Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Saturday, August 31, 2019

PANGGILAN HIDUP = BERKELUARGA


PANGGILAN HIDUP

Panggilan Hidup Berkeluarga
Berbagai pandangan tentang Perkawinan
a.  Tradisional : Ikatan antara laki-laki dan perempuan bersama keluarga besarnya.    
b.  Sosial   : Persekutuan hidup yang memiliki bentuk, tujuan dan hubungan khusus, dimana laki-laki dan perempuan menjadi manusia seutuhnya, dan menjadi ayah atau ibu.
c.   Hukum : Perjanjian antara laki-laki dan perempuan yang memiliki ketetapan hukum yang mengikat.
d.  Antropologis : Persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan berdasarkan cinta, pengungkapan diri manusia sebagai manusia.

Arti Perkawinan Katolik :
Menurut KHK 1983 kan.1055 § 1 adalah
perjanjian (foedus) antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk kebersamaan hidup.
Yakni kesepakatan untuk saling melengkapi, saling mendukung dan membahagiakan dalam seluruh hidup, dalam untung dan malang dan suka dan duka.

Jadi Perkawinan adalah:
Persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan yang memiliki ketetapan hukum,
dimana anak adalah mahkota perkawinan.


Makna keluarga pada umumnya
z Bentuk Persekutuan/ suatu institusi. 
 *) Berdasarkan darah : ayah, ibu, anak, kakek – nenek, tante, dst.
*) Kesatuan social: keluarga Sanmar 1, keluarga kelas IPS/ IPA.
*) Ekonomi : Ikatan Pengusaha Indonesia, Perkumpulan para Tukang Becak Bandung.
*) Rohani : Keluarga Gereja Pasundan, Perkumpulan Wanita Katolik.
z Sel kehidupan masyarakat yang juga mempengaruhi masyarakat. Masyarakat dipengeruhi oleh keadaan keluarga-keluarga dalam masyarakat. Situasi di kompleks perumahan para pebisnis, mereka jarang bergaul. Lebih sering sunyi dan tertata rapi. Sedangkan situasi di perkampungan tampak ramai, para ibu mudah ditemui di lorong-lorong.
z Tempat utama dan pertama pendidikan anak-anak : kebiasaan dalam keluarga biasanya lebih kuat dibawa anak hingga besar. Anak-anak akan mengkopi sifat orang tuanya yang biasanya berdoa, sopan, dan sabar. Anak-anak akan menjadi kasar dan memberontak bila sering dicueki, atau dimarahi oleh orang tuanya.

Perkawinan dalam Tradisi Katolik

Landasan biblis (perjanjian Lama dan Perjanjian Baru)
Spiritualitas Keluarga Abraham : Nilai dan konflik

Konflik
Ciri
Solusi
Kitab Suci
Kemapanan
Allah menyuruh Abraham pergi dari mencari tanah baru
Taat, beriman
Menurut dan berangkat.

Keturunan
Sampai tua Abraham dan Sara belum memiliki keturunan
Sarai mulai putus asa dan tidak percaya
Sarai memberikan pembantunya kepada Abraham
Kej 16. 1 – 4
Pertengkaran
Hagar mengandung dan merasa tinggi hati.
Sakit hati dan marah
Sarai menindas Hagar sehingga dia melarikan diri.
Kej 16. 4 – 15
Warisan
Sara tidak mau Ismail mendapat bagian warisan
Cemas dan egosi
Hagar dan Ismail disuruh pergi
Kej. 21. 8 – 14
Persembahan
Allah meminta Abraham untuk menjadikan Isaak sbg korban bakaran.
Taat, beriman
Allah sendiri menyediakan korban pengganti, seekor domba.
Kej 22. 1 – 19

Spiritualitas Keluarga Nazareth : Kebiasaan, nilai dan konflik.

