Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Tuesday, June 4, 2024

Belajar Bersama Anak Autis

 9 Trik Bersama Autis


1. Gabungkan visual

Sebagian besar anak autis adalah pembelajar visual, yang berarti mereka belajar paling baik ketika mereka dapat melihat secara visual apa yang diharapkan daripada disajikan secara verbal. Oleh karena itu, strategi pengajaran autisme seringkali melibatkan penggunaan alat bantu visual.

Isyarat visual dapat membantu anak-anak autis memahami dan mempertahankan keterampilan serta membantu komunikasi. Visual dapat berupa gambar, gambar, daftar, kata kunci, dan masih banyak lagi.

Jadwal visual , misalnya, adalah representasi grafis dari tugas dan aktivitas terjadwal pada hari itu. Mereka bermanfaat untuk memecah tugas menjadi beberapa langkah untuk memastikan semua upaya telah diselesaikan.

Jadwal visual dapat membantu mengurangi kecemasan dengan memberikan konsistensi pada anak autis. Ini adalah cara terbaik untuk membantu memudahkan transisi dan mengurangi kehancuran pada anak-anak. Orang tua dapat membuat jadwal visual untuk lingkungan rumah atau sekolah.


2. Gunakan isyarat terlebih dahul

Banyak anak autis mengalami kesulitan fokus dan melakukan aktivitas yang biasanya tidak mereka sukai. Ini dikenal sebagai aktivitas yang tidak disukai. Namun, strategi pengajaran untuk siswa autis mungkin masih mencakup beberapa di antaranya.

Orang tua dan guru perlu membantu memotivasi dan meningkatkan pembelajaran. Salah satu cara mereka melakukan hal ini adalah dengan menggunakan isyarat terlebih dahulu.

Isyarat pertama akan berupa gambaran yang sesuai dengan tugas yang perlu diselesaikan sebelum melakukan aktivitas yang lebih disukai anak.

Misalnya, isyarat dapat mencakup:

Pertama – gambaran tentang apa yang Anda minta mereka lakukan;

Kemudian – gambar aktivitas pilihan yang mereka sukai.

Isyarat ini membantu anak-anak autis berusaha mengikuti arahan dan merupakan cara untuk membantu mempelajari keterampilan baru.


3. Menemukan minat khusus sebagai mekanisme pengajaran

Anak autis mempunyai kesukaan atau minat khusus . Ini bisa berupa karakter televisi, acara TV, permainan, mainan, dll. Mungkin bermanfaat bagi beberapa orang tua dan guru untuk memanfaatkan minat khusus anak untuk mengajari mereka keterampilan baru.

Misalnya, jika seorang anak mempunyai minat khusus terhadap suatu karakter, Anda dapat menggunakannya untuk mengajarkan keterampilan sosial yang sesuai . Sebagai orang tua dan pendidik, Anda bisa membuat cerita sosial dengan karakter tersebut untuk menunjukkan cara bersosialisasi yang diterima dengan teman sebaya.


4. Gunakan alat sensorik

Beberapa anak autis mungkin mengalami disfungsi pemrosesan sensorik yang dapat bermanifestasi dalam berbagai cara. Misalnya, seorang anak mungkin mengalami tantangan dalam bahasa, pemrosesan sensorik, keterampilan sosial, dan banyak lagi.

Orang tua harus menentukan alat sensorik mana yang paling cocok untuk anak mereka. Setelah itu, mereka dapat menyusun kotak peralatan sensorik berisi aktivitas dan peralatan yang dapat digunakan di rumah atau sekolah.

Barang-barang yang dapat ditambahkan ke kotak peralatan ini adalah fidget spinner, bola stres, manik-manik air, tabung cairan, dll. Ada begitu banyak pilihan yang bisa diselidiki oleh orang tua.

Orang tua dan pendidik dapat mengatur kotak peralatan sensorik mereka berdasarkan aktivitas:

untuk tangan,

untuk seluruh tubuh, 

produk pendengaran, 

produk lisan, 

produk visual, 

mencium produk, dan 

sentuhan ringan dan mendalam. 


5. Latih keterampilan sosial

Keterampilan sosial dan komunikasi sering kali menjadi tantangan bagi pembelajar autisme. Terlepas dari keterampilan yang diajarkan, latihan keterampilan sosial untuk anak autis sangatlah penting.

