Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Sunday, December 22, 2019

PERTEMUAN ADVEN IV - DES 2019

Tujuan
Umat semakin sadar menjadi promotor utama Gereja yang hadir di tengah-tengah masyarakat, berdialog dengan semua golongan, semakin berani bermisi keluar dengan iman yang mendalam dalam bentuk gerakan-gerakan konkret, baik sebagai pribadi maupun komunitas atau paguyuban.
Pra Wacana Pertemuan
Kita telah dipanggil oleh Allah untuk menunaikan tugas perutusan untuk ikut menata kehidupan bersama dalam masyarakat seturut kehendak Allah dengan dijiwai semangat Injil. Semua warga paguyuban tentunya mempunyai pengalaman yang beragam sebagai pribadi yang dipanggil menjadi milik Kristus melaksanakan tugas perutusan yang diembannya di tengah-tengah situasi masyarakat yang kompleks dan majemuk dengan tantangan yang ada.
Dekrit tentang Kerasulan Awam (Apostolicam Actuositatem) artikel 2 Konsili Vatikan II menegaskan, “menyebarluaskan kerajaan Kristus di mana-mana demi kemuliaan Allah Bapa, dan dengan demikian mengikut-sertakan semua orang dalam penebusan yang membawa keselamatan, dan supaya melalui mereka seluruh dunia sungguh-sungguh diarahkan kepada Kristus. Semua kegiatan Tubuh Mistik, yang mengarah kepada tujuan itu, disebut kerasulan. Kerasulan itu dilaksanakan oleh Gereja melalui semua anggotanya, dengan pelbagai cara.” (AA. 2). Ungkapan ini menjelaskan dan meneguhkan kita, bahwa sesungguhnya tantangan kerasulan awam dewasa ini bukanlah ketakutan terhadap isu kristenisasi, pengucilan diri dari masyarakat melainkan kurangnya kesadaran dan definisi diri sebagai pribadi yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. Maka, dalam konteks Masa Adven ini, umat diajak menyadari dengan menyongsong kehadiran Juru Selamat dalam keteguhan dan kesabaran, walaupun tantangan semakin sulit. Menjadi komunitas atau paguyuban yang mampu berdaya ubah, tidaklah mudah, apalagi bagi kepentingan masyarakat sekitar.
Langkah Proses Pertemuan
A.Pembuka
1.Nyanyian Pembuka
Pemandu dapat mengajak peserta membuka dengan lagu-lagu yang memberikan kesadaran menjadi promotor utama Gereja yang hadir di tengah-tengah masyarakat.
2.Doa Pembuka
Doa ini hanya salah satu alternatif, pemandu dapat menyesuaikannya dengan situasi umat.
Bapa Maharahim, Allah yang menyertai peziarahan kami, Engkau mengaruniakan masa Adven kepada kami untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kami di tengah dunia. Semoga kami dapat menggunakan kesempatan ini, untuk menyadari identitas diri kami sebagai pribadi yang telah Engkau panggil dalam nama Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon penyertaan dan berkat-Mu agar dalam pertemuan ini kami bisa menemukan butir-butir yang mendorong dan meneguhkan kami untuk hadir, srawung dan terlibat di tengah masyarakat serta menjadi promotor utama Gereja yang mampu berdialog dengan semua golongan dan lapisan masyarakat melalui gerakan-gerakan konkret, baik sebagai pribadi maupun komunitas atau paguyuban masyarakat demi Indonesia yang lebih baik. Doa ini kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
3.Penyalaan lilin Korona
Setelah doa pembuka, pemandu mengajak umat untuk melanjutkan dengan Penyalaan Lilin Korona Adven yang keempat.
P:Tuhan, terangilah umat-Mu dengan cahaya kasih-Mu.
U:Agar kami semua dapat menjadi cahaya bagi sesama.
P:Ya Bapa, berbelaskasihlah kepada kami, para hamba-Mu yang merindukan Putera-Mu, cahaya kehidupan sejati. Nyalakanlah harapan kami yang gelap ini akan kehadiran Putera-Mu yang menjadi penerang bagi hidup kami. Bagaikan nyala lilin yang semakin terang, demikianlah kami mohon agar hidup kami semakin diterangi oleh kehadiran Kristus. Semoga kami semua mampu menjadi pribadi-pribadi yang guyub-rukun serta memiliki daya ubah untuk menyalakan sukacita bagi sesama dalam kesaksian hidup kami setiap hari. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, sepanjang segala masa.
U:Amin
4.Pengantar Pertemuan
Pemandu dapat mengantar pertemuan dengan memberikan beberapa catatan sebagai berikut:
Pemandu diusahakan membuat dialog singkat untuk meneguhkan pesan dalam pertemuan adven ketiga.
Dalam pertemuan Adven keempat ini, setelah bersama-sama kita mengevaluasi diri dan komunitas kita, sejuh mana daya ubah kita bagi diri dan masyarakat. Kita diajak menghubungan makna Adven dengan konteks Arah Dasar dan Fokus Pastoral KAS yaitu menjadi Gereja yang transformatif (berdaya ubah). Sekarang dalam pertemuan keempat ini, kita diajak untuk menjadi promotor utama memajukan pemahaman dan semangat bermisi di tengah masyarakat. Gereja KAS harus hadir di tengah bangsa Indonesia, berdialog dengan semua golongan dan lapisan masyarakat, dan hadir dalam gerak afirmatif melalui aksi sosial yang nyata untuk menjadi Gereja yang semakin mendalam dan misioner.
B.Inspirasi
1.Cerita Pengalaman
Pemandu dapat mengawali refleksi dengan membaca cerita pengalaman sebagai berikut:
Nek Mboten Panjenengan, Terus Sinten, Pak?
Saya seorang Katolik yang tinggal di Paroki desa yang mayoritas daerahnya beragama Islam. Pekerjaan saya adalah guru di Sekolah Dasar dan tani selepas pulang dari sekolah.
Saya menyadari, panggilan sebagai orang Katolik tidak sekadar aktif untuk lingkungan gereja semata. Kadang, bahkan, setiap saat dibutuhkan bagi lingkungan di luar gereja.
Saya merasa kekuatan baptisan saya menghantar saya untuk mewujudkan kepedulian yang lebih luas, menegaskansikapdanmenguatkanmenghadapitantangan. Semua mengalir begitu saja, dan memang rencana Allah itu indah, semua akan terjadi pada waktunya.
