Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Thursday, August 29, 2019

KI DAN KD - KLS 7


KELAS VII
KOMPETENSI  RELIGIUS
KOMPETENSI SOSIAL
1.   Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
1.1.   Bersyukur karena dirinya diciptakan  sebagai citra Allah.
1.2.   Bersyukur kepada Allah atas kemampuan dan keterbatasan yang dimilikinya
1.3.   Bersyukur atas dirinya telah diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan yang sederajat
1.4.   Bersyukur atas anugerah  seksualitas demi kehidupan bersama yang lebih baik.
1.5.   Bersyukur atas  peran keluarga, sekolah, Gereja dan masyarakat terhadap pengembangan dirinya
1.6.   Bersyukur atas  peran teman terhadap perkembangan dirinya
1.7.   Beriman akan Yesus yang telah mengajarkan sifat dan sikap  yang baik.
1.8.   Beriman akan Yesus yang memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah.
2.1. Percaya diri terhadap keunikan diri sebagai citra Allah.
2.2. Bertanggung jawab  mengembangkan  kemampuan dan mengatasi keterbatasan  dirinya.
2.3. Santun terhadap perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Tuhan yang sederajat.
2.4. Bertanggung jawab dalam mengembangkan  seksualitas  secara benar sebagai anugerah Allah.
2.5. Bertanggung jawab pada keluarga, sekolah, Gereja dan masyarakat  atas peran mereka terhadap pengembangan dirinya
2.6. Peduli pada peran teman terhadap perkembangan dirinya
2.7. Jujur  dalam meneladani berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus
2.8. Percaya diri dalam mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diperjuangan Yesus Kristus


KOMPETENSI PENGETAHUAN
KOMPETENSI KETRAMPILAN
3.    Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

3.    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
3.1.   Memahami keunikan diri sebagai citra Allah.
3.2.   Memahami  berbagai kemampuan dan keterbatasan dirinya.
3.3.   Memahami  sikap dan pandangan masyarakat tentang kesederajatan perempuan dan laki-laki
3.4.   Memahami  berbagai cara untuk mengembangkan seksualitas sebagai anugerah Allah demi kehidupan bersama
3.5.   Memahami peran keluarga, sekolah, Gereja dan masyarakat dalam mengembangkan dirinya
3.6.   Memahami peran teman terhadap perkembangan dirinya.
3.7.   Memahami  berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus yang patut diteladani.
3.8.   Memahami nilai-nilai Kerajaan Allah untuk mengembangkan hidup bersama.
4.1.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ membuat refleksi/ membuat puisi) yang mengungkapkan rasa  syukur atas  dirinya sebagai citra Allah.
4.2.   Menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan dan mengatasi keterbatasan.
4.3.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ refleksi/ kliping) tentang kesederajatan perempuan dan laki-laki dalam hidup sehari-hari.
4.4.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ refleksi/ slogan) tentang mengembangkan seksualitas sebagai anugerah Allah demi kehidupan bersama yang lebih baik
4.5.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ refleksi/ merencanakan suatu kegiatan) yang mengungkapkan rasa syukur atas peran keluarga, sekolah,Gereja dan masyarakat terhadap pengembangan dirinya
4.6.   Melakukan aktivitas (misalnya menyusun doa/ puisi/ refleksi) yang mengungkapkan rasa syukur atas peran teman terhadap perkembangan dirinya
4.7.   Merencanakan aktivitas/ kegiatan sebagai perwujudan meneladan berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
4.8.   Melakukan aktivitas (misalnya Menemukan dan menuliskan ayat-ayat Kitab Suci/ menghias ayat Kitab Suci/ membuat motto)  yang berhubungan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah demi hidup bersama yang lebih baik

Wednesday, August 28, 2019

ROH KUDUS MEMBERI DAYA KEKUATAN

Sebagaimana para rasul menjadi berani untuk mewartakan dan memberi kesaksian kepada dunia tentang Yesus yang bangkit dari antara orang mati setelah Pentakosta, demikian pula kita. 
Roh Kudus yang satu dan sama yang dicurahkan kepada kita pada saat menerima sakramen baptis dan krisma akan memberikan daya dan kekuatan pula kepada kita. 
Roh Kudus akan memampukan kita untuk berani memberikan kesaksian tentang Kristus, memampukan kita untuk mau memberikan pelayanan kepada jemaat, menggerakkan dan mendorong kita untuk membangun persekutuan yang kokoh, dan menguduskan umat melalui kegiatan- kegiatan liturgi.

