Selamat Datang
Friday, October 18, 2019
Thursday, October 17, 2019
Wednesday, October 16, 2019
MENJADI SISWA BERPRESTASI
Pengertian Prestasi Belajar :
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan.
Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek,
yaitu :
Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (
1990:110)
bahwa hasil belajar dibedakan menjadi
tiga aspek yaitu
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan.
Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek,
yaitu :
- kemampuan intelektual,
- strategi kognitif,
- informasi verbal,
- sikap dan
- keterampilan.
Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (
1990:110)
bahwa hasil belajar dibedakan menjadi
tiga aspek yaitu
- kognitif,
- afektif dan
- psikomotorik.
Bagaiamana Menjadi Pelajar berprestasi?
Menjadi pelajar yang berprestasi adalah
dambaan setiap orang, namun tidak semua orang bisa menjadi orang
berprestasi.
Prestasi belajar sesungguhnya bisa di capai oleh semua orang tak mengenal ia kaya,miskin, orang yang berasal dari kota atau pedesaan semuanya bisa berprestasi.
Di bawah ini beberapa hal yang harus dilakukan agar kita menjadi orang berprestasi :
Prestasi belajar sesungguhnya bisa di capai oleh semua orang tak mengenal ia kaya,miskin, orang yang berasal dari kota atau pedesaan semuanya bisa berprestasi.
Di bawah ini beberapa hal yang harus dilakukan agar kita menjadi orang berprestasi :
1. Sucikan Niat/Luruskan niat
Dalam ajaran Islam niat merupakan hal yang utama apabila sesorang akan melakukan pekerjaan atau aktvititas, terlebih aktivitas yang berhubungan yang bernilai ibadah.
Mencari ilmu atau belajar dalam Islam adalah
sebuah kewajiban yang telah ditentukan ketika manusia lahir sampai dengan masuk liang lahat kembali, serta mencari ilmu juga merupakan ibadah.
Jadi mari kita luruskan niat kita dalam belajar selain
untuk menambah wawasan juga adalah
untuk ibadah kepada Allah.
Dalam ajaran Islam niat merupakan hal yang utama apabila sesorang akan melakukan pekerjaan atau aktvititas, terlebih aktivitas yang berhubungan yang bernilai ibadah.
Mencari ilmu atau belajar dalam Islam adalah
sebuah kewajiban yang telah ditentukan ketika manusia lahir sampai dengan masuk liang lahat kembali, serta mencari ilmu juga merupakan ibadah.
Jadi mari kita luruskan niat kita dalam belajar selain
untuk menambah wawasan juga adalah
untuk ibadah kepada Allah.
2. Kesungguhan Dalam belajar
Menjadi pelajar yang berprestasi memerlukan kesungguhan dalam belajar, dalam Islampun dijarkan barang siapa yang bersunguh-sunguh maka ia akan berhasil.
Oleh sebab itu sekolah bukanlah sekedar untuk bermain, mencari teman, Jajan dan lain sebagainya
tetapi sekolah adalah aktvititas belajar yang memerlukan kesungguhan.
3. Disipin dalam menggunakan Waktu
Time Is money atau waktu adalah pedang, beberapa Istilah ini sangat populer dalam kehidupan kita sehingga orang barat sering mengatakan waktu adalah uang, oleh sebab itu mereka tak ingin menggunakan waktu dengan sia-sia.
Disiplin dalam menggunakan waktu merupakan hal yang utama untuk mecapai sebuah keberhasilan secerdas dan sekaya apapun kita tanpa displin maka prestasi itu takan pernah kita bisa capai.
Disiplin dalam waktu harus kita lakukan dalam kehidupan sehari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Cobalah kita buat agenda kita seperti mulai dari aktivitas tidur, doa/sholat, beribadat/mengaji, belajar, bermain, berolahraga, ikut les dan lain sebagainya, apabila jadwal ini bisa kita lakukan dengan disiplin kita akan menjadi orang –orang yang berprestasi.
Time Is money atau waktu adalah pedang, beberapa Istilah ini sangat populer dalam kehidupan kita sehingga orang barat sering mengatakan waktu adalah uang, oleh sebab itu mereka tak ingin menggunakan waktu dengan sia-sia.
