Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Wednesday, September 18, 2019

MARIA TELADAN UMAT BERIMAN KRISTIANI

Pemikiran Dasar
Allah telah menawarkan karya keselamatan kepada manusia. Tawaran karya keselamatan ini menuntut untuk ditanggapi dengan iman. Dalam menanggapi warta karya keselamatan Allah, maka kita harus mau meneladani Santa Perawan Maria yang telah bersedia menanggapi kehendak Allah dengan penuh ketaatan iman yang sempurna. Untuk itu kita perlu memahami peranan Maria dalam sejarah keselamatan.

1. Maria Menerima Warta Gembira
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang yang bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. Malaikat Gabriel menyampaikan warta bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah dinamai Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. 

Pada awal-nya Maria ragu-ragu karena bagaimana mungkin hal itu terjadi karena ia belum bersuami tetapi kemudian Maria mendapat peneguhan bahwa semua itu terjadi karena Kuasa Allah yang Mahatinggi dan bagi Allah tidak ada yang mustahil. Perawan Maria menghayati ketaatan iman yang paling sempurna. Oleh karena ia percaya bahwa bagi Allah “tidak ada yang mustahil”, maka ia menerima pemberitahuan dan janji yang disampaikan oleh malaikat dengan penuh iman dan memberikan persetujuannya: “Lihatlah, aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu” (lih. Luk 1:26-38). Elisabet memberi salam kepadanya: “Berbahagialah ia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan akan terlaksana” (Luk 1:45). Demi iman ini segala bangsa akan menyatakannya bahagia. 

Demikianlah Maria, Puteri Adam menyetujui Sabda Ilahi, dan menjadi bunda Yesus. Dengan sepenuh hati yang tak terhambat oleh dosa manapun ia memeluk kehendak Allah yang menyelamatkan, dan membaktikan diri seutuhnya sebagai hamba Tuhan kepada pribadi serta karya Puteranya. Untuk di bawah Dia dan beserta Dia, berkat rahmat Allah yang Mahakuasa, mengabdikan diri kepada misteri penebusan. Maria tidak secara pasif belaka digunakan oleh Allah, melainkan bekerja sama dengan penyelamatan umat manusia dengan iman serta kepatuhannya yang bebas. 

Maka tepatlah yang dikatakan S. Ireneus “Ikatan yang disebabkan oleh ketidaktaatan Hawa telah diuraikan oleh ketaatan Maria: apa yang diikat oleh Hawa karena tidak percaya, telah dilepaskan oleh perawan Maria karena imannya (lih. LG 56).

2. Maria dan Masa Kanak-kanak Yesus
Konsili Vatikan II dalam dokumen Konstitusi Dogmatis tentang Gereja art. 57 menjelaskan sebagai berikut:
  • Adapun persatuan Bunda dengan Puteranya dalam karya penyelamatan itu terungkap sejak saat Kristus dikandung oleh Santa Perawan hingga wafat-Nya. Pertama-tama, ketika Maria berangkat dan bergegas-gegas mengunjungi Elizabet dan diberi ucapan salam bahagia olehnya kemudian pendahulu melonjak gembira dalam rahim ibunya (lih. Luk 1:41-45). 
  • Kemudian ketika pada kelahiran Yesus, dimana Bunda Allah penuh kegembiraan menunjukkan kepada para gembala dan para majus, Puteranya yang sulung, yang tidak mengurangi keutuhan keperawanannya, melainkan justru menyucikannya. 
  • Ketika ia di Kenisah, sesudah menyerahkan persembahan kaum miskin, menghadapkan-Nya kepada Tuhan, ia mendengarkan Simeon sekaligus menyatakan Puteranya akan menjadi tanda yang akan menimbulkan perbantahan dan bahwa suatu pedang akan menembus jiwa Bundanya, supaya pikiran hati banyak orang menjadi nyata (lih. Luk 2:34-35). 
  • Ketika orang tua Yesus dengan sedih hati mencari Putera mereka yang hilang, mereka menemukan-Nya di Kenisah sedang berada dalam perkara- perkara dengan Bapa-Nya, dan mereka tidak memahami apa yang dikatakan oleh Putera mereka. Tetapi Bunda-Nya menyimpan semua itu dalam hatinya dan merenungkannya (lih. Luk 2:41-51).