Roh Kudus memampukan kita untuk memberi kesaksian hidup ( martyria )
  • Yesus dalam hidupnya telah memberikan contoh yang paling nyata tentang kasih-Nya. Kerelaan-Nya berkorban sampai mati di kayu salib demi cinta-Nya kepada manusia bukan hanya sebuah cerita sandiwara, melainkan sungguh nyata. Beranikah kita untuk meneladan sikap Yesus dalam kehidupan kita? Kish santo- santa adalah bukti keteladan yang patut kita contoh.
Roh Kudus memampukan kita untuk melaksanakan tugas pelayanan ( diakonia )
  • Yesus adalah seorang Raja yang mau menjadi Pelayan. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."( Markus 10: 45 ).
  • Untuk melayani dibutuhkan sikap kerelaan untuk berkorban dan tanpa pamrih. Daya kekuatan Roh Kudus akan memampukan manusia bertindak berdasarkan kasih tanpa pamrih.
  • Seperti dalam cerita kehidupan di bawah ini, dimana karena terbiasa melayani orang lain, dengan membiasakan membantu orang lain, maka Roh Kudus akan menunjukkan jalan yang terbaik bagi hidupnya.
Roh Kudus menggerakkan dan mendorong kita untuk membangun persekutuan yang kokoh.
  • Cara hidup jemaat perdana telah memberikan contoh kepada kita, bagaimana persekutuan yang kokoh itu diupayakan ( Kis 2: 41- 47 ). Roh Kuduslah yang memimpin mereka sehingga persekutuan itu tetap kokoh. Situasi jaman ini menuntut kita sebagai anggota Gereja untuk mengupayakan kekuatan dalam persekutuan Gereja. Maka dibutuhkan sikap saling mempehatikan dan membantu setiap anggota yang membutuhkan.
Roh Kudus mendorong umat beriman untuk saling menguduskan melalui kegiatan liturgi.
  • Roh Kudus selalu membimbing umat beriman untuk mencari dan menemukan kekudusan, sehingga Gerejapun menjadi kudus berkat daya karya Roh Kudus. Dalam kehidupan sebagai umat beriman, kegiatan untuk saling menguduskan dapat dilakukan melalui bidang liturgi. Contoh kegiatan bidang liturgi misalnya: Perayaan Ekaristi, Ibadat Sabda, koor Gereja, Ibadat jalan Salib, dsbnya. Roh Kudus mendorong umat beriman untuk ikut terlibat dalam kegiatan- kegiatan liturgi tersebut.

BERAGAMA

Wahyu adalah pernyataan diri Allah terhadap manusia (Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia). Unsur wahyu adalah mengenalkan / memperkenalkan, menunjukkan, menghadirkan Diri dan kehendak-Nya (datang, mendekat / melawat, mendekati, menyapa, menolong).

Agama adalah sesuatu yang melekat dalam diri seseorang, berupa ungkapan dan perwujudan keyakinan pribadi yang menuntun seseorang pada keselamatan kini dan nanti di akhirat.dari dahulu manusia sudah menyadari bahwa Allah merupakan sumber keselamatan manusia. 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, agama didefinisikan sebagai ajaran / sistem yang mengatur tata keimanan (keimanan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan sesame manusia serta lingkunganya. 
Dalam Glossary Katekimus Gereja Katolik dikatakan bahwa agama adalah satu perangkat kepercayaan dan tindakan yang diikuti oleh mereka yang berkomitmen untuk melayani dan menyembah Allah.

Ada berbagai alasan / motivasi yang muncul saat manusia menganut suatu agama, yaitu
  1. Untuk memperoleh kepastian jawaban terhadap rahasia tersembunyi atas hidupnya, untuk dihantar pada tujuan akhir yaitu kepada Tuhan yang dikenal sebagai penyelenggara dan tujuan akhir hidup manusia
  2. Menemukan jawaban : Manusia sering menghadapi berbagai pertanyaan yang sulit dipecahkan oleh kemampuan akal-budinya.
  3. Mencari perlindungan : Dalam hidupnya manusia kerap kali merasa tidak berdaya, manusia seringkali menyadari kekuatan yang jauh lebih hebat dari dirinya
  4. Meneguhkan tata nilai ;Melalui agama, segala nilai yang baik dan benar itu dihayati sebagai yang dikehendaki Allah, sedangkan yang jahat dan salah dianggap berlawanan dengan kehendak Allah
  5. Memuaskan kerinduan akan masa depan yang lebih baik : Akhirnya konsep tentang surga dijadikan harapan masa depan, sedangkan neraka dijadikan hal untuk dihindari.

