Selamat Datang
Saturday, June 8, 2024
Tuesday, June 4, 2024
Belajar Bersama Anak Autis
9 Trik Bersama Autis
1. Gabungkan visual
Sebagian besar anak autis adalah pembelajar visual, yang berarti mereka belajar paling baik ketika mereka dapat melihat secara visual apa yang diharapkan daripada disajikan secara verbal. Oleh karena itu, strategi pengajaran autisme seringkali melibatkan penggunaan alat bantu visual.
Isyarat visual dapat membantu anak-anak autis memahami dan mempertahankan keterampilan serta membantu komunikasi. Visual dapat berupa gambar, gambar, daftar, kata kunci, dan masih banyak lagi.
Jadwal visual , misalnya, adalah representasi grafis dari tugas dan aktivitas terjadwal pada hari itu. Mereka bermanfaat untuk memecah tugas menjadi beberapa langkah untuk memastikan semua upaya telah diselesaikan.
Jadwal visual dapat membantu mengurangi kecemasan dengan memberikan konsistensi pada anak autis. Ini adalah cara terbaik untuk membantu memudahkan transisi dan mengurangi kehancuran pada anak-anak. Orang tua dapat membuat jadwal visual untuk lingkungan rumah atau sekolah.
2. Gunakan isyarat terlebih dahul
Banyak anak autis mengalami kesulitan fokus dan melakukan aktivitas yang biasanya tidak mereka sukai. Ini dikenal sebagai aktivitas yang tidak disukai. Namun, strategi pengajaran untuk siswa autis mungkin masih mencakup beberapa di antaranya.
Orang tua dan guru perlu membantu memotivasi dan meningkatkan pembelajaran. Salah satu cara mereka melakukan hal ini adalah dengan menggunakan isyarat terlebih dahulu.
Isyarat pertama akan berupa gambaran yang sesuai dengan tugas yang perlu diselesaikan sebelum melakukan aktivitas yang lebih disukai anak.
Misalnya, isyarat dapat mencakup:
Pertama – gambaran tentang apa yang Anda minta mereka lakukan;
Kemudian – gambar aktivitas pilihan yang mereka sukai.
Isyarat ini membantu anak-anak autis berusaha mengikuti arahan dan merupakan cara untuk membantu mempelajari keterampilan baru.
3. Menemukan minat khusus sebagai mekanisme pengajaran
Anak autis mempunyai kesukaan atau minat khusus . Ini bisa berupa karakter televisi, acara TV, permainan, mainan, dll. Mungkin bermanfaat bagi beberapa orang tua dan guru untuk memanfaatkan minat khusus anak untuk mengajari mereka keterampilan baru.
Misalnya, jika seorang anak mempunyai minat khusus terhadap suatu karakter, Anda dapat menggunakannya untuk mengajarkan keterampilan sosial yang sesuai . Sebagai orang tua dan pendidik, Anda bisa membuat cerita sosial dengan karakter tersebut untuk menunjukkan cara bersosialisasi yang diterima dengan teman sebaya.
4. Gunakan alat sensorik
Beberapa anak autis mungkin mengalami disfungsi pemrosesan sensorik yang dapat bermanifestasi dalam berbagai cara. Misalnya, seorang anak mungkin mengalami tantangan dalam bahasa, pemrosesan sensorik, keterampilan sosial, dan banyak lagi.
Orang tua harus menentukan alat sensorik mana yang paling cocok untuk anak mereka. Setelah itu, mereka dapat menyusun kotak peralatan sensorik berisi aktivitas dan peralatan yang dapat digunakan di rumah atau sekolah.
Barang-barang yang dapat ditambahkan ke kotak peralatan ini adalah fidget spinner, bola stres, manik-manik air, tabung cairan, dll. Ada begitu banyak pilihan yang bisa diselidiki oleh orang tua.
Orang tua dan pendidik dapat mengatur kotak peralatan sensorik mereka berdasarkan aktivitas:
untuk tangan,
untuk seluruh tubuh,
produk pendengaran,
produk lisan,
produk visual,
mencium produk, dan
sentuhan ringan dan mendalam.
5. Latih keterampilan sosial
Keterampilan sosial dan komunikasi sering kali menjadi tantangan bagi pembelajar autisme. Terlepas dari keterampilan yang diajarkan, latihan keterampilan sosial untuk anak autis sangatlah penting.