Konflik
Ciri
Solusi
Kitab suci
Maria Mengandung sebelum menikah
Maria taat
Maria akan diceraikan secara diam-diam
Matius 1. 18 – 19
Yusuf mau menceraikan Maria
Marah
Malaikat memberitahukan Yusuf untuk tidak melakukan niatnya itu.
Matius 1: 20 – 25
Dipaksa melakukan perjalanan jauh saat Maria hamil tua, kesulitan mendapatkan penginapan
Taat, setia dan saling mendukung
Mendapatkan tempat penginapan di kandang.
Lukas 2: 1 - 6
Herodes memburu Yesus
Takut
Malaikat menyuruh Yusuf membawa anak dan istrinya ke Mesir
Matius 2 : 13 – 15
Yesus tertinggal di Bait Allah ketika berumur 12 tahun
Cemas
Kembali ke Yerusalem untuk mencari Yesus sehari perjalanan.
Lukas 2: 41-51
Kebingungan Maria tentang kedirian Yesus
Hening dan pasrah
Maria menyimpan semua perkara dalam hati
Lukas 2: 19, 51
Yesus disiksa dan disalibkan
Hening dan pasrah
Maria menyimpan semua perkara dlm hati
Matius 27



Hakikat Spiritual (sebagai peristiwa iman, cinta sebagai pengalaman rohani)
Cinta sebagai dasar dan suci : kesediaan untuk terbuka, saling menerima dan berkurban.

Tingkatan Cinta
a.   Agape : cinta yang tulus bahkan disertai pengurbanan diri. Misal : Ayah terhadap anak-anaknya, Istri terhadap suami. Teman yang rela berkoban agar temannya selamat. Tuhan Yesus yang rela wafat untuk manusia.
b.   Phileo : menyayangi secara murni, hubungan saling melengkapi  (dua sahabat yang baik)
c.   Stergo : tertarik spontan, mau melindungi, rasa bertanggung jawat terhadap kesejahteraan. (Pemerintah terhadap rakyat, guru terhadap siswa, dll)
d.   Eros : ketertarikan secara fisik– seksual. Bersifat emosional belaka dan sesaat.
Þ   Menanggapi panggilan Tuhan  : Menjadi ayah / ibu adalah panggilan untuk menjadi rekan kerja Allah dalam mewartakan kasih, dan menciptakan manusia baru.
Þ   Makna sakramen Pernikahan  : Perkawinan adalah suci karena Allah sendiri yang telah merestui perkawinan. Maka tidak ada perceraian, sebab Allah tidak mungkin memasangkan dua orang secara acak dan coba-coba.
Þ   Keluarga sebagai gereja mini : Gereja = tempat tinggal Allah. Allah hadir dalam tiap keluarga, dan tiap keluarga melaksanakan misi gereja yakni mewartakan kasih Allah.

Hakikat sosial pernikahan
(Sosial – hubungan yang khusus antara dua atau lebih pribadi)

o   Persekutuan hidup dan cinta : perkawinan adalah persatuan antara dua pribadi yang berbeda. Dimana cinta bisa mengalahkan semua perbedaan, menjadi dasar dan tujuan dari persekutuan tersebut. Dan sangat terbuka terhadap kehadiran anak-anak / anggota sosial yang lain.

o   Monogami dan tak terceraikan : Perkawinan itu hanya untuk satu laki-laki dan perempuan, memiliki ketetapan hukum sehingga tidak dapat seenaknya saja bercerai untuk kawin lagi.

Tujuan perkawinan
a)   Kesejahteran hidup bersama suami – istri (Bonum vitae).
Tujuan utama perkawinan adalah agar suami - istri untuk saling membahagiakan.
b)  Membentuk persekutuan hidup bersama (Bonum Cognium/ Comune).
Suami istri harus menerima pasangan secara total, seluruh diri dan apa adanya. Cinta yang tanpa syarat.
c)   Kebaikan hidup anak-anak (Bonum Proles).
Perkawinan itu harus terbuka pada kelahiran anak (procreatio) dan bertanggung jawab untuk kebahagiaan dan kemandirian anak-anak.

Ciri Perkawinan Katolik
1)   Monogami : Perkawinan itu hanya untuk satu laki-laki dan satu perempuan.
2)  Tak terceraikan : Setia dengan satu pasangan sampai akhir hayat sebab apa yang telah disatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia. (Matius, 5:32; 19.6)
3)  Sakramental : Perkawinan itu direstui oleh Allah sendiri dan Allah hadir di dalam keluarga tersebut.

Proses Pernikahan Katolik
a) Syarat pernikahan : Sah bila
1.      Ada kesepakatan / perjanjian nikah.
2.     Kesepakatan diterima oleh pejabat gereja (uskup, imam atau diakon).
3.     Ada saksi minimal dua orang.

Syarat tambahan :
4.        Pasangan bebas dan memahami –lewat KPP) tentang perkawinan.
5.         Penyelidikan Kanonik : untuk memastikan kelayakan secara moral dan hukum suatu perkawinan.


