Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Monday, July 20, 2026

LKS Agama Katolik X - SMA N 1 IMOGIRI

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Kelas X SMA Negeri 1 Imogiri

Penyusun: Rogatianus Slamet Widiantono


Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas rahmat-Nya sehingga Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini dapat disusun. LKS ini bertujuan membantu peserta didik Kelas X SMA Negeri 1 Imogiri memahami iman Katolik melalui kegiatan yang aktif, reflektif, dan kontekstual.

Pembelajaran dalam LKS ini mengajak peserta didik mengenal Allah, menghayati ajaran Yesus Kristus, mengembangkan karakter Kristiani, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.

Semoga LKS ini menjadi sarana pembentukan pribadi yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap sesama.


DAFTAR ISI

1. Identitasku sebagai Citra Allah

2. Keunikan Manusia

3. Kebebasan dan Tanggung Jawab

4. Hati Nurani

5. Dosa dan Pertobatan

6. Allah Menyelamatkan Manusia

7. Yesus Kristus Wujud Kasih Allah

8. Kerajaan Allah

9. Gereja sebagai Umat Allah

10. Sakramen dalam Kehidupan Gereja

11. Hidup Menggereja

12. Membangun Persaudaraan dan Toleransi


FORMAT LKS SETIAP BAB

A. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Memahami materi.

- Menghubungkan dengan kehidupan nyata.

- Menunjukkan sikap Kristiani.

B. Bacaan Kitab Suci

Disesuaikan dengan materi.

C. Materi Singkat

Ringkasan materi satu hingga dua halaman.

D. Aktivitas

- Diskusi kelompok

- Studi kasus

- Bermain peran

- Pengamatan lingkungan

- Presentasi

E. Refleksi

Contoh:

1. Apa yang saya pelajari hari ini?

2. Apa yang ingin saya ubah dalam hidup saya?

3. Bagaimana saya mewujudkan kasih Kristus minggu ini?

F. Latihan

Pilihan Ganda (5 soal)

Uraian (5 soal)

Proyek

Misalnya membuat poster, video pendek, atau laporan aksi nyata.



BAB 1
Identitasku sebagai Citra Allah

Bacaan Kitab Suci

Kejadian 1:26–27

Tujuan

Peserta didik memahami bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sehingga memiliki martabat yang luhur.

Materi Singkat

Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Karena itu setiap manusia memiliki martabat yang sama tanpa membedakan suku, agama, budaya, kemampuan, maupun keadaan ekonomi. Sebagai citra Allah, manusia dipanggil untuk mengasihi, menjaga ciptaan, dan menghormati sesama.

Aktivitas

Amati lingkungan sekolah.

Tuliskan:

- Tiga bentuk penghargaan terhadap martabat manusia.

- Tiga bentuk pelanggaran terhadap martabat manusia.

- Solusi yang dapat dilakukan sebagai pelajar.

Refleksi

"Apa yang akan saya lakukan agar teman-teman saya merasa dihargai?"

Evaluasi

Pilihan Ganda

1. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah terdapat dalam ....

2. Sebagai citra Allah manusia harus ....

3. Martabat manusia berarti ....

4. Sikap yang sesuai sebagai citra Allah adalah ....

5. Menghargai teman yang berbeda agama merupakan contoh ....

Uraian

1. Jelaskan arti manusia sebagai citra Allah.

2. Mengapa setiap manusia harus dihormati?

3. Bagaimana penerapannya di sekolah?

4. Sebutkan contoh tindakan kasih.

5. Tuliskan komitmenmu minggu ini.

Penilaian

- Sikap : 20%

- Pengetahuan : 40%

- Keterampilan : 40%

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih atas penyertaan-Mu dalam pembelajaran hari ini. Bantulah kami untuk semakin mengenal-Mu, mencintai-Mu, dan menghayati iman kami dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kami menjadi pribadi yang jujur, peduli, bertanggung jawab, serta mampu menjadi saksi kasih-Mu di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Amin.


BAB 2
Keunikan Manusia sebagai Anugerah Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa setiap manusia memiliki keunikan sebagai anugerah Allah yang harus disyukuri dan dikembangkan untuk kebaikan bersama.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan makna keunikan manusia.

2. Menghargai perbedaan sebagai kekayaan bersama.

3. Menunjukkan sikap saling menghormati.

4. Mengembangkan potensi diri secara bertanggung jawab.

Bacaan Kitab Suci

- Mazmur 139:13–16

- 1 Korintus 12:12–27

Materi Singkat

Allah menciptakan setiap manusia secara unik. Tidak ada seorang pun yang sama persis dengan orang lain. Perbedaan kemampuan, bakat, karakter, dan latar belakang merupakan anugerah yang saling melengkapi. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghargai keunikan diri sendiri dan orang lain serta menggunakan talenta yang dimiliki demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan sesama.