Beberapa penghayatan / praktek agama yang tidak benar
  • Menjalani hidup beragama hanya sebatas hal-hal lahiriah;
  • Beragama KTP (beragama dirasa sudah cukup jika mencantumkan identitas agama yang dianutnya dalam KTP);
  • Beragama hanya menjalankan perintah-perintah pemimpin agama saja;
  • Menyalahgunakan agama untuk kepentingan diri sendiri atau kelompoknya;
  • Menjadikan agama untuk kepentingan politis, pribadi.

Berdasarkan Nostra Aetate art. 1, beragama yang benar adalah sebagai berikut.
  • Tidak bersikap formalities dalam beragama, artinya kita jangan hanya sebatas memenuhi tuntutan / kewajiban semata, apalagi hanya sekedar ingin dilihat dan dinilai baik orang lain.
  • Benar-benar mendalami ajaran agama kita, sehingga kita tidak jatuh pada pemahaman yang dangkal dan setengah-setengah.
  • Mengamalkan ajaran agama secara baik dan benar, tidak hanya sebatas mengetahui saja.
  • Bersikap kritis dalam menyikapi pandangan agama sendiri maupun agama orang lain, dengan mengutamakan kehendak Allah sebagai ukuran kebenaran.

UNSUR - UNSUR AGAMA
  1. Jemaat : Biasanya umat beragama merasa dirinya dipersatukan bukan hanya atas inisiatif atau upaya para anggota. Tuhan sendirilah yang mempersatukan mereka.
  2. Tradisi : Salah satu unsur tradisi yang sangat penting adalah ajaran yang diteruskan secara turun temurun. Ajaran itu pada umumnya mengandung tiga bidang: ajaran keselamatan, ajaran moral dan ajaran ibadat.
  3. Ibadat:Ada yang melihat ibadat sebagai pertemuan antara Allah dan manusia. Ada juga yang membatasi ibadat pada ungkapan ketakwaan dan saling mengukuhkan iman
  4. Tempat ibadat :Tempat ibadat dipandang sebagai tempat yang dikhususkan bagi pertemuan dengan Tuhan. Selain itu tempat ibadat dipandang sebagai tempat yang suci.
  5. Petugas ibadat: Sebenarnya petugas ibadat itu suci, karena ibadat yang dilayani olehnya bersifat suci. Dalam hal ini ada perbedaan-perbedaan besar antara para petugas ibadat dari pelbagai agama.

Beragama berdasarkan Mat 5:17-48
  • Menjauhi sikap formalistis dalam beragama
  • Mendalami ajaran agama supaya tidak jatuh pada pemahaman yang dangkal dan setengah-setengah dan dapat mengamalkan ajaran agama secara benar
Beragama berdasarkan Luk 18: 9-14
  • Yesus mengkritik orang Farisi dan para pemuka agama yang merasa lebih baik dibandingkan orang lain.
  • Yesus memuji pemungut cukai karena ia bersikap rendah hati di hadapan Allah
Praktik beragama yang benar
  • Berusaha dan dimotivasi oleh keinginan menjalin hubungan yang akrab dan mendalam dengan Allah juga dengan sesama.
  • Hidup beragama itu sendiri harus didasarkan pada dorongan dari dalam untuk mencari kebenaran sehingga agama menjadi pedoman hidup dan sarana bagi manusia menuju Allah sebagai sumber keselamatan sejati
Dampak beragama yang baik dan benar
  1. Merasa damai
  2. Hidup dalam kasih dan persaudaraan
  3. Hidup tertata dengan baik
  4. Relasi dengan sesama rukun
  5. Hati mereka tak pernah tenang melihat penderitaan sesama
  6. Berani menanggung risiko dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan bahkan rela berkorban sampai mati

