Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Friday, August 30, 2019

MARTABAT DAN DERAJAT MANUSIA

KESEDERAJATAN UMAT MANUSIA
MARTABAT MANUSIA
Pada hakekatnya manusia memiliki martabat yang sama, namun sering sekali terjadi pelanggaran terhadap martabat manusia (Hak-hak Asasi Manusia – HAM), misalnya perbudakan, perdagangan manusia, penjajahan, pemiskinan, dan banyak kejadian lainnya.
Aku adalah Mahluk Istimewa
Kejadian 1: 27,
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Yeremia 1:5,
Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau.
Mazmur 8:5,
Engkau telah membuatnya (manusia) hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
1 Kor 6:19,
Tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah.
Konsekuensinya dari ayat-ayat kitab suci di atas adalah :
  1. Bagi sesama
  1. Menghargai semua orang sebagai makhuk istimewa, yang kudus dan mulia, yang memiliki martabat yang sama sepertiku.
  2. Karena itu mereka tidak boleh kurendahkan atau kuhina, atau kuabaikan. 
  1. Bagi diri sendiri :  
  1. Menjaga martabat dan kemuliaanku, mencintai diriku sendiri dengan cara merawat diri, belajar menjadi pribadi yang mandiri dan menjadi berarti bagi orang lain. 
  2. Hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan yang mengarahkan hidupku kepada kebaikan.
Struktur Dasar Manusia
Ketika proses penciptaan Adam, Allah membentuk raga / tubuhnya dari tanah. Setelah selesai, tubuh itu tidak dapat berbuat apa-apa seperti patung. Maka Allah menghembuskan Roh-Nya kepada patung manusia itu. Maka Adam pun HIDUP.
 
  1. Dengan BADAN / Materi : kita bisa berada, tahu tentang diri sendiri dan orang lain. Kita menjadi nyata / tampak.
  2. Roh dan Jiwa : membuat kita memiliki hidup/ dapat merasakan, berpikir dan bertindak sebagai manusia. 
Ketiga unsur ini membuat manusia lebih istimewa dan unik dari makhluk lain:
  1. Karena akal budi kita pun dapat memutuskan sesuatu lalu gembira atau menyesal karena keputusan itu.
  2. Manusia memiliki kesadaran moral: yaitu untuk memiliki keputusan yang BAIK atau tidak BAIK, yang BENAR atau SALAH, dan dia mengerti alasan keputusannya.
  3. Manusia bisa sadar akan dirinya, akan penciptanya, dan asal dan tujuan hidupnya. Manusia memiliki kemampuan untuk refleksikan sejarah/ pengalaman hidupnya.
Penyebab Pelanggaran HAM – perendahan martabat manusia.
  1. Masyarakat / budaya : ada masyarakat memiliki kasta, misalnya :
A.      Brahmana ( kaum pendeta dan para sarjana)
B.      Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan
C.      Kasta Waisya (pedagang, petani, pemilik tanah dan prajurit)
D.     Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar)

Sebenarnya kasta ini adalah untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat. Namun kasta juga dipakai untuk diskriminasi. Masyarakat dari kasta Sudra tidak boleh bergaul dengan golongan lain.
  1. Sosial/ Ekonomi : Taraf ekonomi dalam masyarakat sering kali dipakai untuk diskriminasi. Sering kali orang yang berkedudukan tinggi jabatannya lebih dihormati dari pada bawahannya. Demikianpun kaum kaya sering diutamakan dari masyarakat ekonomi kurang mampu. Masyrakat berekonomi lemah berusaha mendapatkan pekerjaan hanya untuk bisa makan dan hidup.
  2. Kekuasaan : Kekuasaan bisa berasal dari kemampuan ekonomi, pengetahuan atau jabatan dan kekuatan. Dalam hal orang yang menindas orang lain karena merasa diri punya kuasa yang lebih. Suami merasa lebih kuat dan berkuasa sehingga menindas istri. Istri merasa lebih berkuasa sehingga menindas pembantu.
  3. Pendidikan : Kurang pengetahuan dan tingkat pencapaian ijazah sekolah membuat seseorang memiliki kesempatan terbatas untuk masuk bidang pekerjaan. Maka ada golongan kerja pengambil kebijakan, ada golongan kerja pesuruh atau pelaksana. Penjajahan jaman dahulu juga terjadi karena alasan ini bahwa Negara yang lebih maju, lebih kuat dapat menjajah bangsa lain yang masih lemah pendidikan dan ketahanannya.
  4. Jenis Kelamin : Perempuan sering kali dianggap lebih tidak mampu, lemah dan berkompetensi rendah. Karena itu kesempatan mereka lebih terbatas, gaji merekapun kadang lebih rendah dari pada laki-laki.
  5. Usia : anak-anak dan remaja sering kali rentan terhadap tindakan kasar dari orang tua. Bahkan tenaga dan seluruh diri mereka sering pula dijual.
Tokoh-tokoh Pembela Hak Asasi Manusia
      
  • Uskup Oscar Romero di El-Savador, Amerika Selatan. Dia menentang penindasan yang dilakukan oleh pemerintah yang telah merampas hak-hak pemilu warga sipil, juga merampas hak mereka atas lahan yang menyebabkan bertambahnya kemiskinan. Di pihak yang sama dengannya, para geriliwan berperang melawan pasukan pemerintah. Peperangan itu menyebabkan berjatuhnya korban dari penduduk sipil, termasuk para pastor Jesuit. Romero lantas bersuara keras menentang kebiadapan itu. Tapi akhirnya dia tewas ditempak ketika sedang merayakan misa, Maret 1980.
 

