Persekutuan yang berkembang secara jiwa dan semangat yang sama (organis) dan cara pengaturan yang menjamin pertumbuhan dan perkembangan kominitas (organisatoris). Apakah kita mempunyai kesadaran sebagai anggota paguyuban sudah berdaya ubah (transformatif)? Segi daya ubah ini juga apakah sudah dirasakan oleh seluruh warga paguyuban? Mencari dan mengevaluasi “daya ubah” paguyuban menjadi sangat penting supaya kita semakin memuliakan Allah.
Langkah Proses Pertemuan
A. Pembuka
1. Nyanyian Pembuka
Pemandu dapat mengajak peserta membuka dengan lagu-lagu yang memberikan semangat satu kesatuan hati.
  1. Doa Pembuka
    Doa ini hanya salah satu alternatif, pemandu dapat menyesuaikannya dengan situasi umat.
Bapa yang Maha Kasih, Allah segala penghiburan, dalam Masa Adven kedua ini, utuslah terang Roh Kudus Mu, agar kami dapat bersama-sama melihat kembali, sejauh mana kesadaran sebagai komunitas atau paguyuban lingkungan mampu berdaya ubah (transformatif). Berikanlah kesadaran dalam diri kami, agar masa Adven ini dapat membuat kami semakin satu hati dalam panggilan perutusan kami, terutama panggilan menjadi lingkungan yang berdaya ubah. Doa ini kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
  1. Penyalaan lilin Korona
    Setelah doa pembuka, pemandu mengajak umat untuk melanjutkan dengan Penyalaan Lilin Korona Adven yang kedua.
P: Tuhan, terangilah umat-Mu dengan cahaya kasih-Mu.
U: Agar kami semua dapat menjadi cahaya bagi sesama.
P: Ya Bapa, berbelaskasihlah kepada kami, para hamba-Mu yang merindukan Putera-Mu, cahaya kehidupan sejati. Nyalakanlah harapan kami yang gelap ini akan kehadiran Putera-Mu yang menjadi penerang bagi hidup kami. Bagaikan nyala lilin yang semakin terang, demikianlah kami mohon agar hidup kami semakin diterangi oleh kehadiran Kristus. Semoga kami semua mampu menjadi pribadi-pribadi yang guyub-rukun serta memiliki daya ubah untuk menyalakan sukacita bagi sesama dalam kesaksian hidup kami setiap hari. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, sepanjang segala masa.
U: Amin
  1. Pengantar Pertemuan
    Pemandu dapat mengantar pertemuan dengan memberikan beberapa catatan sebagai berikut:
Bapak dan Ibu yang terkasih, dalam Pertemuan Sarasehan Adven kedua ini, kita akan diajak melihat, apakah segi daya ubah (transformatif) iman, sudah dirasakan bagi seluruh komunitas atau paguyuban. Apakah kita sudah satu hati, bersama-sama sebagai pribadi dan paguyuban memberikan yang terbaik bagi lingkungan kita.
Maka, marilah dengan semangat Advent ini, kita balut kebersamaan sebagai lingkungan atau komunitas. Kita satukan hati dan satukan suara memuliakan Allah, agar kita sebagai pribadi-pribadi mampu mendukung lingkungan kita mempunyai daya ubah bagi masyarakat sekitar.
  1. Inspirasi
    1. Mengapresiasi Daya Ikat dan Keguyuban Lingkungan
    Pemandu dapat mengawali refleksi dengan membaca ungkapan Paus Fransiskus tentang hidup komunitas.
Paus Fransiskus memberi pesan pada sebuah akhir wawancara yang dilakukan oleh Antonio Spadaro, S.J., seorang imam, pemimpin redaksi La Civiltà Cattolica. La Civiltà Cattolica merupakan jurnal Jesuit Italia. Dikutip kembali dalam A Papal Perspective on Community, dikatakan demikian
“Dalam hidup saya, saya telah belajar bahwa satusatunya cara untuk tumbuh dalam keyakinan saya adalah dengan orang lain — dalam kata-kata John Donne, tidak ada manusia yang cukup untuk dirinya sendiri”. Komunitas adalah cara kami mencapai pertumbuhan nilai-nilai yang kami rasa mungkin penting bagi kami — apa pun itu. Perubahan tidak akan berakar sampai kita merendahkan diri, menemukan cara untuk memberikan layanan kepada komunitas dan kepercayaannya, dan berusaha untuk menjaga komunitas tetap bersatu.”
