Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Thursday, October 24, 2019

TUGAS GEREJA 11

TUGAS – TUGAS GEREJA
1. LITURGIA
Yaitu tugas menguduskan, maka doa dan ibadat adalah salah satu tugas Gereja untuk menguduskan umatnya dan umat manusia. tugas ini disebut tugas imamiah Gereja. Oleh sebab itu Gereja bertekun dalam doa, memuji Allah dan mempersembahkan diri sebagai korban yang hidup. Gereja memiliki imamat umum dan jabatan :
Imamat Umum melaksanakan tugas pengudusan antara lain dengan berdoa, menyambut sakramen-sakramen, memberi kesaksian hidup, pengingkaran diri, melaksanakan cinta kasih secara aktif dan kreatif.
Imamat jabatan membentuk dan memimpin umat serta memberikan pelayanan sakramen-sakramen.
Doa sebagai sarana perwujudan tugas pengudusan
a. Arti Doa
Doa berarti berbicara dengan Tuhan secara pribadi, doa juga merupakan ungkapan iman secara pribadi dan bersama-sama. doa selalu merupakan dialog yang bersifat pribadi antara manusia dan Tuhan dalam hidup yang nyata.
b. Fungsi Doa
- mengkomunikasikan diri kita kepada Allah
- mempersatukan diri kita dengan Tuhan
- mengungkapkan cinta, kepercayaan dan harapan kita kepada Tuhan
- membuat diri kita melihat dimensi baru dari hidup dan karya kita sehingga menyebabkan kita melihat hidup, perjuangan dan karya kita dengan mata iman.
- mengangkat setiap karya kita menjadi karya yang besifat apostolik atau merasul.
c. Syarat dan cara doa yang baik
- Syarat doa yang baik
§ Didoakan dengan hati
§ berakar dan bertolak dari pengalaman hidup
§ diucapkan dengan rendah hati
- cara berdoa yang baik
§ Berdoa secara batiniah
“Tetapi jia engkau berdoa, masulah ke dalam kamar… “ (lih Mat 6 : 5 – 6)
§ berdoa dengan cara sederhaa dan jujur
“ Lagipula dalam doamu janganlah kamu bertele-tele (lih Mat 6 : 7)
SAKRAMENTALI DAN DEVOSI DALAM GEREJA
Sakramentali dan devosi merupakan bentuk dan kegiatan lain dari bentuk dan kegiatan pengudusan dalam gereja.
a. Sakramentali
Selain ketujuh sakramen, gereja juga mengadakan tanda-tanda suci mirp sakramen yang disebut dengan Sakramentali.
aneka ragam sakramentali
b. Devosi
Dari bahasa latin devotio atau penghormatan adalah bentuk-bentuk penghormatan/kebaktian khusus orang atau umat beriman kepada rahasia kehidupan Yesus yang tertentu, Misalnya kesengsaraanNya, HatiNya Yang Mahakudus dsb. Segala macam bentuk devosi ini bersifat sukarela (tidak mengikat/tidak wajib) dan harus bertujuan untuk semakin menguatkan iman kita kepada Allah dalam diri Yesus.
2. KERYGMA
Adalah tugas pewartaan tentang kabar gembira Kerajaan Allah. Ada tiga bentuk sabda Allah dalam Gereja yaitu :
a. Sabda / pewartaan para Rasul sebagai daya yang membangun Gereja
b. Sabda Allah dalam Kitab Suci sebagai kesaksian normatif
c. Sabda Allah dalam sabda pewartaan aktual Gereja sepanjang zaman.
Dua pola pewartaan
a. Pewartaan verbal (kerygma)
- kotbah atau homili
- pelajaran agama
- katekese umat (komunikasi iman)
- pendalaman Kitab suci dsb.
b. Pewartaan dalam bentuk kesaksian
Setiap orang Kristiani dalam hidupnya diharapkan dapat menjadi garam dan terang dalam masyarakat.
Dua tuntutan dalam pewartaan
Setiap pewarta di dalam tugas pewartaan sabda Tuhan dituntut untuk
a. mendalami dan menghayati sabda Tuhan
b. mengenal umat / masyarakat konteksnya
Dalam Gereja ada istilah yang berkaitan dengan tugas pewartaan yaitu MAGISTERIUM atau wewenang mengajar. dalam pewartaan itu hierarki bertugas menjaga kesatuan iman dan ajaran.
Pewarta Sabda
Menjadi pewarta merupakan panggilan. oleh karena itu seorang pewarta harus :
a. dekat dengan yang diwartakannya
b. menjadi senasib dengan yang diwartakannya
c. berani menanggung derita seperti yang diwartakannya
d. siap untuk diutus dan diserahkan kepada umat yang mendengar pewartaannya
e. memiliki komitmen utuh kepada umat.
Siapakah para pewarta sabda itu?
Para pewarta sabda adalah mereka para
a. pengkotbah
b. katekis
c. guru agama
3. MARTIRIA
Adalah tugas menjadi kesaksian tentang Kristus. Menjadi saksi Kristus berarti menyampaikan atau menunjukkan apa yan dialami dan diketahuinya tentang Kristus kepada orang lain. Penyampaian, penghayatan, atau pengalamannya itu dapat dilaksanakan melalui kata-kata, sikap dan tindakan nyata.
beberapa contoh orang yang berani menyerahkan jiwanya demi iman mereka kepada Kristus :
a. Santo Sebastian, mati karena menolak paksaan untuk menyangkal imannya akan Kristus.
b. Santo Tarsisius, mati karena menolak saat dipaksa oleh orang – orang kafir menyerahkan hosti suci.
c. Santa Maria Goretty, rela mati daripada diperlakukan tidak senonoh
d. P. Maximilianus Kolbe, rela mati dibunuh di kamp konsentrasi Nazi Jerman, untuk menggantikan seorang bapak keluarga yang mau dihukum mati oleh tentara jerman.
4. DIAKONIA
Adalah tugas untuk melayani. Sebagai dasar pelayanan dalam Gereja adalah semangat pelayanan Kristud sendiri, “… Jika Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan gurumu, maka kamu pun wajib membasuh kaki sesamamu… “. Pelayanan disini berarti mengikuti jejak Yesus.
Ciri-ciri pelayanan Gereja :
a. bersikap sebagai pelayan
b. kesetiaan kepada Kristus sebagai Tuhan dan Guru
c. Orientasi pelayanan Gereja terutama ditujukan kepada kaum KLMT (kecil, lemah, miskin dan terlantar).
d. kerendahan hati
Bentuk-bentuk pelayanan Gereja :
a. Pelayan dibidang kebudayaan dan pendidikan
b. Pelayanan Gereja di bidang kesejahteraan
c. Pelayanan Gereja di bidang politik dan hukum
Misi dan tugas Gereja dalam dunia
Tugas gereja adalah melanjutkan karya Yesus seperti yang telah dibahas di atas. Dalam Injil tersirat kesadaran bahwa misi dan tugas Gereja pertama-tama bukan “Penyebaran agama”, melainkan kabar germbira (Kerajaan Allah) yang relevan dan mengena pada situasi konkret manusia dalam dunia yang majemuk ini.