  • Mahatma Gandhi :
    Dia adalah tokoh pejuang kemerdekaan India tanpa kekerasan. Dia memimpin rakyatnya untuk melawan kekuasaan Inggris dengan gerakan Ahimsa : Menolak berperang dengan mengangkat senjata. Mereka menghadapi pasukan Inggris yang bersenjata lengkap dengan tangan kosong, dan hanya siap untuk ditembak. Dia juga mengajak rakyatnya untuk tidak berkerja sama dengan Inggris atau menggunakan produk Inggris (Swadesi). Hasilnya, Inggris mundur karena tidak mampu bertindak melawan nurani, berperang dengan orang yang tidak mau berperang.
  • Mother Teresa:
    Dia adalah seorang biarawati Katolik yang khusus membaktikan diri kepada orang-orang miskin, terlantar di lorong-lorong kota Kalkuta India. Dia merawat mereka yang sakit sebenarnya tidak dipedulikan oleh masyarakat karena berasal dari kasta rendah. Dia membawa orang yang sedang sekarat agar bisa mati secara manusiawi, dia memelihara anak-anak yang telah dibuang oleh orang tuanya. Dia menolak aborsi, dan meminta calon bayi untuk dirawat. Dia menjadi mata teduh Allah bagi dunia abad ke 21 ini. Dia meninggal 5 September 1997
  • Alice Stroke Paul :
    perempuan muda ini memperjuangkan hak-hak politik perempuan di  Amerika. Dia berjuang dan bersuara lantang agar perempuan juga bisa memilih dipilih sebagai pemimpin dan pejabat politik. Perjuangannya tidak  mudah, dia akhirnya ditangkap dan dipenjara di penjara yang tidak manusiawi, tanpa penerangan, tanpa ventilasi udara yang memadai. Martin Luther King di Amerika, dia berjuang untuk kesamaan politik terhadap semua warga yang kulit putih dan kulit hitam. Dia adalah seorang orator hebat yang mempromosikan kesamaan hak-hak warga kulit hitam. Karena perjuangan-nya ini dia akhirnya dibunuh usai berpidato.
  • Di Indonesia kita mengenal R.A Kartini yang memiliki pemikiran futuristic tentang kesamaan gender.
    Dengan caranya sendiri menolak tradisi pryai Jawa yang terlalu kuat. Dia tidak mau orang-orang tua berlutut sujud kepadanya hanya karena dia adalah Raden, anak bupati. Cita-citanya tinggi ingin memerdekakan Indonesia, memajukan pendidikan pribumi, terutama para perempuan. Ada pula Munir Said Thalib, yang berjuang mencari keadilan bagi anak-anak muda yang diculik lalu hilang sampai saat ini oleh rezim penguasa dalam proses awal reformasi politik 1996/1997. Munir mati setelah diracuni dalam pesawat menuju Belanda.

SUARA HATI

Suara hati adalah kesadaran moral dalam situasi konkrit atau hidup sehari-hari. 
Kesadaran moral maksudnya kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Suara Hati juga disebut sebagai corong Allah, dan tempat seseorang berdiam diri bersama Allah 
(Gaudium Et Spes art. 16). 
Itu sebabnya suara hati sering disebut : Nur-ani / sanubari = cahaya paling dalam.

Sifat-sifat suara hati :
  1. Objektif dan jujur : suara hati selalu jujur. Jika kita merasa sakit dan sedih suara hati membuat suasana hati kita sakit dan sedih. Jika merasa manis, suara hati memberitahukan bahwa itu manis. Suara hati melihat apa adanya sesuatu (objek) maka disebut objektif.
  2. Normative : suara hati merupakan cerminan dari norma-norma yang ada di masyarakat sekitar. Suara hati benar bila mengikuti norma dan salah bila melanggar norma. Misalnya, suara hati hati kita akan melarang kita untuk kencing di pinggir jalan sebab menurut pandangan masyarakat itu tidak sopan, dan suara hati akan malu bila kita melakukannya. Agama punya aturan untuk menghormati orang tua, dan suara hati kita selalu menyuruh kita untuk melakukan hal tersebut.
  3. Tulus dan tanpa pamrih : suara hati pada dasarnya tidak harapkan imbalan dari perbuatan kita.
Proses terbentuknya Suara Hati.
Suara hati adalah alat komunikasi dari Allah kepada tiap pribadi manusia. Melalui suara hatinya Allah membimbing tiap pribadi untuk hanya melakukan perbuat baik dan benar dan terbaik / terbenar. Maka suara hati adalah pedoman atau norma untuk menilai setiap tindakan manusia.
Awalnya orang tua, masyarakat, teman, sekolah, Negara, agama, dan pengalaman hidup memasukan banyak program ke dalam benak kita. Mereka menginstal hal-hal baik dan positif, lalu menurut akal budi dan pengalaman kita sendiri program-program ternyata baik, maka diterima dan disimpan dan lalu membentuk SUARA hati. 
Maka selanjutnya ketika kita melakukan hal yang sesuai dengan data yang telah tersimpan itu, maka suara hati akan menerima. Namun jika sebaliknya, suara hati akan menolak, membuat kita merasa tidak nyaman. Misalnya, seorang anak yang selalu diajari untuk berdoa dan kegereja tiap Minggu, akan merasa tidak nyaman dan ragu bila ada teman yang mengajak ke tempat lain pada hari Minggu.