Aktivitas 1

Tuliskan:

- Lima kelebihan yang kamu miliki.

- Tiga hal yang masih perlu kamu kembangkan.

- Cara mengembangkan potensi tersebut.

Aktivitas 2 (Diskusi Kelompok)

Diskusikan pertanyaan berikut:

1. Mengapa perbedaan sering menimbulkan konflik?

2. Bagaimana Yesus mengajarkan kita menghargai perbedaan?

3. Apa yang dapat dilakukan agar kelas menjadi tempat yang nyaman bagi semua?

Refleksi

"Aku bersyukur karena Allah menciptakan aku secara istimewa. Aku juga mau menghargai setiap orang sebagai saudara."

Evaluasi

Pilihan Ganda

1. Keunikan manusia merupakan ....

2. Setiap orang memiliki ....

3. Perbedaan hendaknya ....

4. Talenta diberikan Allah untuk ....

5. Sikap yang benar terhadap teman yang berbeda adalah ....

Uraian

1. Jelaskan arti keunikan manusia.

2. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?

3. Bagaimana mengembangkan talenta?

4. Apa manfaat kerja sama dalam keberagaman?

5. Tuliskan komitmenmu minggu ini.

Proyek

Buat poster bertema "Aku Bersyukur atas Keunikanku" dan presentasikan di depan kelas.



BAB 3
Kebebasan dan Tanggung Jawab

Bacaan Kitab Suci

Galatia 5:13–14

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Menjelaskan arti kebebasan menurut iman Katolik.

- Menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab.

- Menghindari penyalahgunaan kebebasan.

Materi Singkat

Allah memberikan kebebasan kepada manusia agar mampu memilih yang baik. Kebebasan bukan berarti melakukan apa saja, tetapi menggunakan akal budi dan hati nurani untuk memilih tindakan yang membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebebasan selalu disertai tanggung jawab.

Aktivitas

Bacalah kasus berikut:

«Seorang siswa menyontek saat ujian karena takut nilainya jelek.»

Diskusikan:

1. Apakah tindakan itu merupakan penggunaan kebebasan yang benar?

2. Apa akibatnya?

3. Bagaimana seharusnya ia bertindak?

Refleksi

Bagaimana saya menggunakan kebebasan di sekolah, rumah, dan media sosial?

Evaluasi

- 5 soal pilihan ganda

- 5 soal uraian

- Studi kasus tentang penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.

Proyek

Buat video singkat berdurasi 2–3 menit bertema "Kebebasan yang Bertanggung Jawab".


BAB 4
Hati Nurani sebagai Suara Allah

Bacaan Kitab Suci

Roma 2:14–16

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

- Menjelaskan pengertian hati nurani.

- Membedakan yang baik dan yang buruk.

- Mengambil keputusan berdasarkan hati nurani yang benar.

Materi Singkat

Hati nurani adalah kemampuan batin yang membantu manusia membedakan yang baik dan yang jahat. Hati nurani perlu dibentuk melalui doa, pembelajaran Kitab Suci, ajaran Gereja, dan pengalaman hidup agar mampu menjadi pedoman dalam mengambil keputusan yang benar.

Aktivitas

Tuliskan tiga pengalaman ketika hati nurani membimbingmu untuk melakukan hal yang benar. Jelaskan hasilnya.

Refleksi

Apakah saya selalu mendengarkan suara hati yang mengajak kepada kebaikan?

Proyek

Susun jurnal refleksi selama satu minggu tentang keputusan-keputusan baik yang telah kamu ambil berdasarkan hati nurani.

Penilaian Bab 2–4

- Sikap: 20%

- Pengetahuan: 40%

- Keterampilan: 40%



BAB 5
Dosa dan Pertobatan

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami hakikat dosa, dampaknya terhadap relasi dengan Allah, sesama, dan diri sendiri, serta pentingnya pertobatan sebagai jalan kembali kepada Allah.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan pengertian dosa.

2. Membedakan dosa pribadi dan dosa sosial.

3. Menjelaskan makna pertobatan.

4. Menunjukkan sikap hidup yang mau berubah menjadi lebih baik.

Bacaan Kitab Suci

- Lukas 15:11–32 (Anak yang Hilang)

- Markus 1:15

Materi Singkat

Dosa adalah tindakan, perkataan, keinginan, atau kelalaian yang bertentangan dengan kehendak Allah. Dosa merusak hubungan manusia dengan Allah, sesama, alam ciptaan, dan dirinya sendiri. Allah tetap mengasihi manusia dan selalu membuka kesempatan untuk bertobat. Pertobatan bukan sekadar menyesali kesalahan, tetapi juga berani memperbaiki hidup melalui tindakan nyata.