Misalnya, melatih keterampilan sosial mungkin termasuk mendorong penggunaan isyarat sosial sehari-hari atau mengajarkan empati. Kedua hal ini harus menjadi bagian penting dari strategi autisme bagi guru.

Mempromosikan praktik keterampilan sosial “sehari-hari” dapat mencakup menyapa orang lain, mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan, mengucapkan “terima kasih”, meminta izin untuk barang tertentu, dan lain-lain.

Selain itu, mengajarkan empati merupakan keterampilan penting untuk berinteraksi dengan orang lain dan mampu memahami perasaan mereka. Cara terbaik bagi orang tua untuk mulai mengajarkan empati adalah dengan mencetak gambar suasana hati yang berbeda, yang akan menjadi awal yang baik untuk menunjukkan isyarat visual dari keadaan emosional.


6. Perkenalkan pengalaman baru secara bertahap

Orang tua dan pendidik dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meneliti dan memilih pengalaman yang selaras dengan minat dan kebutuhan anak. Hal ini dapat mencakup perencanaan perjalanan ke tempat-tempat seperti taman bermain, museum, atau pelajaran berenang, yang menawarkan manfaat pendidikan dan rekreasi.

Pengaturan baru ini harus diperkenalkan secara bertahap, sehingga anak dapat menyesuaikan diri dengan kecepatannya sendiri. Karena selaras dengan isyarat anak autis, orang tua dan pendidik dapat meninggalkan situasi apa pun jika anak menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan atau kesusahan, sehingga memastikan lingkungan belajar yang positif dan mendukung.


7. Kenali dan rangkul bakat unik mereka

Anak-anak dengan autisme sering kali memiliki bakat atau minat tertentu yang mungkin tidak selalu disadari atau didukung sepenuhnya di lingkungan sekolah. Orang tua dan pendidik mempunyai kesempatan untuk memupuk bakat-bakat ini. 

Misalnya, mendaftarkan anak mereka ke kelas dansa dapat memberikan jalan keluar yang kreatif untuk ekspresi diri dan koordinasi fisik. Terapi musik menawarkan pendekatan terapeutik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan regulasi emosional melalui ekspresi musik. 

Terapi seni adalah pilihan bagus lainnya, karena memungkinkan anak-anak mengeksplorasi kreativitas dan pengalaman sensorik mereka dalam lingkungan yang mendukung.


8. Jaga agar instruksi Anda tetap singkat dan sederhana

Saat memberikan instruksi atau berkomunikasi di kelas, penting untuk menjaganya tetap singkat, sederhana, dan langsung pada intinya. Anak-anak autis sering kali memproses informasi secara berbeda dari anak-anak neurotipikal mereka, sehingga komunikasi yang jelas dan sederhana adalah kunci untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan.

Dengan menawarkan berbagai cara untuk mengakses dan berinteraksi dengan materi, guru dapat menjadikan pembelajaran inklusif dengan menyediakan cara berbeda bagi semua siswa untuk terlibat.


9. Sesuaikan kurikulum Anda dengan pemahaman mereka

Menyesuaikan kurikulum dengan pemahaman siswa autis melibatkan penyesuaian metode, materi, dan konten pengajaran agar sesuai dengan gaya belajar, kemampuan, dan minat unik mereka.

Ini mungkin termasuk:

memecah konsep-konsep kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana dan lebih mudah dikelola;

menggunakan dukungan visual dan contoh nyata untuk meningkatkan pemahaman;

dan menggabungkan aktivitas yang selaras dengan preferensi dan kekuatan mereka. 

Sebagai seorang guru, penting untuk memahami bagaimana anak-anak memandang dunia dan apa yang penting bagi mereka. Dengan melakukan ini, Anda dapat menyesuaikan kurikulum Anda untuk membantu setiap siswa pada spektrum tersebut.

Dibutuhkan kesabaran dan pengertian

Kesabaran sangat penting bagi guru dan orang tua anak autis. Anda akan membuat kesalahan. Anda akan frustrasi, tapi jangan terlalu keras pada diri sendiri. Latihlah kesabaran dan pengertian, dan anak atau siswa Anda juga akan merasa lebih nyaman.

