Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Friday, October 11, 2019

TRADISI SUCI

Allah "menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" 
(1Tim 2:4), 
artinya 
supaya semua orang mengenal Yesus Kristus. 

Karena itu Kristus harus diwartakan kepada semua bangsa dan manusia dan wahyu mesti sampai ke Batas-Batas dunia.
"Dalam kebaikan-Nya Allah telah menetapkan, bahwa apa yang diwahyukan-Nya demi keselamatan semua bangsa, harus tetap utuh untuk selamanya dan diteruskan kepada segala keturunan" (DV 7).
(KGK 74)

"Maka Kristus Tuhan, yang menjadi kepenuhan seluruh wahyu Allah yang Mahatinggi (lih. 2Kor 1:30; 3:16-4:6), memerintahkan kepada para Rasul, supaya Injil, yang dahulu telah dijanjikan melalui para nabi dan dipenuhi oleh-Nya serta dimaklumkan-Nya sendiri, mereka wartakan kepada semua orang, sebagai sumber segala kebenaran yang menyelamatkan serta sumber ajaran kesusilaan, dan dengan demikian dibagi-bagikan karunia-karunia ilahi kepada mereka" (DV 7). 
(KGK 75)

Sesuai dengan kehendak Allah terjadilah pengalihan Injil atas dua cara:
  1. - secara lisan "oleh para Rasul, yang dalam pewartaan lisan, dengan teladan serta penetapan-penetapan meneruskan entah apa yang mereka terima dari mulut, pergaulan, dan karya Kristus sendiri, entah apa yang atas dorongan Roh Kudus telah mereka pelajari";
  2. - secara tertulis "oleh para Rasul dan tokoh-tokoh rasuli, yang atas ilham Roh Kudus itu juga telah membukukan amanat keselamatan" (DV 7). 
(KGK 76)

Penerusan yang hidup ini yang berlangsung dengan bantuan Roh Kudus, 
dinamakan "tradisi", 
yang walaupun berbeda dengan Kitab Suci, 
namun sangat erat berhubungan dengannya. 

"Demikianlah Gereja dalam ajaran, hidup serta ibadatnya melestarikan serta meneruskan kepada semua keturunan dirinya seluruhnya, imannya seutuhnya" (DV 8). 

"Ungkapan-ungkapan para Bapa Suci memberi kesaksian akan kehadiran tradisi itu yang menghidupkan, dan yang kekayaannya meresapi praktik serta kehidupan Gereja yang beriman dan berdoa" (DV 8). 
(KGK 78)

Tradisi yang kita bicarakan di sini, berasal dari para Rasul, yang meneruskan apa yang mereka ambil dari ajaran dan contoh Yesus dan yang mereka dengar dari Roh Kudus. 

Generasi Kristen yang pertama ini belum mempunyai Perjanjian Baru yang tertulis, dan Perjanjian Baru itu sendiri memberi kesaksian tentang proses tradisi yang hidup itu. 

Tradisi-tradisi teologis, disipliner, liturgis atau religius, yang dalam gelindingan waktu terjadi di Gereja-gereja setempat, bersifat lain. Mereka merupakan ungkapan-ungkapan Tradisi besar yang disesuaikan dengan tempat dan zaman yang berbeda-beda. 

Dalam terang Tradisi utama dan di bawah bimbingan Wewenang Mengajar Gereja, tradisi-tradisi konkret itu dapat dipertahankan, diubah, atau juga dihapus. 
(KGK 83)

"Tradisi Suci dan Kitab Suci merupakan satu perbendaharaan keramat Sabda Allah yang dipercayakan kepada Gereja " (DV 10). 

Di dalamnya Gereja yang berziarah memandang Tuhan, sumber segala kekayaannya, seperti dalam sebuah cermin. 
(KGK 97)

KITAB SUCI

Sesuai dengan kehendak Allah terjadilah pengalihan Injil atas dua cara:
  • -- secara lisan "oleh para Rasul, yang dalam pewartaan lisan, dengan teladan serta penetapan-penetapan meneruskan entah apa yang mereka terima dari mulut, pergaulan, dan karya Kristus sendiri, entah apa yang atas dorongan Roh Kudus telah mereka pelajari";
  • -- secara tertulis "oleh para Rasul dan tokoh-tokoh rasuli, yang atas ilham Roh Kudus itu juga telah membukukan amanat keselamatan" (DV 7). 
(KGK 76)

"Adapun, supaya Injil senantiasa terpelihara secara utuh dan hidup di dalam Gereja, para Rasul meninggalkan Uskup-Uskup sebagai pengganti-pengganti mereka, yang `mereka serahi kedudukan mereka untuk mengajar" 
(DV 7). 