Halangan Perkawinan 
Halangan pernikahan dari hukum ilahi : halangan yang bersifat kodrati, tidak terbantahkan.
1.     Impotensi yang bersifat tetap (Kak 1084)
2.    Masih terikat perkawinan sebelumnya (Kan. 1085)
3.    Ada hubungan darah dalam garis lurus (kebawah atau ke atas) – (Kan 1091 $ 1) Garis lurus : ayah/ Ibu – Anak – Cucu – Cicit, dst.
  
Halangan nikah menurut Kitab Hukum Kanonik :
1)    Belum cukup Umur (Pr. 14 th & Lk. 16 th).
2)   Beda Agama
3)   Masih terikat Tahbisan Suci
4)   Masih terikat kaul biarawan/ wati
5)   Penculikan
6)   Kriminal
7)   Hubungan darah ke samping : Adik-kakak sepupuh.
8)   Hubungan semenda (anak tiri dan ipar)
9)   Kelayakan public.
10) Pertalian adopsi.

Tantangan dan Peluang untuk Membangun Hidup Berkeluarga
Situasi Harmonis
©    Ada komunikasi yang baik
©    Ada sikap saling percaya, terbuka dan hormat

Situasi tidak harmonis
§    Ada permusuhan, tidak saling hormat, komunikasi negative, dll.  (
§      Perkawinan campur :
1.      Beda agama :   Katolik & Muslim, Katolik & Hindu, Katolik & Budha, dll.
Untuk sah membutukan dispensasi dari Uskup.
2.      Beda gereja : Katolik & Protestan      
         
Program Keluarga berencana Alamiah    (KBA)
Keluarga Berencana adalah perencanaan kelahiran anak lewat pantang berkala. Maksudnya bahwa jadwal hubungan suami-istri dilakukan sambil memperhitungan jadwal masa subur sang istri. Bila suami – istri belum ingin memiliki anak (lagi) maka mereka tidak boleh melakukan hubungan seks pada masa subur. Masa subur berdurasi 2 – 4 hari, terjadi pada hari ke 12 - 16 sejak menstruasi hari pertama. Tiap perempuan memiliki masa subur yang berbeda-beda.

Program KBA memiliki makna spritual, yakni agar suami istri tidak fokus pada hubungan seks sebagai pengungkapan cinta, namun kreatif menemukan cara lain. Sehingga cinta mereka sungguh tulus, bukan karena dorongan seksual semata. Selain itu KBA  sangat membuka peluang bagi campur tangan Allah sang pencipta.
Gereja tidak menganjurkan pemakaian KB buatan terutama bila ada pihak yang dipaksakan untuk memakai sehingga menjadi pihak yang dikurbankan dan menderita, misalnya pemasangan spiral membuat sang istri tidak nyaman.

Tantangan keluarga modern     
1.    Tuntutan Ekonomi makin tinggi : hampir semua hal harus dibeli. Uang menjadi barang wajib untuk dimiliki. Harga-harga melaju lebih cepat naik dibanding pendapatan. Keluarga dituntun professional dalam mengolah keuangan.
2.  Hidup bersama masyarakat materialis dan hedonis : Materialis : gaya hidup yang lebih mementingkan materi, mengumpul harta atau barang lebih banyak meski tidak (terlalu) penting untuk dimiliki. Hedonisme : Gaya hidup yang mementingkan kenikmatan / kesenangan. Tidak mau lagi hidup berkurban. Hidup hanyalah kesenangan. Segalanya haruslah mudah didapatkan, dan tidak jadi soal untuk mudah dibuang.

HIDUP MEMBIARA


Panggilan Hidup Membiara

Hakikat atau inti hidup membiara adalah menjadi contoh hidup Kristus.
Para biarawan/ wati adalah contoh yang tampak dari kepribadian Yesus Kristus. Mereka adalah contoh hidup para kudus.

Hidup membiara atau jadi kaum klerus adalah hidup yang istimewa, mereka dipanggil untuk menjadi "Yang Paling" dekat dengan Kristus. Sebagian besar waktu mereka adalah waktu untuk Tuhan dan bersama Tuhan.
Mereka memberi gambaran kepada dunia, rupa dan cara hidup para kudus di surga. Demikianlah spiritualitas dasar hidup para pembiara dan klerus (imam). Itu sebabnya mereka harus hidup dalam komunitas tertentu agar irama dan suasana dan nyala spiritualitas ini tetap terjaga. Pusat hidup mereka adalah doa dan terutama ekaristi, (dalam komunitasnya).