Disiplin dalam menggunakan waktu merupakan hal yang utama untuk mecapai sebuah keberhasilan secerdas dan sekaya apapun kita tanpa displin maka prestasi itu takan pernah kita bisa capai.
Disiplin dalam waktu harus kita lakukan dalam kehidupan sehari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Cobalah kita buat agenda kita seperti mulai dari aktivitas tidur, doa/sholat, beribadat/mengaji, belajar, bermain, berolahraga, ikut les dan lain sebagainya, apabila jadwal ini bisa kita lakukan dengan disiplin kita akan menjadi orang –orang yang berprestasi.
4. Percaya diri
Percaya diri merupakan hal yang penting bagi setiap orang, karena kita harus percaya pada kemampuan yang kiti miliki. Banyak orang yang tidak percaya diri
karena merasa dirinya tidak padai,
sehingga akhirnya harus tergantung pada orang lain.
Setiap orang sesungguhnya harus merasa percaya dengan kemampuan yang dimilkinya betatapun hasil prestasinya tidak sebagus yang dicapai orang lain tetapi itulah hasil maksimal dari percaya diri yang dimiliki.
5. Tentukan Target
Pada perjalanan setiap manusia tentu selalu punya tujuan kemana kita akan melangkah dan apa yang akan kita lakukan.
Jika kita ingin memiliki prestasi maka kita harus memilki target dalam belajar, berapa nilai yang harus kita capai.
Misalnya kita memiliki target nilai Matekmatika 80, Bahasa Indonesia 90, menang kejuaran olimpiade, kejuaran Futsal dan lain-lain sebagainya.
Semua target yang sudah kita tentukan harus dilakukan secara maksimal agar target-target tersebut bisa tercapai.
6. Tumbuhkan Motivasi
Motivasi atau dorongan perlu dimilki oleh setiap orang baik motivasi dari diri sendiri ataupun dari orang lain.
Pelajar yang berprestasi adalah
pelajar yang memiliki motivasi besar untuk maju,
maka dia akan selalu memberi semangat pada hatinya
untuk semangat dalam belajar.
7. Ikuti kegiatan berorganisasi dan Ekstrakulikuler
Berorganisasi merupakan hal yang menyenangkan agapan organisasi dapat mengganggu pelajaran adalah anggapan yang salah.
Justru banyak orang yang berprestasi dengan berorganisasi, para pemimpin negeri ini atau para intelektual yang ada pada bangsa ini juga adalah para alumni organisasi baik organisasi kesiswaa, mahasiswa, masyarakar, pemuda dan lain-lain. Ikut berorganisasi dapat melatih kemandirian,disiplin dan kepekaan siswa dalam hidup ber sosial.
Bagi para pelajar yang ikut organisasi juga mempunyai prestasi merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.
8. Kita semua punya prestasi
Sesungguhnya setiap diri kita memilki prestasi karena prestasi itu bukan dilihat dari kemampuan itelektual atau kognitif saja, tetapi setiap kelebihan yang kita milki dan berguna bagi orang banyak adalah prestasi juga.
Ingat tak mungkin Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sama, oleh karena itu dalam prestasipun kita memilki perbedaan ada yang berprestasi dalam akademik, kesenia, olahraga dan lain sebagainya.
9. Minta doa dari orang tua
Ridho Allah tergantung ridho orang tua, jadi mintalah doa dari orang tua dalam setiap langkah yang kita lakukan Agar Allah memberi kemudahan dalam aktivitas belajar kita.
10. Berdoa/sholat
Segala Ikhtiar atau usaha sudah kita Lakukan yang terakhir adalah kewajiban kita melaksanakan perintah Allah salah satunya adalah berdoa/sholat, semoga semakin sering kita mendekatkan diri kita pada Allah semakin Allah memberi kemudahan kepada kita.
MENDALAMI GEREJA : ARTI, ISTILAH
Gereja
(bahasa Inggris: Church;
bahasa Portugis: Igreja) adalah
suatu kata bahasa Indonesia yang berarti
suatu perkumpulan atau lembaga dari penganut iman Kristiani.
Istilah Yunani ἐκκλησία, yang muncul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen biasanya diterjemahkan sebagai "jemaat/umat".