Maka, "pewartaan para Rasul, yang secara istimewa diungkapkan dalam kitab-kitab yang diilhami, harus dilestarikan sampai kepenuhan zaman melalui penggantian-penggantian yang tiada putusnya" (DV 8). 
(KGK 77)

Dengan demikian penyampaian Diri Bapa melalui Sabda-Nya dalam Roh Kudus tetap hadir di dalam Gereja dan berkarya di dalamnya: "Demikianlah Allah, yang dahulu telah bersabda, tiada henti-hentinya berwawancara dengan Mempelai Putera-Nya yang terkasih. Dan Roh Kudus, yang menyebabkan suara Injil yang hidup bergema dalam Gereja, dan melalui Gereja dalam dunia, menghantarkan Umat beriman menuju segala kebenaran, dan menyebabkan Sabda Kristus menetap dalam diri mereka secara melimpah (lih. Kol 3:16)" (DV 8). 
(KGK 79)


Apa dasar hubungannya Tradisi dan Kitab suci

"Tradisi Suci dan Kitab Suci berhubungan erat sekali dan terpadu. 

Sebab keduanya mengalir dari sumber ilahi yang sama, dan dengan cara tertentu bergabung menjadi satu dan menjurus ke arah tujuan yang sama" (DV 9). 

Kedua-duanya menghadirkan dan mendayagunakan misteri Kristus di dalam Gereja, yang menjanjikan akan tinggal bersama orang-orang-Nya "sampai akhir zaman" (Mat 28:20) .

"Kitab Suci adalah pembicaraan Allah sejauh itu termaktub dengan ilham Roh ilahi".

"Oleh Tradisi Suci Sabda Allah, yang oleh Kristus Tuhan dan Roh Kudus dipercayakan kepada para Rasul, disalurkan seutuhnya kepada para pengganti mereka, supaya mereka ini dalam terang Roh kebenaran dengan pewartaan mereka memelihara, menjelaskan, dan menyebarkannya dengan setia" (DV 9).
(KGK 81)

"Dengan demikian maka Gereja", yang dipercayakan untuk meneruskan dan menjelaskan wahyu, "menimba kepastiannya tentang segala sesuatu yang diwahyukan bukan hanya melalui Kitab Suci. Maka dari itu keduanya [baik tradisi maupun Kitab Suci] harus diterima dan dihormati dengan cita rasa kesalehan dan hormat yang sama" (DV 9). 
(KGK 82)

SEBUAH PERKAWINAN SEBUAH PERJUANGAN HIDUP SEORANG AWAM

Permasalahan Umum
dalam
Perkawinan
dan
Cara Mengatasinya
Di dunia ini tak ada yang namanya perkawinan yang sempurna. Perkawinan adalah hubungan yang seringkali penuh rintangan yang membutuhkan komitmen dari kedua belah pihak untuk bisa melewatinya dengan baik. Pasangan yang paling akur pun takkan luput dari pertengkaran.

Setiap pasangan memiliki masalahnya masing-masing dan cara mengatasi masalah yang berbeda-beda pula. Untungnya, ada langkah sederhana yang efektif untuk mengatasi permasalahan paling umum yang dialami oleh para pasangan suami istri. Langkah sederhana ini juga membutuhkan usaha, namun akan sangat membantu jika dilakukan dengan baik. Dilansir dari situs Lovepanky pada Kamis (21/4/2016), berikut 8 permasalahan paling umum dalam perkawinan dan cara mengatasinya.