Fungsi dan Cara Kerja Suara Hati :
  • Indeks - Petunjuk / Guru : memberi petunjuk atau pengetahuan keputusan-keputusan yang akan dipilih dan resiko-resiko yang bakal terjadi. Guru ini memberikan pengetahuan tentang fakta yang sedang dihadapi.
  • Fudex - Hakim - memutuskan : Setelah data yang butuhkan lengkap, atau masih ambigu, Hakim lalu memutuskan salah satu dari pilihan-pilihan yang ada.
  • Vindex - Juri - Penghukum : Setelah diputuskan, suara hati menilai keputusan tersebut. Jika keputusan itu sesuai / benar sesuai dengan norma yang telah terinstal maka dia akan memberikan rasa bangga, gembira, damai atau sukacita. Jika sebaliknya, suara hati membuat kita tidak nyaman, takut, menyesal atau bersedih.
Suara Hati Suara Tuhan?
Apakah suara hati suara Tuhan? Namun mengapa kita sering keliru memutuskan sesuatu, padahal Tuhan tidak pernah keliru. Dalam keadaan asali-nya suara hati adalah suara Tuhan, atau alat untuk Tuhan bersuara. Namun dalam pertumbuhan kita sebagai manusia, alat ini sering dikotori oleh pengaruh lain dan kita setuju pula untuk menyimpannya dalam hati.
Keputusan yang salah bisa membahayakan martabat kita sebagai manusia.

Hukum Allah dan Hukum dosa
Roma 7: 14 - 26

  • Hukum Allah : selalu menyuruh dan mengarahkan pribadi untuk melakukan hal-hal yang baik.
  • Hukum Dosa : hukum menawan anggota tubuh untuk melakukan kejahatan.
Penyebab Suara Hati bisa Keliru 
Gaudium et Spes artikel 16 : Karena ketidaktahuan yang tidak teratasi. Ini tidak mengurangi martabatnya sebagai manusia.
Mengambil keputusan tergesa-gesa, dalam keadaan emosi yang belum stabil. Keputusan dalam situasi ini dapat saja membahayakan martabat manusia.
Terbiasa menolak suara hati yang baik dan menganggap biasa pada kejahatan. Keputusan dalam situasi ini adalah keputusan yang merendahkan martabat manusia.
Maka dari tiga penyebab di atas kita bisa mengenal tingkatan kesalahan keputusan suara hati :
No. 1 : tidak tahu apa yang diputuskan, 

No. 2 : darurat, harus memutuskan sekarang, 
No.3 : Tahu dan tetap melakukan, bahkan terecana.

Membina Suara Hati

  1. Memperluas wawasan pengetahuan dan kebijaksanaan dengan cara belajar, mendengar pendapat orang tua yang berpengalaman, membaca / mendengar berita.
  2. Memiliki banyak waktu tenang, berdoa, merenung, retreat, atau membaca kitab suci.
  3. Setiap pada hal-hal yang baik dan positif walau kadang sulit dan menyakitkan. Segera menghentikan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan norma umum. Lalu menginstal ulang suara hati / akal budi dengan perbuatan-perbuatan baik.
Manusia adalah makhluk otonom.
Kebebasan bisa berarti bebas dari berbagai pengaruh dari luar berupa ancaman, tekanan, rangsangan dan lain sebagaianya. Kebebasan juga bisa berarti bebas untuk bertindak berdasarkan dorongan dari dalam hatinya dan kesadarannya sebagai manusia.
Karena akal budi dan perasaannya, manusia otomatis memiliki KEBEBASAN. Karena kebebasannya ini tiap pribadi menjadi otonom – mandiri, menjadi panglima atas dirinya sendiri. Dia bebas menentukan arah hidupnya sendiri. Namun juga mesti bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Maka kebebasan harus selaras dengan hukum moral di dalam suara hatinya dan norma-norma umum masyarakat. Tidak ada kebebasan mutlak, itu memang takdirnya. Tiap pribadi hanya bisa lahir di suatu tempat, dari orang yang satu, dan hanya bisa berada di satu tempat.
Kebebasan baru benar-benar bebas ketika seseorang mengikuti aturan hukum moral dalam hatinya dan norma umum dalam masyarakat. 

Maka kata St. Paulus : “Jagalah supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.” 
(1 Korintus 8:1-13)
Batas dari kebebasan diri adalah hukum moral. Batasan kebebasan dalam masyarakat adalah kebebasan sesama atau norma masyarakat.