Misalnya, melatih keterampilan sosial mungkin termasuk mendorong penggunaan isyarat sosial sehari-hari atau mengajarkan empati. Kedua hal ini harus menjadi bagian penting dari strategi autisme bagi guru.
Mempromosikan praktik keterampilan sosial “sehari-hari” dapat mencakup menyapa orang lain, mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan, mengucapkan “terima kasih”, meminta izin untuk barang tertentu, dan lain-lain.
Selain itu, mengajarkan empati merupakan keterampilan penting untuk berinteraksi dengan orang lain dan mampu memahami perasaan mereka. Cara terbaik bagi orang tua untuk mulai mengajarkan empati adalah dengan mencetak gambar suasana hati yang berbeda, yang akan menjadi awal yang baik untuk menunjukkan isyarat visual dari keadaan emosional.
6. Perkenalkan pengalaman baru secara bertahap
Orang tua dan pendidik dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meneliti dan memilih pengalaman yang selaras dengan minat dan kebutuhan anak. Hal ini dapat mencakup perencanaan perjalanan ke tempat-tempat seperti taman bermain, museum, atau pelajaran berenang, yang menawarkan manfaat pendidikan dan rekreasi.
Pengaturan baru ini harus diperkenalkan secara bertahap, sehingga anak dapat menyesuaikan diri dengan kecepatannya sendiri. Karena selaras dengan isyarat anak autis, orang tua dan pendidik dapat meninggalkan situasi apa pun jika anak menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan atau kesusahan, sehingga memastikan lingkungan belajar yang positif dan mendukung.
7. Kenali dan rangkul bakat unik mereka
Anak-anak dengan autisme sering kali memiliki bakat atau minat tertentu yang mungkin tidak selalu disadari atau didukung sepenuhnya di lingkungan sekolah. Orang tua dan pendidik mempunyai kesempatan untuk memupuk bakat-bakat ini.
Misalnya, mendaftarkan anak mereka ke kelas dansa dapat memberikan jalan keluar yang kreatif untuk ekspresi diri dan koordinasi fisik. Terapi musik menawarkan pendekatan terapeutik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan regulasi emosional melalui ekspresi musik.
Terapi seni adalah pilihan bagus lainnya, karena memungkinkan anak-anak mengeksplorasi kreativitas dan pengalaman sensorik mereka dalam lingkungan yang mendukung.
8. Jaga agar instruksi Anda tetap singkat dan sederhana
Saat memberikan instruksi atau berkomunikasi di kelas, penting untuk menjaganya tetap singkat, sederhana, dan langsung pada intinya. Anak-anak autis sering kali memproses informasi secara berbeda dari anak-anak neurotipikal mereka, sehingga komunikasi yang jelas dan sederhana adalah kunci untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan.
Dengan menawarkan berbagai cara untuk mengakses dan berinteraksi dengan materi, guru dapat menjadikan pembelajaran inklusif dengan menyediakan cara berbeda bagi semua siswa untuk terlibat.
9. Sesuaikan kurikulum Anda dengan pemahaman mereka
Menyesuaikan kurikulum dengan pemahaman siswa autis melibatkan penyesuaian metode, materi, dan konten pengajaran agar sesuai dengan gaya belajar, kemampuan, dan minat unik mereka.
Ini mungkin termasuk:
memecah konsep-konsep kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana dan lebih mudah dikelola;
menggunakan dukungan visual dan contoh nyata untuk meningkatkan pemahaman;
dan menggabungkan aktivitas yang selaras dengan preferensi dan kekuatan mereka.
Sebagai seorang guru, penting untuk memahami bagaimana anak-anak memandang dunia dan apa yang penting bagi mereka. Dengan melakukan ini, Anda dapat menyesuaikan kurikulum Anda untuk membantu setiap siswa pada spektrum tersebut.
Dibutuhkan kesabaran dan pengertian
Kesabaran sangat penting bagi guru dan orang tua anak autis. Anda akan membuat kesalahan. Anda akan frustrasi, tapi jangan terlalu keras pada diri sendiri. Latihlah kesabaran dan pengertian, dan anak atau siswa Anda juga akan merasa lebih nyaman.