1. Komunikasi tidak lancar
Ini salah masalah yang dialami oleh banyak pasangan, baik yang baru saja menikah maupun yang sudah lama menikah. Komunikasi yang tidak lancar dapat mengikis hubungan yang paling stabil sekalipun.
Untuk mengatasinya, sediakan waktu untuk berkomunikasi satu sama lain, meskipun hanya beberapa menit. Hindari gangguan dan berikan fokus hanya pada pasangan. Anda juga dapat membuat beberapa peraturan seperti menghindari kata-kata yang menggeneralisasi seperti "Kamu selalu..." atau "Kamu tidak pernah...", atau sepakat untuk tidak menginterupsi satu sama lain saat sedang bicara. Anda dan pasangan juga harus berhati-hati dalam bicara karena terbawa emosi hanya akan mengganggu proses pembicaraan yang dewasa dan membangun. Jika Anda sedang tidak mampu mengatakan hal-hal untuk memperbaiki situasi, lebih baik beri waktu untuk menenangkan diri.

2. Seks dan keintiman
Seks dan keintiman juga masalah umum yang dialami oleh banyak pasangan, dan seringkali menjadi manisfestasi dari berbagai masalah lainnya dalam perkawinan. Kurangnya seks dan keintiman bisa dijadikan hukuman bagi pasangan setelah bertengkar. Namun ada juga alasan lain yang dapat membuat kehidupan seks kurang memuaskan, seperti disfungsi ereksi atau hilangnya libido akibat perubahan hormon.
Jangan takut untuk berkonsultasi kepada ahli soal masalah ereksi atau libido. Analisa bagaimana hubungan Anda dan pasangan secara keseluruhan karena sangat berpengaruh terhadap seks dan keintiman. Sediakan waktu untuk bermesraan dengan pasangan, jika perlu, titipkan anak pada orangtua. Bereksperimen saat melakukan hubungan seks akan memberi bumbu-bumbu yang penting bagi sebuah perkawinan.
3. Pembagian tugas
Tuntutan pekerjaan baik di kantor maupun rumah, mengurus anak dan banyak hal rumah tangga lainnya dapat memengaruhi hubungan Anda dengan pasangan. Pekerjaan kantor dapat menimbulkan stres, terlebih lagi dengan tugas-tugas rumah tangga yang menunggu di rumah. Bagaimanapun juga, hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sebagai suami istri yang harus dihadapi.
Penting untuk membahas ekspektasi Anda dan pasangan dalam hal tanggung jawab di rumah, di kantor, dan tentang anak-anak. Buatnya jadwal dan aturan yang disesuaikan bagi anggota keluarga lainnya. Kompromi juga penting untuk menciptakan win-win situation bagi semua pihak. Kedengarannya sulit, namun sangat mungkin dilakukan.

4. Masalah keuangan
Dari mulai biaya pernikahan hingga biaya hidup sehari-hari, uang bisa jadi masalah besar bagi sebuah rumah tangga. Membeli rumah atau apartemen, renovasi, mobil, pengeluaran sehari-hari, hingga biaya membesarkan anak tentunya membutuhkan jumlah uang yang tidak sedikit. Jika pasangan tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, maka pertengkaran tidak dapat dihindari.
Anda dan pasangan harus duduk dan mengenali bagaimana situasi keuangan. Buatlah bujet pengeluaran yang disepakati bersama dan kedua belah pihak harus kompromi untuk mengubah gaya hidup agar pemakaian uang lebih efektif. Jangan pernah membahas masalah keuangan saat salah satu sedang stres karena hanya akan memicu pertengkaran. Tabungan sangat penting, dan jangan lupa mencatat pengeluaran agar Anda dan pasangan tahu kondisi keuangan secara jelas. Tentukan juga siapa yang bertanggung jawab terhadap apa, pembagian tugas dalam keuangan juga penting.

5. Perasaan dimanfaatkan
Ada kalanya di tengah-tengah kehidupan rumah tangga yang penuh tuntutan, pasangan saling melupakan akan kebutuhan masing-masing. Kehidupan perkawinan tidak selalu indah dan menyenangkan seperti saat di awal Anda menjadi pasangan suami istri. Pertengkaran, perjuangan dan perbedaan dapat membuat perkawinan terasa tak lagi indah.
Hal ini tentu saja harus dibicarakan agar Anda dan pasangan mengetahui perasaan masing-masing. Tak ada salahnya melakukan kegiatan yang biasa Anda lakukan saat masih berpacaran untuk mengembalikan romansa dalam hubungan Anda. Jangan pelit memberi pujian dan hargai usaha apapun yang pasangan lakukan, meskipun hanya hal kecil. Siapkan waktu untuk berkencan dan menghabiskan waktu bersama.