Seberapapun kebebasan tiap orang mestilah ingat untuk bertindak sebagai manusia yang mulia dan terhormat, manusia yang di dalamnya Roh Kudus tinggal.

Kebebasan sejati menurut Gaudium et Spest artikel 17 adalah ketika manusia bertindak secara mulia sebagai gambar Allah dalam dirinya.

KRITIS terhadap IDEOLOGI

  1. Liberalisme : Kebebasan adalah nilai politik yang paling utama. Bercita-cita membentuk masyarakat yang bebas, berpikir, bertukar gagasan, sistemp pemerintah yang transparan, ekonomo pasar yang mendukung usaha pribadi yang relative bebas.
  2. Kapitalisme : system dikuasai oleh kaum pemilik modal. Mengutamakan pengumpulan kekayaan. Seringkali kesejahteraan kaum pekerja diabaikan.
  3. Komunisme : (bertentangan dengan prinsip-prinsip liberalism dan mengkeritik kapitalisme). Bercita-cita agar masyarakat berada pada suatu sistem bahwa setiap anggota masyarakat dapat memeperoleh hasil sesuai kebutuhan. Maka ada pembatasan hak milik demi kesetaraan dan keadilan sosial. Pencetusnya Karl Marx dan Friedrich Engels. Menurut paham ini, kaum buruh adan pekerja adalah juga pemilik usaha, pemilik / subjek produksi bukan alat produksi.
  4. Sosialisme : muncul untuk mengeritik dan menggantikan paham kapitalis. Muncul di pertengahan abad 19 dan awal abad 20. Bercita-cita membentuk suatu masyarakat yang egaliter – artinya memiliki kesamaan drajat. Politik seharusnya melayani masyarakat banyak bukan berpihak kepada kaum pemilik modal.
  5. Demokrasi : Paham politik yang bercita-cita mewujudkan kedaulatan rakyat atas Negara. Menolak system komunis yang dictator, menolak liberalisme yang terlampau bebas. Wujudnya adlaah trias politika: - eksekutif (presiden), yudikatif (hukum) dan legistatif (perwakilan rakyat). Ketiga lembaga Negara yang saling control untuk mencapai kesejateraan rakyat banyak.
  6. Neo-Liberalisme : fokus pada perdagangan bebas, agar setiap Negara dapat memperoleh keuntungan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.
  7. Fundamentalisme : Pandangan yang hendak mengembalikan system pada keadaan asli sedia kala. Memperkenalkan kembali hukum-hukum tua dan lama, yang keras dan kasar karena menganggap itu lebih bisa menata masyarakat. Ini biasanya terjadi karena ketidak-puasan system yang sedang berjalan. Biasanya dikaitkan dengan ajaran agama, sebagai ajaran yang paling tua.
  8. Pluralisme : pemikiran atau paham yang memandang dan menjunjungi tinggi nilai-nilai keberagaman agar dapat hidup bersama meski berbeda-beda. Paham ini menghormati dan menghargai perbedaan. Ini adalah salah satu ciri masyarakat modern.
  9. Materialisme : Paham yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan ini pada intinya adalah materi. Sesuatu diakui keber-ada-annya karena materi. Paham ini menghasilkan sifat materialistic, yakni pengakuan akan keber-ada-an seseorang menurut materi yang dimilikinya. Seseorang merasa akan diakui bila materinya banyak.
  10. Hedonisme : Paham yang hanya mengejar kesenangan atau kenikmatan materi. Tujuan hidup adalah mencapai kesenangan. Hidup harus dinikmati. Bila bisa dihindari, perjuangan, kepahitan, kesakitan seharusnya dihindari.
  11. Konsumerisme : Paham yang memandang materi dan hedonis sebagai sesuatu yang patut dinikmati. Konsumeris adalah memakai materi sebanyak-banyaknya untuk memuaskan keinginan/ nafsu bukan karena sungguh dibutuhkan.
  12. Induvidualisme : Paham yang memandang pentingan pribadi di atas segalanya. Hak-hak pribadi tidak boleh diabaikan atau dikorbankan karena kepentingan umum. Semua orang harus bisa berjuang sendiri untuk mencapai kesejahteraan, tidak perlu dibantu.
Paham-paham Ideologi Pada Jaman Yesus Kristus :  
Kaum Farisi : 
  • Dikenal saleh, berusaha menerima dan menjalankan hukum lisan maupun tertulis dengan sangat teliti sebagai suatu kewajiban. Maka mereka mengecam Yesus yang sering melanggar hari Sabat dan bergaul dengan pada pendosa.
 Kaum Saduki : 
  • Orang-orang berpendidikan, mengutamakan kekuatan akal budi. Memiliki pengaruhi politik yang kuat, dapat mempengerahui Imam Agung, Kaum Bangsawan, dan golongan konservatif. Mereka menolak tradisi lisan, tidak percaya pada kebangkitan badan dan malaikat.
 Kaum Zelot : 
  • Para pejuang kemerdekaan Yahudi atas penjajahan Romawi. Melihat Mesias sebagai pemimpin perang dan pemimpin bangsa. Perjuangan mereka telah dimulai sejak awal abad pertama Masehi hingga sekitar tahun 70 M, dengan kehancuran Yerusalem.
 Kaum Eseni : 
  • Kelompok para pertapa dan pendoa. Mereka memisahkan diri dari keramaian. Mereka menjalankan hukum taurat dengan ketat untuk kelompok mereka sendiri. Selalu hidup dalam komunitas, tanpa harta kekayaan pribadi, sebagian memilih untuk tidak menikah.