Pesan itu, dalam Masa Adven kedua kita menjadi penting untuk disadari. Kita diajak menyongsong kehadiran Juru Selamat dalam kesatuan hati sebagai komunitas atau paguyuban di lingkungan. Dalam satu hati, sebagai Orang Katolik yang transformatif.






NoPernyataan dan RefleksiPenilaian komunitas*
Ada Teratur (Intensselalu)Tidak Teratur (kadangkadang)Tidak Ada
1.Apakah sejauh ini, lingkungan teratur dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui alat komunikasi lainnya.
2.Apakah sejauh ini, lingkungan teratur dalam bergiat dengan acara-acara moment Gerejawi dan Kebersamaan lainnya.
3.Apakah sejauh ini, lingkungan teratur memperhatikan para anggotannya yang sedang mengalami kesusahan, sakit dan permasalahan.
4.Apakah sejauh ini, lingkungan teratur dalam mendukung keluarga-keluarga dalam pendidikan iman menggerejanya, baik bersifat Liturgis maupun NonLiturgis.
5.Apakah sejauh ini, lingkungan teratur mendukung kegiatan-kegiatan yang semakin mengakrabkan dan meningkatkan kebersamaan dari rekoleksi hingga rekreasi.
6.Apakah sejauh ini, lingkungan teratur berusaha memberdayakan pribadi dan perkembangan bersama dengan berbagai macam
cara.



Maka, marilah kita evaluasi komunitas kita, apakah sudah berdaya ubah ke dalam:
Penilaian komunitas* Pemandu dapat mengajak umat mengevaluasi sejauh mana lingkungan mempunyai daya ubah (transformatif) dalam lingkup internal.Penilaian ini, dapat diberi tanda centang (V) pada kolom yang dimaksud. Pemandu diharapkan dapat merekap hasilnya lalu dimasukkan dalam Scan QR Code berikut ini, untuk masukan ke Keuskupan.
Untuk memperkaya pertemuan, hasil rekap juga dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Teratur, mempunyai skor 6
  2. Tidak Teratur, mempunyai skor 3
  3. Tidak Ada, mempunyai skor 0
Jika dijumlahkan, skor tertinggi yaitu 36, maka rentangnya sebagai berikut:
  1. Skor 30 – 36, lingkungan menampakkan tanda-tanda GUYUB
  2. Skor 18 – 29, lingkungan menampakkan tanda-tanda BIASA SAJA
  3. Skor 0 – 17, lingkungan menampakkan tanda-tanda LEMAH, KURANG GUYUB.
  1. Pendalaman Bersama
    Pemandu dapat mengajak umat mengevaluasi sebagai berikut:
  1. Berdasarkan hasil penilaian lingkungan Anda? Bagaimanakah tanggapan Anda, Berikanlah pandangan Anda !
  2. Dalam wujud apa saja kesatuan hati yang sudah terjadi di lingkungan Anda untuk mewujudkan daya ubah iman baik ke dalam maupun keluar?
  1. Refleksi Kateketis dan Simpul Pertemuan
    Pemandu dapat mengajak umat memperkaya dan meneguhkan refleksi pengalaman hidup dengan melihat kembali renungan bacaan masa Adven Pertama.
  2. Kutipan Kitab Suci
    Pemandu mengajak umat menyimak bacaan Kitab Suci Roma 15: 4-9
Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikanNya kepada nenek moyang kita, dan untuk memungkinkan bangsabangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: “Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.”
  1. Renungan dan Simpul
    Pendamping dapat menyampaikan point-point reflektif untuk memperkaya/melengkapi pertemuan.