Aktivitas

Bacalah perumpamaan Anak yang Hilang, kemudian diskusikan:

- Apa kesalahan anak bungsu?

- Mengapa ayah tetap menerimanya?

- Apa makna kisah ini bagi kehidupan remaja saat ini?

Refleksi

Kesalahan apa yang ingin saya perbaiki minggu ini? Langkah nyata apa yang akan saya lakukan?

Evaluasi

Pilihan Ganda (5 soal)

1. Pengertian dosa.

2. Contoh dosa terhadap sesama.

3. Arti pertobatan.

4. Sikap Allah terhadap orang berdosa.

5. Makna Sakramen Tobat.

Uraian (5 soal)

1. Jelaskan pengertian dosa.

2. Mengapa manusia perlu bertobat?

3. Sebutkan akibat dosa.

4. Bagaimana cara membangun hidup baru?

5. Tuliskan pengalaman mengampuni atau diampuni.

Proyek

Membuat poster bertema "Allah Selalu Mengampuni".


---


BAB 6
Allah Menyelamatkan Manusia

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami karya keselamatan Allah sejak Perjanjian Lama hingga dipenuhi dalam Yesus Kristus.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan rencana keselamatan Allah.

2. Mengidentifikasi tokoh-tokoh keselamatan dalam Kitab Suci.

3. Meneladani iman para tokoh tersebut.

Bacaan Kitab Suci

- Keluaran 14:21–31

- Yohanes 3:16

Materi Singkat

Sejak awal penciptaan, Allah mengasihi manusia. Walaupun manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak meninggalkan ciptaan-Nya. Melalui para nabi dan terutama melalui Yesus Kristus, Allah menghadirkan keselamatan bagi semua orang.

Aktivitas Kelompok

Buat peta konsep tentang perjalanan keselamatan Allah:

- Abraham

- Musa

- Para Nabi

- Yohanes Pembaptis

- Yesus Kristus

Refleksi

Bagaimana saya merasakan penyertaan Allah dalam hidup saya?

Proyek

Membuat garis waktu sejarah keselamatan dalam Kitab Suci.




BAB 7
Yesus Kristus Wujud Kehadiran Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah yang hadir untuk mewahyukan kasih dan keselamatan Allah kepada manusia.

Bacaan Kitab Suci

- Yohanes 14:6–11

- Matius 9:35–38

Materi Singkat

Dalam diri Yesus Kristus, Allah hadir di tengah manusia. Melalui perkataan, mukjizat, pelayanan, wafat, dan kebangkitan-Nya, Yesus memperlihatkan kasih Allah yang tanpa batas. Mengikuti Yesus berarti meneladani kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan pelayanan kepada sesama.

Aktivitas

Tuliskan lima tindakan Yesus yang menunjukkan kasih kepada manusia. Bagaimana tindakan tersebut dapat kamu teladani di sekolah?

Refleksi

Apa teladan Yesus yang paling ingin saya hidupi?

Evaluasi

- 5 soal pilihan ganda.

- 5 soal uraian.

- Analisis kisah Yesus menyembuhkan orang sakit.

Proyek

Membuat infografis berjudul "Mengenal Yesus Kristus".


Penilaian Bab 5–7

Sikap

- Kejujuran

- Tanggung jawab

- Kepedulian

- Disiplin

Pengetahuan

- Tes tertulis

- Tes lisan

- Kuis

Keterampilan

- Presentasi

- Poster

- Infografis

- Refleksi tertulis

- Proyek kelompok


BAB 8
Kerajaan Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami makna Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus serta mampu mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. Menjelaskan makna Kerajaan Allah.

2. Menyebutkan ciri-ciri Kerajaan Allah menurut ajaran Yesus.

3. Menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Bacaan Kitab Suci

- Markus 1:14–15

- Matius 13:31–33

- Lukas 17:20–21

Materi Singkat

Kerajaan Allah bukanlah sebuah wilayah atau kerajaan duniawi, melainkan kehadiran Allah yang membawa kasih, keadilan, damai sejahtera, pengampunan, dan keselamatan. Yesus mengajak setiap orang menjadi pelaku Kerajaan Allah melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivitas

Amati lingkungan sekolah.

Tuliskan:

- Tiga contoh sikap yang mencerminkan Kerajaan Allah.

- Tiga sikap yang bertentangan dengan Kerajaan Allah.

- Usulan tindakan untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Refleksi

Apa yang akan saya lakukan minggu ini agar orang lain merasakan kasih Allah melalui hidup saya?

Proyek

Menyusun aksi sosial kelas, misalnya mengumpulkan buku layak pakai, membantu teman yang membutuhkan, atau kegiatan peduli lingkungan.