Ada banyak strategi pengajaran autisme yang dapat digunakan oleh keluarga yang dapat membantu anak-anak mereka yang menderita autisme: baik di rumah sehari-hari maupun di ruang kelas homeschooling. Tidak ada pendekatan yang bisa diterapkan untuk semua orang dalam hal ini, jadi penting untuk memilih strategi yang paling sesuai untuk si kecil.
Monday, June 3, 2024
CP FASE F - AGAMA KATOLIK - KELAS 11-12
|
ELEMEN |
CAPAIAN |
TUJUAN
PEMBELAJARAN |
ALUR
TUJUAN PEMBELAJARAN |
|
Pribadi Peserta Didik |
Peserta didik mampu memahami makna panggilan hidup (berkeluarga, membiara, karya/profesi). |
memahami makna panggilan hidup berkeluarga, hidup membiara serta karya profesi dan senantiasa bersyukur atas rahmat panggilan hidup tersebut dalam kehidupan keluarga, Gereja dan masyarakat. |
memahami arti dan makna Gereja sehingga pada akhirnya bersyukur dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. memahami sifat-sifat Gereja yaitu satu, kudus, katolik, apostolik, dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan sifat-sifat Gereja itu dalam hidupnya sehari-hari. memahami peran hierarki dan peran kaum awam dalam Gereja dan bersyukur atas keberadaan hierarki dan kaum awam dalam hidup sehari-hari. memahami makna karya pastoral Gereja (liturgia, kerygma, martyria, koinonia, diakonia) menghayati dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan karya pastoral Gereja dalam hidupnya sehari-hari. memahami hubungan Gereja dan dunia, ajaran sosial Gereja, hak asasi manusia dalam terang kitab suci dan ajaran Gereja sehingga pada akhirnya peserta didik dapat mengambil bagian dalam mewujudkannya dalam masyarakat. memahami pengembangan budaya kasih dan menyadari bahwa hidup itu milik Allah dan memilih gaya hidup sehat dan pada akhirnya dapat menjadi agen dalam pengembangan moral hidup kristiani dalam masyarakat. memahami makna panggilan hidup berkeluarga, hidup membiara serta karya profesi dan senantiasa bersyukur atas rahmat panggilan hidup tersebut dalam kehidupan keluarga, Gereja dan masyarakat. memahami makna memperjuangkan nilai-nilai penting dalam masyarakat yang bermartabat seturut ajaran Yesus dan mewujudkan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. memahami makna keberagaman dalam masyarakat sebagai anugerah Allah, membangun dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia, sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. memahami makna dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta dapat menghayati juga mewujudkan makna dialog dalam hidup sehari-hari ditengah keluarga, Gereja dan masyarakat. memahami makna umat katolik berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. |
|
Gereja |
Peserta didik mampu memahami arti dan makna Gereja, sifat Gereja (Satu, Kudus, Katolik, Apostolik), peran hierarki dan awam dalam Gereja, karya pastoral Gereja (Liturgia, Kerygma, Martyria, Koinonia, Diakonia). |
memahami arti dan makna Gereja sehingga pada akhirnya bersyukur dan
mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. memahami sifat-sifat Gereja yaitu satu, kudus, katolik, apostolik, dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan sifat-sifat Gereja itu dalam hidupnya sehari-hari. memahami peran hierarki dan peran kaum awam dalam Gereja dan bersyukur atas keberadaan hierarki dan kaum awam dalam hidup sehari-hari. memahami makna karya pastoral Gereja (liturgia, kerygma, martyria, koinonia, diakonia) menghayati dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan karya pastoral Gereja dalam hidupnya sehari-hari. |
|
|
Masyarakat |
Peserta didik mampu memahami hubungan Gereja dan dunia, Ajaran Sosial Gereja, Hak Asasi Manusia dalam terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja; mengembangkan budaya kasih, menyadari hidup itu milik Allah (contoh kasus moral aktual: aborsi, bunuh diri, euthanasia dan hukuman mati), memilih gaya hidup sehat (bebas dari HIV/AIDS dan obat terlarang). Pada akhirnya peserta didik dapat mengambil bagian dalam mewujudkan sifat-sifat dan karya pastoral Gereja dalam hidupnya serta menjadi agen dalam pengembangan moral hidup kristiani dalam masyarakat. |