  • Dalam bacaan Roma 15: 4-9, Paulus menegaskan hendaklah kita menerima satu dengan yang lain, demi kemuliaan Allah. Bukan hanya demi orang itu sendiri, tetapi tujuan bersamanya. Maka, kebersamaan visi dalam komunitas atau paguyuban menjadi daya dorong agar kita mampu mempunyai daya ubah, baik keluar maupun ke dalam.
  • Melalui bacaan itu, Paulus juga mendorong kita untuk saling memberikan motivasi satu sama lainnya. Paulus mengajak bertekun dalam kebersamaan. Rasul Paulus juga mengharapkan dan menghimbau agar komunitas atau paguyuban hidup dalam kerukunan. Keberagaman latar belakang, tingkat ekonomi, suku, pandangan, bahkan agama tidaklah menjadi penghalang kesatuan untuk memuji dan memuliakan Allah.
  • Keragaman dalam satu komunitas atau paguyuban adalah kekayaan yang patut disyukuri. Keragaman dalam satu komunitas atau paguyuban, tentunya akan memberikan nilai tambah pada komunitas atau paguyuban itu sendiri untuk semakin menjadi komunitas yang berdaya ubah .
  • Demikian halnya aneka macam pribadi dalam komunitas atau paguyuban, membuat komunitas menjadi lebih beragam dan berdaya. Maka, pertumbuhan komunitas atau paguyuban dalam Gereja kita, selalu dua arah sekaligus, baik internal maupun eksternal. Secara internal, kita harus bertumbuh dan berdaya ubah dalam pribadi-pribadi yang ada, mengalami perkembangan baik secara perseorangan maupun kebersamaan. Begitu juga secara eksternal, keada-an dan ke-berada-an suatu komunitas kita sebagai umat beriman haruslah memiliki dampak dalam hidup kemasyarakatan.
  1. Penegasan Bersama dan Penutup
    Pemandu mengajak pribadi, keluarga atau lingkungan untuk membuat niat dan aksi-aksi nyata yang bisa dilaksanakan secara konkret oleh pribadi atau lingkungan!
  2. Pengendapan
    Pemandu mengajak umat membuat pengendapan dengan hening sejenak dalam batin selama kurang lebih 5-10 menit.
    Ajakan untuk meresapkan secara batin pribadi:
    Daya ubah macam apa yang akan dapat kita kembangkan dalam hidup di tengah lingkungan kita, khususnya pribadi kita?
    Ajakan untuk berdoa:
    Berdoalah agar Roh Kudus membantu kita dalam masa Adven ini, satu hati, satu keyakinan untuk semakin memuliakan Allah. Kita harus mulai membangun juga para pribadi dan komunitas Gereja kita, agar nantinya siap senantiasa hadir di masyarakat. Berdoalah agar rahmat perutusan yang berdaya Ubah terwujud dalam kehidupan kita.
    Kita satukan dalam doa yang diajarkan Kristus sendiri yakni doa “Bapa Kami”.
  3. Doa Penutup
    Bapa Mahakarya, kami bersyukur karena hari ini Engkau telah membawa kami satu hati menjadi orang dan komunitas beriman yang berani hadir dan berdampak baik bagi kami semua satu komunitas dan masyarakat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengembangkan hidup kami dengan Roh Kudus-Mu untuk semakin memuliakan-Mu. Semoga untuk hari-hari mendatang kami semakin berani membangun dan mewujudkan komunitas atau paguyuban yang berdaya ubah, baik ke dalam maupun keluar. Doa ini kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, PutraMu, yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin.
  4. Nyanyian Penutup
    Pemandu dapat mengajak peserta menutup pertemuan dengan lagu-lagu yang memberikan semangat terbuka bagi masyarakat sekitarnya.

PERTEMUAN ADVEN IV - DES 2019

Tujuan
Umat semakin sadar menjadi promotor utama Gereja yang hadir di tengah-tengah masyarakat, berdialog dengan semua golongan, semakin berani bermisi keluar dengan iman yang mendalam dalam bentuk gerakan-gerakan konkret, baik sebagai pribadi maupun komunitas atau paguyuban.