6. Pertengkaran dan konflik
Perdebatan, perbedaan dan kesalahpahaman adalah bagian dari rumah tangga. Jika Anda sering bertengkar karena hal yang sama, atau berdebat dengan cara yang tidak sehat, sebaiknya Anda melepaskan kebiasaan berkomunikasi yang lama agar hubungan Anda dan pasangan harmonis.
Anda dan pasangan harus belajar untuk berdiskusi dengan cara yang lebih lembut dan menggunakan kata-kata yang membangun. Setiap orang bertanggung jawab terhadap respon yang ia berikan. Perhatikan reaksi Anda saat sedang berargumen, apakah Anda bertujuan untuk memberikan solusi atau membalas pasangan Anda?Ada beberapa hal yang tidak perlu diributkan, dan meminta maaflah saat Anda berbuat kesalahan.

7. Perasaan sakit hati yang disimpan
Mungkin Anda menyimpan beberapa hal yang selama ini mengganggu Anda bahkan menimbulkan sakit hati yang mendalam. Perasaan ini dapat terus berkembang menjadi kebencian, dan menutup rasa cinta, kepercayaan dan hormat yang selama ini ada di antara Anda dan pasangan.
Jangan biarkan jenis perasaan ini meracuni hubungan Anda dan pasangan. Temukan alasan kebencian Anda dan diskusikan dengan pasangan bagaimana caranya agar dapat menyingkirkan perasaan tersebut. Jangan hanya mengandalkan pasangan, cari tahu bagaimana Anda dapat memberikan solusi yang baik untuk hubungan Anda berdua. Jangan saling menyalahkan namun ambil tanggung jawab masing-masing untuk hubungan yang lebih sehat.

8. Ketidaksetiaan dan perselingkuhan
Faktor paling kuat yang dapat menyebabkan keretakan rumah tangga adalah ketidaksetiaan dan perselingkuhan.Biasanya, hal ini terjadi sebagai hasil hubungan yang telah lama tida sehat. Pasangan yang merasa percaya diri dengan hubungan mereka tidak akan mencari orang lain untuk bahagia.
Jika Anda merasa tidak puas dengan perkawinan Anda, cari tahu apa yang Anda bisa lakukan untuk memperbaiki hubungan Anda dan pasangan. Lihat sisi yang baik dari hubungan Anda, jangan hanya melihat sisi negatif. Jangan lupakan komitmen yang telah Anda buat dengan pasangan. Jika pasangan Anda selingkuh, ingat bahwa Anda bertanggungjawab terhadap perbuatan Anda sebelum perselingkuhan itu terjadi, dan pasangan Anda bertanggungjawab terhadap ketidaksetiaannya. Jika Anda yang berselingkuh dan mau memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan, ttunjukkan penyesalan Anda dan berusaha keras untuk mengembalikan kepercayaan pasangan. Jadikah hal ini pelajaran untuk menjadikan Anda dan pasangan lebih kuat sebagai suami istri.

Thursday, October 10, 2019

DASAR IMAN KATOLIK

Hampir semua denominasi Protestan mengatakan 
Hanya Alkitab sumber Iman Kristiani (Sola Scriptura) 
tetapi tidak untuk gereja Katolik. 

Lalu apakah dengan ini gereja Katolik tidak menghargai kitab suci? oh tentu tidak sebab alkitab sendiri ditetapkan oleh gereja Katolik maka adalah aneh jika justru Katolik tidak menghargai kitab suci (untuk lebih jelasnya baca Sejarah Alkitab). 