Ada banyak strategi pengajaran autisme yang dapat digunakan oleh keluarga yang dapat membantu anak-anak mereka yang menderita autisme: baik di rumah sehari-hari maupun di ruang kelas homeschooling. Tidak ada pendekatan yang bisa diterapkan untuk semua orang dalam hal ini, jadi penting untuk memilih strategi yang paling sesuai untuk si kecil.



Monday, June 3, 2024

CP FASE F - AGAMA KATOLIK - KELAS 11-12

Pada akhir Fase F, 
Peserta didik memahami arti, makna, dan sifat Gereja; karya pastoral Gereja; peran hierarki dan awam; ajaran sosial dan Hak Asasi Manusia; mengembangkan budaya kasih, menghormati kehidupan; memahami makna panggilan hidup, nilai-nilai penting dalam masyarakat, menghargai keberagaman, membangun dialog dan kerjasama; mewujudkan sifat serta karya pastoral Gereja di dalam kehidupan sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.


ELEMEN

CAPAIAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Pribadi Peserta Didik

Peserta didik mampu memahami makna panggilan hidup (berkeluarga, membiara, karya/profesi).

memahami makna panggilan hidup berkeluarga, hidup membiara serta karya profesi dan senantiasa bersyukur atas rahmat panggilan hidup tersebut dalam kehidupan keluarga, Gereja dan masyarakat.

memahami arti dan makna Gereja sehingga pada akhirnya bersyukur dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

memahami sifat-sifat Gereja yaitu satu, kudus, katolik, apostolik, dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan sifat-sifat Gereja itu dalam hidupnya sehari-hari.

memahami peran hierarki dan peran kaum awam dalam Gereja dan bersyukur atas keberadaan hierarki dan kaum awam dalam hidup sehari-hari.

memahami makna karya pastoral Gereja (liturgia, kerygma, martyria, koinonia, diakonia) menghayati dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan karya pastoral Gereja dalam hidupnya sehari-hari.

memahami hubungan Gereja dan dunia, ajaran sosial Gereja, hak asasi manusia dalam terang kitab suci dan ajaran Gereja sehingga pada akhirnya peserta didik dapat mengambil bagian dalam mewujudkannya dalam masyarakat.

memahami pengembangan budaya kasih dan menyadari bahwa hidup itu milik Allah dan memilih gaya hidup sehat dan pada akhirnya dapat menjadi agen dalam pengembangan moral hidup kristiani dalam masyarakat.

memahami makna panggilan hidup berkeluarga, hidup membiara serta karya profesi dan senantiasa bersyukur atas rahmat panggilan hidup tersebut dalam kehidupan keluarga, Gereja dan masyarakat.

memahami makna memperjuangkan nilai-nilai penting dalam masyarakat yang bermartabat seturut ajaran Yesus dan mewujudkan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

memahami makna keberagaman dalam masyarakat sebagai anugerah Allah, membangun dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia, sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

memahami makna dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta dapat menghayati juga mewujudkan makna dialog dalam hidup sehari-hari ditengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

memahami makna umat katolik berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

Gereja

Peserta didik mampu memahami arti dan makna Gereja, sifat Gereja (Satu, Kudus, Katolik, Apostolik), peran hierarki dan awam dalam Gereja, karya pastoral Gereja (Liturgia, Kerygma, Martyria, Koinonia, Diakonia).

memahami arti dan makna Gereja sehingga pada akhirnya bersyukur dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

memahami sifat-sifat Gereja yaitu satu, kudus, katolik, apostolik, dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan sifat-sifat Gereja itu dalam hidupnya sehari-hari.

memahami peran hierarki dan peran kaum awam dalam Gereja dan bersyukur atas keberadaan hierarki dan kaum awam dalam hidup sehari-hari.

memahami makna karya pastoral Gereja (liturgia, kerygma, martyria, koinonia, diakonia) menghayati dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan karya pastoral Gereja dalam hidupnya sehari-hari.