SIFAT GEREJA 11

SIFAT – SIFAT GEREJA
I. Gereja yang satu dan kudus
A. Gereja yang satu
1. Alasan Gereja bersifat satu adalah :
1. Kesatuan Gereja pertama-tama adalah kesatuan iman
2. Gereja dimengerti sebagai Bhineka tunggal ika, baik di dalam ataupun diluar gereja
3. Adanya kesatuan iman serta persekutuan yang harus tetap diwujudkan
2. Usaha dalam menjaga kesatuan Gereja
a. Dalam Gereja:aktif dalam kehidupan bergereja,setia dan taat pada persekutuan umat
b. Antar Gereja: jujur terbuka,melakukan kegiatan sosial baik pribadi maupun bersama
B. Gereja yang Kudus
1. Arti kudus:“yang dikuduskan bagi Tuhan Sikap dasar dari Gereja yang bersifat Teologis
2. Gereja disebut kudus karena:
a. Sumber Gereja. Didirikan oleh Kristus dan menerima kekudusan lewat doaNya (Yoh 17:11)
b. Tujuan dan arah Gereja. Kemuliaan Allah dan penyelamatan umat manusia
c. Jiwa Gereja.Gereja dijiwai oleh Roh Kudus
d. Unsur-unsur ilahi yang otentik dalam Gereja,misal ajaran dan sakramen
e. Anggota Gereja.Ditandai oleh pembaptisan dipersatukan melalui iman,harapan dan cinta yang kudus
3. Usaha menjaga kekudusan Gereja
a. Memberi kesaksian sebagai putra Allah
b. Merenungkan dan mendalami KS
c. Memperkenalkan anggota Gereja yang hidup secara heroik untuk mencapai kekudusan
II. Gereja yang katolik dan Apostolik
A. Gereja yang Katolik
1. Arti katolik adalah umum,universal.
2. Katolik kuantitatif adalah gereja dapat hidup di tengah segala bangsa dan memperoleh warganya dari semua bangsa
3. Katolik kualitatif adalah gereja dapat mewartakan ajarannya kepada segala bangsa dan segala “kekayaan bangsa itu dapat diterima”.
4. Jadi kekatolikan gereja tampak pada rahmat dan keselamatan yang ditawarkan gereja serta iman dan ajaran gereja yang bersifat umum.
B. Gereja yang Apostolik
1. Arti apostolik adalah bersifat kerasulan, jadi gereja apostolik adalah gereja yang berasal dari para rasul dan tetap berpegang teguh pada kesaksian iman para rasul.
2. Rantai penghubung antara gereja para rasul dan gereja sekarang adalah:
*legitimasi fungsi dan kuasa hierarki
*Ajaran gereja
*Ibadat dan struktur gereja.

