Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Wednesday, September 11, 2019

LAT SOAL AGAMA KATOLIK 8 - 1


Latihan Ulangan Agama Katolik
Kelas 8 (delapan)

1. Dalam perjalanan hidup-Nya, Yesus juga tidak luput dari penderitaan, bahkan Ia sampai wafat di kayu salib. Makna sengsara dan wafat Yesus di kayu salib bagi iman Kristiani di bawah ini adalah…
A. Untuk menebus dosa manusia.
B. Untuk menjamin keselamatan manusia.
C. Untuk menyatukan dunia.
D. Untuk menunjukkan ke Allahan-Nya.

2. Yesus merupakan pola atau teladan umat manusia di dalam menghadapi penderitaan. Keteladanan Yesus dalam menghadapi penderitaan bagi manusia di bawah ini adalah …
A. Keberanian Yesus di dalam penderitaan.
B. Resiko yang sudah disadari Yesus.
C. Kesetiaan di dalam tugas perutusan-Nya.
D. Sikap doa kepada Bapa-Nya ketika menghadapi penderitaan.

3. Melalui penderitaan dan wafat Yesus di kayu salib, memiliki makna hidup sehari-hari. Yang bisa kita petik dari penderitaan dan wafat Yesus di kayu salib untuk hidup sehari-hari adalah…
A. Membuat orang lebih berani menderita.
B. Menjauhkan manusia dari penderitaan.
C. Melepaskan penderitaan manusia.
D. Menjadi teladan bagaimana kita menghadapi penderitaan.

4. Sedangkan makna salib penderitaan Yesus bagi kehidupan iman Kristiani zaman sekarang adalah: …
A. Awal ke-Allahan Yesus.
B. Tanda ke Kemenangan.
C. Kemanusiaan Yesus Kristus.
D. Tanda cinta Yesus yang mendalam.

5. Penderitaan dan wafat Yesus di kayu salib merupakan konsekuensi dari tugas perutusan-Nya dalam melaksanakan kehendak Bapa-Nya mewartakan dan menegakkan Kerajaan Allah. Penderitaan yang dialami Yesus di bawah ini adalah…
A. Dipaku di kayu salib.
B. Dikhianati Yudas Iskariot.
C. Dicobai iblis sebanyak tiga kali.
D. Ditinggalkan oleh murid-murid yang dikasihinya.

6. Sedangkan konsekuensi penderitaan mental Yesus ketika mewartakan dan menegakkan Kerajaan Allah adalah …
A. Dipaku di kayu salib.
B. Diludahi, didera dan diolok-olok.
C. Dicobai iblis sebanyak tiga kali.
D. Ditinggalkan oleh murid-murid yang dikasihinya.

7. Setelah Yesus wafat di kayu salib, Ia diturunkan dari kayu salib dan dikuburkan, tetapi pada hari ketiga Yesus bangkit dari antara orang mati. Makna kebangkitan Yesus bagi kita adalah …
A. Yesus sungguh-sungguh manusia seratus persen.
B. Yesus sungguh-sungguh Allah yang mencintai manusia.
C. Kemenangan Yesus melawan tentara romawi.
D. Awal dari ke Allahan Yesus.

8. Sedangkan makna dari kebangkitan Yesus Kristus dari mati bagi kehidupan iman jemaat Kristiani dewasa ini adalah …
A. Awal kehidupan baru bagi umat manusia.
B. Terpenuhinya janji Allah dan kemenangan melawan dosa, kejahatan dan kegelapan
C. Mewartakan injil Kerajaan Allah kepada seluruh dunia.
D. Yesus sungguh-sungguh Putera Allah yang terkasih.

9. Setiap orang pernah mengalami menerima sebuah janji dan pernah berjanji. Janji merupakan kesepakatan yang harus…
A. Disampaikan dengan penuh kebersamaan.
B. Dinyatakan dengan kejujuran.
C. Ditindaklanjuti dan ditepati.
D. Diperjuangkan untuk kebersamaan.

10. Pepatah mengatakan : “Janji adalah hutang.” Pepatah tersebut sangat berarti bagi orang yang menepati atau tidak menepati janji. Akibat tidak menepati janji adalah…
A. Utuhnya kepercayaan seseorang.
B. Retaknya kepercayaan.
C. Ketidak tepatan dalam bertindak.
D. Merugikan diri sendiri dan orang lain.

