Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Friday, July 26, 2019

KESELAMATAN ALLAH

Arti Keselamatan
  • Kata “Keselamatan” berasal dari bahasa Yunani yaitu sozo yang artinya menyelamatkan, membebaskan, mengawetkan, melestarikan, menyembuhkan. 
  • Keselamatan bagi manusia berarti “menyembuhkan dari kematian atau mempertahankan hidup.” 
(Barclay M. Newman Jr, Kamus Yanani – Indonesia (Bpk Gunung Mulia, Jakarta, 1991) 167.)

Keselamatan dalam Kitab Suci
            Keselamatan dalam kitab suci mengandung arti luas, bahkan Paulus mengungkapkan kasih. Salah satu kerinduan setiap manusia yang paling dalam adalah memperoleh keselamatan dalam hidupnya. Bagi orang beriman, kerinduan untuk keselamatan berdasarkan iman akan Allah sebagai sumber keselamatan yang pertama dan utama. Keselamatan berada didiri Yesus.  Menurut Paulus:”Sebab kasih karunia, kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef. 2:8-9).

            Tanda kasih Allah adalah keselamatan dalam diri Yesus itu lebar, panjang, dalam dan tingginya lebih dari apapun jua di dunia ini (Ef. 3:18). Keselamatan mengandung 4 arti penting, yaitu   :
1.       Diselamatkan dari dosa &  perbudakan. (Roma 10:1 dan Kisah Para Rasul 7:25)
2.      Diselematkan dari kehancuran & penghinaan. (Ibrani 10:1)
3.      Diselamatkan dari tubuh yang menderita atau sakit (Kisah Para Rasul 3:6, 4:10)
4.     Diselamatkan dari segala kutuk dan maut, serta diselamatkan sampai dengan akhirnya.         (Roma 13:11)


Orang percaya yang sudah menerima Kristus telah, sedang dan akan diselamatkan. Bagi yang belum menerima keselamatan, terimalah Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan. Bagi yang belum menerima keselamatan dalam arti sesungguhnya maka mintalah, beriman dan bersyukurlah. Kerinduan Allah untuk menyelamatkan semua oran yang telah ditunjukan sejak dulu kala, melalui berbagai cara dan kesempatan.

Beberapa contoh dalam Kitab Suci yang menunjukkan bahwa Allah menyelamatkan manusia adalah            :
a)     Allah menyelamatkan manusia dengan menciptakan segala sesuatu
Contohnya adalah Allah mencipatakan tempat yang  istimewa bagi manusia seperti yang terdapat dalam Kej. 1-2)
b)     Allah menyelamatkan manusia dalam perjalanan hidupnya
Contohnya adalah ketika Allah memanggi Abraham(Kel 12:1-9), memberikannya keturunan ( Kej 18:1-15) dan tidak membiarkan umat-Nya kelaparan melalui Yusuf ( Kej 37-50), membebaskan umat-Nya melalui Musa,dll.
c)      Allah menyelamatkan manusia dengan menghadirkan sesama
Contohnya Allah menhadirkan oran tua, saudara, guru-guru, teman-teman, perawat, dokter, masyarakat,dsb bagi kita.

Kehendak Allah untuk membuat manusia bahagia dan selamat tidak terputuskan oleh apapun dan semua dilakukan Allah tanpa pamrih.

Tanda Keselamatan Allah
  1. Tanda keselamatan Allah yang paling nyata dan agung adalah kehadiran Yesus Kristus. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Oleh karana itu, Santo Paulus mengatakan, ”Barang siapa mengenal Yesus, ia mengenal Allah sendiri” (Kol 1:19). Kehadiran Yesus menjadi penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia.
  2. Sama halnya dengan Yesus, kita juga dapat menjadi tanda keselamatan Allah bagi sesama kita. Kesediaan kita untuk menolong orang lain tanpa pandang bulu, mengasihi tanpa terkecuali, dapat menjadi tanda syukur kita akan keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita.
  3. Ada berbagai sarana bagi manusia untuk menghayati Allah sebagai sumber keselamatan, salah satunya dengan Sakramen Ekaristi karena dengan mengikutinya, kita disatukan dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Selain itu, Allah sebagai sumber keselamatan sejati, dapat dijumpai dan dirasakan melalui doa dan Kitab Suci.
  4. Karya keselamatan Allah pada manusia tetap berlangsung hingga sekarang dan sampai akhir zaman. Oleh karena itu, kita selayaknya menanggapi dengan berbuat kasih pada sesama sehingga dapat menjadi saran keselamatan Allah bagi orang lain di hidup kita.