Saya merasa, sebagai penggiat desa dianggap “hangabehi”. Cara bicara dan tingkah saya menjadi sorotan orang lain. Anggapan dari masyarakat itulah, yang menjadikan diri saya merasa terpanggil dan juga menyelaraskan senantiasa untuk mewujud nyatakan panggilan itu: aktif bagi gereja maupun masyarakat sekitar.
Menurut pengalaman saya, masyarakat sangat percaya dan menghargai saya. Tak heran, mereka (terutama warga tingkat RT dan RW) selalu melibatkan saya dalam perkumpulan ataupun paguyuban. “Nek mboten panjenengan terus sinten Mas,” ungkap warga kepada saya.Atas permintaan warga, saya pun menjadi menjadi pengurus keuangan (bendahara) tingkat RT dan RW. Saya juga diberi amanah untuk menjabat sebagai ketua paguyuban kelompok tani. Sebetulnya, saya pernah berkelit untuk memangku jabatan itu dengan alasan kesibukan saya sebagai guru. Mereka pun tetap menginginkan saya. “Sik penting jenengan dados ketua mangke nek wonten acara/undangan kagem kelompok tani saget pun wakilaken,” sanggah mereka. Saya menerima kepercayaan yang diberikan kepada saya secara bertanggung jawab.
Undangan untuk terlibat dalam karya kemasyarakatan tidak membebani diri saya. Hal lain, saya justru dapat merasakan diterima dan diperhatikan untuk srawung. Dalam wadah paguyuban masyarakat yang beragam ini, saya semakin ditempa untuk berkembang sebagai seorang seorang Katolik yang bertanggungjawab.
2.Pendalaman Bersama
Pemandu dapat mengajak umat berefleksi mendalami cerita sebagai berikut:
  • Berdasarkan kisah yang ada, Bagaimana tanggapan Anda, mengenai maksud menjadi pribadi yang menghayati panggilan sebagai milik Kristus?
  • Teladan apa yang dapat kita kembangkan sebagai umat Katolik dan sekaligus warga masyarakat dalam konteks sekarang ini?
C.Refleksi Kateketis dan Simpul Pertemuan
Pemandu dapat mengajak umat memperkaya dan meneguhkan refleksi pengalaman hidup dengan melihat kembali Renungan bacaan masa Adven Pertama.
1.Kutipan Kitab Suci
Pemandu mengajak umat menyimak bacaan Kitab Suci Roma 1:1-7
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
2.Renungan dan Simpul
Pendamping dapat menyampaikan point-point reflektif untuk memperkaya/melengkapi pertemuan.
  • Bacaan Roma 1:1-7, mengajak kita pada seruan Paulus bahwa “kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus”. Bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus mutlak menjadi “milik Kristus”. Sebab kita telah diselamatkan oleh Allah yang ditebus dengan harga yang mahal, yaitu melalui darah-Nya.
  • Dalam pertemuan Adven pertama, kita disadarkan pada situasi untuk bangun dari “keterkungkungan” menjalin relasi, kontak dan berkumpul dengan orang-orang yang seiman semata. Kita lebih merasa nyaman. Kita cenderung menghindar atau berjumpa dengan sesama yang berbeda iman, suku dan daerah dengan kita. Barangkali kita enggan srawung karena kita merasa sendirian, minority syndrome, atau malah malas. Namun demikian, sejatinya, ketika kita terlibat dengan situasi beragam, kita semakin mendapat kekayaan wawasan, pandangan, pengetahuan dan pengalaman. Kita juga akan terlatih untuk mengolah diri kita sebagai pribadi yang toleran, dewasa dan menghargai perbedaan.
  • Kaum awam Katolik dewasa ini perlu semakin menyadari panggilannya untuk menggarami dunia dalam segala aspek. Konsili Vatikan II dengan tegas dan jelas telah memberikan keluhuran, panggilan, tugas perutusan, dan martabat kaum awam dalam dekrit Kerasulan Awam (Apostolicam Actuositatem).
  • Selaras dengan semangat konsili Vatikan II dalam pembaruan kehidupan Gereja dan dunia, kita diundang untuk merefleksikan pengalaman kita sebagai orang beriman Katolik dan sekaligus sebagai bagian dalam kehidupan di masyarakat.
  • Panggilan kita sebagai milik Kristus menuntut konsekuensi untuk terlibat dalam karya Gereja dan Masyarakat. Keterlibatan dalam karya Gereja menjadi medan pengayaan dan peneguhan iman. Keterlibatan dalam karya masyarakat menjadi medan perjumpaan untuk pewartaan diri sebagai milik Kristus.
D.Penegasan Bersama dan Penutup
Pemandu mengajak pribadi, keluarga atau lingkungan untuk membuat niat dan aksi-aksi nyata yang bisa dilaksanakan secara konkret oleh pribadi atau lingkungan!
1.Pengendapan
Pemandu mengajak umat membuat pengendapan dengan hening sejenak dalam batin selama kurang lebih 5-10 menit.
Ajakan untuk meresapkan secara batin pribadi: Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, sejauhmana kita benar-benar “Milik Kristus”?
Sudahkah kita belajar dan terus berproses untuk menjadi pribadi yang transformatif (memiliki daya ubah)? Dalam hal apa?
Ajakan untuk berdoa:
Berdoalah agar Roh Kudus membantu kita dalam masa Adven ini, untuk terpanggil menjadi “milik Kristus”. Kita harus semakin berani bermisi keluar, agar nantinya siap senantiasa hadir dan mempunyai daya ubah di masyarakat. Berdoalah agar rahmat perutusan yang berdaya ubah terwujud dalam kehidupan kita.
Kita satukan dalam doa yang diajarkan Kristus sendiri yakni doa “Bapa Kami”.
2.Doa Penutup
Allah Bapa Mahakuasa, kami sedang bersiap untuk menyambut kelahiran Putra-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus. Maka kami mohon, semoga kami senantiasa diterima sebagai murid Kristus, Putra-Mu. Kami juga mohon, agar Roh KudusMu turun menerangi dan menuntun agar kami semakin menghayati sebagai “Milik Kristus” dalam hidup keseharian kami. Doa ini kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin.
3.Nyanyian Penutup
Pemandu dapat mengajak peserta menutup pertemuan dengan lagu-lagu yang memberikan semangat terbuka bagi masyarakat sekitarnya.