memahami hubungan Gereja dan dunia, ajaran sosial Gereja, hak asasi manusia dalam terang kitab suci dan ajaran Gereja sehingga pada akhirnya peserta didik dapat mengambil bagian dalam mewujudkannya dalam masyarakat. memahami pengembangan budaya kasih dan menyadari bahwa hidup itu milik Allah dan memilih gaya hidup sehat dan pada akhirnya dapat menjadi agen dalam pengembangan moral hidup kristiani dalam masyarakat. |
|
|
|
Peserta didik mampu memperjuangkan nilai-nilai penting dalam masyarakat yang bermartabat seturut ajaran Yesus; menghargai keberagaman dalam masyarakat sebagai anugerah Allah, membangun dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia, sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. |
memahami makna memperjuangkan nilai-nilai penting dalam masyarakat yang bermartabat seturut ajaran Yesus dan mewujudkan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. memahami makna keberagaman dalam masyarakat sebagai anugerah Allah, membangun dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia, sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. memahami makna dialog dan kerja sama antar umat beragama dan berkepercayaan serta dapat menghayati juga mewujudkan makna dialog dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. memahami makna umat katolik berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia sebagai perwujudan imannya dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. |
CP FASE E - AGAMA KATOLIK - KELAS X
Pada akhir Fase E,
Peserta didik memahami dirinya sebagai pribadi yang unik, sebagai laki-laki dan perempuan yang memiliki kesetaraan sebagai Citra Allah; yang memiliki suara hati, sehingga mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap pengaruh media massa, ideologi dan gaya hidup yang berkembang saat ini; memahami Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium sebagai sumber untuk mengenal pribadi Yesus dan karya-Nya; memahami peran Roh Kudus dan Allah Tri Tunggal; meneladan Yesus sebagai idola, sahabat sejati, Putera Allah dan Juru selamat serta membangun hidup yang berpolakan pribadi Yesus Kristus dalam mewujudkan imannya di tengah masyarakat.
|
ELEMEN |
CAPAIAN |
TUJUAN PEMBELAJARAN |
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN |
|
Pribadi Peserta Didik |
Peserta didik mampu memahami dirinya sebagai pribadi yang unik, setara antara laki-laki dan perempuan, serta memiliki keluhuran sebagai Citra Allah; memiliki suara hati sehingga mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap pengaruh media massa, ideologi dan gaya hidup yang berkembang saat ini. |
Memahami dirinya sebagai citra Allah yang unik, menghayati keunikannya sesuai dengan pesan Kitab Suci, mensyukuri dan mewujudkan penghayatan imannya sebagai citra Allah melalui tindakan |
Memahami dirinya sebagai citra Allah yang unik, menghayati keunikannya sesuai dengan pesan Kitab Suci, mensyukuri dan mewujudkan penghayatan imannya sebagai citra Allah melalui tindakan Memahami anugerah suara hati yang diberikan Allah kepada dirinya dan mampu bertindak sesuai dengan suara hatinya sehingga bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap berbagai pilihan hidupnya Memahami dan mempercayai Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja Katolik sebagai sumber utama untuk mengenal Yesus sehingga semakin mengenal Yesus dan dapat mewujudkan ajaran Yesus sebagaimana diajarkan oleh Kitab Suci, Tradisi, dan Magisterium Gereja Katolik dalam kehidupan sehari-hari. Memahami pribadi Yesus Kristus yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah bahkan sampai menderita sengsara dan wafat di kayu salib, yang kemudian bangkit dan naik ke surga, sehingga bersedia menanggapi dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan dan diperjuangkan oleh Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Memahami peranan Allah Roh Kudus dalam kehidupan Gereja dan semakin mengimani Allah Tritunggal Maha Kudus sebagai pokok iman Kristen yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang Katolik. Mengimani Yesus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat, berusaha menjadikan Dia sebagai sahabat dan tokoh idola serta pola hidup beriman kristiani dalam hidup pribadi maupun komunitas. |
|