11. Sedangkan makna positif menepati janji bagi kehidupan bersama adalah…
A. Dipercaya orang lain dan menyenangkan hidup kedua belah fihak
B. Menempatkan orang lain sebagai yang pantas untuk dihargai.
C. Menghargai diri sendiri agar dipercaya orang lain.
D. Menjunjung tinggi kejujuran.

12. Allah memenuhi janjiNya. Allah tidak menghendaki manusia hancur dalam kuasa dosa. Janji Allah terwujud dalam…
A. Allah Bapa.
B. Penderitaan Yesus Kristus.
C. Pribadi Yesus Kristus sang Putra.
D. Maria Bunda Yesus.

13. Janji Allah Bapa kepada manusia setelah manusia jatuh dalam dosa adalah…
A. Keselamatan umat-Nya.
B. Pertobatan manusia.
C. Kesetiaan manusia.
D. Persatuan manusia.

14. Yesus sungguh Allah sungguh manusia. Yang tidak termasuk kemanusiaan Yesus di bawah ini adalah…
A. Dikandung oleh Perawan Maria.
B. Yesus bangkit dari mati.
C. Yesus Wafat.
D. Yesus makan bersama para murid.

15. Sedangkan yang tidak termasuk ke Allahan Yesus di bawah ini adalah…
A. Yesus di kandung dari Roh Kudus.
B. Bangkit dari antara Orang mati.
C. Berkuasa mengampuni dosa.
D. Yesus mengalami penderitaan.

16. Makna ke-Allahan dan kemanusiaan Yesus bagi jemaat beriman Kristiani di bawah ini adalah…
A. Untuk menunjukkan bahwa Allah itu Mahakuasa.
B. Menunjukkan Yesus sebagai Putera Allah Bapa.
C. Menunjukkan bahwa Allah sungguh-sungguh pengasih.
D. Bagi Allah tidak ada yang mustahil.

17. Dalam Pribadi Yesus Kristus, Allah berkenan menjelma menjadi manusia untuk turut merasakan suka duka manusia, Ia mau sederajat dengan manusia kecuali dalam hal dosa. Hal tersebut menunjukkan kemanusiaan Yesus sebagai…
A. Solider dengan kehidupan manusia.
B. Allah sungguh mencintai manusia yang berdosa.
C. Allah menyelamatkan manusia yang berdosa.
D. Usaha Allah menemukan hambanya yang hilang.

18. Penderitaan merupakan bagian hidup yang tak terpisahkan dalam hidup manusia. Yang tidak merupakan akibat penderitaan di bawah ini adalah…
A. Kesalahan sendiri.
B. Kesalahan orang lain.
C. Perjuangan yang baik untuk semua orang.
D. Kewaspadaan manusia.

19. Setiap orang menanggapi penderitaan secara berbeda. Bagi orang beriman sikap yang tepat dalam menghadapi penderitaan adalah …
A. Tidak putus asa dan menimba kekuatan pada Tuhan.
B. Berdoa terus menerus.
C. Tidak mengeluh dan pasrah.
D. Menyalahkan diri sendiri dan menyesali apa yang telah terjadi.

20. Macam macam sikap yang muncul secara spontan ketika menghadapi penderitaan adalah…
A. Biasa biasa saja.
B. Mengeluh.
C. Putus asa.
D. Tenang

21. Di bawah ini usaha-usaha manusia yang tidak tepat dalam menyikapi penderitaan hidupnya adalah …
A. Berusaha dan berdoa.
B. Bertobat dan tidak putus asa.
C. Pasrah dan menyerah.
D. Melibatkan Tuhan dan pantang menyerah.

22. Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah tetapi juga sungguh-sungguh manusia. Tindakan-tindakan Yesus yang menunjukkan kemanusiaannya di bawah ini adalah…
A. Yesus Berjalan di atas air.
B. Yesus mengampuni dosa.
C. Yesus membangkitkan anak muda di Nain.
D. Yesus marah.

23. Sedangkan tindakan Yesus yang menunjukkan ke Allahan-Nya di bawah ini adalah…
A. Yesus berdoa di atas bukit.
B. Yesus mengampuni dosa.
C. Yesus duduk, makan bersama para murid.
D. Yesus mengajar para murid-Nya.