 


BAB 9
Gereja sebagai Umat Allah

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami hakikat Gereja sebagai Umat Allah yang dipanggil untuk hidup dalam persekutuan, pelayanan, dan pewartaan.

Bacaan Kitab Suci

- Kisah Para Rasul 2:42–47

- 1 Korintus 12:12–27

Materi Singkat

Gereja bukan hanya bangunan, melainkan persekutuan umat beriman yang dipanggil untuk hidup dalam kasih Kristus. Setiap orang memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi demi membangun Gereja.

Aktivitas Kelompok

Diskusikan:

1. Apa arti menjadi anggota Gereja?

2. Bagaimana kaum muda dapat berperan aktif di Gereja?

3. Apa tantangan Gereja pada zaman digital?

Refleksi

Pelayanan apa yang ingin saya lakukan di lingkungan, stasi, atau paroki?

Proyek

Mewawancarai pengurus lingkungan, katekis, atau pengurus OMK mengenai pelayanan di Gereja, kemudian membuat laporan.


BAB 10
Sakramen dalam Kehidupan Gereja

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami makna tujuh sakramen sebagai tanda kehadiran dan rahmat Allah dalam kehidupan umat beriman.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 28:19–20

- Yohanes 20:22–23

Materi Singkat

Sakramen adalah tanda yang kelihatan dari rahmat Allah yang tidak kelihatan. Gereja memiliki tujuh sakramen:

1. Baptis

2. Krisma

3. Ekaristi

4. Tobat

5. Pengurapan Orang Sakit

6. Perkawinan

7. Imamat

Melalui sakramen, umat beriman dikuatkan untuk hidup sebagai murid Kristus.

Aktivitas

Buat tabel yang berisi:

- Nama sakramen

- Lambang

- Makna

- Buah sakramen

Refleksi

Sakramen apa yang sudah saya terima? Bagaimana sakramen tersebut membantu saya bertumbuh dalam iman?

Proyek

Membuat infografis tentang tujuh sakramen Gereja Katolik.



BAB 11
Hidup Menggereja

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 5:13–16

- Ibrani 10:24–25

Materi Singkat

Sebagai orang muda Katolik, peserta didik dipanggil untuk berpartisipasi dalam kehidupan Gereja melalui doa, liturgi, pelayanan, pendalaman Kitab Suci, kegiatan Orang Muda Katolik (OMK), dan aksi sosial.

Aktivitas

Buat jadwal keterlibatanmu selama satu bulan dalam kegiatan Gereja.

Proyek

Melaksanakan satu kegiatan pelayanan bersama teman sekelas, kemudian membuat laporan dan refleksi.



BAB 12
Membangun Persaudaraan dan Moderasi Beragama

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu membangun persaudaraan, menghargai keberagaman, dan menjadi pembawa damai dalam masyarakat majemuk.

Bacaan Kitab Suci

- Matius 22:37–39

- Yohanes 13:34–35

Materi Singkat

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghormati setiap orang tanpa membedakan agama, suku, budaya, ataupun status sosial. Moderasi beragama berarti menghayati iman dengan teguh sekaligus menghormati keyakinan orang lain serta bekerja sama demi kebaikan bersama.

Aktivitas

Diskusikan studi kasus:

Di sekolah akan diadakan bakti sosial yang melibatkan siswa dari berbagai agama. Bagaimana sikapmu agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan mencerminkan semangat persaudaraan?

Refleksi

Apa yang dapat saya lakukan untuk menjadi pembawa damai di sekolah, keluarga, dan masyarakat?


Proyek Akhir Semester

Secara berkelompok, rancang dan laksanakan proyek bertema "Iman yang Berbuah dalam Kasih", misalnya:

- Bakti sosial.

- Gerakan peduli lingkungan.

- Penggalangan buku atau pakaian layak pakai.

- Kunjungan kasih ke panti sosial atau panti jompo.

- Kampanye hidup rukun dan toleransi di sekolah.


Penilaian Akhir

Sikap (20%)

- Disiplin

- Kejujuran

- Kepedulian

- Tanggung jawab

- Kerja sama

Pengetahuan (40%)

- Tes tertulis

- Kuis

- Ulangan harian

- Penilaian akhir semester

Keterampilan (40%)

- Presentasi

- Diskusi

- Proyek

- Poster/Infografis

- Laporan refleksi

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas penyertaan-Mu selama kami belajar. Semoga kami semakin mengenal-Mu, mencintai-Mu, dan menghayati ajaran-Mu dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah kami pribadi yang beriman, berpengharapan, penuh kasih, serta mampu menjadi saksi-Mu di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Amin.

1 comment:

  1. maria graciosa anabel delya setyo
    mengikuti kegiatan rohani bersama teman teman beda sekolah, bermain sambil belajar

    ReplyDelete