Bersikap Kritis :
  1. Mengetahui semua ideology yang ditawarkan, mengritisinya dengan tidak serta merta menerimanya.
  2. Tidak lagi memandang hanya pada diri sendiri atau kelompok sendiri saja, melainkan kepentingan sesama yang lebih luas. Apakah ideology itu dapat membantu orang lain ke arah yang lebih baik.
  3. Membuka perhatian yang lebih sempurna yakni ke arah Allah sendiri.

BUNDA MARIA

Bunda Maria adalah wanita pilihan Tuhan untuk menjadi bunda Yesus Kristus yang juga merupakan tunangan Yusuf. Maria bertempat tinggal di Nazareth di Galilea, kemungkinan bersama dengan kedua orang tuanya, dan sementara itu telah dipertunangkan dengan Yusuf dari Keluarga Daud. Menurut sumber-sumber non-kanonik orang tua-Nya bernama Yoakhim dan Anna (Hanna). dan sebuah catatan Talmud mengatakan bahwa ayah-Nya bernama Eli atau Heli, yang disebutkan dalam sisilah menurut Lukas. Maria yang merupakan perawan, pada saat itu menerima kabar dari Malaikat Gabriel, utusan Allah, bahwa Ia akan mengandung Yesus, anak dari Allah yang hidup di dunia, melalui muzizat dari Roh Kudus. Karena Lukas 1:48 ("mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia"), Maria banyak diagungkan di kalangan orang Kristen, khususnya di lingkungan Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks. Bidang teologi Kristen yang berhubungan dengannya disebutMariologi. Pesta kelahiran Maria dirayakan di kalangan Gereja Ortodoks, Katolik Roma, dan Anglikan pada 8 September. Gereja Ortodoks dan Katolik Roma juga mempunyai banyak hari perayaan lainnya untuk menghormati Maria.

Di antara semua ciptaan Allah, Maria adalah ciptaan yang paling sempuna. Ia dilindungi secara khusus oleh Allah, sehingga ia tanpa noda sedikit pun sejak dari dalam kandungan. Ia tetap Perawan (Dogma 1854). Kesucian Maria jauh melebihi para rasul dan para kudus dalam Gereja dan ciptaan lain. Tentang kesucian dan kesempunaan Maria konsili Vatikan II mengatakan : “Berkat rahmat Allah, Maria sesudah Putera lebih dimuliakan dari semua malaikat dan manusia sebagai Bunda Allah yang mahasuci” (LG. 66).Walaupun Kitab Suci tidak menemukan teks bahwa Maria pergi mewartakan Injil, namun ia lebih suci dari Rasul Petrus atau Rasul Agung Santo Paulus. Namun, perlu diingat bagaimana pun sucinya Maria, ia tidak dapat dibandingkan dengan Yesus sebagai Tuhan. Justru kesucian dan kesempunaan Maria diperolehnya melalui Yesus.Akan tetapi tanpa kesucian atau lebih tepat, tanpa Allah mempersiapkan Maria secara khusus, bagaimana mungkin Yesus Putera Allah dapat lahir dari seorang pendosa? Maria dirahmati secara khusus oleh Allah, sehingga ia layak menjadi Ibu Tuhah.

GELAR-GELAR YANG DIDAPAT MARIA
Maria mendapat gelar yang lazim, yaitu Perawan Terberkati Maria atau Bunda kita (Notre Dame, Nuestra Señora, Madonna). dan Maria biasanya disebut Theotokos, oleh Gereja Ortodoks dan tradisi-tradisi timur dalam Gereja. Gelar bagi Maria ini diakui dalam Konsili Ekumenis III di Efesus pada tahun 431. Theotokos sering diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai "Bunda Allah," atau lebih harafiah lagi "Yang Melahirkan Allah." Makna Teologis yang terkandung dalam gelar ini adalah bahwa putera Maria, Yesus, adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, dan bahwa dua sifat Yesus (Illahi dan insani) dipersatukan dalam satu Pribadi tunggal.

CATATAN SEJARAH
Maria dan Perjanjian Baru
Menurut Perjanjian Baru, Dia adalah kerabat atau sahabat Elizabeth, istri imam Zakaria golongan imam Abia, dan juga keturunan Harun.

MANGAPA ORANG KATOLIK MENGHORMATI BUNDA MARIA?
Ada pemahaman yang keliru mengenai ibadat atau devosi yang dilakukan orang katolik terhadap Bunda Maria.Ada pihak-pihak tertentu yang menuduh orang katolik menyembah Bunda Maria.Tentu saja tuduhan seperti itu tidak benar, karena Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan tentang penyembahan kepada Maria. Orang Katolik sama sekali tidak menyembahMaria tetapi menghormatinya !!!Bagaimanapun tingginya derajat Maria, ia tetaplah ciptaan sama seperti kita, dan suatu ciptaan tidak dapat disembah. Tuhan sajalah yang patut kita sembah. (bdk. Mrk 4:10) Gereja Katolik hanya mengajarkan penghormatan kepada Maria yang merupakan contoh ciptaan Allah yang sempurna, yang patut diteladani kaum beriman, karena peranannya dalam sejarah keselamatan.Jika orang katolik melakukan penyembahan terhadap Maria, itu adalah suatu penyimpangan ajaran Gereja dan merupakan dosa.