24. Ke Allahan dan ke manusiaan Yesus sungguh-sungguh membuka mata iman manusia. Bagi jemaat beriman Kristiani ke Allahan dan ke manusiaan Yesus memiliki maknai…
A. Allah telah melawat umat-Nya.
B. Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah yang hidup untuk jemaat Kristiani.
C. Allah sungguh mencintai manusia dan solider dengan manusia.
D. Allah datang ke dunia.

25. Yesus memanggil murid-murid-Nya. Tujuan Yesus memanggil murid-murid adalah…
A. Untuk mempertobatkan manusia.
B. Untuk turut membaptis semua orang dalam namanya.
C. Untuk turut serta mewartakan Kerajaan Allah.
D. Untuk menyelamatkan dunia.

Tuesday, September 10, 2019

Lat Soal - Gereja Persekutuan


Latihan Soal
GEREJA  SEBAGAI  PERSEKUTUAN

1.    Gereja secara resmi lahir pada hari ....
A.    pentakosta
B.     panggilan
C.     natal
D.    minggu

2.    Cikal bakal berdirinya Gereja adalah ....
A.    orang orang yang dibaptis yohanes
B.     komunitas murid - murid Yesus
C.     orang – orang yang dibaptis para rasul
D.    murid – murid yang ada di Yerusalem

3.        Ciri paguyuban persekutuan yang utama adalah ....
A.    adanya susuna organisasi lengkap
B.     komunikasi dan interaksi terus menerus
C.     mempunyai tempat berkumpul bagi anggotanya
D.    dipimpin oleh seseorang yang penuh bertanggungjawab

4.        Contoh persekutuan dalam masyarakat adalah ....
A.    kelompok ibu – ibu PKK
B.     sekelompok orang berkumpul
C.     banyak orang berhimpun di suatu tempat
D.    penonton pertandingan sepak bola

5.    Kehidupan gereja perdana yang setiap hari dirayakan oleh Gereja sekarang adalah ....
A.    ibadat syukur
B.     ekaristi
C.     aksi sosial
D.    membentuk kelompok
6.    Kumpulan orang akan disebut persekutuan bila saling ....
A.    beriteraksi da memperhatikan terus menerus
B.     menasehati dan memiliki
C.     memberi dan memenuhi kebutuhanku
D.    mengembangkan dan memberi kebahagiaan

7.    Cara hidup jemaat perdana tertuang dalam teks ... 2 : 41-47
A.    Lukas
B.     Matius
C.     Kisah para rasul
D.    Yohanes

8.      Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan maksud kutipan Kisah para rasul 2: 42 adalah ....
A.    agar hidup mereka seperti para rasul dan mendengar ajaran para rasul
B.     agar hidup mereka ,sesuai kehendak Yesus seperti disampaikan para rasul
C.     mereka mendapat pengajaran para rasul agar mengenal dan faham tentang kitab suci
D.    agar mereka menjadi murid – murid para rasul dan siap untuk diutus dalam masyarakat

9.      Sampai saat ini ajaran ima kristiai dapat ditemukan dalam ....
A.    Hukum gereja dan ajaran para nabi
B.     Santo Paulus
C.     Tradisi gereja dan kitab suci
D.    Sekolah minggu dan pelajaran sekolah

10.  Melalui doa dan ibadat bersama para jemaat perdana merayakan keselamatan umat manusia yang dilakukan oleh ....
A.    Gereja Kudus
B.     Santo Paulus
C.     Yesus Kristus
D.    Para rasul

PERKAWINAN KATOLIK


Ajaran Kitab Suci
tentang
Perkawinan dan Ajaran Gereja

Kejadian 2:18 – 25

18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” 19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 21 Lalu TUHAN Allah membuat  manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari lakilaki.” 24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. 25 Mereka keduanya telanjang,  manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Markus 10:2-12; (bdk Luk 16:18)

2 “Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”: 3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?” 4 Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.” 5 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. 6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, 7 sebab itu lakilaki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, 8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. 9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” 10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. 11 Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”




Perkawinan menurut Kitab Hukum Kanonik

Dalam Kan 1055 diungkapkan paham dasar tentang perkawinan gerejawi.

Di sini dikatakan antara lain tentang:

A.  Perkawinan sebagai perjanjian; Gagasan  perkawinan sebagai perjanjian ini bersumber pada Konsili Vatikan II (GS 48), yang pada gilirannya menimba aspirasi dari Kitab Suci.