Pra Wacana Pertemuan
Kita telah dipanggil oleh Allah untuk menunaikan tugas perutusan untuk ikut menata kehidupan bersama dalam masyarakat seturut kehendak Allah dengan dijiwai semangat Injil. Semua warga paguyuban tentunya mempunyai pengalaman yang beragam sebagai pribadi yang dipanggil menjadi milik Kristus melaksanakan tugas perutusan yang diembannya di tengah-tengah situasi masyarakat yang kompleks dan majemuk dengan tantangan yang ada.
Dekrit tentang Kerasulan Awam (Apostolicam Actuositatem) artikel 2 Konsili Vatikan II menegaskan, “menyebarluaskan kerajaan Kristus di mana-mana demi kemuliaan Allah Bapa, dan dengan demikian mengikut-sertakan semua orang dalam penebusan yang membawa keselamatan, dan supaya melalui mereka seluruh dunia sungguh-sungguh diarahkan kepada Kristus. Semua kegiatan Tubuh Mistik, yang mengarah kepada tujuan itu, disebut kerasulan. Kerasulan itu dilaksanakan oleh Gereja melalui semua anggotanya, dengan pelbagai cara.” (AA. 2). Ungkapan ini menjelaskan dan meneguhkan kita, bahwa sesungguhnya tantangan kerasulan awam dewasa ini bukanlah ketakutan terhadap isu kristenisasi, pengucilan diri dari masyarakat melainkan kurangnya kesadaran dan definisi diri sebagai pribadi yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. Maka, dalam konteks Masa Adven ini, umat diajak menyadari dengan menyongsong kehadiran Juru Selamat dalam keteguhan dan kesabaran, walaupun tantangan semakin sulit. Menjadi komunitas atau paguyuban yang mampu berdaya ubah, tidaklah mudah, apalagi bagi kepentingan masyarakat sekitar.
Langkah Proses Pertemuan
A.Pembuka
1.Nyanyian Pembuka
Pemandu dapat mengajak peserta membuka dengan lagu-lagu yang memberikan kesadaran menjadi promotor utama Gereja yang hadir di tengah-tengah masyarakat.
2.Doa Pembuka
Doa ini hanya salah satu alternatif, pemandu dapat menyesuaikannya dengan situasi umat.
Bapa Maharahim, Allah yang menyertai peziarahan kami, Engkau mengaruniakan masa Adven kepada kami untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kami di tengah dunia. Semoga kami dapat menggunakan kesempatan ini, untuk menyadari identitas diri kami sebagai pribadi yang telah Engkau panggil dalam nama Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon penyertaan dan berkat-Mu agar dalam pertemuan ini kami bisa menemukan butir-butir yang mendorong dan meneguhkan kami untuk hadir, srawung dan terlibat di tengah masyarakat serta menjadi promotor utama Gereja yang mampu berdialog dengan semua golongan dan lapisan masyarakat melalui gerakan-gerakan konkret, baik sebagai pribadi maupun komunitas atau paguyuban masyarakat demi Indonesia yang lebih baik. Doa ini kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
3.Penyalaan lilin Korona
Setelah doa pembuka, pemandu mengajak umat untuk melanjutkan dengan Penyalaan Lilin Korona Adven yang keempat.
P:Tuhan, terangilah umat-Mu dengan cahaya kasih-Mu.
U:Agar kami semua dapat menjadi cahaya bagi sesama.
P:Ya Bapa, berbelaskasihlah kepada kami, para hamba-Mu yang merindukan Putera-Mu, cahaya kehidupan sejati. Nyalakanlah harapan kami yang gelap ini akan kehadiran Putera-Mu yang menjadi penerang bagi hidup kami. Bagaikan nyala lilin yang semakin terang, demikianlah kami mohon agar hidup kami semakin diterangi oleh kehadiran Kristus. Semoga kami semua mampu menjadi pribadi-pribadi yang guyub-rukun serta memiliki daya ubah untuk menyalakan sukacita bagi sesama dalam kesaksian hidup kami setiap hari. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, sepanjang segala masa.
U:Amin
4.Pengantar Pertemuan
Pemandu dapat mengantar pertemuan dengan memberikan beberapa catatan sebagai berikut:
Pemandu diusahakan membuat dialog singkat untuk meneguhkan pesan dalam pertemuan adven ketiga.