Gereja Katolik menerima Kitab suci sebagai dasar iman tetapi bukan satu-satunya dasar iman. 

mengapa? 
Sebab masih ada 2 hal yang lain 
yaitu:

Hak Mengajar Gereja (Magisterium).
Mengapa Gereja memiliki wewenang mengajar? 
sebab Gereja adalah Pondasi kebenaran 
"...jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran" 
(1 tim 3:15) 
dan juga karena Yesus sendiri memberikan wewenang itu kepada Petrus secara pribadi 
(Mat 16:18-19)
dan kepada Para Rasul yang lain 
(Mat 18:18; Lk 10:16) 
atas dasar inilah maka jemaatawal taat pada pengajaran para rasul 
(Kis 2:42). 

lalu apakah hak mengajar ini hanya untuk para rasul atau diwariskan kepada para penggantinya? 
tentu saja hak mengajar ini diwariskan sebab Yesus menjanjikan Gereja-Nya akan bertahan sampai sepanjang masa 
(Matius 28:20), 

kita tahu para rasul tidak akan bertahan sepanjang masa karena mereka adalah manusia tentu secara akal sehat pastilah wewenang itu diwariskan supaya gereja dengan pola yang sama seperti dahulu (Apostolik) tetap bertahan sepanjang masa.


Tradisi Suci.
Tradisi Suci adalah ajaran yang tidak tertulis seperti yang diungkapkan dalam:
  • Kis 2:42 
di mana dikatakan bahwa jemaat kristen perdana bertekun dalam pengajaran para rasul, jauh sebelum tulisan-tulisan Perjanjian Baru sendiri lahir. Jadi kehidupan iman Gereja tidak terbatas pada buku saja,tetapi juga pada ajaran lisan para pemimpin suci yang ditetapkan oleh Tuhan.
  • 1Kor 15:3 
di mana dikatakan oleh Paulus bahwa kebenaran tentang Yesus Kristus dia terima sendiri (jelas secara lisan)
  • 2Tes 2:15 
dimana Paulus menasehati umatnya: "Berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik itu secara lisan maupun secara tertulis." Ajaran-ajaran yang tidak tertulis semacam itulah yang kita sebut Tradisi.
  • Yoh 21:25 
yang berbunyi: "Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat Yesus, tetapi jikalau sernuanya itu harus dituliskan satu per satu. maka agaknya dunia ini tidak memuat semua kitab yang harus ditulis itu." 
  • Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan penulisan injilnya bukanlah untuk mendaftar semua ajaran kristen atau membuat daftar lengkap dari ucapan dan perbuatan Yesus. Yang dia tulis hanyalah hal-hal yang paling mendasar untuk keselamatan manusia. 

Hal yang sama kiranya berlaku untuk kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya.
"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, 
tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. 
Tetapi apabila Ia datang, 
yaitu Roh Kebenaran, 
Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; 
sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, 
tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah 
yang akan dikatakan-Nya 
dan Ia akan memberitakan kepadamu 
hal-hal yang akan datang." 
(Yoh 16:12-13) 
Bagaimana Roh Kudus akan membimbing kepada keseluruhan kebenaran jika karyanya dibatasi oleh Tradisi yang sudah dibukukan dalam alkitab

apakah Tradisi ini terjamin kebenarannya karena tidak tertulis?. 
Tradisi terjamin kebenarannya karena dipelihara oleh Gereja yang adalah tiang Pondasi kebenaran 
"...jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran" (1 tim 3:15).

Contoh Tradisi Suci adalah 
masalah Maria diangkat ke Surga ini sebenarnya 
adalah Tradisi Apostolik karena paham ini berkembang sejak jaman dahulu ketika masih dekat dengan masa Para Rasul seperti yang 
diungkapkan oleh: St. Gregory (594 AD), bishop of Tours, 
declared that 
"the Lord . . . commanded the body of Mary be taken in a cloud into paradise; where now, rejoined to the soul, Mary reposes with the chosen ones." 
St. Germaine I (+732 AD), Patriarch of Constantinople, 
speaks thusly to Mary, 
"Thou art . . . the dwelling place of God . . . exempt from all dissolution into dust.
And St. John Damascene asserted, 
"He who had been pleased to become incarnate (of) her . . . was pleased . . . to honor her immaculate and undefiled body with incorruption . . . prior to the common and universal resurrection.".............. 