DAMAI dan PERSAUDARAAN SEJATI

PERDAMAIAN DAN PERSAUDARAAN SEJATI
Perang, kerusuhan dan pecekcokan membuat manusia lelah dan hidupnya tertekan. Berangkat dari keadaan itu, muncullah suatu kerinduan akan suasana dan iklim yang menyejukkan hati, suatu keadaan yang damai. Keinginan seperti itu dapat kita rasakan di dalam lubuk hati kita masing-masing. Itulah keinduan hati yang ditanamkan oleh sang Pencipta.

A. Fakta – fakta pertikaian dan perang
1. Pertikaian bernuansa agama yang terjadi di Abon dan Poso
2. Pertikaian bernuansa suku yang terjadi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah (sampit)
3. Perang di timur tengah, Israel vs Palestina
4. Perang antara Irak dan AS

B. Sebab akibat pertikaian dan perang
  1. Sebab
a. Fanatisme agama dan suku : hal ini disebabkan oelh kepicikkan dan perasaan bahwa dirinya terancam.
b. Sikap arogansi /angkuh : ini terjadi karena suku atau bangsa yang merasa dirinya kuat dan bisa bertindak sewenag-wenang.
c. Keserakahan : pertikaian dan perang berlatar belakang ekonomilah yang membuat keserakahan ini berkembang, hanya karena uang, kekuasaan dan kehormatan, maka banyak orang yang menderita.
d. Merebut kemerdekaan dan mempertahankan hak: Kadang-kadang perang terpaksa dilaksanakan untuk merebut kemerdekaan dan mempertahankan hak!
  1. Akibat
- Kehancuran secara jasmani : kematian, kehancuran, ekologi punah.
- Kehancuran secara rohani : trauma, luka perkosaan terhadap martabat dan perendahan manusia

Perdamaian dalam Kitab Suci
Kitab Suci Perjanjian Lama
Dalam KSPL sering dibicarakan tentang shalom. Kata shalom berarti kesejahteraan pribadi dan masyarakat. Dalam hidup sehari-hari damai berarti sehat jasmani dan kesejahteraan keluarga. Konsidi merupakan berkat Allah bagi seseorang dan keluarganya. Ahalom juga mengandung makna “Tuhan sertamu!” (bdk, Hak 6 : 12; Mzm 129 : 7 – 8). Sering dilukiskan bahwa orang-orang benar memiliki damai melimpah (bdk. Mzm 37 :11 – 37). Ternyata damai sertamu merupakan salam umum (bdk. 1 sam 25 : 6) yang berlaku dalam perjanjian lama. Salam ini meruapakan pengharapan supaya manusia meperoleh kebaikkan dalam hidup. Damai tidak hanya berupa ketiadaan perang, tetapi lebih pada bagaimana terciptanya suasana aman dan berada dalam rumah Tuhan (bdk. 2 Sam 7 :1). Damai dalam arti sesungguhnya berupan persetujuan atau persesuaian denga keteraturan batiniah, penolakan terhadap ketidakadilan. Harapan akan damai ini digambarkan oelh nabi Yesaya dalam kalimat : “Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang” (bdk. Yes 2 : 4).