Dalam pertemuan Adven keempat ini, setelah bersama-sama kita mengevaluasi diri dan komunitas kita, sejuh mana daya ubah kita bagi diri dan masyarakat. Kita diajak menghubungan makna Adven dengan konteks Arah Dasar dan Fokus Pastoral KAS yaitu menjadi Gereja yang transformatif (berdaya ubah). Sekarang dalam pertemuan keempat ini, kita diajak untuk menjadi promotor utama memajukan pemahaman dan semangat bermisi di tengah masyarakat. Gereja KAS harus hadir di tengah bangsa Indonesia, berdialog dengan semua golongan dan lapisan masyarakat, dan hadir dalam gerak afirmatif melalui aksi sosial yang nyata untuk menjadi Gereja yang semakin mendalam dan misioner.
B.Inspirasi
1.Cerita Pengalaman
Pemandu dapat mengawali refleksi dengan membaca cerita pengalaman sebagai berikut:
Nek Mboten Panjenengan, Terus Sinten, Pak?
Saya seorang Katolik yang tinggal di Paroki desa yang mayoritas daerahnya beragama Islam. Pekerjaan saya adalah guru di Sekolah Dasar dan tani selepas pulang dari sekolah.
Saya menyadari, panggilan sebagai orang Katolik tidak sekadar aktif untuk lingkungan gereja semata. Kadang, bahkan, setiap saat dibutuhkan bagi lingkungan di luar gereja.
Saya merasa kekuatan baptisan saya menghantar saya untuk mewujudkan kepedulian yang lebih luas, menegaskansikapdanmenguatkanmenghadapitantangan. Semua mengalir begitu saja, dan memang rencana Allah itu indah, semua akan terjadi pada waktunya.
Saya merasa, sebagai penggiat desa dianggap “hangabehi”. Cara bicara dan tingkah saya menjadi sorotan orang lain. Anggapan dari masyarakat itulah, yang menjadikan diri saya merasa terpanggil dan juga menyelaraskan senantiasa untuk mewujud nyatakan panggilan itu: aktif bagi gereja maupun masyarakat sekitar.
Menurut pengalaman saya, masyarakat sangat percaya dan menghargai saya. Tak heran, mereka (terutama warga tingkat RT dan RW) selalu melibatkan saya dalam perkumpulan ataupun paguyuban. “Nek mboten panjenengan terus sinten Mas,” ungkap warga kepada saya.Atas permintaan warga, saya pun menjadi menjadi pengurus keuangan (bendahara) tingkat RT dan RW. Saya juga diberi amanah untuk menjabat sebagai ketua paguyuban kelompok tani. Sebetulnya, saya pernah berkelit untuk memangku jabatan itu dengan alasan kesibukan saya sebagai guru. Mereka pun tetap menginginkan saya. “Sik penting jenengan dados ketua mangke nek wonten acara/undangan kagem kelompok tani saget pun wakilaken,” sanggah mereka. Saya menerima kepercayaan yang diberikan kepada saya secara bertanggung jawab.
Undangan untuk terlibat dalam karya kemasyarakatan tidak membebani diri saya. Hal lain, saya justru dapat merasakan diterima dan diperhatikan untuk srawung. Dalam wadah paguyuban masyarakat yang beragam ini, saya semakin ditempa untuk berkembang sebagai seorang seorang Katolik yang bertanggungjawab.
2.Pendalaman Bersama
Pemandu dapat mengajak umat berefleksi mendalami cerita sebagai berikut:
  • Berdasarkan kisah yang ada, Bagaimana tanggapan Anda, mengenai maksud menjadi pribadi yang menghayati panggilan sebagai milik Kristus?
  • Teladan apa yang dapat kita kembangkan sebagai umat Katolik dan sekaligus warga masyarakat dalam konteks sekarang ini?
C.Refleksi Kateketis dan Simpul Pertemuan
Pemandu dapat mengajak umat memperkaya dan meneguhkan refleksi pengalaman hidup dengan melihat kembali Renungan bacaan masa Adven Pertama.