Wednesday, December 18, 2019

SAYANG ISTERI



AKU JALAN KEBENARAN DAN HIDUP

Kristus adalah Kebenaran, Jalan, dan Hidup
Untuk memahami apa arti "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup", yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, pertama-tama kita harus jelas bahwa hanya Tuhan yang dapat mengungkapkan kebenaran, memberikan kehidupan kepada orang-orang, dan menunjukkan jalan kepada orang-orang. Sebelum Tuhan Yesus berkata bahwa Dia sendiri adalah kebenaran, tidak ada orang yang mengatakan bahwa dia sendiri adalah kebenaran, dan tidak ada orang yang dapat mengungkapkan kebenaran. Hanya Tuhan Yesus yang berinkarnasi yang berkata bahwa Dia adalah kebenaran dan terlebih lagi Dia bisa mengungkapkan kebenaran. Seperti yang tertulis di dalam Kitab Suci, "Dan Firman itu menjadi manusia, dan tinggal di tengah-tengah kita, dipenuhi kasih karunia dan kebenaran" (Yohanes 1:14)

Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi, yaitu, Roh Tuhan mengenakan diri-Nya dalam daging sebagai Anak manusia untuk bekerja di dunia manusia. Dia tampak sebagai manusia biasa, normal dari luar, tetapi Dia adalah Kristus yang berinkarnasi dan Tuhan Sendiri dan Dia memiliki esensi ilahi. Ini adalah bagaimana Tuhan Yesus dapat mengungkapkan watak Tuhan dan apa yang Tuhan miliki dan apa adanya, dan dapat mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan menyelamatkan umat manusia berdasarkan kebutuhan mereka. Itu adalah sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh semua ciptaan.