hingga akhirnya paham ini dijadikan dogma secara resmi t
ahun 1 November 1950 oleh Paus Pius XII dan paham ini juga dapat digali dalam alkitab (lihat pada Maria sebagai Tabut perjanjian, 
Maria dikandung tanpa Noda dosa & Maria diangkat ke Surga) dari contoh jelas Alkitab dan Tradisi saling menunjang bahkan sebenarnya Alkitab adalah Tradisi yang Tertulis seperti yang diungkapkan dalam Lukas 1:1-4 yang bila kita baca prolog injil tsb maka alurnya akan tampak seperti ini: 
pada mulanya adalah ajaran lisan yang disampaikan orang-orang yang merupakan saksi mata apa yang diperbuat Yesus dan "Pelayan Firman" lalu Penulis injil lukas membukukan semuanya setelah diselidiki kebenarannya supaya memperkuat keyakinan bahwa apa yang sudah diterima (secara Lisan) adalah benar adanya.
(uraian sekilas tentang Tradisi Suci, lihat artikel singkat tentang Tradisi Suci)

Dari uraian mengenai 
Tradisi - Kitab Suci - Magisterium jelaslah 
bahwa Dari uraian di atas nampak betapa eratnya hubungan Tradisi dan Alkitab. 

Oleh karena itu 
Alkitab harus ditafsirkan dalam konteks dan dalam kesatuan dengan Tradisi. 

Sulit membayangkan penafsiran Alkitab lepas dari Tradisi, 
sebab sebelum Alkitab ditulis, 
Sabda Allah itu sudah lebih dahulu dihayati dalam Tradisi. 

Sebaliknya, 
karena penulisan Alkitab itu 
ada di bawah pengaruh Roh Kudus sendiri, 
maka Tradisi yang dihayati Gereja di segala jaman itu 
harus dikontrol dalam terang Alkitab. 
dan dalam menafsirkan Tradisi & Alkitab 
Gereja Yesus Kristuslah yang mendapat wewenang untuk mengajar dan wewenang untuk mengajar soal-soal iman dan susila ada di tangan para uskup sebagai pewaris sah para rasul dengan Paus sebagai pemimpin, 
yakni pengganti Petrus. 

mengapa? 
sebab dalam 2Pet 3:15-16 
diingatkan bahwa Alkitab sangat sulit untuk dimengerti 
sehingga butuh wewenang khusus 
untuk menafsirkannya dan wewenang itu 
ada ditangan Gereja 
yang sudah diberi wewenang oleh Yesus sendiri.

PARA USKUP KAS


HIERARKI

Menurut Ajaran resmi Gereja struktur Hierarkis termasuk hakikat kehidupan-nya juga. Perutusan ilahi, yang dipercayakan Kristus kepada para rasul itu, akan berlangsung sampai akhir zaman (lih. Mat 28:20). Sebab Injil, yang harus mereka wartakan, bagi Gereja merupakan azas seluruh kehidupan untuk selamanya. Maka dari itu dalam himpunan yang tersusun secara hirarkis yaitu para Rasul telah berusha mengangkat para pengganti mereka.Maka Konsili mengajarkan bahwa "atas penetapan ilahi para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja" Kepada mereka itu para Rasul berpesan, agar mereka menjaga seluruh kawanan, tempat Roh Kudus mengangkat mereka untuk menggembalakan jemaat Allah (lih. Kis 20:28).(LG 20). Pengganti meraka yakni, para Uskup, dikehendaki-Nya menjadi gembala dalam Gereja-Nya hingga akhir jaman (LG 18).

makdud dari "atas penetapan ilahi para uskup menggantikan para rasul sebagai gembala Gereja" ialah bahwa dari hidup dan kegiatan Yesus timbulah keplompok orang yang kemudian berkembang menjadi Gereja, seperti yang dikenal sekarang. Proses perkembangan pokok itu terjadi dalam Gereja perdana atau Gereja para rasul, Yakni Gereja yang mengarang Kitab Suci Perjanjian baru. Jadi, dalam kurun waktu antara kebangkitan Yesus dan kemartiran St. Ignatius dari Antiokhia pada awal abad kedua, secara prinsip terbentuklah hierarki Gereja sebagaimana dikenal dalam Gereja sekarang.

Striktur Hierarkis Gereja yang sekarang terdiri dari dewan para Uskup dengan Paus sebagai kepalanya, dan para imam serta diakon sebagai pembantu uskup

1. Para Rasul

Sejarah awal perkembangan Hierarki adalah kelompok keduabelas rasul. Inilah kelompok yang sudah terbentuk waktu Yesus masih hidup. Seperti Paulus juga menyebutnya kelompok itu " mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku" (Gal 1:17). Demikian juga Paulus pun seorang rasul, sebagaimana dalam Kitab Suci (1Kor 9:1, 15:9, dsb)

Pada akhir perkembangannya ada struktur dari Gereja St. Ignatius dari Antiokhia, yang mengenal "penilik" (Episkopos), "penatua" (presbyteros), dan "pelayan" (diakonos). Struktur ini kemudian menjadi struktur Hierarkis yang terdiri dari uskup, imam dan diakon.