Dasar penghormatan Gereja Katolik terhadap Bunda Maria sangat Alkitabiah. Hal itu dijumpai ketika Malaikat Gabriel yang diutus Allah, yang merupakan juru bicara Allah datang kepada Maria, dan menyampaikan kabar, bahwa ia (Maria) akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika Malaikat Gabriel bertemu dengan Maria, ia menyapa Maria dengan suatu sapaan yang begitu hormat: “Salam hai Engkau yang dikaruniai.”(Luk. 1:28) Sapaan ini adalah suatu tanda penghormatan yang istimewa dari Allah terhadap Bunda Maria.Meskipun perkataan itu keluar dari mulut Malaikat Gabriel, tetapi sesungguhnya sapaan ini adalah sapaan Allah sendiri, yang diucapkan-Nya melalui utusan-Nya. Sapaan tersebut menunjukan bahwa Allah begitu menghormati ciptaan-Nya ini.

NATAL

Pengertian
Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

Sejarah

Kisah Natal berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat memunculkan diri kepada para gembala di luar kotaBetlehem dan mengabari mereka tentang lahirnya Yesus. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.

Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun 300-an Masehi agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.

Di tahun 1100 Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa Reformasi, suatu gerakan keagamaan pada tahun 1500-an . Gerakan ini melahirkan agama Protestan. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun 1600-an, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di Inggris dan banyak koloni Inggris di Amerika. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.

Pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai bisnis.

Asal Kata
Dalam bahasa Inggris, kata Christmas (Hari Natal) dipastikan berasal dari kata Cristes maesse, frasa dalam bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kadang-kadang kata Christmas disingkat menjadi Xmas. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus (Christos). Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. Tradisi Natal diawali oleh Gereja Kristen terdahulu untuk memperingati sukacita kehadiran Juru Selamat "Mesias" di dunia. Sampai hari ini, Hari Raya Natal adalah hari raya umat Kristen di dunia untuk memperingati hari kelahiran "Raja Damai" Yesus Kristus. Secara tarikh, tidak ada tanggal berapa tepatnya hari lahir Kristus, namun kalender masehi telah menetapkan tanggal memperingati/merayakan Hari Natal pada tanggal 25 Desember. Pada hari itu, gereja kemudian mengadakan ibadah perayaan keagamaan khusus. Selama masa Natal, umat Kristen mengekspresikan cinta-kasih dan sukacita mereka dengan bertukar kado dan menghiasi rumah mereka dengan daun holly, mistletoe dan pohon Natal.

Perayaan

Kata adven berarti datang, di mana masa-masa menyambut kedatangan 'Mesias' Yesus Kristus ke dunia. Ragam tradisi merayakan masa Adven. Untuk kebanyakan umat Kristiani, masa Adven memuncak pada malam sebelum Natal (Malam Natal), tanggal 24 Desember. Gereja-gereja dihiasi dengan lilin, lampu, dan daun-daunan hijau dan bungapointsettia.

Kalender masehi menetapkan 25 Desember sebagai hari raya keagamaan Kristen maupun Katholik, maka hari tersebut ditetapkan sebagai hari libur resmi. Namun umat Kristen masa kini, merayakan Natal dengan berakjak dari sisi esensinya, yaitu merayakan "Anugrah" terbesar yang Allah sediakan, yaitu datangnya "Juru Selamat" sang Raja Damai ke dalam dunia. Mitos maupun dongeng-dongeng atau sejarah bukanlah esensi Natal. Karena sejarah akan selalu membuahkan polemik maupun pro-kontra. Bersyukur atas anugrah dan meneladani Yesus sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup.

Dalam Tradisi Amerika

Tukar menukar kado, mengirim kartu ucapan
Aktivitas ini menjadi populer sejak tahun 1800-an. Lagu-lagu Natal, yang disebut carol, dinyanyikan dan diperdengarkan selama masa liburan. Menjadi populer sejak tahun 1800-an. Menghias rumah. Kebanyakan orang Amerika menghias pohon Natal, yaitu pohon cemara atau pohon buatan, di rumah-rumah mereka. Lampu-lampu dan lingkaran daun-daunan dari pohon empat musim, mistletoe dan ucapan Selamat Natal diletakkan di dalam dan di luar banyak rumah. Menjadi populer sejak tahun 1800-an.

Makan Malam Natal
Seringkali dengan kalkun. Selain itu, banyak yang mengadakan pesta perjamuan persis sebelum dan sesudah Natal. 


Santa Claus 
Umat Katholik memiliki legenda tentang Santa Claus, seorang bernama Santo Nikolas, kemudian menjadi legenda sebagai Bapa Natal yang suka memberi hadiah kepada anak-anak. Santa Claus adalah tokoh mitos yang dikatakan tinggal di Kutub Utara, di mana dia membuat mainan sepanjang tahun.