Tanda cinta kasih bagi keselamatan manusia
  1. ·         Alam semesta yang luas dan indah
  2. ·   Orang-orang di sekitar kita yang memiliki niat baik dan mau bekerja sama dalam membangun dunia atau menjadi sarana keselamatan bagi orang lainAllah adalah sumber keselamatan bagi manusia dalam peristiwa hidup sehari-hari
  3. ·   Allah sumber keselamatan, maka setiap orang harus menampilkan kehadiran Allah yang tidak kelihatan, seperti Yesus yang telah menghadirkan wajah Allah yang tidak kelihatan.
  4. ·  Kitapun juga harus menjadi perwujudan kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia dalam perisriwa hidup sehari-haru , seperti: mencerdaskan kehidupan bangsa, memberi lapangan pekerjaan pada sesama, menolong sesama yang sakit tanpa memandang agama, suku dan ras.

Tahap Wahyu Allah yang Penuh
  • ·      Tahap wahyu Allah yang penuh ada dalam Sabda-Nya yang telah menjadi daging, yaitu Kristus, pengantara dan kepenuhan Wahyu.
  • ·     Sebagai Putra Tunggal Allah yang menjadi manusia, Dia adalah sabda yang sempurna dan definitif dari Bapa. Dengan pengutusan Putra dan penganugerahan Roh Kudus telah lengkap secara penuh, namun maknanya yang lengkap dan dipahami oleh iman Gereja secara bertahap dan berabad-abad.

PRIBADI YANG MENYENANGKAN

Menjadikan Pribadi yang Menyenangkan


  1. Tunjukkan Minat pada Orang Lain
Perhatikan hal hal kecil terkait lawan bicara Anda. Berikan komentar baik padanya seakan menunjukkan perhatian atau minat yang lebih padanya. Berikan respon dengan pertanyaan – pertanyaan singkat yang memancing cerita bagi lawan bicara yang sedang berbincang- bincang. Pasang ekspresi wajah dan senyuman yang menunjukkan ketertarikan Anda untuk mendengarkan cerita dari lawan bicara. Gunakan nada yang antusias. Hindari sikap cuek dan tidak peduli.
  1. Seringlah Memberikan Pujian
Semua orang suka dipuji yang baik- baik. Memiliki sikap percaya diri memang baik, namun percaya diri yang berlebihan pun juga tidak baik. Sikap percaya diri yang berlebihan menganggap diri sendiri dapat melakukan banyak hal yang hebat, akan mengurangi rasa kebanggaan kita pada orang lain. Hargai usaha keras orang lain dan berikan pujian karena sudah berusaha. Setiap orang memiliki target hidup yang berbeda- beda dan belum tentu target Andalah yang paling baik. Bersikaplah menghargai orang lain dan berikan pujian pada mereka sebagai ungkapan perhatian dan juga dukungan.
  1. Jadilah Pendengar yang Baik
Menjadi pendengar yang baik lebih mulia daripada menjadi seorang yang aktif berbicara. Pendengar yang baik adalah sosok yang paling dibutuhkan oleh semua orang. Dengarkanlah cerita atau obrolan dengan lawan bicara dengan baik tanpa memotong pembicaraannya jika tidak perlu. Jangan memberikan penilaian atau nasehat jika tidak diminta.
  1. Jadikan Orang Lain merasa Dirinya Penting
Tunjukkanlah sikap dan ucapan yang menghormati orang lain. Anggap orang lain sebagai orang penting yang Anda hormati setiap saat. Ucapkan maaf apabila Anda terlambat atau membuatnya menunggu terlalu lama. Tepatilah janji, berikan alasan yang pantas apabila Anda berhalangan untuk bertemu.
  1. Selalu Menyapa Orang dengan Menyebutkan Namanya
Jika orang lain mengetahui dan memanggil nama, akan ada perasaan sengan dan mengenal yang lebih dekat. Umumnya orang tidak suka namanya dipanggil dengan salah, sehingga hindari kemungkinan keliru. Tanyakan terlebih dahulu jika Anda ragu. Usahakan menyebutkan namanya ketika berinteraksi. Menyebutkan nama seseorang akan terdengar lebih baik daripada hanya dengan kata sapaan seperti ibu atau bapak saja.
  1. Bersikap Ramah
Keramahan merupakan salah satu bagian dari sopan santun. Kita sudah diajarkan untuk menjadi orang yang ramah kepada orang lain. Orang juga akan sangat senang jika menerima keramahan dari orang lain. Keramahan membuat orang merasa betah berinteraksi dengan Anda.
  1. Lakukan Kontak Mata
Saat berkomunikasi atau berbincang dengan orang lain, salah satu cara agar lawan bicara merasa dihargai adalah dengan menatap matanya. Kontak mata menunjukkan ketulusan hati dan perhatian yang lebih terhadap lawan bicara, sehingga lawan bica menjadi lebih senang dan nyaman saat berinteraksi dengan Anda.a
  1. Berempati dengan Tulus
Ketika ada yang sedang terkena musibah, sebaiknya Anda bersikap empati. Anda harus menunjukkan keinginan diri untuk menolong. Jangan merasa bahwa Anda tidak perlu menolong karena orang lain mungkin tidak membutuhkan pertolongan Anda.
  1. Hindari Penggunaan Kata-kata yg Mencela/ Mengkritik
Tidak ada orang yang suka diremehkan. Umumnya orang juga tidak suka kelemahannya diketahui banyak orang dan dipermalukan. Hal hal yang bersifat menurunkan harga diri seseorang akan berdampak negatif untuk Anda. Hal semacam itu juga bisa memunculkan pertengkaran antara kedua belah pihak.
  1. Bersikap Asertif
Setiap orang memiliki pemikirannya masing- masing dan tidak harus menuruti atau berjalan sesuai alur yang ada. Apabila ada suatu hal yang tidak cocok dengan diri Anda, boleh Anda mengucapkan tidak pada hal tersebut.