3. Maria dan Hidup Yesus di Muka Umum
Dalam hidup Yesus di muka umum tampillah bunda-Nya dengan penuh makna, pada permulaan, ketika pada pesta pernikahan di Kana yang di Galilea ia tergerak oleh belas kasihan, dan dengan pengantaraannya mendorong Yesus Almasih untuk mengerjakan tandanya yang pertama (lih. Yoh2:1-11). 

Dalam pewartaan Yesus, ia menerima sabda-Nya ketika Puteranya mengagungkan Kerajaan di atas pemikiran dan ikatan daging serta darah, dan menyatakan bahagia mereka yang mendengarkan dan melakukan sabda Allah (lih. Mrk 3:35 dan Luk 11:27-28), seperti dijalankannya sendiri dengan setia (lih. Luk 2:19 dan 51). 

Demikianlah Santa Perawan juga melangkah maju dalam peziarahan iman. Dengan setia ia mempertahankan persatuannya dengan Puteranya hingga disalib, ketika ia sesuai dengan rencana Allah berdiri di dekatnya (lih. Yoh 19:25). Disitulah ia menanggung penderitaan yang dahsyat bersama dengan Puteranya yang tunggal. Dengan hati keibuannya ia menggabungkan diri dengan korban-Nya, dan penuh kasih menyetujui persembahan korban yang dilahirkannya. 

Dan akhirnya oleh Yesus Kristus itu juga, menjelang wafat-Nya di kayu salib, ia dikurniakan kepada murid-murid menjadi Bundanya dengan kata- kata ini: “Wanita, inilah anakmu” (lih. Yoh 19:26-27).

Dari penjelasan tersebut menjadi cukup jelas bagi kita bahwa Maria dapat dijadikan teladan iman bagi kehidupan kita. Selama seluruh kehidupannya, juga dalam percobaannya yang terakhir yaitu ketika Yesus Puteranya wafat di kayu salib, imannya tidak goyah. Maria tidak melepaskan imannya bahwa Sabda Allah: “akan terpenuhi”. 

Karena itu Gereja menghormati Maria sebagai tokoh iman yang paling murni (Katekismus Gereja Katolik 148-149). 

Ketaatan iman yang sempurna yang ditunjukkan oleh Sang Perawan Maria harus menjadi pedoman bagi kita dalam beriman. 

Dalam hidup sehari-hari kita harus memandang setiap peristiwa hidup sebagai bagian dari rencana dan karya Allah yang senantiasa berkendak menyelamatkan semua orang, disertai dengan sikap penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah. Dari hari ke hari hidup kita harus semakin berpadanan dengan kehendak Allah sendiri. 

Gereja sendiri tanpa ragu-ragu mengakui, mengalaminya sendiri dan menganjurkan kepada kaum beriman, supaya mereka ditopang oleh perlindungan Bunda itu lebih erat menyatukan diri dengan Sang Pengantara dan Penyelamat (bdk. LG 62). 

Perawan Maria menghayati ketaatan iman yang paling sempurna. 

Oleh karena Ia percaya bahwa bagi Allah “tidak ada yang mustahil”, maka ia menerima pemberitahuan dan janji yang disampaikan oleh malaikat dengan penuh iman dan memberikan persetujuannya: “Lihatlah, aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu” (lih. Luk 1:26-38).

4. Dengan sepenuh hati yang tak terhambat oleh dosa mana pun ia memeluk kehendak Allah yang menyelamatkan. Dan membaktikan diri seutuhnya sebagai hamba Tuhan kepada pribadi serta karya Puteranya, untuk di bawah Dia dan beserta Dia, serta mengabdikan diri kepada misteri penebusan berkat rahmat Allah yang Mahakuasa. Maria tidak secara pasif belaka digunakan oleh Allah, melainkan bekerja sama dengan penyelamatan umat manusia dengan iman serta kepatuhannya yang bebas.

5. Selama seluruh kehidupannya juga dalam percobaannya yang terakhir, ketika Yesus, Puteranya wafat di kayu salib, imannya tidak goyah. Maria tidak melepaskan imannya bahwa Sabda Allah: “akan terpenuhi”. Karena itu Gereja menghormati Maria sebagai tokoh iman yang paling murni.

6. Ketaatan iman yang sempurna yang ditunjukkan oleh Sang Perawan Maria harus menjadi pedoman bagi kita dalam beriman. Dalam hidup sehari-hari kita harus memandang setiap peristiwa hidup sebagai bagian dari rencana dan karya Allah yang senantiasa berkendak menyelamatkan semua orang, disertai dengan sikap penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah. Dari hari ke hari hidup kita harus semakin berpadanan dengan kehendak Allah sendiri.