Memahami anugerah suara hati yang diberikan Allah kepada dirinya dan mampu bertindak sesuai dengan suara hatinya sehingga bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap berbagai pilihan hidupnya |
|||
|
Yesus KRISTUS |
Peserta didik memahami Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Tradisi Suci dan Magisterium sebagai sumber untuk mengenal pribadi Yesus dan karya-Nya yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah, sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga; memahami peran Roh Kudus dan Allah Tri Tunggal. Pada akhirnya peserta didik mampu meneladan Yesus sebagai idola, sahabat sejati, Putera Allah dan Juru Selamat serta membangun hidup yang berpolakan pribadi Yesus Kristus sebagai perwujudan imannya di tengah masyarakat. |
Memahami dan mempercayai Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja Katolik sebagai sumber utama untuk mengenal Yesus sehingga semakin mengenal Yesus dan dapat mewujudkan ajaran Yesus sebagaimana diajarkan oleh Kitab Suci, Tradisi, dan Magisterium Gereja Katolik dalam kehidupan sehari-hari. |
|
|
Memahami pribadi Yesus Kristus yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah bahkan sampai menderita sengsara dan wafat di kayu salib, yang kemudian bangkit dan naik ke surga, sehingga bersedia menanggapi dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan dan diperjuangkan oleh Yesus dalam kehidupan sehari-hari. |
|||
|
|
Peserta didik memahami Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Tradisi Suci dan Magisterium sebagai sumber untuk mengenal pribadi Yesus dan karya-Nya yang mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah, sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga; memahami peran Roh Kudus dan Allah Tri Tunggal. Pada akhirnya peserta didik mampu meneladan Yesus sebagai idola, sahabat sejati, Putera Allah dan Juru Selamat serta membangun hidup yang berpolakan pribadi Yesus Kristus sebagai perwujudan imannya di tengah masyarakat. |
Memahami peranan Allah Roh Kudus dalam kehidupan Gereja dan semakin mengimani Allah Tritunggal Maha Kudus sebagai pokok iman Kristen yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang beriman Katolik |
|
|
Mengimani Yesus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat, berusaha menjadikan Dia sebagai sahabat dan tokoh idola serta pola hidup beriman kristiani dalam hidup pribadi maupun komunitas. |
Sunday, June 2, 2024
LATIHAN SOAL AGAMA KATOLIK IV DOMINIKUS SAVIO
I. Berilah tanda silang ( X
) pada huruf A,B ,C atau D sebagai
jawaban yang paling benar !
B.
berpikir
C.
berdoa
D.
menari
2. Tuhan
menganugerahi setiap manusia kemampuan agar kita :
A.
simpan
B.
diamkan
C.
kembangkan
D.
memendamnya
3. Orang-orang yang mendidik
Yesus dalam tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bersahaja adalah……
A.
Para
nabi
B.
Allah
Bapa
C.
Roh
Kudus
D.
Maria
dan Yosep
4. Yesus juga
memiliki orang tua serta sanak saudara,Ia tumbuh dan berkembang bersama kedua
orang tuanya di kota…
A.
Nasaret
B.
Betlehem
C.
Palestina
D.
D.Yerusalem
5. Nabi yang diutus Allah untuk memimpin umat
Israel keluar dari bangsa Mesir adalah….
A.
Yeremia
B.
Yesaya
C.
Amos
D.
Musa
6. Tuhan memanggil Musa untuk menerima Sepuluh
Perintah Allah yang tertulis
pada dua loh batu di gunung … .
A.
Tabor
B.
Sinai
C.
Golgota
D.
Tengkorak
7. Salah satu contoh sikap menolong
sesama adalah ….
A.
sombong
B.
acuh
tak acuh
C.
C
.peduli terhadap sesama
D.
tidak
bertanggung jawab
8. Maria menjawab kabar
sukacita yang dibawa oleh malaikat …..
A.
Gabriel
B.
Mikhael
C.
Rafael
D.
Lausifer
9. Makna dari tobat tidak hanya pada penyesalan,
tetapi harus sampai kepada ….
A.
Pembaharuan
hidup
B.
Tidak
mengulangi
C.
Mau
berubah
D.
Penyesalan
diri
10. Dari
perumpamaan yang diberikan Yesus, kita menyadari bahwa Kerajaan Allah akan
terwujud jika kita mau saling ….
A.
Saling
memaafkan dan berkomunikasi
B.
Saling
mengampuni dan saling benegur
C.
Saling
menegur dan saling memaafkan
D.
Saling
memaafkan dan saling mengampuni
11. Orang
buta yang disembuhkan Yesus di kota Yerikho adalah…..
A.
Timeus
B.
Filipus
C.
Bartimeus
D.
Zhakeus
12. Kisah atau cerita sederhana yang
disampaikan Yesus dalam pengajaran supaya mudah dimengerti oleh para
murud-Nya disebut ….