  1. Selalu Berfikir Positif
Berfikir positif dinyatakan dapat mengurangi tingkat stres. Menjadi orang yang selalu berfikir positif itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Pikiran positif akan disertai dengan perbuatan positif pula. Orang- orang dengan pikiran positif juga akan lebih diterima dalam komunitasnya dan banyak teman.
  1. Sering Tersenyum
Menjadi orang yang murah senyum. Bukan berarti selalu tersenyum tanpa sebab, namun senyum yang menunjukkan keramahan dan kebaikan hati Anda. Selalu tersenyumlah pada orang yang Anda kenal, orang yang lebih tua. Tentu Anda juga harus mampu menggunakan senyum di waktu dan tempat yang tepat. Senyum membuatmu menjadi orang yang santai dan orang lain akan senang mendekati Anda.
  1. Dapat Menjaga Rahasia dan Bisa Dipercaya
Menjadi seorang teman yang bisa dipercaya merupakan hal baik yang tidak semua orang bisa. Ketika seseorang bercerita tentang kisah hidupnya yang cukup rahasia dan meminta Anda untuk tidak menceritakannya ke siapapun, maka Anda harus bisa menepati janji dan menjaga rahasia tersebut.
  1. Berteman dengan Semua Orang Tidak Pilih-pilih
Cara Menjadi Pribadi yang Menyenangkan yang lain adalah tidak pilih – pilih teman. Orang memang memiliki banyak karakter individu yang berbeda- beda. Tidak semua orang baik dan juga tidak semua orang buruk. Jangan pilih- pilih teman, bertemanlah dengan siapa saja asalkan orang tersebut baik dan tidak menularkan dampak buruk pada diri Anda. Orang baik juga akan dikelilingi oleh orang – orang baik juga. Jangan memilih teman hanya karena latar belakang keluarga, ekonomi, atau latar belakang lainnya. Asalkan orang tersebut baik, maka sebaiknya anda tidak pilih- pilih.
  1. Humoris / Suka Bercanda
Poin terakhir ini sangat membantu Anda menjadi orang yang menyenangkan. Orang yang menyenangkan akan lebih banyak bercanda dan tertawa lepas. Orang dengan banyak humor juga dianggap menyenangkan karena bisa membuat orang lain tertawa. Tidak semua orang memiliki bakat untuk melucu, namun Anda yang tidak memiliki bakat itu tidak perlu pesimis. Anda hanya perlu untuk merilekskan pikiran Anda dan tahu kapan harus serius dan kapan harus bercanda. Jangan enggan untuk tertawa bersama orang lain dengan lepas.

Thursday, July 25, 2019

MENCIPTAKAN PRIBADI YANG BAIK

1. Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta.  Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Rendah Hati
Beda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, rendah hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam.

5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau merasa kecewa dan sakit hati, tidak akan menyalahkan siapapun. Selalu menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Orang yang percaya diri tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar tetap tegar,tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empaty
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik, selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

BUKTI-BUKTI KEILAHIAN YESUS KRISTUS


BUKTI-BUKTI KEILAHIAN YESUS KRISTUS

1. Kristus memiliki dan menunjukkan sifat-sifat KeilahianNya. Kristus berdasarkan pengakuanNya sendiri Kristus memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah, yaitu: (1) Kekekalan: Ia mengaku sudah ada sejak kekal (Yohanes 8:58; 17:5); (2) Mahahadir: Ia mengaku hadir di mana-mana (Matius 18:20; 28:20); (3) Mahatahu: Ia memperlihatkan pengetahuan tenaang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika Ia mahatahu (Matius16:21; Lukas 6:8; 11:7; Yohanes 4:29); (4) Mahakuasa: Ia memperagakan dan menyatakan kekuasaan satu Pribadi yang Mahakuasa (Matius 28:20; Markus 5:11-15;Yohanes 11:38-44).

Sifat-sifat Kealahan yang lain dinyatakan bagi diri-Nya oleh orang lain (misal "tak berubah", Ibrani 13:5), tetapi apa yang dikutip di atas tadi adalah apa yang diakui oleh-Nya bagi diri-Nya sendiri.