SOAL LATIHAN AGAMA KATOLIK 8

I.   PILIHLAH SATU JAWABAN YANG PALING BENAR DENGAN MEMBERI TANDA SILANG (X)  HURUF A, B, C ATAU D PADA LEMBAR JAWAB YANG DIGUNAKAN!

1.      Berikut ini tidak termasuk alasan yang mendorong orang untuk membuat janji, yaitu ….
A.    karena rasa cinta, rasa tanggung jawab
B.     supaya dikenal oleh orang banyak
C.     ingin mewujudkan suatu cita-cita
D.    ingin membahagiakan orang lain

2.   Perhatikan pernyataan berikut ini: 1) mendatangkan kebahagiaan 2) mendatangkan rasa syukur, 3) memperbesar kepercayaan, 4) menumbuhkan ikatan persaudaraan yang lebih erat lagi, 5) menimbulkan kekecewaan, 6) mendatangkan perasaan lega. Pernyataan yang tidak menunjukkan dampak seseorang yang setia dan menepati janji ditunjukkan pada pernyataan nomor ….
A.    1 dan 3
B.     2 dan 4
C.     3 dan 5
D.    4 dan 6

3.      Setiap orang yang ingin setia dan menepati janji memerlukan hal berikut ini:
A.    dana yang besar
B.     kecerdasan yang tinggi
C.     dana dan kecerdasan yang tinggi
D.    perjuangan dan bahkan pengorbanan

4.      Latar belakang Allah berjanji kepada manusia adalah ….
A.    keprihatinan Allah terhadap situasi dosa yang melanda manusia.
B.     keinginan yang begitu besar dari manusia untuk bertobat.
C.     manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa asal.
D.    kehadiran para nabi besar seperti Nuh dan Abraham.

5.      “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang
anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yesaya7:14). Nubuat Nabi Yesaya tersebut terpenuhi dalam diri ….
A.    Yohanes Pembaptis
B.     Yesus Kristus
C.     Bunda Maria
D.    Nabi Musa

6.      Kutipan Kitab Suci yang menunjukkan pemenuhan janji Allah adalah …
A.    Mat. 28 : 1 – 10
B.     Yoh. 1 : 1 – 14
C.     Luk 1:31 – 32
D.    Mat. 1: 1 – 17

7.     Margareth seorang siswa SMP Bina Karya. Di sekolah dikenal siswa yang mempunyai banyak teman. Suatu saat dia berjanji akan mengajak temannya Eurika ke rumahnya melihat binatang kesukaannya. Namun tanpa alasan yang jelas, Margareth membatalkan janjinya. Salah satu akibat perbuatan Margareth adalah ….
A.    persahabatan mereka semakin akrab
B.     Eurika akan menuntut janji Margareth
C.     pertemanan mereka menjadi renggang
D.    mereka merasa itu hal yang biasa

8.      Kutipan Kitab Suci yang menunjukkan bahwa Yesus sungguh manusia adalah ….
A.    Yoh 1:1 – 14
B.     Yoh 19:28-30
C.     Yoh 10:30 – 31
D.    Yoh 14: 1 – 9

9.      Yesus sungguh Allah sungguh manusia. Yang tidak termasuk kemanusiaan Yesus di bawah ini adalah…
A.    Yesus makan bersama para murid.
B.     dikandung oleh Perawan Maria.
C.     Yesus bangkit dari mati.
D.    Yesus Wafat.

10.  Yesus sungguh Allah sungguh manusia. Yang tidak termasuk ke Allahan Yesus di bawah ini adalah…
A.    Yesus di kandung dari Roh Kudus.
B.     bangkit dari antara orang mati.
C.     berkuasa mengampuni dosa.
D.    Yesus mengalami penderitaan.

11.  Makna ke-Allah-an dan ke-manusia-an Yesus bagi jemaat beriman Kristiani di bawah ini adalah…
A.    menunjukkan bahwa Allah sungguh-sungguh pengasih.
B.     untuk menunjukkan bahwa Allah itu Mahakuasa.
C.     menunjukkan Yesus sebagai Putera Allah Bapa.
D.    bagi Allah tidak ada yang mustahil.