Kitab Suci Perjanjian Baru
Ajaran Yesus tentang Damai
Yesus berkata : “ damai Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu” (Yoh 14 : 27).
Damai macam apakah yang ditinggalkan oleh Yesus bagi kita?
Pada zaman Yesus orang Yahudi mengharapkan damai secara politis, yakni diusirnya penjajah dari negeri mereka, sehingga tidak ada perang dan penindasan lagi. Damai yang dibawa Yesus tidak seperti yang dibayangkan orang – orang jaman itu, akan tetapi Yesus mengajarkan perdamaian yang jauh lebih mendalam, yaitu damai yang membersihkan dunia ini dari segala macam kejahatan dan kedurhakaan. Damai adalah hasil suatu pencapaian kebenaran dan hasil perjuangan serta pergulatan batin. Damai berarti pula ketenangan hati karena orang memiliki hubungan yang bersih dengan Tuhan, sesama dan dunia; damai sejahtera yang menampakkan Kerajaan Allah.

Ajaran Gereja tentang Perdamaian
Perdamaian yang dimaksud Gereja tidak hanya berarti tidak ada perang. Damai sejati berarti situasi selamat sejahtera dalam diri manusia. Perdamaian adalah keadilan. Perdamaian adalah hasil tata masyarakat manusia yang haus akan keadilan yang lebih sempurna. Damai merupakan kesejahteraan tertinggi yang sangat diperlukan demi perkembangan manusia dan lembaga-lembaga kemanusiaan. Dalam hal ini diandaikan tatanan sosial yang adil, selaras dan harmonis yang menjamin ketenangan dan keamanan hidup setiap manusia.

Perjuangan Gereja Menegakkan Perdamian dan Persaudaraan Sejati.
Untuk memperjuangkan perdamaian dan persaudaraan sejati ada baiknya menempuh langkaj-langkah berikut ini :
1. Jadikanlah usaha ini sebagai suatu gerakan moral, bukan indoktrinasi, dan gunakan berbagai jaringan dan libatkan sebanyak mungkin orang tanpa membedakan agama, suku/etnis dan ideologi!
2. Bangunlah gerakan moral ini mulai dari akar rumput!
3. Mulailah dari diri dan golongan sendiri untuk menghayati budaya damai dan membangun persaudaraan yang sejati.

Evaluasi :
  1. Mengapa sebagian besar orang merindukan perdamian
  2. Apa akibat pertikaian atau perang bagi umat manusia?
  3. Sebut dan jelaskan beberapa alasan, mengapa pertikaian atau perang itu terjadi!
  4. Apa kata kitab suci perjanjian lama tentang damai atau shalom?
  5. Apa kata kitab suci perjanjian baru tentang damai dan perdamian?
  6. Bagaimana ajaran Gereja tentang perdamaian?
  7. Apakah ciri-ciri hidup damai dan hidup dalam persaudaraan sejati?
  8. Apa yang dapat kamu usahakan di dalam menciptakan perdamaian sejati?