2. Kristus melakukan tindakan-tindakan yang hanya dilakukan oleh Allah. Perhatikanlah perkerjaan dan tindakan yang dilakukan oleh Kristus berikut ini: (1) Pengampunan: Ia mengampuni dosa selama-lamanya. Manusia mungkin dapat melakukannya untuk sementara,namun Kristus memberikan pengampunan kekal (Markus 2:1-12); (2) Kehidupan: Ia memberikan kehidupan rohani kepada barang siapa yang dihendaki-Nya (Yohanes 5:21); (3) Kebangkitan: Ia akan membangkitkan orang mati (Yohanes 11:43); (4) Penghakiman: Ia akan menghakimi semua orang (Yohanes 5:22, 27). Lagi-lagi, semua contoh di atas adalah hal-hal yang Ia lakukan atau pengakuan yang diucapkan-Nya sendiri, bukan orang lain.

3. Kristus diberi Nama-nama dan Gelar-gelar Keallahan. 
(1) Anak Allah. Tuhan kita mempergunakan gelar bagi diri-Nya (meskipun hanya kadang-kadang, Yohanes 10:36), dan Ia mengakui kebenarannya ketika dipergunakan oleh orang lain untuk menunjuk kepada-Nya (Matius 26:63- 64). Apakah artinya? Meskipun frase "anak dari" dapat berarti "keturunan dari", hal ini juga mengandung arti "dari kaum". Jadi, dalam Perjanjian Lama "anak- anak para nabi" berarti dari kaum nabi (1 Raja-raja 20:35), dan “anak- anak penyanyi” berarti kaum penyanyi (Nehemia 12:28). Petunjuk "Anak Allah" apabila dipergunakan untuk Tuhan kita, berarti dari “kaum Allah dan merupakan suatu klaim yang kuat dan jelas untuk Keallahan yang penuh”. Dalam penggunaan di antara orang Yahudi, perkataan "Anak (dari)..." umumnya tidak berarti suatu pembawahan, tetapi lebih kepada persamaan dan jati diri hakikat. Contoh, nama “anak penghiburan” (Kisah Para Rasul 4:36) tak pelak lagi berarti, “si penghibur”. "Anak-anak guruh” (Markus 3:17) mungkin sekali berarti “penggeledek”. “Anak Manusia”, terutama sebagaimana berlaku untuk Kristus dalam Daniel 7:13 dan selalu dalam Perjanjian Baru, hakikatnya berarti "Orang yang Mewakili". Jadi, bagi Kristus untuk mengatakan, “Akulah Anak Allah” (Yohanes 10:36) dianggap oleh orang-orang pada masa-Nya sebagai memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah, sejajar dengan Bapa, yang menurut mereka tidak layak. 
(2) Tuhan dan Allah. Yesus disebut Yahweh dalam Perjanjian Baru. Hal ini menunjukkan Keallahan-Nya yang penuh (bandingkan Lukas 1:76 dengan Maleakhi 3:1 dan Amsal 10:13 dengan Yoel 2:32). Ia juga disebut Allah (Yohanes 1:1; 20:28; Ibrani 1:8), Tuhan (Matius 22:43-45), dan Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Wahyu 19:16).

4. Kristus Mengakui diriNya sebagai Allah. Mungkin peristiwa yang paling kuat dan jelas tentang pengakuan ini, terjadi pada waktu hari raya penahbisan Bait Allah di Yerusalem, ketika Ia berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30). Kata "satu" di sini bukan berarti Ia dan Bapa merupakan satu Pribadi melainkan bahwa mereka merupakan kesatuan dalam sifat dan kegiatannya, suatu fakta yang benar, hanya jika Ia sama Keallahan - Nya dengan Bapa. Orang-orang yang mendengar pengakuan ini mahaminya demikian karena itu mereka segera berupaya merajam-Nya dengan alasan penghujatan karena Ia menyatakan diri-Nya sebagai Allah (Ayub 33). Bagaimana seseorang dapat mengatakan bahwa Yesus dari Nazaret sendiri tak pernah mengaku sebagai Allah? Dan bahwa pengikut-Nyalah yang menyatakan demi Dia? Kebanyakan dari kutipan diatas berasal dari kata-kata Kristus Sendiri.

Karena itu, kita haruslah menghadapi satu-satunya pilihan: apakah yang diakui-Nya itu memang benar ataukah Ia seorang pembohong. Dan apa yang diakui-Nya itu merupakan Keallahan yang penuh dan sempurna - tak ada yang kurang atau dikurangkan semasa hidup-Nya di bumi.