Masyarakat

Peserta didik mampu memahami hubungan Gereja dan dunia, Ajaran Sosial Gereja, Hak Asasi Manusia dalam terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja; mengembangkan budaya kasih, menyadari hidup itu milik Allah (contoh kasus moral aktual: aborsi, bunuh diri, euthanasia dan hukuman mati), memilih gaya hidup sehat (bebas dari HIV/AIDS dan obat terlarang). Pada akhirnya peserta didik dapat mengambil bagian dalam  mewujudkan sifat-sifat dan karya pastoral Gereja dalam hidupnya serta menjadi agen dalam pengembangan moral hidup kristiani dalam masyarakat.

memahami hubungan Gereja dan dunia, ajaran sosial Gereja, hak asasi manusia dalam terang kitab suci dan ajaran Gereja sehingga pada akhirnya peserta didik dapat mengambil bagian dalam mewujudkannya dalam masyarakat. memahami pengembangan budaya kasih dan menyadari bahwa hidup itu milik Allah dan memilih gaya hidup sehat dan pada akhirnya dapat menjadi agen dalam pengembangan moral hidup kristiani dalam masyarakat.

 

Peserta didik mampu memperjuangkan nilai-nilai penting dalam masyarakat yang bermartabat seturut ajaran Yesus; menghargai keberagaman dalam masyarakat sebagai anugerah Allah, membangun dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia, sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

memahami makna memperjuangkan nilai-nilai penting dalam masyarakat yang bermartabat seturut ajaran Yesus dan mewujudkan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

memahami makna keberagaman dalam masyarakat sebagai anugerah Allah, membangun dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia, sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

memahami makna dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta dapat menghayati juga mewujudkan makna dialog dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.

 

memahami makna umat katolik berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.


CP FASE E - AGAMA KATOLIK - KELAS X

Pada akhir Fase E, 

Peserta didik memahami dirinya sebagai pribadi yang unik, sebagai laki-laki dan perempuan yang memiliki kesetaraan sebagai Citra Allah; yang memiliki suara hati, sehingga mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap pengaruh media massa, ideologi dan gaya hidup yang berkembang saat ini; memahami Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium sebagai sumber untuk mengenal pribadi Yesus dan karya-Nya; memahami peran Roh Kudus dan Allah Tri Tunggal; meneladan Yesus sebagai idola, sahabat sejati, Putera Allah dan Juru selamat serta membangun hidup yang berpolakan pribadi Yesus Kristus dalam mewujudkan imannya di tengah masyarakat.

ELEMEN

CAPAIAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Pribadi Peserta Didik

Peserta didik mampu memahami dirinya sebagai pribadi yang unik, setara antara laki-laki dan perempuan, serta memiliki keluhuran sebagai Citra Allah; memiliki suara hati sehingga mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap pengaruh media massa, ideologi dan gaya hidup yang berkembang saat ini.

Memahami dirinya sebagai citra Allah yang unik, menghayati keunikannya sesuai dengan pesan Kitab Suci, mensyukuri dan mewujudkan penghayatan imannya sebagai citra Allah melalui tindakan

Memahami dirinya sebagai citra Allah yang unik, menghayati keunikannya sesuai dengan pesan Kitab Suci, mensyukuri dan mewujudkan penghayatan imannya sebagai citra Allah melalui tindakan

Memahami anugerah suara hati yang diberikan Allah kepada dirinya dan mampu bertindak sesuai dengan suara hatinya sehingga bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap berbagai pilihan hidupnya 

Memahami dan mempercayai Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja Katolik sebagai sumber utama untuk mengenal Yesus sehingga semakin mengenal Yesus dan dapat mewujudkan ajaran Yesus sebagaimana diajarkan oleh Kitab Suci, Tradisi, dan Magisterium Gereja Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami pribadi Yesus Kristus yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah bahkan sampai menderita sengsara dan wafat di kayu salib, yang kemudian bangkit dan naik ke surga, sehingga bersedia menanggapi dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan dan diperjuangkan oleh Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami peranan Allah Roh Kudus dalam kehidupan Gereja dan semakin mengimani Allah Tritunggal Maha Kudus sebagai pokok iman Kristen yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang Katolik.

Mengimani Yesus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat, berusaha menjadikan Dia sebagai sahabat dan tokoh idola serta pola hidup beriman kristiani dalam hidup pribadi maupun komunitas.

Memahami anugerah suara hati yang diberikan Allah kepada dirinya dan mampu bertindak sesuai dengan suara hatinya sehingga bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap berbagai pilihan hidupnya

Yesus KRISTUS

Peserta didik memahami Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Tradisi Suci dan Magisterium sebagai sumber untuk mengenal pribadi Yesus dan karya-Nya yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah, sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga; memahami peran Roh Kudus dan Allah Tri Tunggal. Pada akhirnya peserta didik mampu meneladan Yesus sebagai idola, sahabat sejati, Putera Allah dan Juru Selamat serta membangun hidup yang berpolakan pribadi Yesus Kristus sebagai perwujudan imannya di tengah masyarakat.