B.   Perkawinan sebagai perjanjian menunjuk segi-segi simbolik dari hubungan antara Tuhan dan umatnya dalam Perjanjian Lama (Yahwe dan Israel) dan Perjanjian Baru (Kristus dengan Gereja- Nya). Tetapi dengan perjanjian ingin diungkapkan pula dimensi personal dari hubungan suami-istri, yang mulai sangat ditekankan pada abad modern ini.

C.   Perkawinan sebagai kebersamaan seluruh hidup dari pria dan wanita; Kebersamaan seluruh hidup tidak hanya dilihat secara kuantitatif (lamanya waktu) tetapi juga kualitatif (intensitasnya). Kebersamaan seluruh hidup harus muncul utuh dalam segala aspeknya, apalagi kalau dikaitkan dengan cinta kasih.

D.  Perkawinan sebagai sakramen; Hal ini merupakan unsur hakiki perkawinan antara dua orang yang dibaptis. Perkawinan pria dan wanita menjadi tanda cinta Allah kepada ciptaan-Nya dan cinta Kristus kepada Gereja-Nya.




Perkawinan Menurut Ajaran Konsili Vatikan II

Dalam Gaudiumet Spes, no.48 dijelaskan bahwa
“perkawinan merupakan kesatuan mesra dalam hidup dan kasih antara pria dan wanita, yang merupakan lembaga tetap yang berhadapan dengan masyarakat”.

Karena itu, perkawinan bagi Gereja Katolik tidak sekedar ikatan cinta mesra dan hidup bersama yang diadakan oleh Sang Pencipta dan dilindungi hukum-hukum-Nya.

Perlu pula dilihat bahwa perkawinan menurut bentuknya merupakan suatu lembaga dalam hidup kemasyarakatan. Tanpa pengakuan sebagai lembaga, perkawinan semacam “hidup bersama” yang dipandang oleh masyarakat sebagai liar (kumpul kebo).

Perlu dilihat pula bahwa perkawinan menurut maksud dan intinya merupakan kesatuan hidup dari dua pribadi. Tidak ada perkawinan tanpa kebebasan yang ingin membangun kesatuan hidup itu. Perkawinan terwujud dengan persetujuan antara seorang pria dan wanita yang diungkap secara bebas, untuk membagi hidup satu sama lain.

Persetujuan itu mesti dinyatakan secara publik, artinya di hadapan saksi-saksi yang resmi diakui dan menurut aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat.

ARTI - MAKNA PERKAWINAN


Arti dan Makna Perkawinan
Menurut Berbagai Pandangan

1) Menurut Peraturan perundang-undangan
v  Sebagai Negara yang berdasarkan Pancasila, di mana sila yang pertama ialah Ketuhanan Yang Maha Esa, maka perkawinan mempunyai hubungan yang erat sekali dengan agama/kerohanian, sehingga perkawinan bukan saja mempunyai unsur lahir/jasmani,tetapi juga unsur batin/rohani.
v  Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan, pasal 1UU berbunyi: “Perkawinan ialah ikatan lahir-batin antara seorangpria dengan seorang wanita sebagai suami-istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.
v  Membentuk keluarga yang bahagia erat hubungan dengan keturunan, yang merupakan   tujuan perkawinan. Pemeliharaan dan pendidikan anak menjadi hak dan kewajiban orang tua.

2) Pandangan tradisional
Dalam masyarakat tradisional perkawinan pada umumnya masih merupakan suatu ikatan”, yang tidak hanya mengikat seorang laki-laki dengan seorang wanita, tetapi juga mengikat kaum kerabat si laki-laki dengan kaum kerabat si wanita dalam suatu hubungan tertentu. Perkawinan tradisional ini umumnya merupakan suatu proses, mulai dari saat lamaran, lalu memberi mas kawin (belis), kemudian peneguhan, dan seterusnya.

3) Pandangan hukum (yuridis)
Dari segi hukum perkawinan sering dipandang sebagai suatu ”perjanjian”. Dengan perkawinan, seorang pria dan seorang wanita saling berjanji untuk hidup bersama, di depan masyarakat agama atau masyarakat negara, yang menerima dan mengakui perkawinan itu sebagai sah.

4) Pandangan sosiologi
Secara sosiologi, perkawinan merupakan suatu ”persekutuan hidup” yang mempunyai bentuk, tujuan, dan hubungan yang khusus antaranggota. Ia merupakan suatu lingkungan hidup yang khas. Dalam lingkungan hidup ini, suami dan istri dapat mencapai kesempurnaan atau kepenuhannya sebagai manusia, sebagai bapak dan sebagai ibu.