5. Kristus Menyatakan Mempunyai Penghormatan yang Sama dengan Allah

Dalam Yohanes 5:23 berkata, "Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia". Dalam ayat ini, Yesus menyatakan dengan jelas bahwa manusia akan menghormati Dia sebagaimana mereka menghormati Bapa. Jikalau Anda mulai membaca dari ayat 16, Anda akan menemukan bahwa orang-orang Yahudi mau membunuh Yesus. Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus telah mengajar bahwa Dia sama dengan Allah (ayat 18). Jika Yesus tidak menjadi sama dengan Allah, Dia sudah tentu akan membenarkan mereka. Dia akan membuat itu jelas bagi mereka bahwa Ia tidak sama dengan Allah. Apakah Dia melakukan ini? Tidak. Malahan Yesus memberitahukan kepada mereka bahwa "Semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa." Perhatikan dalam Filipi 2:6, "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan" Ayat ini menceritakan bahwa Yesus telah menjadi Allah sebelum Ia datang di dunia. Yesus tidak pernah berpikir bahwa Dia merampas hak Allah dengan menjadi sejajar dengan Allah, melainkan Ia sedang menyatakan sejajar dengan Allah karena Ia adalah Allah itu sendiri.

6. Keilahian Kristus berdasarkan kesatuannya dalam Trinitas. Dalam Matius 28:19 dikatakan “dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus”. Secara khusus, frase Yunani yang tertulis di Matius 28:19 yaitu “baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou uiou kai tou agiou pneumatos” yang diterjemahkan menjadi “baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus”, di mana hal yang menarik adalah bahwa sekalipun di sini disebutkan tiga buah nama yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, tetapi kata kata Yunani “eis to onomo” yang diterjemahkan “dalam nama” adalah nominatif singular (bentuk tunggal, bukan bentuk jamak)! Bentuk jamak dari kata Yunani “onomo (nama)” adalah “onomata”. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan name (bentuk tunggal), bukan names (bentuk jamak). Karena itu ayat ini bukan hanya menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu setara, tetapi juga menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu adalah satu atau esa. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan name (bentuk tunggal), bukan names (bentuk jamak). Karena itu ayat ini bukan hanya menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu setara, tetapi juga menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu adalah satu atau esa. Kata “esa” yang digunakan dalam Ulangan 6:4 dalam bahasa Ibraninya adalah “Ekhad” yang menunjuk kepada “satu kesatuan yang mengandung makna kejamakan; dan bukan satu yang mutlak”. Jika yang dimaksud “satu-satunya; atau satu yang mutlak” maka dalam bahasa Ibrani yang digunakan adalah “yakhid”.

6 BUKTI KEMANUSIAAN YESUS

BUKTI-BUKTI KEMANUSIAAN YESUS KRISTUS

1. Yesus Lahir Seperti Manusia Lainnya. Yesus lahir dari seorang wanita (Galatia 4:4). Kenyataan ini dikuatkan oleh kisah-kisah kelahiran-Nya dari seorang anak dara (Matius 1:18 -2:11; Lukas 1:30-38; 2:1-20). Karena hal ini, Yesus disebut "anak Daud, anak Abraham" (Matius 1:1) dan dikatakan bahwa Ia "menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud" (Roma 1:3). Karena alasan yang sama, Lukas merunut asal usul Yesus sampai kepada Adam (Lukas 3:23-38). Peristiwa ini merupakan penggenapan janji kepada Hawa (Kejadian 3:15) dan kepada Ahas (Yesaya 7:14). Pada beberapa kesempatan Yesus disebutkan sebagai anak Yusuf, namun kita akan melihat bahwa setiap kali hal ini terjadi, orang yang melakukannya itu bukanlah sahabat Yesus atau mereka kurang mengenal Dia (Lukas 4:22; Yohanes 1:45; 6:42; bandingkan dengan Matius 13:55). Bila ada bahaya bahwa pembaca kitab Injil akan menganggap penulis Injil tersebut bermaksud untuk menyatakan bahwa Yesus betul-betul anak Yusuf, maka penulis menambahkan sedikit penjelasan untuk menunjukkan bahwa anggapan semacam itu tidak benar. Oleh karena itu dalam Lukas 23:23 kita membaca bahwa Yesus adalah anak Yusuf "menurut anggapan orang" dan di dalam Roma 9:5 dinyatakan bahwa Kristus berasal dari Israel dalam "keadaan-Nya sebagai manusia".

Dalam kaitan ini telah diajukan satu pertanyaan penting: Bila Kristus itu lahir dari seorang perawan, apakah Ia juga mewarisi sifat yang berdosa dari ibu-Nya? Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus tidak berhubungan dengan dosa. Alkitab menandaskan bahwa Yesus "tidak mengenal dosa" (2 Korintus 5:21); dan bahwa Ia adalah "yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa" (Ibrani 7:26); dan bahwa "di dalam Dia tidak ada dosa" (1 Yohanes 3:5). Pada saat memberitahukan bahwa Maria akan melahirkan Anak Allah, Gabriel menyebutkan Yesus sebagai "kudus" (Lukas 1:35). Iblis tidak berkuasa apa-apa atas diri Yesus (Yohanes 14:30); ia tak ada hak apa pun atas Anak Allah yang tidak berdosa itu. "Dosalah yang membuat Iblis berkuasa atas manusia, tetapi di dalam Yesus tidak ada dosa." Melalui naungan ajaib Roh Kudus, Yesus lahir sebagai manusia yang tidak berdosa.