12.  Dalam Pribadi Yesus Kristus, Allah berkenan menjelma menjadi manusia untuk turut merasakan suka duka manusia, Ia mau sederajat dengan manusia kecuali dalam hal dosa. Hal tersebut menunjukkan kemanusiaan Yesus sebagai…
A.    solider dengan kehidupan manusia.
B.     Allah menyelamatkan manusia yang berdosa
C.     Allah sungguh mencintai manusia yang berdosa.
D.    usaha Allah menemukan hambanya yang hilang.

13.  Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah tetapi juga sungguh-sungguh manusia. Tindakan Yesus yang menunjukkan kemanusiaannya di bawah ini adalah…
A.    membangkitkan orang mati
B.     memarahi pedagang
C.     berjalan di atas air.
D.    mengampuni dosa.

14.  Paham atau anggapan bahwa Kerajaan Allah yang damai dan sejahtera hanya akan terwujud bila Allah tampil sebagai seorang tokoh yang dengan gagah berani mampu memimpin bangsa Israel melawan penjajah Romawi dan para penindas rakyat. Paham kerajaan Allah tersebut bersifat ….
A.    demokratis
B.     ekonomis
C.     sosialis
D.    politis

15.  Paham yang memandang bahwa Kerajaan Allah akan tercapai bila Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan menggoncangkan kekuatan-kekuatan langit dan bumi. Pada saat itulah Allah akan membangkitkan suatu dunia baru. Dan mereka menganggap penderitaan yang dialami bukan akhir segala-galanya, kelak pada akhir zaman Allah akan menegakkan Kerajaan-Nya dan membebaskan manusia dari segala penderitaan, adalah pahak kerajaan Allah yang bersifat 
A.    apokriptis
B.     apokaliptis
C.     anti-Kristus
D.    anti-Kristen

16.  Ciri khas pewartaan Yesus ialah bahwa kedatangan Allah sebagai Raja Penyelamat dinyatakan ….
A.    akan terjadi dengan segera
B.     dengan kata dan perbuatan
C.     oleh para nabi sebelum Yesus
D.    akan menimbulkan kebahagiaan

17.  Kutipan teks Kitab Suci dalam Luk 4:14-32 yang mengatakan “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” maksudnya adalah ….
A.    dalam diri  Yesus, Kerajaan Allah telah datang
B.     semua orang harus setia pada janji Allah
C.     setiap hari harus membaca kitab suci
D.    Yesus rajin membaca Kitab suci

18.  Perhatikan gambar berikut!.
Dalam pewartaan-Nya, Yesus menyebut mereka berbahagia karena ….
A.    mengandalkan Tuhan dalam hidupnya
B.     membutuhkan bantuan dari orang lain
C.     tidur di tempat yang tidak layak
D.    mengandalkan bantuan sesama

19.  Ciri khas pewartaan Yesus ialah bahwa kedatangan Allah sebagai Raja Penyelamat dinyatakan akan terjadi dengan segera. Pewartaan Kerajaan Allah adalah pewartaan kerahiman Allah dan karena itu merupakan warta pengharapan. Pewartaan Yesus mengenai Kerajaan Allah ditujukan kepada ….
A.    orang-orang miskin
B.     pertobatan manusia
C.     kebahagian manusia
D.    bangsa Israel saja

20.  Untuk dapat menjadi warga Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus, maka dalam hidup sepenuhnya kita harus ….
A.    mengandalkan bantuan orang lain sebagai bentuk pasrah kepada Tuhan
B.     meneladan sikap orang miskin yang mengharapkan bantuan dari orang lain
C.     menyandarkan diri kepada kekuatan Allah sebagai satu-satunya sumber kekuatan
D.    membiarkan Tuhan berkarya dalam diri manusia dan manusia tidak perlu berusaha

21.  Perumpamaan yang digunakan Tuhan Yesus untuk menjelaskan bahwa dalam karya Yesus untuk menegakkan Kerajaan Allah, betapapun ada kegagalan, karya-Nya akan menghasilkan buah panen yang berlimpah, melebihi perkiraaan manusia adalah ….
A.    harta terpendam dan mutiara berharga
B.     lalang diantara gandum
C.     seorang penabur
D.    tentang pukat

22.  Perumpamaan yang dipakai Tuhan Yesus untuk menjelaskan tentang Kerajaan Allah biasanya diambil dari ….
A.    kisah dalam Kitab Suci Perjanjian Lama
B.     kehidupan masyarakat sehari-hari
C.     tokoh-tokoh dunia terkenal
D.    kehidupan nenek moyang