          Ada yang menuntut agar para biarawan dan klerus harus lebih terlibat dalam kehidupan sosial umat, itu benar! Namun umat harus tahu bahwa pusat hidup mereka adalah doa, ekaristi dalam komunitasnya. Semakin jauh dia dari pusat itu, dapat meredupkan cahaya surga pada dirinya.

Para biarawan/ wati mengucapkan tiga janji setia yang disebut KAUL :

a)   Kaul Kemurnian : Tidak menikah. Mereka bersatu sampai akhir hayat dengan gereja. Mempelainya adalah gereja dimana Roh Kudus tinggal di dalamnya. (Mat. 22.30)

b)   Kaul Kesederhanaan / kemiskinan : tidak mengandalkan harta dan barang duniawi. Tidak memiliki harta pribadi. Rendah hati untuk meminta kepada atasan bila membutuhkan sesuatu. Bisa menahan diri untuk tidak menikmati apa yang dinikmati dunia. (Mat. 10.10)

c)   Kaul Ketaatan : Hanya taat kepada Allah lewat pimpinan biara. Mengabaikan egoisme pribadi, meski merasa diri benar. (Meniru Ketaatan Abraham, Maria, & Yesus Kristus)

Proses untuk mencapai pengucapan sumpah setia ini relatif lama, sekitar 6 - 8 tahun, bahkan bisa lebih dari itu. Selama proses itu para biarawan terus memurnikan panggilannya untuk menjadi kelompok "yang paling dekat" dengan Kristus. Tidak ada persaingan di dalamnya, kecuali semangat persaudaraan yang saling mendukung.  Bahwa ada Biarawan atau calon Klerus yang  kemudian keluar dari kehidupan biaranya, itu adalah pilihan bebas sebagai hasil dari semua proses pemurnian panggilan tersebut. 

Yesus pernah berkata, banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih. Matius 22:14. Sabda ini tidak boleh dipandang, bahnya Tuhan hanya akan memilih orang-orang tertentu yang sudah sejak awal ditakdirkan demikian. "Yang dipilih" adalah mereka yang mau dan siap dipilih. Jadi Sabda itu mau mengatakan BANYAK YANG DIPANGGIL, tapi SAYANGNYA banyak yang TIDAK MAU dan TIDAK SIAP DIPILIH.

Yang tidak mau, bisa karena banyak sekali faktor :
1. Menemukan pilihan hidup yang lain : ingin menjadi politisi, penguasaha, dll.
2. Jatuh cinta dengan seorang perempuan .
3. Semangatnya tidak banyak didukung keluarga atau orang sekitar.
4. Kehilangan semangat, gairah untuk tetap setia.
5. Konflik dalam komunitas.

Panggilan Karya / Profesi

Panggilan Karya / Profesi
Bekerja adalah salah satu cara mempertanggungjawabkan hidup.
Dengan bekerja manusia diserahi tanggung jawab untuk membangun hidupnya sendiri, lingkungan sekitarnya dan tata dunia.

Maka ada beberapa makna dan tujuan bekerja:
A.  Ekonomis : kerja untuk menghasilkan uang, membangun hidup yang lebih baik dan sejahtera.
B.  Sosial : Dengan bekerja seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain, entah sebagai rekan, patner bisnis atau melayani / menolong orang lain. Dengan bekerja seseorang juga mendapat peran dan kedudukan tertentu dalam masyarakat.
C.  Antropologis : ada orang bekerja sebagai aktualisasi diri, membuat dirinya bahagia dan bangga pada dirinya sendiri.
D. Religius : bekerja adalah bentuk pelayanan/ pengabdian kepada Tuhan dalam bentuk pelayanan terhadap sesama dan alam. Ini yang diserukan oleh Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik Laborem Excercem (1981), bahwa kerja itu bukan hanya untuk mendapatkan harta dan kekayaan, melainkan sebagai bentuk pelayanan untuk kebaikan sesama.

Dasar Biblis :
v Kejadian 2:15, TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
v 2 Tes 3 : 1 – 15, Bekerja dan berdoa
v 2 Tes 3.10, Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
v Kisah Rasul 20:35, Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.
v Ams 10:4, Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya
v Flp 2:14, Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.