2. Yesus Tumbuh Dan Berkembang Seperti Manusia Normal. Yesus berkembang secara normal sebagaimana halnya manusia. Oleh karena itu dikatakan dalam Alkitab bahwa Ia "bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya" (Lukas 2:40), dan bahwa Ia "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia" (Lukas 2:52). Perkembangan fisik dan mental Kristus ini tidak disebabkan karena sifat ilahi yang dimiliki-Nya, tetapi diakibatkan oleh hukum-hukum pertumbuhan manusia yang normal. Bagaimanapun juga, kenyataan bahwa Kristus tidak mempunyai tabiat duniawi dan bahwa Ia menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan, yang berdosa, sudah pasti turut mempengaruhi perkembangan mental dan fisik-Nya. Perkembangan mental Yesus bukanlah semata-mata hasil pelajaran di sekolah-sekolah pada zaman itu (Yohanes 7:15), tetapi harus dianggap sebagai hasil pendidikan-Nya dalam keluarga yang saleh, kebiasaan-Nya untuk selalu hadir dalam rumah ibadah (Lukas 4:16), kunjungan-Nya ke Bait Allah (Lukas 2:41, 46), penelaahan Alkitab yang dilakukan-Nya (Lukas 4:17), dan juga karena Ia menggunakan ayat-ayat Alkitab ketika menghadapi pencobaan, dan karena persekutuan-Nya dengan Allah Bapa (Markus 1:35;Yohanes 4:32-34).

3. Ia Memiliki Unsur-Unsur Hakiki Sifat Manusia. Bahwa Kristus memiliki tubuh jasmaniah jelas dari ayat-ayat yang berbunyi, "mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku" (Matius 26:12); "yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah adalah tubuh-Nya sendiri" (Yohanes 2:21); "Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapatkan bagian dalam keadaan mereka [darah dan daging]" (Ibrani 2:14); "tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku" (Ibrani 10:5); "kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus" (Ibrani 10:10). Bahkan setelah Ia dibangkitkan Ia mengatakan, "Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku" (Lukas 24:39). Bukan saja Kristus memiliki tubuh manusiawi yang fisik, Ia juga memiliki unsur-unsur sifat manusiawi lainnya, seperti kecerdasan dan sifat sukarela. Ia mampu berpikir dengan logis. Alkitab berbicara tentang Dia sebagai memiliki jiwa dan/atau roh (Matius 26:38; bandingkan dengan Markus 8:12; Yohanes 12:27; 13:21; Markus 2:8;Lukas 23:46; dalam Alkitab bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai hati dan nyawa). Ketika mengatakan bahwa Ia mengambil sifat seperti kita, kita selalu harus membedakan antara sifat manusiawi dan sifat yang berdosa;Yesus memiliki sifat manusiawi, tetapi Ia tidak memiliki sifat yang berdosa.

4. Ia Mempunyai Nama-Nama Manusia. Ia memiliki banyak nama manusia. Nama "Yesus", yang berarti "Juruselamat" (Matius 1:21), adalah kata Yunani untuk nama "Yosua" di Perjanjian Lama (bandingkan Kisah 7:45; Ibrani 4:8). Ia disebut "anak Abraham" (Matius 1:1) dan "anak Daud". Nama "anak Daud" sering kali muncul dalam Injil Matius (1:1; 9:27; 12:23; 15:22; 20:30, 31;21:9, 15). Nama "Anak Manusia" terdapat lebih dari 80 kali dalam Perjanjian Baru. Nama ini berkali-kali dipakai untuk Nabi Yehezkiel (2:1; 3:1; 4:1, dan seterusnya), dan sekali untuk Daniel (8:17). Nama ini dipakai ketika bernubuat tentang Kristus dalam Daniel 7:13 (bandingkan Matius 16:28). Nama ini dianggap oleh orang-orang Yahudi sebagai mengacu kepada Mesias. Hal ini jelas dari kenyataan bahwa imam besar merobek jubahnya ketika Kristus menerapkan nubuat Daniel ini kepada diri-Nya sendiri (Lukas 26:64, 65). Orang-orang Yahudi memahami bahwa istilah ini menunjuk kepada Mesias (Yohanes 12:34), dan menyebut Kristus itu Anak Manusia adalah sama dengan menyebut Dia Anak Allah (Lukas 22:69, 70). Ungkapan ini bukan saja menunjukkan bahwa Ia adalah benar-benar manusia, tetapi bahwa Ia juga adalah wakil seluruh umat manusia (bandingkan Ibrani 2:6-9).