23.  Yesus dalam pengajaran-Nya mempergunakan perumpamaan dengan maksud ….
A.    agar pewartaan dan pengajaran-Nya dapat lebih mudah dimengerti
B.     supaya mendapatkan simpati dari para pendengar dan murid-Nya
C.     mencari cara yang tepat untuk mewartakan Kerajaan Allah
D.    agar semua orang kagum akan karya Tuhan Yesus

24.  Perhatikan gambar berikut!
Maksud perumpamaan yang digunakan Yesus dalam gambar tersebut adalah ….
A.    tumbuhnya Kerajaan Allah sering tidak bisa diamati pasti
B.     pengikut Yesus tidak perlu berkecil hati bila mengalami kegagalan
C.     manusia harus memandang Allah sebagai harta yang paling berharga
D.    Allah mencinta dan menghendaki semua manusia yang baik dan yang jahat

25.  Perumpamaan tentang benih yang tumbuh dapat ditemukan dalam kutipan ….
A.    Mrk. 4:3-8,13-20
B.     Mrk. 4:26 – 29
C.     Mat. 13: 24 – 30
D.    Mat. 13: 47 – 50



IJAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI!

1.      Jelaskan bahwa sejak awal Allah menjanjikan Juru Selamat!
2.      Simpulkan siapakah Yesus berdasarkan bacaan berikut ini!
a.       Yoh 20:28
b.      Mat 21: 18
c.       Yoh 14:11
d.      Mat 27:50
3.      Buatlah pengelompokkan paham Kerajaan Allah pada masa Yesus!
4.      Jelaskan arti perumpamaan! Jelaskan satu perumpaaan dalam Kitab Suci yang paling cocok dengan dirimu!
5.      Apa makna pelajaran bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh Manusia bagi hidup anda?

YESUS PEMENUHAN JANJI ALLAH

Janji berarti ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat

Ada berbagai alasan yang mendorong orang membuat janji, misalnya
 karena rasa cinta,
 rasa tanggung jawab,
 ingin membahagiakan orang lain,
 dan ingin mewujudkan suatu cita-cita
 Janji yang telah diungkapkan memba-wa konsekuensi baik bagi diri orang yang berjanji dan maupun orang yang mengetahuinya
  
 Janji yang telah diungkapkan membawa konsekuensi baik bagi diri orang yang berjanji dan maupun orang yang mengetahuinya


Oleh karena itu, janji harus ditepati dan dijalankan dengan setia.


Pengingkaran terhadap janji akan menimbulkan kekecewaan, tetapi janji yang ditepati aka mendatangkan kebahagiaan serta rasa syukur, memperbesar kepercayaan dan menumbuhkan ikatan persaudaraan yang lebih erat lagi


Untuk mewujudkan sebuah janji memang dibutuhkan perjuangan bahkan pengorbanan.

 Allah juga pernah mengungkapkan janji-Nya kepada manusia.
   Janji Allah itu muncul karena keprihatinan Allah terhadap situasi dosa yang melanda manusia (Kej 3:1-15).
   Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah menjanjikan penebusan, Ia mengangkat mereka untuk  mengharapkan keselamatan (lih. Kej 3:15).

Alasan Allah membuat janji
   Tuhan sangat prihatin dengan situasi kedosaan manusia. Allah, yang menciptakan segala sesuatu melalui sabda-Nya, sejak awal mula menginginkan hidup manusia bahagia.
   Setelah mereka jatuh ke dalam dosa, Allah menjanjikan penebusan, Ia mengangkat mereka untuk mengharapkan keselamatan (lih. Kej 3:15).

Isi jani Allah
    Janji Allah tersebut diungkapkan kembali oleh Nabi Yesaya. “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imannuel” (Yesaya 7:14).

Pemenuhan janji Allah
   Allah memenuhi janji-Nya. Allah tak ingin manusia hancur dalam kuasa dosa. Janji Allah terwujud dalam pribadi Yesus Kristus, Sang Putera Allah sendiri, yang selama hidup-Nya selalu mewartakan keselamatan bagi semua orang (Ibr 1:1-4).

Tanggapan kita
   Maka sebagai orang yang telah diselamatkan, kita harus memiliki hidup dengan semangat baru yakni hidup yang sesuai dengan kehendak Allah, meninggalkan perbuatan dosa dan selalu mengarahkan diri pada keselamatan.