Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Thursday, August 29, 2019

KI dan KD - Kls 8


KELAS VIII (DELAPAN)
KOMPETENSI RELIGIUS
KOMPETENSI SOSIAL
1.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
1.1     Beriman akan  Yesus Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia
1.2     Bersyukur  atas  nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus Kristus melalui sabda dan tindakan
1.3     Bersyukur atas panggilan dan perutusan Yesus Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah
1.4     Bersyukur pada Allah sebagai wujud penghayatan akanmakna sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.
1.5     Percaya akan Roh Kudus sebagai daya hidup Gereja
1.6     Bersyukur atas kehadiran  Gereja sebagai Paguyuban umat beriman.
1.7     Bersyukur atasaneka pelayanan Gereja.
1.8     Bersyukur atas kehadiran  Gereja  sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang.
1.9     Bersyukur atas  sakramen inisiasi dalam hidup menggereja.
1.10  Bersyukur atas sakramen tobat sebagai tanda dan sarana rekonsiliasi antara manusia dengan Allah dan sesama
1.11  Bersyukur atas sakramen pengurapan orang sakit sebagai wujud pendampingan Gereja terhadap orang yang menderita sakit.

2.1     Peduli pada sesama agar kehadirannya dapat dirasakan sebagai wujud Allah yang menjelma menjadi manusia.
2.2     Bertanggung jawab   mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah melalui kata-kata dan perbuatan
2.3     Bertanggung jawab dalam menanggapi panggilan dan perutusan Yesus Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah.
2.4     Peduli pada sesama  untuk mewujudkan makna sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai puncak pewartaanNya.
2.5     Santun dalam kehidupan menggereja sebagai wujud karya Roh Kudus.
2.6     Peduli terhadap kegiatan Gereja sebagai paguyuban umat beriman.
2.7     Bertanggung jawab untuk terlibat  dalam aneka pelayanan Gereja
2.8     Peduli mewujudkan Gereja  sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang.
2.9     Bertanggung jawab atas panggilan dan perutusan anggota Gereja  sebagai konsekuensi menerima sakramen inisiasi.
2.10  Disiplin merayakan sakramen tobat sebagai tanda dan sarana rekonsiliasi antara manusia dengan Allah dan sesama.
2.11  Peduli pada orang yang sakit.




KOMPETENSI PENGETAHUAN
KOMPETENSI KETRAMPILAN
3.    Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4.    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
3.1.     Memahami ajaran Kitab Suci dan ajaran Gereja tentang makna Yesus Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia
3.2.     Memahami tugas Yesus Kristus mewartakan Kerajaan Allah melalui sabda dan tindakan.
3.3.     Memahami  panggilan dan perutusan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya pada zaman sekarang demi mewujudkan Kerajaan Allah.
3.4.     Memahami maknaperistiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai puncak pewartaan-Nya.
3.5.     Memahami peran Roh Kudus pada Gereja Perdana dan Gereja masa kini.
3.6.     Memahami makna Gereja sebagai paguyuban umat beriman
3.7.     Memahami aneka pelayanan Gereja.
3.8.     Memahami bahwa Gereja  adalah tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang.
3.9.     Memahami ajaran Gereja tentang makna dan konsekuensi sakramen inisisasi dalam hidup menggereja.
3.10.  Memahami makna sakramen tobat sebagai tanda dan sarana rekonsiliasi antara dirinya  dengan Allah dan sesama.
3.11.  Memahami  makna sakramen pengurapan orang sakit sebagai sarana gereja untuk mendampingi orang yang sakit.

4.1.   Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan kembali/ menyusun doa/ puisi) yang berkaitan dengan peristiwa Allah yang menjelma menjadi manusia.
4.2.   Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan pengalaman/ refleksi/ laporan pengalaman) yang berkaitan dengan keterlibatan dalam mewartakan Kerajaan Allah melalui kata-kata dan perbuatan
4.3.   Melakukan aktivitas (misalnya membuat refleksi/ membuat laporan) yang berkaitan dengan pengalaman meksanakan panggilan dan perutusan Yesus Kristus demi mewujudkan Kerajaan Allah.
4.4.   Melakukan aktivitas (misalnya membuat refleksi/ menyusun doa/ puisi/ ibadat) yang berkaitan dengan  maknaperistiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai puncak pewartaanNya.
4.5.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ membuat refleksi/ ibadat) yang berkaitan dengan peran Roh Kudus pada Gereja Perdana dan Gereja masa kini.
4.6.   Melakukan aktivitas (misalnya membuat refleksi/ menyusun doa/ puisi/ melakukan wawancara) berkaitan dengan makna Gereja sebagai paguyuban umat beriman.
4.7.   Melakukan aktivitas (misalnya aksi sosial/mengikuti kegiatan lingkungan/  menyumbang dana/menyusun doa/ wawancara) yang berkaitan dengan aneka pelayanan Gereja.
4.8.   Melakukan aktivitas (misalnya aksi sosial/mengikuti kegiatan lingkungan/  menyumbang dana/menyusun doa) untuk mewujudkan Gereja  sebagai  tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang.
4.9.     Melakukan aktivitas (misalnya mempraktikkan/ mendramatisasikan/ membuat produk) yang berkaitan dengan tata cara penerimaan sakramen inisiasi.
4.10.  Melakukan aktivitas (misalnya mempraktikkan/ mendramatisasikan) yang berkaitan dengan tata cara pengakuan dosa.
4.11. Melakukan aktivitas (misalnya mengunjungi/ mendoakan/ menyusun doa) untuk orang yang sakit.