2. Dewan Para Uskup

Pada akhir zaman Gereja perdana, sudah diterima cukup umum bahwa para uskup adalah pengganti para rasul, seperti juga dinyatakan dalam Konsili Vatikan II (LG 20). Tetapi hal itu tidak berarti bahwa hanya ada dua belas uskup (karena duabelas rasul). Disini dimaksud bukan rasul satu persatu diganti oleh orang lain, tetapi kalangan para rasul sebagai pemimpin Gereja diganti oleh kalangan para uskup. hal tersebut juga di pertegas dalam Konsili Vatikan II (LG 20 dan LG 22).

Tegasnya, dewan para uskup menggantikan dewan para rasul. Yang menjadi pimpinan Gereja adalah dewan para uskup. Seseorang diterima menjadi uskup karena diterima kedalam dewan itu. itulah Tahbisan uskup, "Seorang menjadi anggota dewan para uskup dengan menerima tahbisan sakramental dan berdasarkan persekutuan hierarkis dengan kepada maupun para anggota dewan" (LG 22). Sebagai sifat kolegial ini, tahbisan uskup belalu dilakukan oleh paling sedikit tiga uskup, sebab tahbisan uskup berarti bahwa seorang anggota baru diterima kedalam dewan para uskup (LG 21).

3. Paus

Kristus mengangkat Petrus menjadi ketua para rasul lainnya untuk menggembalakan umat-Nya. Paus, pengganti Petrus adalah pemimpin para uskup.

Menurut kesaksian tradisi, Petrus adalah uskup Roma pertama. Karena itu Roma selalu dipandang sebagai pusat dan pedoman seluruh Gereja. Maka menurut keyakinan tradisi, uskup roma itu pengganti petrus, bukan hanya sebagai uskup lokal melainkan terutama dalam fungsinya sebagai ketua dewan pimpinan Gereja. Paus adalah uskup Roma, dan sebagai uskup Roma ia adalah pengganti Petrus dengan tugas dan kuasa yang serupa dengan Petrus. hal ini dapat kita lihat dalam sabda Yesus sendiri :

"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Mat 16:17-19).

4. Uskup

Paus adalah juga seorang uskup. kekhususannya sebagai Paus, bahwa dia ketua dewan para uskup. Tugas pokok uskup ditempatnya sendiri dan Paus bagi seluruh Gereja adalah pemersatu. Tugas hierarki yang pertama dan utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat. Tugas itu boleh disebut tugas kepemimpinan, dan para uskup "dalam arti sesungguhnya disebut pembesar umat yang mereka bimbing" (LG 27).

Tugas pemersatu dibagi menjadi tiga tugas khusus menurut tiga bidang kehidupan Gereja. Komunikasi iman Gereja terjadi dalam pewartaan, perayaan dan pelayanan. Maka dalam tiga bidang itu para uskup, dan Paus untuk seluruh Gereja, menjalankan tugas kepemimpinannya. "Diantara tugas-tugas utama para uskup pewartaan Injilah yang terpenting" (LG 25). Dalam ketiga bidang kehidupan Gereja uskup bertindak sebagai pemersatu, yang mempertemukan orang dalam komunikasi iman.

5. Imam

Pada zaman dahulu, sebuah keuskupan tidak lebih besar daripada sekarang yang disebut paroki. Seorang uskup dapat disebut "pastor kepala" pada zaman itu. dan imam-imam "pastor pembantu", lama kelamaan pastor pembantu mendapat daerahnya sendiri, khususnya di pedesaan. Makin lama daerah-daerah keuskupan makin besar. Dengan Demikian, para uskup semakin diserap oleh tugas oraganisasi dan administrasi. Tetapi itu sebetulnya tidak menyangkut tugasnya sendiri sebagai uskup, melainkan cara melaksanakannya. sehingga uskup sebagai pemimpin Gereja lokal, jarang kelihatan ditengah-tengah umat.

melihat perkembangan demikian, para imam menjadi wakil uskup. "Di masing-masing jemaat setempat dalam arti tertentu mereka menghadirkan uskup. Para imam dipanggil melayani umat Allah sebagai pembantu arif bagi badan para uskup, sebagai penolong dan organ mereka" (LG 28).