1.Kutipan Kitab Suci
Pemandu mengajak umat menyimak bacaan Kitab Suci Roma 1:1-7
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
2.Renungan dan Simpul
Pendamping dapat menyampaikan point-point reflektif untuk memperkaya/melengkapi pertemuan.
  • Bacaan Roma 1:1-7, mengajak kita pada seruan Paulus bahwa “kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus”. Bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus mutlak menjadi “milik Kristus”. Sebab kita telah diselamatkan oleh Allah yang ditebus dengan harga yang mahal, yaitu melalui darah-Nya.
  • Dalam pertemuan Adven pertama, kita disadarkan pada situasi untuk bangun dari “keterkungkungan” menjalin relasi, kontak dan berkumpul dengan orang-orang yang seiman semata. Kita lebih merasa nyaman. Kita cenderung menghindar atau berjumpa dengan sesama yang berbeda iman, suku dan daerah dengan kita. Barangkali kita enggan srawung karena kita merasa sendirian, minority syndrome, atau malah malas. Namun demikian, sejatinya, ketika kita terlibat dengan situasi beragam, kita semakin mendapat kekayaan wawasan, pandangan, pengetahuan dan pengalaman. Kita juga akan terlatih untuk mengolah diri kita sebagai pribadi yang toleran, dewasa dan menghargai perbedaan.
  • Kaum awam Katolik dewasa ini perlu semakin menyadari panggilannya untuk menggarami dunia dalam segala aspek. Konsili Vatikan II dengan tegas dan jelas telah memberikan keluhuran, panggilan, tugas perutusan, dan martabat kaum awam dalam dekrit Kerasulan Awam (Apostolicam Actuositatem).
  • Selaras dengan semangat konsili Vatikan II dalam pembaruan kehidupan Gereja dan dunia, kita diundang untuk merefleksikan pengalaman kita sebagai orang beriman Katolik dan sekaligus sebagai bagian dalam kehidupan di masyarakat.
  • Panggilan kita sebagai milik Kristus menuntut konsekuensi untuk terlibat dalam karya Gereja dan Masyarakat. Keterlibatan dalam karya Gereja menjadi medan pengayaan dan peneguhan iman. Keterlibatan dalam karya masyarakat menjadi medan perjumpaan untuk pewartaan diri sebagai milik Kristus.
D.Penegasan Bersama dan Penutup
Pemandu mengajak pribadi, keluarga atau lingkungan untuk membuat niat dan aksi-aksi nyata yang bisa dilaksanakan secara konkret oleh pribadi atau lingkungan!
1.Pengendapan
Pemandu mengajak umat membuat pengendapan dengan hening sejenak dalam batin selama kurang lebih 5-10 menit.
Ajakan untuk meresapkan secara batin pribadi: Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, sejauhmana kita benar-benar “Milik Kristus”?
Sudahkah kita belajar dan terus berproses untuk menjadi pribadi yang transformatif (memiliki daya ubah)? Dalam hal apa?
Ajakan untuk berdoa:
Berdoalah agar Roh Kudus membantu kita dalam masa Adven ini, untuk terpanggil menjadi “milik Kristus”. Kita harus semakin berani bermisi keluar, agar nantinya siap senantiasa hadir dan mempunyai daya ubah di masyarakat. Berdoalah agar rahmat perutusan yang berdaya ubah terwujud dalam kehidupan kita.
Kita satukan dalam doa yang diajarkan Kristus sendiri yakni doa “Bapa Kami”.
2.Doa Penutup
Allah Bapa Mahakuasa, kami sedang bersiap untuk menyambut kelahiran Putra-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus. Maka kami mohon, semoga kami senantiasa diterima sebagai murid Kristus, Putra-Mu. Kami juga mohon, agar Roh KudusMu turun menerangi dan menuntun agar kami semakin menghayati sebagai “Milik Kristus” dalam hidup keseharian kami. Doa ini kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin.
3.Nyanyian Penutup
Pemandu dapat mengajak peserta menutup pertemuan dengan lagu-lagu yang memberikan semangat terbuka bagi masyarakat sekitarnya.