BELUM JADI











































HIDUP PENUH MAKNA

Hidup BERMAKNA
(meaningful life)
level Kebahagiaan tertinggi
 
Manusia secara umum berpendapat bahwa kebahagiaan itu sama dengan kesenangan. 
Hidup yang penuh dengan berbagai macam kesenangan adalah hidup yang bahagia jauh dari kesedihan.
 
Namun benarkah  kebahagiaan didapat dengan banyak kesenangan?
Pencarian kesenangan hidup, sebagai naluri dasar manusia, menjadi pola umum pencapaian kehidupan manusia sehari2, kesenangan menjadi tujuan hidup

       Berdasarkan penelitian sosial psikologi oleh Dr Martin Selignman, ia menemukan bahwa kesenangan ada batas nya, ada titik jenuhnya dan berbeda2 untuk tiap manusia.
        Misal kesenangan karena makanan enak, akan ada batasnya saat perut manusia penuh, ia tak bisa makan lagi, tak bisa merasakan lagi nikmatnya makan enak, sebagaimana kesenangan saat awal pertama kali makan enak. Analogi yg sama akan terjadi pula pada bentuk2 kesenangan2 lain nya, semisal kesenangan libido, nafsu syahwat, saat puncak orgasme tercapai, manusia tak bisa merasakan kenikmatan lebih lanjut.
 
Kesenangan memiliki materi yang menyenangkan, semisal rumah mewah, kendaraan bagus, bahkan dengan wanita yg cantik sekalipun, suatu saat manusia akan menemui titik jenuh, bosan, ia akan mencari yg lain lagi, tak ada ujung kepuasannya.

Secara psikologi kesenangan memiliki kriteria ;
  • Kenikmatan yang berbatas, tak berkelanjutan, tak bisa disimpan, tak diwariskan pada orang lain.
  • Terjadi pengurangan nilai kenikmatan. Seperti contoh makanan enak diatas, terasa enak saat pertama kali memakan nya, tapi bila terus menerus memakan makanan yg sama, akan berkurang kenikmatan nya, membosankan, bahkan tak akan terasa nikmat lagi saat perut sdh penuh.
Para ahli kedokteran dan psikologi yg mengadakan penelitian pada otak manusia pada saat manusia mendapatkan kesenangan, ditemukan pada bagian tertentu otak manusia terpantau peningkatan hormon2 tertentu yg menandakan rasa senang, semisal; dopamine, serotonin dll.
      Saat bagian otak tersebut sudah penuh dg hormon2 tersebut, maka akan terjadi kejenuhan, hormon tsb tak diproduksi lagi, itulah kondisi saat terjadinya titik kejenuhan dan selanjutnya akan kembali normal, kalau digambarkan, hal tsb  bagaikan grafik garis yg memuncak di awalnya kemudian menurun, sebuah grafik distribusi normal menurut ahli statistic.
     Hal tsb menjelaskan bahwa kesenangan ada batasnya dan bersifat sementara, kepuasan hidup tak bisa dicapai dengan pemenuhan kesenangan yg tak ada habis nya. Manusia adalah makhluk yang lebih tinggi derajatnya daripada binatang yang hidup hanya sekedar mencari kesenangan, pemenuhan kebutuhan hidup.

Martin Seligman, dalam bukunya Authentic Happiness, menjelaskan secara umum ada 3 macam bentuk kebahagiaan yang dicari oleh manusia dalam kehidupan ini ;

Hidup yang penuh kesenangan  
  • ( pleasant life )
Hidup yang nyaman  
  • ( good life )
Hidup yang bermakna 
  • ( meaningful life )

  • Hidup yang penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia. Hidup yg menyenangkan, ialah ketika sebanyak mungkin kesenangan hidup telah dimiliki.
 
  • Hidup yang nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan kehidupan manusia telah terpenuhi. Terpenuhinya semua keperluan hidup secara jasmani, rohani dan sosial. Hidup yg aman, tentram, damai.
 
  • Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. 

Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, pleasure in giving, kebahagiaan dalam berbagi, salah satu istilahnya. Perasaan nya dipenuhi dg rasa nyaman & bahagia, Flow menurut istilah ahli psikologi, Chikzenmihaly.