Tugas konkret mereka sama seperti uskup: "Mereka ditahbiskan untuk mewartakan Injil serta menggembalakan umat beriman, dan untuk merayakan ibadat ilahi"

6. Diakon

"Pada tingkat hiererki yang lebih rendah terdapat para diakon, yang ditumpangi tangan 'bukan untuk imamat, melainkan untuk pelayanan'" (LG29). Mereka pembantu uskup tetapi tidak mewakilinya.

Para uskup mempunyai 2 macam pembantu, yaitu pembantu umum (disebut imam) dan pembantu khusus (disebut diakon). Bisa dikatakan juga diakon sebagai "pembantu dengan tugas terbatas". jadi diakon juga termasuk kedalam anggota hierarki

oo 000 ooo

Istilah nama:

seorang kardinal adalah seorang uskup yang diberi tugas dan wewenang memilih Paus baru, bila ada seorang Paus yang meninggal. (karena Paus adalah uskup roma, maka Paus baru sebetulnya dipilih oleh pastor-pastor kota Roma, khususnya pastor-pastor dari gereja-gereja "utama" (cardinalis)). Dewasa ini para kardinal dipilih dari uskup-uskup seluruh dunia. lama kelamaan para kardinal juga berfungsi sebagai penasihat Paus, bahkan fungsi kardinal menjadi suatu jabatan kehormatan. Para kardinal diangkat oleh Paus. Sejak abad ke 13 warna pakaian khas adalah merah lembayung.

ALLAH SETIA

Manusia yang diberikan Kehendak Bebas, kadang menyalahgunakan untuk menanggapi kebaikan Allah. Bahkan manusia menolak dan meninggalkan Allah.

tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.(Kej 3:3-6)

Rusaknya keselarasan hubungan manusia dengan Allah, akibat manusia ingin mengejar kebahagiaan yang tanpa Allah, setelah sadar kita mengetahui, betapa semunya kebahagiaan tersebut. maka tindakan manusia tersebut mengakibatkan dosa. dimana manusia kehilangan Rahmat kekudusannya (Bdk KGK 399)

Meskipun manusia jadtuh dalam dosa, Allah tidak membiarkan ciptaan-Nya hancur karena dosa, Allah tetap melangsungkan rencana keselamatan bagi manusia dan alam semesta. hal ini dapat kita lihat bagimana perjanjian-perjanjian Allah dengan Nuh (Kej 9:12-16), demikian juga Allah membentuk sejarah Keselamatan. Ia memanggil Abram, yang kemudian befrganti nama menjadi Abram, yang kemudian berganti nama menjadi Abraham. Allah juga meneguhkan iman Abraham dan memperbaharui perjanjian-Nya (bdk Kej 15:5-7); 17:1-8; 22:11-8). Dengan demikian Abraham menyerahkan seutuh hidupnya kepada Allah demi terlaksanya janji Allah. Allah juga memanggil Musa untuk membebaskan umat-Nya keluar dari perbudakan dan mengatar mereka ketanah terjanji. (Bdk kel 3:7-10). demikian juga dengan Yosua, Daud, nabi Natan.

Yesus Kristus.
Allah lewat putra-Nya yang Tunggal menegaskan kembali kasih setia-Nya

Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.(Mat 26:26-28)

Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu. Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang." Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. (Luk 22:17-20)

Perikop diatas dimaksudkan yesus untuk menjalin hubungan khusus antara Allah dengan umat manusia di dalam diri-Nya demi keselamatan umat manusan dan sekaligus memperbaharui dan meningkatkan hubungan khusus yang dahulu dijalin Allah dengan umat-Nya. Perjanjian baru ini adalah perjanjian Kekal, sebab, hubungan Allah dengan umat manusia di dalam Yesus Kristus tidak pernah akan putus. Dengan demikian kita mengetahui betapa kasih setia Allah kepada umat Ciptaan-Nya.