BERIMAN

Pengertian wahyu
  1. Pernyataan Allah yang tak kelihatan, misterius, yang tak mungkin dihampiri manusia dengan kemampuannya sendiri. Dalam pernyataan itu Allah memperkenalkan diri-Nya dan memberikan diri-Nya untuk dikasihi. Subjek pewahyuan ilahi adalah Allah sendiri
  2. Dirumuskan juga demikian ” Maka dengan wahyu itu Allah yang tidak kelihatan (lih. Kol 1:15; 1Tim 1:17) dari kelimpahan cinta kasih-Nya menyapa manusia sebagai sahabat-sahabat-Nya...” Di sini kita melihat pengakuan Gereja Katolik akan Allah yang dari kelimpahan cinta kasihNya mau menjadi sahabat manusia.
  3. Allah yang diperkenalkan adalah Allah yang baik, bijaksana, berkelimpahan cinta kasih. Jadi, keinginan Allah mau bersahabat itu karena kebaikan, cinta, dan kebijaksanaanNya. Dialah Bapa yang diperkenalkan oleh Yesus Kristus. Jadi isi pewahyuan adalah diri Allah sendiri dan rahasia kehendak-Nya.

Kesimpulan Wahyu adalah Allah sendiri yang menyapa manusia, yang berbicara dengan manusia, yang berhubungan secara pribadi dengan manusia.


Pengertian iman
  1. Iman adalah sikap penyerahan diri manusia dalam pertemuan pribadi dengan Allah
  2. Iman adalah ikatan pribadi manusia dengan Allah dan sekaligus, tidak terpisahkan dari itu, persetujuan secara bebas terhadap segala kebenaran yang diwahyukan Allah.
  3. “Kepada Allah yang mewahyukan diri, manusia harus menyatakan ketaatan iman. Dalam ketaatan iman tersebut manusia dengan bebas menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah dengan kepenuhan akal budi dan kehendak yang penuh kepada Allah pewahyu ...” (DV 5).

MAKNA BERIMAN
  1. Beriman tidak hanya sekedar tahu atau sekedar percaya, tetapi berani melakukan apa yang diketahui dan dipercayai.
  2. Dengan kata lain, beriman kepada Allah, berarti menyerah kan diri secara total kepada Allah
  3. Penyerahan diri secara total itu muncul berdasarkan keyakinan bahwa Allah pasti akan memberikan dan melakukan yang terbaik bagi manusia. Yang dikehendaki Allah semata-mata kebahagiaan dan keselamatan manusia.
  4. Sikap penyerahan diri secara total tersebut memungkinkan manusia tidak tawar-menawar, apalagi memaksakan kehendak sendiri, tidak ragu-ragu.

ASPEK DALAM BERIMAN
  • Iman adalah rahmat
  • Iman adalah anugerah
  • Iman itu personal
  • Beriman itu proses
  • Iman itu berkembang dalam kebersamaan dengan orang lain

YESUS: MANUSIA DAN TUHAN

Dua Dimensi manusia
  1. Manusia memiliki dimensi kemanusiaan, misalnya:
    1. dilahirkan ibu,
    2. berjenis kelamin,
    3. bisa marah,
    4. kecewa,
    5. sedih,
    6. gembira,
    7. sakit,
    8. dapat mati
  2. Manusia juga memiliki dimensi keillahian, misalnya:
    1. bisa mengasihi,
    2. bisa mengampuni,
    3. Bisa berbelarasa.
Kalimat yang berbunyi  “kesabaranku ada batasnyajuga” hendak menegaskan bahwa dimensi rohani dalam diri manusia tidak bisa memancar sepenuhnya karena dibatasi oleh kemanusiaannya.
Yesus sungguh manusia dan Yesus sungguh Allah.
Allah menjelma menjadi manusia karena Dia solider dengan kehidupan manusia
Dimensi Kemanusiaan Yesus
  • Memiliki silsilah dalam keluarga, dengan demikian Yesus hidup dalam sejarah manusia sebagaimana manusia pada umumnya
  • Yesus dilahirkan dari rahim Ibu Maria
  • Nenek moyang Yesus adalah Abraham
  • Yesus berjenis kelamin laki-laki (Luk 2:1-7)
  • Yesus mencari nafkah dengan bekerja sebagai tukang kayu (Mrk 6:3)
  • Yesus mengenal sukacita, kesedihan, lapar, haus,letih, tidur, marah, takut, tertawa dan menangis
  • Yesus bergaul dan bertemu orang-orang lain
  • Yesus mengalami kejadian seperti manusia lain: meninggal
  • Mempunyai ayah ibu
  • Ia dilahirkan dari rahim Maria. Mat 1: 1-17
  • Ia lahir di Betlehem.
  • Ia berjenis kelamin laki-laki. Luk 2:1-7
  • Ia bekerja menjadi tukang kayu (Mark 6:3),
  • bisa marah (Luk 19:45),
  • merasa sedih (Mrk. 14: 34),
  • merasa lapar (Mat 21:18),
  • haus (Mat 25:35),
  • Tertawa dan menangis Yoh 11:35
  • Ketakutan (Mark 22:44)
  • mengalami kematian
  1. Luk 23:44-49,
  2. Mark 15: 33-41,
  3. Mat 27:45-56,
  4. Yoh 19:28-30
Dimensi Keallahan Yesus
Berasal dari Allah, Yesus adalah Firman (Yoh 1:1.14)