KI DAN KD - KLS 7


KELAS VII
KOMPETENSI  RELIGIUS
KOMPETENSI SOSIAL
1.   Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
1.1.   Bersyukur karena dirinya diciptakan  sebagai citra Allah.
1.2.   Bersyukur kepada Allah atas kemampuan dan keterbatasan yang dimilikinya
1.3.   Bersyukur atas dirinya telah diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan yang sederajat
1.4.   Bersyukur atas anugerah  seksualitas demi kehidupan bersama yang lebih baik.
1.5.   Bersyukur atas  peran keluarga, sekolah, Gereja dan masyarakat terhadap pengembangan dirinya
1.6.   Bersyukur atas  peran teman terhadap perkembangan dirinya
1.7.   Beriman akan Yesus yang telah mengajarkan sifat dan sikap  yang baik.
1.8.   Beriman akan Yesus yang memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah.
2.1. Percaya diri terhadap keunikan diri sebagai citra Allah.
2.2. Bertanggung jawab  mengembangkan  kemampuan dan mengatasi keterbatasan  dirinya.
2.3. Santun terhadap perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Tuhan yang sederajat.
2.4. Bertanggung jawab dalam mengembangkan  seksualitas  secara benar sebagai anugerah Allah.
2.5. Bertanggung jawab pada keluarga, sekolah, Gereja dan masyarakat  atas peran mereka terhadap pengembangan dirinya
2.6. Peduli pada peran teman terhadap perkembangan dirinya
2.7. Jujur  dalam meneladani berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus
2.8. Percaya diri dalam mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diperjuangan Yesus Kristus


KOMPETENSI PENGETAHUAN
KOMPETENSI KETRAMPILAN
3.    Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

3.    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
3.1.   Memahami keunikan diri sebagai citra Allah.
3.2.   Memahami  berbagai kemampuan dan keterbatasan dirinya.
3.3.   Memahami  sikap dan pandangan masyarakat tentang kesederajatan perempuan dan laki-laki
3.4.   Memahami  berbagai cara untuk mengembangkan seksualitas sebagai anugerah Allah demi kehidupan bersama
3.5.   Memahami peran keluarga, sekolah, Gereja dan masyarakat dalam mengembangkan dirinya
3.6.   Memahami peran teman terhadap perkembangan dirinya.
3.7.   Memahami  berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus yang patut diteladani.
3.8.   Memahami nilai-nilai Kerajaan Allah untuk mengembangkan hidup bersama.
4.1.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ membuat refleksi/ membuat puisi) yang mengungkapkan rasa  syukur atas  dirinya sebagai citra Allah.
4.2.   Menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan dan mengatasi keterbatasan.
4.3.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ refleksi/ kliping) tentang kesederajatan perempuan dan laki-laki dalam hidup sehari-hari.
4.4.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ refleksi/ slogan) tentang mengembangkan seksualitas sebagai anugerah Allah demi kehidupan bersama yang lebih baik
4.5.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ refleksi/ merencanakan suatu kegiatan) yang mengungkapkan rasa syukur atas peran keluarga, sekolah,Gereja dan masyarakat terhadap pengembangan dirinya
4.6.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ refleksi) yang mengungkapkan rasa syukur atas peran teman terhadap perkembangan dirinya
4.7.   Merencanakan aktivitas/ kegiatan sebagai perwujudan meneladan berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
4.8.   Melakukan aktivitas (misalnya Menemukan dan menuliskan ayat-ayat Kitab Suci/ menghias ayat Kitab Suci/ membuat motto)  yang berhubungan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah demi hidup bersama yang lebih baik