ADIL ITU KEHARUSAN

KEADILAN
Adil berarti tidak berat sebelah, ber[ihak kepada yang benar, atau berpegang pada kebenaran. Keadilan bearti meberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, baik itu hak asasi maupun hak sipil. Dengan pelajaran ini, kita diharapkan dapat memiliki keprihatinan terhadap masalah keadilan, sehingga kita dapat bersiakp dan bertidak adil dan berperan aktif dalam membangun keadilan di lingkungan kita.
A. Fakta – fakta Ketidakadilan
Dalam sejarah bangsa Indonesia, sejak zaman feudal, penjajahan Belanda, pendudukan jepang, kemudian pada zaman demokrasi terpimpin dan rezim ORBA rakyat sering mengalai perlakuan tidak adil. Pada masa reformasi ini pun perlakuan tidak adil itu tetap berlangsung. Ketidakadilan itu nyat dalam kasus ketidakadilan seperti :
1. Perampasan
2. Deskriminatif
3. Penggusuran
4. Pencurian
5. Pemerasan
6. KKN
7. Kredir Macet
8. Rekayasa
B. Akar Masalah Ketidakadilan
Semua ketidakadilan yang menyengsarakan dan memiskinkan rakyat kecil itu disebabkan oleh system dan struktur social, politik, ekonomi dan budaya yang diciptakan oelh penguasa. System social, politik dan ekonomi yang secara sadar atau tidak sadar dibangun oleh penguasa dan pengusaha mencipatakan ketergantungan di kalangan rakyat jelata. Pembangun yang dilakukan justru mempersempit ruang gerak rakyat untuk mengungpkan jati dirinya secara penuh. Misalnya dalam bidang :
1. Sosial : sikap diskriminatif terhadap kaum perempuan, pendatang
dan imigran
2. Ekonomi : merebaknya kasus korupsi yang tak ada solusinya
3. Budaya : penganiayaan karena perbedaan etnis / kesukuan, contoh
tragedy di sampit
4. Politik : perlakuan semena-mena terhadap orang – orang aliran
politik tertentu, dan tidak memberi kesempatan untuk
bersuara.
C. Arti dan Makna Keadilan
1. Memberikan kepada setiap orang yang menjadi haknya dan memihak yg benar.
2. Keadilan menunjuk pada suatu
a. Keadaan, yaitu semua pihak memperoleh apa yang menjadi hak dan diperlakukan sama
b. Tuntutan, yaitu menuntut keadilan itu diciptakan baik dengan mengambil tindakan yang diperlukan
c. Keutamaan, adalah sikap dan tekad untuk melakukan apa yang adil
D. Pembedaan Keadilan
  1. Keadilan Komunikatif, menuntut kesamaan dalam pertukaran, misal : mengembalikan pinjaman.
  2. Keadilan Distributif, menuntut kesamaan dalam membagi apa yang menguntungkan dan menuntut pengurbanan, misal kekayaan alam dinikmati secara adil.
  3. Keadilan Legal, menuntut kesamaan hak dan kewajiban terhadap negara sesuai dengan undang-undang.
  4. Keadilan Individual, perwujudan keadilan tergantung pada pribadi, misal gaji para buruh
  5. Keadilan Sosial, keadilan tergantung dari struktur dan proses poleksosbud, misal gaji buruh tidak tergantung pada majikan tetapi juga pada situasi ekonomi dan politik
E. Landasan Memperjuangkan Keadilan
  1. Negara
q UUD 1945, Pancasila, sila ke 5
q Pasal 33 dan 34,perekonomian nasional disusun adil
  1. Gereja
q Firman Tuhan yg ketujuh; “Jangan Mencuri”.
Artinya mencuri waktu KSPL adalah mencuri orang kemudian menjadikannya sebagai budak.
q Ajaran Sosial Gereja
- Ensiklik Rerum Novarum (tentang kaum buruh)
- Ensiklik Pacem In Terris (tentang perdamaian antar bangsa)
- Ensiklik Populorum Progressio (tentang bagaimana mengatasi kesenjangan negara kaya dan miskin)
F. Pola Pendekatan Menegakkan Keadilan
1. Pendekatan Karitatif
Pola belas kasihan yang meninabobokan kaum tertindas
2. Pola Proyek
Pola ini dinilai tidak manusiawi, karena kaum tertindas hanya dijadikan obyek penanganan.
3. Pola Kooperatif
Pola yang mengajak secara bersama-sama memperjuangkan keadilan
Langkah-langkahnya :
a. Pertama orang perlu mempelajari dengan baik berbagai persoalan seputar hak-hak dasar manusia, sehingga dapat menentukan mana yang perlu dilindungi dan mana yang perlu ditegasi.
b. Kedua, keadilan hanya dapat diperjuangkan dengan memberdayakan mereka yang menjadi korban ketidakadilan. Korban disadarkan tentang situasi yang tidak ini dan kemudian bersama-sama bangkit melalui berbagai usaha kooperatif untuk memperbaiki nasibnya.
c. Ketiga, cara bertindak yang tepat adalah dengan memberi kesaksian hidup melalui keterlibatan langsung untuk mencapai keadilan dalam diri kita sendiri terlebih dahulu.
d. Keempat, usaha memperjuangkan keadilan dan kesetiakawanan dengan mereka yang diperlakukan tidak adil tidak boleh diungkapkan dengan kekerasan.
Evaluasi :
  1. Sebutkan kasus-kasus ketidakadilan yang ada disekitarmu?
  2. Mengapa dibumi tercinta ini sering terjadi ketidakadilan? Jelaskan!
  3. Apa arti keadilan menurut pendapatmu?
  4. Bagaimana Negara kita menjamin keadilan bagi warganya? Jelaskan!
  5. Bagaimana Gereja memperjuangkan keadilan?
  6. Jelaskan distingsi / pembedaan dari keadilan!
  7. Jelaskan Pola pendekatan yang terbaik bagi tegaknya keadilan!
  8. Mengapa pola proyek itu kita tolak?
  9. Mengapa pola karitatif tidak cukup di dalam menegakkan keadilan? Jelaskan!
  10. Sebut dan jelaskan landasan memperjuangkan keadilan!