  • Juru Selamat, Kristus, Tuhan (Luk 2:8-20)
  • Dinyatakan para gembala “kemuliaan bagi Allah …” (Luk 2:13-14)
  • Mengatakan sendiri “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30), “siapa melihat Yesus melihat Bapa” (Yoh 14:9), Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus (Yoh 14;11)
  • Peristiwa penggandaan roti (Yoh 6:1-15),
  • Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Luk 5:27-32),
  • Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Luk 7:11-17),
  • Yesus mengusir roh jahat (Luk 8:26-39),
  • Yesus meredakan angin ribut (Luk 8:22-25),
  • Yesus berjalan di atas air (Mat 14:22-33),
  • Yesus bangkit dari alam maut (Mat 28:1-10),
  • dan ketika Ia naik ke Surga (Luk 24:50-53)
Makna kemanusiaan dan keallahan Yesus
  1. Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia berarti Allah menjelma menjadi manusia
  2. Allah yang mengambil kodrat manusia sama seperti kita kecuali dalam hal dosa, ingin menunjukkan pada kita bahwa Allah itu pengasih
  3. Dia mau turun ke bumi merasakan suka duka yang dialami manusia dan bergaul dengan manusia, Dia terbuka dan solider dengan kehidupan manusia
  4. Dia menyapa manusia secara pribadi dan akrab dengan manusia, dengan demikian pewartaan karya keselamatan dapat lebih mudah dipahami dan diterima oleh manusia
  5. Dengan memahami Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia, kita diajak untuk meneladani cinta-Nya.
  6. Walau Ia Allah, Ia tidak meninggikan diri-Nya. Ia mau turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia

ALLAH SUMBER KESELAMATAN

Salah satu kerinduan setiap manusia yang paling dalam adalah memperoleh keselamatan bagi hidupnya. Bagi orang beriman, kerinduan untuk keselamatan berdasarkan iman akan Allah sebagai sumber keselamatannya yang pertama dan utama.

Tanda kasih Allah adalah keselamatan dalam Kristus itu lebar, panjang, dalam, dan tingginya melebihi apapun juga di dunia ini (Efesus 3:18).
Mengandung 4 arti penting :
  • Diselamatkan dari dosa & perbudakan. (Roma 10:1 dan Kisah Rasul 7:25)
  • Diselamatkan dari kehancuran & penghinaan. (Ibrani 10:1)
  • Diselamatkan dari tubuh yang menderita atau sakit. (Kisah Rasul 3:6, 4:10)
  • Diselamatkan dari segala kutuk dan maut, serta diselamatkan sampai dengan akhirnya. (Roma 13:11)