Misalnya, pada tahap akhir Zaman Hukum Taurat ketika orang tidak dapat menaati hukum, mereka semakin berdosa, dan dihadapkan pada bahaya dieksekusi oleh hukum, Tuhan Sendiri menjadi manusia dan datang di antara manusia untuk melakukan Pekerjaannya untuk menyelamatkan manusia. Tuhan Yesus mengakhiri Zaman Hukum Taurat dan membuka Zaman Kasih Karunia. Dia memberi umat manusia jalan pertobatan dan menunjukkan jalan-jalan praktik untuk era baru. Dia mengajar orang-orang untuk menjadi rendah hati dan sabar, mencintai orang lain seperti diri mereka sendiri, mencintai musuh mereka, menjadi orang yang jujur, menggunakan hati mereka untuk dengan jujur ​​menyembah Tuhan, mencintai Tuhan, dan banyak lagi. Tuhan Yesus juga menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, membangkitkan orang mati, membuat orang buta melihat dan orang lumpuh berjalan…. Akhirnya, Tuhan Yesus disalibkan sebagai korban penghapus dosa kekal bagi umat manusia, menebus mereka dari dosa. Setelah itu, selama orang-orang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat mereka, dan mengaku serta bertobat kepada Tuhan, mereka diampuni dari dosa-dosa mereka, tidak lagi tunduk pada kutukan dan hukuman hukum karena melanggar hukum, dan dapat menikmati kasih karunia berlimpah yang dianugerahkan oleh Tuhan.

Ini menunjukkan bahwa hanya Kristus yang dapat memberikan kepada manusia kebenaran, jalan dan hidup, dan bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan sendiri yang dapat menganugerahkan kepada manusia kebenaran, jalan dan hidup. Akan tetapi, banyak orang pada waktu itu hanya melihat penampakan Tuhan Yesus yang biasa dan normal, tetapi tidak tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus yang berinkarnasi, dan bahwa Dia adalah Tuhan itu sendiri. Jadi, Tuhan Yesus berkata: "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku" (Yohanes 14:6). Tuhan Yesus sedang bersaksi tentang identitas-Nya sendiri kepada orang-orang pada waktu itu, sehingga mereka dapat mengetahui bahwa Dia adalah Kristus, adalah Tuhan itu sendiri, dan dapat memberikan kepada mereka kebenaran, jalan, dan hidup.

Terlebih lagi, jika kita tidak memahami Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup, kita pasti tidak akan mendapatkan perkenanan Tuhan. Seperti halnya orang-orang Farisi Yahudi pada masa itu, mereka tidak hanya tidak mengakui bahwa Tuhan Yesus yang berinkarnasi adalah Kristus dan menerima kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus, tetapi bahkan menghakimi, mengutuk, dan menghujat-Nya. Mereka hanya percaya kepada Tuhan yang di surga tetapi tidak mengakui Kristus yang mengungkapkan kebenaran dan menyediakan makanan bagi kehidupan orang-orang di bumi. Akhirnya, mereka menyalibkan Tuhan karena Tuhan Yesus tidak menaati hukum Perjanjian Lama. Mereka percaya kepada Tuhan tetapi tidak memiliki pengetahuan bahwa Kristus adalah kebenaran, jalan dan hidup. Jadi, mereka menjadi contoh klasik dari orang-orang yang mengutuk dan menolak Kristus, dan akhirnya mereka dihukum dan dikutuk oleh Tuhan karena penolakan mereka kepada Kristus.

Oleh karena itu, dengan mengatakan, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku." Tuhan Yesus ingin agar orang tahu bahwa esensi Kristus adalah kebenaran, jalan, dan hidup, dan selain Kristus, tidak ada yang bisa mengungkapkan kebenaran. Artinya, Dia yang dapat mengungkapkan kebenaran dan menganugerahkan kepada manusia jalan dan hidup pasti adalah Kristus, dan adalah Tuhan sendiri. Kita yang percaya kepada Tuhan harus memahami bahwa Kristus adalah kebenaran, jalan dan hidup, karena hanya dengan cara inilah kita dapat mengikuti jejak langkah Tuhan dengan saksama dan menerima janji dan berkat Tuhan.



HIDUP JADI BERKAT




https://www.facebook.com/keluarga.boas/videos/1375780432564589/?t=112

PRIORITASMU ???


https://www.facebook.com/Lagu.Pujian.Penyembahan/videos/682600388926885/?t=34

Jaga Perkataan


https://www.facebook.com/impactministry2018/videos/444012249841671/?t=59