A.
perumpamaan
B.
peribahasa
C.
pantun
D.
puisi
13. Bangsa
Israel keluar dari perbudakan Mesir dipimpin oleh:
A.
Firaun
B.
Yusuf
C.
Harun
D.
Musa
14. Hewan yang dikorbankan dalam
upacara Paskah Yahudi adalah :
A.
domba
B.
kuda
C.
kambing
D.
keledai
15. Bagian Perayaan Ekaristi yang terpenting adalah …
A.
Doa
Syukur Agung
B.
Doa
Tobat
C.
Doa
Pembukaan
D.
Doa
Penutup
16. Doa yang baik hendaknya kita
ungkapkan dengan….
A.
spontan
B.
Cuma-Cuma
C.
kalimat
panjang
D.
penuh
kesadaran
17. Doa bersama sebagai ungkapan
syukur seluruh anggota Gereja …..
A.
Jalan
Salib
B.
Doa
Novena
C.
Ibadat
Sabda
D.
Perayaan
Ekaristi
18. Orang yang menjadi perantara
kelahiran kita di dunia adalah …
A.
Yesus
B.
malaikat
C.
para
nabi
D.
orang
tua
19. Perintah Allah yang menunjukkan menghormati
hidup adalah..
A.
jangan
berzina
B.
jangan
mencuri
C.
jangan
berdusta
D.
jangan
membunuh
20. Perintah Allah yang melindungi
hak milik setiap orang adalah …
A.
4
dan 6
B.
5
dan 7
C.
6
dan 8
D.
7
dan 10
II. Isilah
titik-titik dibawah ini dengan benar !
1.
Manusia laki-laki dan perempuan itu sederajat,sehingga
tidak bisa diklaim bahwa salah satunya lebih tinggi atau lebih rendah martabat
kemanusiaannya, karena manusia sebagai …
2.
Sebelum sampai tanah terjanji Musa meninggal dan di
gantikan oleh … .
3.
Bangsa Israel mengalami kehancuran karena dipimpin oleh
raja yang ….
4.
Ia
berserah diri dan mengandalkan Tuhan meskipun harus menghadapi resiko dan
tantangan yang berat, dan menjadi teladan bagi umat beriman yaitu … .
5.
Melalui kisah perumpamaan ;” Anak yang hilang “ Yesus mau
menunjukkan bahwa Allah Maha …….
6.
Sikap yang ingin ditunjukkan dan menegaskan tentang
Kerajaan Allah dalam perumpamaan “Anak Yang Hilang” adalah ….
7.
Doa Pribadi hendaknya dilakukan di ….
8.
”Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan,
karena haruslah demikian”adalah nasehat santo……..
9.
” Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang
kita: jangan membunuh; siapa yang membunuh harus ………
10. Jangan mengingini milik sesamamu secara……
III. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1.
Sebutkan 3 perintah
yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah!
Jawab:
……………………………………………………………….............................................……………………
………………………………………………………………………….............................................…………
……………………………………………………………….……….............................................…………..
2.
Sebutkan 3 janji Allah kepada Abraham !
Jawab:
a. ……………………………………………………………………………………
b. ……………………………………………………………………………………
c. …………………………………………………………………………………..
3.
Sebutkan 3 ( tiga ) janji Allah kepada Daud !
Jawab :
a…………………………………………………………..
b. …………………………………………………………
c…………………………………………………………….
4. Sebutkan 3 tokoh dalam
perumpamaan “ Anak Yang Hilang”
Jawab:
………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………..………………………
…………………………………………………….
5.
Apakah syarat utama agar mujizat terjadi dalam diri kita
?
Jawab :
………………………………………………………………………………………….
6.
Jelaskan syarat domba yang
harus dipenuhi untuk korban persembahan !
Jawab :
………………………………………………………………………………………….
7.
Kata-kata
Yesus ketika membagi roti kepada para murid-Nya adalah …
Jawab
:
………………………………………………………………………………………….
8.
Sebutkan 3 manfaat doa bersama !
Jawab :
a………………………………………………………
b………………………………………………………
c……………………………………………………
9.
Bagaimana cara menghormati orang tua ?
Jawab
:
……………………………………………………………………………………..
10. Tuliskan
2 contoh cara menjaga dan memelihara lingkungan sekolah !
Jawab
:
………………………………………………………………………………………..