5. Ia Memiliki Berbagai Kelemahan Yang Tak Berdosa Dari Sifat Manusiawi. Karena itu, Yesus pernah lelah (Yohanes 4:6), lapar (Matius 4:2; 21:18), haus (Yohanes 19:28); Ia pernah tidur (Matius 8:24; bandingkan Mazmur 121:4); Ia dicobai (Ibrani 2:18; 4:15; bandingkan Yakobus 1: 13); Ia mengharapkan kekuatan dari Bapa-Nya yang di sorga (Markus 1:35; Yohanes 6:15; Ibrani 5:7); Ia mengadakan mukjizat (Matius 12:28), mengajar (Kisah 1:2), dan mempersembahkan diri-Nya kepada Allah oleh Roh Kudus (Kisah 10:38; Ibrani 9:14). Orang-orang Kristen memiliki seorang imam besar di sorga dengan kemampuan yang tiada terhingga untuk merasa belas kasihan terhadap mereka dalam semua bahaya, dukacita, dan pencobaan yang mereka alami dalam kehidupan, karena Ia sendiri mengalami semuanya itu, karena Ia menjadi sama dengan manusia. Kembali harus ditekankan bahwa menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam sifat Kristus tidaklah berarti kelemahan-kelemahan yang berdosa.

6. Berkali-Kali Ia Disebut Sebagai Manusia. Yesus menganggap diri-Nya sendiri manusia (Yohanes 8:40). Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:30), Petrus (Kisah 2:22), dan Paulus (1 Korintus 15:21, 47; Filipi 2:8; bandingkan Kisah 13:38) menyebut- Nya manusia. Kristus benar-benar diakui sebagai manusia (Yohanes 7:27; 9:29; 10:33), sehingga Ia dikenal sebagai orang Yahudi (Yohanes 4:9); Ia dikira lebih tua dari usia sebenarnya (Yohanes 8:57); dan Ia dituduh telah menghujat Allah karena berani menyatakan bahwa diri-Nya lebih tinggi daripada manusia (Yohanes 10:33). Bahkan setelah bangkit, Kristus nampak sebagai manusia (Yohanes 20:15; 21:4, 5). Lagi pula, sekarang ini Ia berada di sorga sebagai manusia (I Timotius 2:5), akan datang kembali (Matius 16:27, 28; 25:31; 26:64, 65), serta menghakimi dunia ini dengan adil sebagai manusia (Kisah 17:31).