Istilah ini muncul dalam
bahasa Portugis: igreja,
yang berasal dari bahasa Yunani: εκκλησία (ekklêsia)
yang berarti dipanggil keluar (ek= keluar; klesia dari kata kaleo= memanggil);
kumpulan orang yang dipanggil ke luar dari dunia
memiliki beberapa arti:
yaitu
ketika Roh Kudus yang dijanjikan Allah
diberikan kepada semua yang percaya pada Yesus Kristus.
(bahasa Inggris: Church;
bahasa Portugis: Igreja) adalah
suatu kata bahasa Indonesia yang berarti
suatu perkumpulan atau lembaga dari penganut iman Kristiani.
Istilah Yunani ἐκκλησία, yang muncul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen biasanya diterjemahkan sebagai "jemaat/umat".
Istilah ini muncul dalam
- 2 ayat dari Injil Matius,
- 24 ayat dari Kisah Para Rasul,
- 58 ayat dari surat Rasul Paulus,
- 2 ayat dari Surat kepada Orang Ibrani,
- 1 ayat dari Surat Yakobus,
- 3 ayat dari Surat Yohanes yang Ketiga, dan
- 19 ayat dari Kitab Wahyu.
Etimologi
Kata "gereja" merupakan kata ambilan daribahasa Portugis: igreja,
yang berasal dari bahasa Yunani: εκκλησία (ekklêsia)
yang berarti dipanggil keluar (ek= keluar; klesia dari kata kaleo= memanggil);
kumpulan orang yang dipanggil ke luar dari dunia
memiliki beberapa arti:
- Arti pertama adalah "umat" atau lebih tepatnya "persekutuan" orang Kristen. Arti ini diterima sebagai arti pertama bagi orang Kristen. Jadi, gereja pertama-tama bukanlah sebuah gedung.
- Arti kedua adalah sebuah perhimpunan atau pertemuan ibadah umat Kristen. Bisa bertempat di rumah kediaman, lapangan, ruangan di hotel, maupun tempat rekreasi.
- Arti ketiga ialah mazhab (aliran) atau denominasi dalam agama Kristen. Gereja Katholik, Gereja Protestan, dan lain-lain.
- Arti keempat ialah lembaga (administratif) daripada sebuah mazhab Kristen. Contoh kalimat “Gereja menentang perang Irak”.
- Arti terakhir dan juga arti umum adalah sebuah “rumah ibadah” umat Kristen, di mana umat bisa berdoa atau bersembahyang.
yaitu
ketika Roh Kudus yang dijanjikan Allah
diberikan kepada semua yang percaya pada Yesus Kristus.
MENDALAMI MASYARAKAT: ARTI
Masyarakat adalah
sekelompok orang dalam sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka yang sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain.
Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial.
Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Secara abstrak, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu pada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan mata pencaharian utamanya.
Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan berbagai tipe masyarakat, seperti
masyarakat pemburu,
masyarakat pastoral nomadis,
masyarakat bercocok tanam, dan
masyarakat agrikultural intensif (masyarakat peradaban).
Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan
berdasarkan struktur politiknya:
berdasarkan urutan kompleksitas dan besar,
terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Untuk menganalisis secara ilmiah tentang proses terbentuknya masyarakat sekaligus masalah-masalah yang ada sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan beberapa konsep.
Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisis proses terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan, serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamika sosial (social dynamic).
Konsep-konsep penting tersebut antara lain:
sekelompok orang dalam sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka yang sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain.
Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial.
Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Secara abstrak, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu pada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan mata pencaharian utamanya.
Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan berbagai tipe masyarakat, seperti
masyarakat pemburu,
masyarakat pastoral nomadis,
masyarakat bercocok tanam, dan
masyarakat agrikultural intensif (masyarakat peradaban).
Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan
berdasarkan struktur politiknya:
berdasarkan urutan kompleksitas dan besar,
terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Untuk menganalisis secara ilmiah tentang proses terbentuknya masyarakat sekaligus masalah-masalah yang ada sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan beberapa konsep.
Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisis proses terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan, serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamika sosial (social dynamic).
Konsep-konsep penting tersebut antara lain:
- Internalisasi (internalization)
- Sosialisasi (socialization)
- Enkulturasi (enculturation).
Subscribe to:
Posts (Atom)