Menurut Seligman, berdasarkan penelitian psikologi nya, dengan mengadakan survey pada banyak orang dan riset kinerja otak manusia. Ia menemukan bahwa tingkat kesenangan dalam hidup tidak selalu sebanding dengan tingkat kebahagiaan.  Dalam arti lain, tak selalu pencapaian kesenangan memberikan kepuasan hidup bagi manusia. Uang tak selalu bisa membeli kebahagiaan, adalah sebuah bentuk ungkapan singkatnya.
Sedangkan kehidupan yang nyaman; kehidupan yang bermakna ternyata berhubungan langsung dengan tingkat kepuasan hidup manusia.  Dengan bertambahnya kenyamanan hidup akan bertambah pula kepuasan hidup manusia.
Dalam realita kehidupan saat ini yang materialistic, hidup yang penuh kesenangan, telah menjadi tujuan sebagian besar orang.  Konsep kesenangan hedonis ini lah yg menjadi pandangan umum manusia di dunia ini, bahwa dengan pencapaian kesenangan hidup, anda akan bahagia. Mass media, Koran, internet, tv, film, dll yang menggembar gemborkan pop culture yg penuh kesenangan gemerlap kehidupan,  semisal film2 hollywood & publikasi selebritis lain nya, secara tak langsung telah membuat orang berpikir bahwa org yg bahagia adalah org yg kaya, punya rumah bagus, mobil mewah, berpenampilan menarik ( cantik, tampan) dan memiliki berbagai symbol kesenangan hidup lain nya
Hal itu semua secara tak langsung membuat alam bawah sadar manusia untuk menjadikan itu semua sebagai tujuan hidupnya. Ada istilah bagus untuk menggambarkan orang yg terjebak dalam pemuasan kesenangan hidup tersebut, yaitu “hedonic treatmill” , pencarian kepuasan bagaikan orang yg berlari di treatmill (tempat latihan lari di tempat), tapi sebenarnya ia tak pergi kemana2.

Dalam logika kapitalis materialis, pola pikir hedonis ini sangat ditekankan, karena dengan pola pikir itulah manusia akan membelajakan uangnya untuk membeli2 produk2 kesenangan yg diproduksi oleh para kapitalis ( pemilik modal). Psikologi komunikasi dalam dunia periklanan yg begitu maju, merayu setiap org dengan berbagai cara untuk membeli barang dan jasa yang mendapat label psikologis, bahwa dengan memiliki barang & jasa tersebut, orang akan bahagia. Sehingga manusia terjebak untuk menjadi konsumen yg tak pernah puas selalu belanja, jadi konsumen yg boros, Hal yg sangat bagus dalam pandangan produsen, tapi merugikan bagi konsumen.

Manusia membutuhkan kesenangan, sesuai dengan keperluan nya, manusia perlu makan, perlu gembira, perlu berketurunan dll. Namun kesenangan itu hanya efek samping bukan tujuan utama, karena kesenangan maksimal sekalipun tak bisa memberikan kepuasan hidup.  Hidup yang nyaman dan hidup yang bermakna, akan bisa memberikan kepuasan hidup yang lebih langgeng, karena walau bagaimana pun hidup di dunia ini, manusia tak bisa meraih kepuasan hidup yang berlangsung selamanya, karena hanya di surga kelak, kepuasan hidup yang hakiki dan selamanya akan bisa dirasakan. Namun tak semua manusia bisa percaya dengan pendapat tersebut.

Jadi kesimpulanya, manusia mencari kebahagiaan di hidup ini, mereka akan memulai mencari kebahagiaan dengan memcari kepuasan diri dengan pemenuhan kebutuhan jasmani mereka, kemudian mereka ingin menemukan jati diri atau bahasa jawanya PASSION mereka dengan mengerjakan hal yang paling di sukai, dan pada akhirnya mereka sadar bahwa mengerjakan hal yang lebih besar dari diri mereka dan menyumbangkan sesuatu untuk kepentingan bersamalah yang membuat mereka menemukan arti kebahagiaan seutuhnya.

Tengoklah Bill Gates, Warren buffet, Mother teresa juga para sahabat nabi seperti Abu bakar dan banyak nama orang sukses lainya yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan yang lebih besar dari diri mereka. Bagai mana dengan anda, level kebahagiaan manakah yang saat ini anda kejar? ingatlah, tanpa menemukan meaningful life perjalanan anda belum berakhir. 

Simpanlah di hati anda sebuah kalimat mutiara dari robert oppenheimer yang mengatakan ”Orang bodoh mencari kebahagiaan di mana – mana. Sedangkan orang bijak menumbuhkanya dari telapak kakinya."