Amal
Saat ini, momen Natal juga untuk mewujudkan cinta-kasih dan amal pemberian. Pemberian sumbangan khusus bagi ke rumah sakit dan panti asuhan atau dibuat dana khusus untuk membantu mereka yang membutuhkan. Di Indonesia sendiri, momen Natal juga menjadi berkah, di mana para Narapidana mendapatkan potongan hukuman atau remsi. Bahkan konon, pada saat Hari Raya Natal, pertempuran juga dihentikan.

KITAB SUCI KITA

Pengertian Kitab Suci
Kitab Suci biasanya disebut juga Alkitab. 
Istilah Alkitab lebih akrab di hati umatk Katolik. 

Suci berarti Allah dan sabda-sabda-Nya yang suci. 
Kitab berarti buku yang merangkum dan mencangkup sabda-Nya. 

Sedangkan istilah Alkitab, 
berasal dari bahasa Arab yang artrinya sang kitab, yang lebih akrab di hati umat Protestan. 

Kitab Suci merupakan kumpulan buku yang ditulis oleh penulis manusia dengan ilham dari Allah. Buku-buku tersebut berisi tulisan tentang wahyu Tuhan dan rencana keselamatan umat manusia.
Jumlah kitab dalam suatu Kitab Suci menurut Gereja Katolik ada 72 atau 73, dan tergantung dari cara kita menghitungnya.

73 kitab itu terdiri dari 46 kitab perjanjian lama dan 27 kitab perjanjian baru. 

Namun, karena Konsili Trente (tahun 1545-1563) menghitung Kitab Ratapan sebagai bagian dari Kitab nabi Yeremia, maka jumlah kitab menjadi 72 saja.
Kitab-kitab dalam Kitab Suci ditulis dalam beberapa bentuk literatur yang berbeda. 
Penting bagi kita mengenali bentuk-bentuk literatur yang berbeda tersebut ketika membaca Kitab Suci, sama halnya penting bagi kita mengenali bentuk-bentuk tulisan yang berbeda dalam suatu surat kabar. 

Misalnya, ketika membaca surat kabar kita harus tahu apakah kita sedang membaca bagian editorial, atau berita, atau iklan.

Pengertian Perjanjian Lama
perjanjian lama atau yang diesbut juga kitab- kitab Yahudi merupakan tulisan mengenai hubungan Tuhan dengan bangsa terpilih, yaitu bangsa Israel. Kitab ini ditulis sekitar 900SM - 160SM.

Dari 46 kitab perjanjian lama itu terdiri dari : 
  • 5 Kitab Pentateukh, 
  • 16 Kitab Sejarah, 
  • 7 Kitab Puitis dan Hikmat, serta 
  • 18 Kitab Para Nabi.
5 kitab Pentateukh terbagi menjadi:
  1. kejadian (Kej)
  2. Keluaran (Kel)
  3. Imamat (Im)
  4. Bilangan (Bil)
  5. Ulangan (Ul)

16 Kitab sejarah :
  1. Yosua (Yos)
  2. Hakim-hakim (Hak)
  3. Rut (Rut)
  4. 1 Samuel (1 Sam)
  5. 2 Samuel (2 Sam)
  6. 1 Raja-raja (1 Raj)
  7. 2 Raja-raja (2 Raj)
  8. 1 Tawarikh (1 Taw)
  9. 2 Tawarikh (2 Taw)
  10. Ezra (Ezr)
  11. Nehemia (Neh)
  12. Tobit (Tob)
  13. Yudit (Ydt)
  14. Ester (Est)
  15. 1 Makabe (1 Mak)
  16. 2 Makabe (2 Mak)


 7 Kitab Puitis dan Hikmat :
  1. Ayub (Ayb)
  2. Mazmur (Mzm)
  3. Amsal (Ams)
  4. Pengkotbah (Pkh)
  5. Kidung Agung (Kid)
  6. Kebijaksanaan Salomo (Keb)
  7. Putera Sirakh (Sir)

18 Kitab Para Nabi :
  1. Yesaya (Yes)
  2. Yeremia (Yer)
  3. Ratapan (Rat)
  4. Barukh (Bar)
  5. Yehezkiel (Yeh)
  6. Daniel (Dan)
  7. Hosea (Hos)
  8. Yoel (Yl)
  9. Amos (Am)
  10. Obaja (Ob)
  11. Yunus (Yun)
  12. Mikha (Mi)
  13. Nahum (Nah)
  14. Habakuk (Hab)
  15. Zefanya (Zef)
  16. Hagai (Hag)
  17. Zakharia (Za)
  18. Maleakhi (Mal)

Pengertian Perjanjian Baru
Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab 
yang semuanya ditulis dalam bahasa Yunani
antara tahun 50 M hingga 140 M. 
Perjanjian Baru meliputi 
  • Injil, 
  • Kisah Para Rasul, 
  • Epistula atau 
  • Surat-surat dan 
  • Kitab Wahyu.