Wednesday, July 24, 2019

LITURGI JULI 2019



Kalender Liturgi Bulan Juli 2019
Beato Ferdinandus Baccilleri 
Kej. 18:16-33; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,10-11; Mat. 8:18-22. BcO 1Sam. 7:15-8:22.
Selasa, 2 Juli 2019 (Hijau)
Bernardino Realino, dkk, Fransiskus Regis, Fransiskus Jerome, Yulianus Maunoir, Antonius Baldinucci
Kej. 19:15-29; Mzm. 26:2-3,9-10,11-12; Mat. 8:23-27. BcO 1Sam. 9:1-6,14-10:1.
Rabu, 3 Juli 2019  (Merah)
Pesta St. Tomas
Ef. 2:19-22; Mzm. 117:1,2; Yoh. 20:24-29. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:7-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.
Kamis, 4 Juli 2019 (Hijau)
Elisabet dr Portugal, Pierre Georrges Frassati, Maria Croifisca Curcio, Ubaldusdari Borgo Sansepolcro
Kej. 22:1-19; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Mat. 9:1-8. BcO 1Sam. 12:1-25.
Jumat, 5 Juli 2019 (Hijau)
Antonius Maria Zakkaria
Kej. 23:1-4,19;24:1-8,62-67; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 9:9-13. BcO 1Sam. 15:1-23.
Sabtu, 6 Juli 2019 (Hijau)
Maria Goretti
Kej. 27:1-5,15-29; Mzm. 135:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:14-17. BcO 1Sam. 16:1-13.
Minggu, 7 Juli 2019
Hari Minggu Biasa XIV
Yes. 66:10-14c; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20; Gal. 6:14-18; Luk. 10:1-12,17-20 (Luk. 10:1-9).
BcO 1Sam. 17:1-10,23b-26,40-51.
warna liturgi Hijau
Senin, 8 Juli 2019
Eugenius, Gregorius Grassi
Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat. 9:18-26.
BcO 1Sam. 17:57-18:9,20-30.
warna liturgi Hijau
Selasa, 9 Juli 2019
Gregorius Grassi, Agustinus Zhao Rong, dkk, Hermina, Yohana Skopelli, Ignasius Mangin
Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat. 9:32-38.
BcO 1Sam. 19:8-10; 20:1-17.
warna liturgi Merah
Rabu, 10 Juli 2019
Nikolaus Pick
Kej. 41:55-57; 42:5-7a,17-24a; Mzm. 33:2-3,10-11,18-19; Mat. 10:1-7.
BcO 1Sam. 21:1-9;22:1-5.
warna liturgi Hijau
Kamis, 11 Juli 2019
Peringatan Wajib St. Benediktus
Kej. 44:18-21,23b-29; 45:1-5; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 10:7-15; BcO 1Sam. 25:14-24,28-39.
warna liturgi Putih
Jumat, 12 Juli 2019
Yohanes Gualbertus, Yohanes Jones, Yohanes Wall, Louise Martin, Zelie Martin
Kej. 46:1-7,28-30; Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,39-40; Mat. 10:16-23;
BcO 1Sam. 26:2-25.
warna liturgi Hijau
Sabtu, 13 Juli 2019
Henrikus, Teresia Yesus dari Andes, Cecilia Barbieri
Kej. 49:29-32; 50:15-26a; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33. BcO 1Sam. 28:3-25.
warna liturgi Putih
Minggu, 14 Juli 2019
Hari Minggu Biasa XV
Ul. 30:10-14; Mzm. 69:14,17,30-31,33-34,36ab,37 atau Mzm. 19:8,9,10,11; Kol. 1:15-20; Luk. 10:25-37. BcO 1Sam. 31:1-4.
warna liturgi Hijau
Senin, 15 Juli 2019
Peringatan Wajib
St. Bonaventura
Kel. 1:8-14,22; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Mat. 10:34-11:1;
BcO 2Sam. 2:1-11;3:1-5.
warna liturgi Putih
Selasa, 16 Juli 2019
Santa Maria
dari Gunung Karmel
Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20-24.
BcO 2Sam. 4:2-5:7.
warna liturgi Putih
Rabu, 17 Juli 2019
Santa Maria Magdalena Postel, Magadalena Albrici dari Como, Teresia dari St. Agustinus
Kel. 3:1-6,9-12; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7; Mat. 11:25-27.
BcO 2Sam. 6:1-23.
warna liturgi Hijau
Kamis, 18 Juli 2019
Odilia
Kel. 3:13-20; Mzm. 105:1,5,8-9,24-25,26-27; Mat. 11:28-30. BcO 2Sam. 7:1-25.
warna liturgi Hijau
Jumat, 19 Juli 2019
Hari Biasa
Kel. 11:10-12:14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; Mat. 12:1-8. BcO 2Sam. 11:1-17,26-27.
warna liturgi Hijau
Sabtu, 20 Juli 2019
Apolinaris, Nabi Elia
Kel. 12:37-42; Mzm. 136:1,23-24,10-12,13-15; Mat. 12:14-21. BcO 2Sam. 12:1-25.
warna liturgi Hijau
Minggu, 21 Juli 2019
Hari Minggu Biasa XVI
Kej. 18:1-10a; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Kol. 1:24-28; Luk. 10:38-42. BcO 2Sam. 15:7-14,24-30; 16:5-13.
warna liturgi Hijau
Senin, 22 Juli 2019
Pesta St. Maria Magdalena
Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1,11-18. BcO 1Taw. 22:5-19.
warna liturgi Putih
Selasa, 23 Juli 2019
Birgitta
Kel. 14:21-15:1; MT Kel. 15:8-9,10,12,17; Mat. 12:46-50. BcO 2Sam. 24:1-25.
warna liturgi Putih
Rabu, 24 Juli 2019
Sharbel Makhluf, Niceforus, Yohanes Soret
Kel. 16:1-5,9-15; Mzm. 78:18-19,23-24,25-26,27-28; Mat. 13:1-9. BcO 1Taw. 22:5-19.
warna liturgi Hijau
Kamis, 25 Juli 2019
Pesta St. Yakobus Rasul
2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.
warna liturgi Merah
Jumat, 26 Juli 2019
Perayaan Wajib St. Yoakim dan Anna Orangtua Santa Perawan Maria
Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17. BcO Ayb. 23:1-24:12.
warna liturgi Putih
Sabtu, 27 Juli 2019 (Hijau)
Titus Brandsma, Maria Magdalena Martinengo
Kel. 24:3-8; Mzm. 50:1-2,5-6,14-15; Mat. 13:24-30. BcO 1Raj. 8:1-21.
Minggu, 28 Juli 2019
Hari Minggu Biasa XVII
Kej. 18:20-33; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,6-7ab,7c-8; Kol. 2:12-14; Luk. 11:1-13. BcO 1Raj. 8:22-34,54-61.
warna liturgi Hijau
Senin, 29 Juli 2019 (Hijau)
Peringatan Wajib St. Marta
Kel. 32:15-24,30-34; Mzm. 106:19-20,21-22,23; Mat. 13:31-35; BcO 1Raj. 10:1-13.
Selasa, 30 Juli 2019 
Petrus Krisologus,Yustinus de Yakobis Kel. 33:7-11; 34:5b-9,28; Mzm. 103:6-7,8-9,10-11,12-13; Mat. 13:36-43.
BcO 1Raj. 11:1-4,26-43.
warna liturgi Hijau
Rabu, 31 Juli 2019
Peringatan Wajib St. Ignasius dari Loyola
Kel. 34:29-35; Mzm. 99:5,6,7,9; Mat. 13:44-46; atau Luk. 14:25-33. BcO 1Raj. 12:1-19.
warna liturgi Putih
x
Senin, 1 Juli 2019 (Hijau)

PIKULLAH SALIB, KUK