Memahami dan mempercayai Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja Katolik sebagai sumber utama untuk mengenal Yesus sehingga semakin mengenal Yesus dan dapat mewujudkan ajaran Yesus sebagaimana diajarkan oleh Kitab Suci, Tradisi, dan Magisterium Gereja Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami pribadi Yesus Kristus yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah bahkan sampai menderita sengsara dan wafat di kayu salib, yang kemudian bangkit dan naik ke surga, sehingga bersedia menanggapi dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan dan diperjuangkan oleh Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

 Yesus KRISTUS

Peserta didik memahami Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Tradisi Suci dan Magisterium sebagai sumber untuk mengenal pribadi Yesus dan karya-Nya yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah, sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga; memahami peran Roh Kudus dan Allah Tri Tunggal. Pada akhirnya peserta didik mampu meneladan Yesus sebagai idola, sahabat sejati, Putera Allah dan Juru Selamat serta membangun hidup yang berpolakan pribadi Yesus Kristus sebagai perwujudan imannya di tengah masyarakat.

Memahami peranan Allah Roh Kudus dalam kehidupan Gereja dan semakin mengimani Allah Tritunggal Maha Kudus sebagai pokok iman Kristen yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang beriman Katolik

Mengimani Yesus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat, berusaha menjadikan Dia sebagai sahabat dan tokoh idola serta pola hidup beriman kristiani dalam hidup pribadi maupun komunitas.

Sunday, June 2, 2024

LATIHAN SOAL AGAMA KATOLIK IV DOMINIKUS SAVIO

 

I. Berilah tanda silang ( X ) pada huruf  A,B ,C atau D sebagai jawaban yang paling benar !

 

1. Kemampuan pribadi yang mengandalkan tenaga adalah:

A.    merenung

B.    berpikir

C.    berdoa

D.   menari


 

2. Tuhan menganugerahi setiap manusia kemampuan agar kita  :

A.    simpan

B.    diamkan

C.    kembangkan

D.   memendamnya

 

3. Orang-orang yang mendidik Yesus dalam tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bersahaja adalah……

A.    Para nabi

B.    Allah Bapa

C.    Roh Kudus

D.   Maria dan Yosep


 

4. Yesus juga memiliki orang tua serta sanak saudara,Ia tumbuh dan berkembang bersama kedua orang tuanya  di kota…

A.    Nasaret

B.    Betlehem

C.    Palestina

D.   D.Yerusalem

 

 5. Nabi yang diutus Allah untuk memimpin umat Israel keluar dari bangsa Mesir adalah….

A.    Yeremia

B.    Yesaya

C.    Amos

D.   Musa

 

 6. Tuhan memanggil Musa untuk menerima Sepuluh Perintah Allah yang tertulis   

     pada dua loh batu di gunung … .

A.    Tabor

B.    Sinai

C.    Golgota

D.   Tengkorak

 

 7. Salah satu contoh sikap menolong sesama adalah ….

A.    sombong

B.    acuh tak acuh

C.    C .peduli terhadap sesama

D.   tidak bertanggung jawab

 

8. Maria menjawab kabar sukacita yang dibawa oleh malaikat …..

A.    Gabriel

B.    Mikhael

C.    Rafael

D.   Lausifer

 

9.  Makna dari tobat tidak hanya pada penyesalan, tetapi harus sampai kepada ….

A.    Pembaharuan hidup

B.    Tidak mengulangi

C.    Mau berubah

D.   Penyesalan diri

 

10. Dari perumpamaan yang diberikan Yesus, kita menyadari bahwa Kerajaan Allah akan

     terwujud jika kita mau saling ….

A.    Saling memaafkan dan berkomunikasi

B.    Saling mengampuni dan saling benegur

C.    Saling menegur dan saling memaafkan

D.   Saling memaafkan dan saling mengampuni

 

11. Orang buta yang disembuhkan Yesus di kota Yerikho adalah…..

A.    Timeus

B.    Filipus

C.    Bartimeus

D.   Zhakeus


 

12. Kisah atau cerita sederhana yang disampaikan  Yesus dalam  pengajaran supaya mudah dimengerti oleh para murud-Nya disebut ….