Tema inti Perjanjian Baru adalah :
  • pribadi-Nya
  • pesan-Nya
  • sengsara-Nya
  • wafat serta kebangkitan-Nya
  • identitas-Nya sebagai Mesias yang dijanjikan
  • hubungan-Nya dengan kita sebagai Tuhan dan saudara.
4 Injil :
  1. Matius (Mat)
  2. Markus (Mrk)
  3. Lukas (Luk)
  4. Yohanes (Yoh)

Thursday, August 29, 2019

KI dan KD - Kls 9


KELAS IX (SEMBILAN)
KOMPETENSI RELIGIUS
KOMPETENSI SOSIAL
1.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
1.1.   Beriman pada Allah yang menyelamatkan semua orang,yang ditanggapi dengan beriman  dan beragama
1.2.   Bersyukur atas Gereja Katolik sebagai persekutuan dalam mewujudkan praktek hidup beriman kristiani.
1.3.   Bersyukur atas  hak dan kewajiban sebagai umat beriman kristiani
1.4.   Bersyukur atas  pelbagai bentuk pelayanan Gereja di tengah masyarakat.
1.5.   Bersyukur atas keluhuran  martabat hidup manusia
1.6.   Beriman pada Allah yang mengajarkan kejujuran dan keadilan
1.7.   Bersyukur atas  keutuhan alam ciptaan
1.8.   Bersyukur atas  persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain
1.9.   Bersyukur atas kesempatan untuk meraih cita-cita
1.10. Bersyukur atas Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat

2.1.   Disiplin menjalankan hidup beriman dan beragama sebagai tangggapan atas iman akan Allah yang menyelamatkan semua orang.
2.2.   Bertanggung jawab dalam praktik hidup beriman kristiani.
2.3.   Bertanggung jawab dalam melaksanakan hak dan kewajiban sebagai umat beriman kristiani
2.4.   Peduli dalam kehidupan di tengah masyarakat
2.5.   Peduli terhadap martabat luhur hidup manusia.
2.6.   Jujur dan adil dalam bertindak
2.7.   Bertanggung jawab untuk memelihara keutuhan alam ciptaan.
2.8.   Toleransi terhadap penganut agama dan kepercayaan lain
2.9.   Percaya diri dalam upaya meraihcita-cita
2.10. Peduli pada Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat sebagai panggilan hidup




KOMPETENSI PENGETAHUAN
KOMPETENSI KETRAMPILAN
3.    Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4.    Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
3.1.   Memahami tentang Allah yang senantiasa berusaha menyelamatkan semua orang, yang ditanggapi dengan beriman dan beragama
3.2.   Memahami praktik hidup beriman kristiani dalam Gereja Katolik.
3.3.   Memahami  ajaran Gereja dan Kitab Suci tentang hak dan kewajiban umat beriman kristiani
3.4.   Memahami latarbelakang dan tujuan, serta pelbagai bentuk pelayanan Gereja di tengah masyarakat
3.5.   Memahami sikap dan pandangan Gereja tentang keluhuran  martabat hidup manusia
3.6.   Memahami ajaran Gereja tentang kejujuran dan keadilan
3.7.   Memahami sikap dan pandangan Gereja atas berbagai keprihatinan tentang keutuhan alam ciptaan dan usaha yang dilakukan.
3.8.   Memahami  ajaran Gereja tentang persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain
3.9.   Memahami pandangan masyarakat dan Gereja tentang pentingnya cita-cita.
3.10. Memahami Sakramen Perkawinan dan Sakramen imamat sebagai panggilan hidup

4.1.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/menulis refleksi/ membuat slogan/ membuat kliping) yang berkaitan dengan beragama dan beriman.
4.2.   Melakukan aktivitas (misalnya mengucapkan doa syahadat/menuliskan refleksi/ menyusun doa/ mengikuti kegiatan di lingkungan) yang berkaitan dengan praktik hidup beriman kristiani.
4.3.   Melakukan aktivitas (misalnya membuat jurnal/ menuliskan refleksi/ merencanakan kegiatan) yang berkaitan dengan kegiatan dalam hidup menggereja.
4.4.   Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan kembali/ malakukan wawancara/ menulis refleksi/ membuat kliping) yang berkaitan tokoh katolik yang terlibat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
4.5.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/menuliskan refleksi/ membuat slogan/ membuat aksi) yang berkaitan dengan martabat luhur hidup manusia.
4.6.   Melakukan aktivitas (misalnya membuat motto/ menuliskan refleksi/ menyusun doa/membuat kliping) yang berkaitan dengan kejujuran dan keadilan.
4.7.   Melakukan aktivitas (misaalnya menanam pohon/ membuat biopori/ membuat motto/ menuliskan refleksi) yang berkaitan dengan keutuhan alam ciptaan.
4.8.   Melakukan aktivitas ( misalnya berkunjung ke rumah ibadah agama lain/ menuliskan refleksi/ melakukan wawancara pada tokoh agama) yang berkaitan dengan persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan  lain
4.9.   Melakukan aktivitas (misalnya merencanakan masa depan/ menuliskan refleksi/ menyusun doa) yang berkaitan dengan upaya meraih cita-cita
4.10. Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa untuk imam/ menuliskan refleksi/ melakukan wawancara) yang berkaitan dengan sakramen perkawinan dan sakramen imamat.