5) Pandangan antropologis
Perkawinan dapat pula dilihat sebagai suatu ”persekutuan cinta”. Pada umumnya, hidup perkawinan dimulai dengan cinta. Ia ada dan akan berkembang atas dasar cinta. Seluruh kehidupan bersama sebagai suami-istri didasarkan dan diresapi seluruhnya oleh cinta.

TUJUAN PERKAWINAN


Tujuan Perkawinan

1)   Kesejahteraan lahir-batin suami-istri
a) Tujuan perkawinan ialah untuk saling mensejahterakan suami dan istri secara bersama-sama (hakikat sosial perkawinan) dan bukan kesejahteraan pribadi salah satu pasangan. Karena ada bahaya bahwa ada pasangan yang diperalat untuk memperoleh kesejahteraan materil. Kitab Suci berkata: “Tidaklah baik, bahwa manusia sendiri saja. Kami hendak mengadakan seorang pendamping untuk menjadi teman hidupnya... Lalu Allah mengambil sebuah tulang rusuk Adam dan membentuknya menjadi seorang wanita. Maka pria akan meninggalkan ibu-bapaknya untuk mengikat diri pada istrinya dan mereka akan menjadi satu jiwa-raganya” (Kej 2:18- 25).

b) Kitab Suci mengajarkan bahwa tujuan perkawinan ialah saling menjadikan baik dan sempurna, saling mensejahterakan, yaitu dengan mengamalkan cinta seluruh jiwa raga. Perkawinan adalah panggilan hidup bagi sebagian besar umat manusia untuk mengatasi batas-batas egoisme; untuk mengalihkan perhatian dari diri sendiri kepada sesama; dan untuk menerima tanggungjawab sosial; serta menomorduakan kepentingan sendiri demi kepentingan kekasih dan anak-anak mereka bersama. Seorang yang sungguh egois sebenarnya tidak sanggup menikah, karena hakikat perkawinan adalah panggilan untuk hidup bersama.


2) Kesejahteraan lahir batin anak-anak
a) Gereja selama berabad-abad mengajar, bahwa tujuan pokok perkawinan adalah melahirkan anak. Baru pada abad kita ini, menjelang Konsili Vatikan II, orang mulai bertanya-tanya lagi mengenai hakikat perkawinan.

b) Apabila tujuan utama perkawinan adalah anak, apakah ayah ibu hidup semata-mata untuk anak? Bagaimana kalau tujuan perkawinan itu untuk mendapatkan keturunan tak dapat dipenuhi, misalnya karena pasangan itu mandul? Kita tahu bahwa Gereja Katolik berpandangan walaupun pasangan itu tidak subur, namun mereka tetaplah suami-istri yang sah, dan perkawinan mereka lengkap, penuh arti dan diberkahi Tuhan! Dalam dokumendokumen sesudah Konsili Vatikan II Gereja tidak lagi terlalu mutlak mengatakan bahwa keturunan sebagai tujuan paling pokok dan utama.

c)   Anak-anak, menurut pandangan Gereja, adalah “anugerah perkawinan yang paling utama dan sangat membantu kebahagiaan orangtua. Dalam tanggungjawab menyejahterakan anak terkandung pula kewajiban untuk mendidik anak-anak. “Karena telah memberikan kehidupan kepada anak-anak mereka, orangtua terikat kewajiban yang sangat berat untuk mendidik anak-anak mereka dan karena itu mereka harus diakui sebagai pendidik pertama dan utama anak-anak mereka (GE.3a). Pendidikan anak, menurut pendapat Gereja, harus mengarah pada pendidikan demi masa depan anak-anak. “Anak-anak harus dididik sedemikian rupa sehingga setelah mereka dewasa, dapat mengikuti dengan penuh rasa tanggungjawab panggilan mereka termasuk juga panggilankhusus, dan memilih status hidup; apabila mereka memilih status pernikahan, semoga mereka dapat membangun keluarganya sendiri dalam situasi moral, sosial dan ekonomi yang mengu ntungkan mereka” (GS. 52a)

d)   Pemenuhan tujuan pernikahan tidak berhenti pada lahirnya anak, melainkan anak harus dilahirkan kembali dalam permandian dan pendidikan kristiani, entah itu intelektual, moral, keagamaan, hidup sakramental, dan lain-lain.