A.    perumpamaan

B.    peribahasa

C.    pantun

D.   puisi

 

13. Bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir dipimpin oleh:

A.    Firaun

B.    Yusuf

C.    Harun

D.   Musa

 

14. Hewan yang dikorbankan dalam upacara Paskah Yahudi adalah :

A.    domba

B.    kuda

C.    kambing

D.   keledai

 

15. Bagian Perayaan Ekaristi  yang terpenting adalah …

A.    Doa Syukur Agung

B.    Doa Tobat

C.    Doa Pembukaan

D.   Doa Penutup

 

16. Doa yang baik hendaknya kita ungkapkan dengan….

A.    spontan

B.    Cuma-Cuma

C.    kalimat panjang

D.   penuh kesadaran

 

17. Doa bersama sebagai ungkapan syukur seluruh anggota Gereja …..

A.    Jalan Salib

B.    Doa Novena

C.    Ibadat Sabda

D.   Perayaan Ekaristi

 

18. Orang yang menjadi perantara kelahiran kita di dunia adalah …

A.    Yesus

B.    malaikat

C.    para nabi

D.   orang tua

 

19. Perintah Allah yang menunjukkan menghormati hidup adalah..

A.    jangan berzina

B.    jangan mencuri

C.    jangan berdusta

D.   jangan membunuh

 

20. Perintah Allah yang melindungi hak milik setiap orang adalah …

A.    4 dan 6

B.    5 dan 7

C.    6 dan 8

D.   7 dan 10

 

II. Isilah titik-titik dibawah ini dengan benar !

 

1.    Manusia laki-laki dan perempuan itu sederajat,sehingga tidak bisa diklaim bahwa salah satunya lebih tinggi atau lebih rendah martabat kemanusiaannya, karena manusia sebagai …

2.    Sebelum sampai tanah terjanji Musa meninggal dan di gantikan oleh … .

3.    Bangsa Israel mengalami kehancuran karena dipimpin oleh raja yang ….

4.    Ia berserah diri dan mengandalkan Tuhan meskipun harus menghadapi resiko dan tantangan yang berat, dan menjadi teladan bagi umat beriman yaitu … .

5.    Melalui kisah perumpamaan ;” Anak yang hilang “ Yesus mau menunjukkan bahwa Allah Maha …….

6.    Sikap yang ingin ditunjukkan dan menegaskan tentang Kerajaan Allah dalam perumpamaan “Anak Yang Hilang” adalah ….

7.    Doa Pribadi hendaknya dilakukan di ….

8.    ”Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian”adalah nasehat santo……..

9.    ” Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: jangan membunuh; siapa yang membunuh harus ……

10. Jangan  mengingini milik sesamamu secara……    

 

 

III. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !

 

1.    Sebutkan 3 perintah  yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah!

Jawab:

……………………………………………………………….............................................……………………

………………………………………………………………………….............................................…………

……………………………………………………………….……….............................................…………..

 

2.    Sebutkan 3 janji Allah kepada Abraham !

     Jawab:

a. ……………………………………………………………………………………

b. ……………………………………………………………………………………

c.  …………………………………………………………………………………..

 

3.    Sebutkan 3 ( tiga ) janji Allah kepada Daud !

      Jawab :

a…………………………………………………………..

b. …………………………………………………………            

c…………………………………………………………….   

 

4.  Sebutkan 3 tokoh dalam perumpamaan “ Anak Yang Hilang”

Jawab:

………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………..………………………

…………………………………………………….

 

5.    Apakah syarat utama agar mujizat terjadi dalam diri kita ?

     Jawab :

………………………………………………………………………………………….

 

6.    Jelaskan syarat domba yang harus dipenuhi untuk korban persembahan !

     Jawab :

………………………………………………………………………………………….

 

7.    Kata-kata Yesus ketika membagi roti kepada para murid-Nya adalah …

Jawab :

………………………………………………………………………………………….

 

8.    Sebutkan 3 manfaat doa bersama !

 Jawab :

a………………………………………………………

b………………………………………………………

c……………………………………………………

 

9.    Bagaimana cara menghormati orang tua ?

       Jawab :

……………………………………………………………………………………..

 

10. Tuliskan 2 contoh cara menjaga dan memelihara lingkungan sekolah !

        Jawab :

………………………………………………………………………………………..