Keselamatan tidak dibatasi hanya penebusan dan pengampunan dosa saja, tetapi secara lengkap mengandung sebagai berikut.
Orang percaya yang sudah menerima Kristus telah, sedang dan akan diselamatkan. Bagi yang belum menerima keselamatan dalam arti yang sesungguhnya seperti 4 arti keselamatan di atas, maka mintalah, beriman, dan bersyukurlah.
Banyak orang pada zaman sekarang kurang memiliki relasi yang dekat dengan Allah. Banyak orang beranggapan bahwa hidup dapat dijalani tanpa Allah. Ada beberapa pandangan lain, diantaranya sbb.
  • Keselamatan bersumber pada barang duniawi
  • Keselamatan bersumber dari kekuatan gaib
  • Iptek sebagai sumber keselamatan
  • Keselamatan atau kebahagiaan bersumber pada hiburan yang tidak sehat
Beberapa contoh dalam kitab suci yang menunjukkan bahwa Allah menyelamatkan manusia adalah :
  • Allah menyelamatkan manusia dengan menciptakan segala sesuatu (bdk. Kej 1-2).
  • Allah menyelamatkan manusia dalam perlajalanan hidupnya.
  • Allah menyelamatkan manusia dengan menghadirkan sesama.
Tanda keselamatan Allah yang paling nyata dan agung adalah kehadiran Yesus Kristus. Kehadiran Yesus Kristus menjadi perwujudan kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16).
Ada berbagai sarana bagi manusia untuk menghayati Allah sebagai sumber keselamatan, salah satunya adalah Sakramen Ekaristi. Dengan mengikuti Sakramen Ekaristi dan menerima tubuh-Nya, kita disatukan dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. 
Oleh karena itu, kita sebagai orang Katolik hendaknya merayakan Sakramen Ekaristi dengan sungguh-sungguh. Selain itu melalui doa, kita merasa dekat dengan Tuhan. Melalui bacaan kitab suci, kita makin mengenal dan memahami kehendak dan rencana keselamatan dari Allah. 

Dengan cara demikian maka kita menjadi sarana keselamatan Allah bagi orang lain.
Tanda cinta kasih Allah bagi keselamatan manusia
  • Alam semesta yang luas dan indah;
  • Orang-orang di sekitar kita yang memiliki niat baik dan mau bekerjasama dalam membangun dunia atau menjadi sarana keselamatan bagi orang lain.
Allah adalah sumber keselamatan bagi manusia dalam peristiwa hidupnya sehari-hari

PERUMPAMAAN

PENGERTIAN 
  • adalah penyampaian pesan dengan menggunakan bahasa imajinatif, kiasan simbolis, atau perbandingan
TUJUAN / MAKSUD PERUMPAMAAN
  1. Orang yang mendengar sebuah perumpamaan diharapkan mampu menangkap pesan dibalik perumpamaan tersebut.
  2. Demikian juga Yesus, dengan menggunakan perumpamaan orang yang mendengarkan ajaran-Nya diharapkan dapat lebih mudah mengerti, memahami, dan melaksanakan ajaran-Nya dalam kehidupan nyata.
  3. Perumpamaan yang dipakai Yesus untuk menjelaskan tentang Kerajaan Allah biasanya diambil dari yang ada dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik berupa benda atau kejadian atau pengalaman atau kebiasaan.
  4. Latar belakang kehidupan masyarakat pada zaman Yesus di daerah palestina adalah petani, maka Yesus menggunakan perumpamaan dengan memakai hal-hal yang berkaitan dengan pertanian, misalnya sesawi, penabur benih dsb
  5. Jika berhadapan dengan yang berlatar belakang matapencahariannya nelayan, Yesus menggunakan perumpamaan pukat, jala, dan sebagainya
  6. Perumpamaan dipakai Yesus agar tidak ada pendengar yang merasa dituduh atau dikritik secara langsung, walaupun kadang-kadang perumpamaan yang digunakan Yesus itu memaksudkan untuk orang atau kelompok tertentu
  7. Perumpamaan diharapka dapat diambil pesannya oleh siapa pun yang mendengarnya: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (Mat 13:45). Yesus tidak pernah menjelaskan isi perumpamaan itu. Orang yang mendengar perumpamaan Yesus diharapkan menafsirkan, menanggapi, dan mengambil sikap sendiri

CONTOH PERUMPAMAAN YANG DIPAKAI TUHAN YESUS
• Perumpamaan Seorang Penabur (Mrk 4:3-8,13-20)
• Perumpamaan tentang Benih yang Tumbuh (Mrk 4:26-29)
• Perumpamaan tentang Lalang di antara Gandum (Mat 13:24-30)
• Perumpamaan tentang Pukat (Mat 13:47-50)
• Perumpamaan tentang Harta Terpendam dan Mutiara Berharga (Mat 13:44-46)

Makna perumpamaan dalam Kitab Suci
Gambar terkait
  • Seorang Penabur - Kerajaan Allah itu proses, maksudnya adalah hendak menjelaskan bahwa dalam karya Yesus untuk menegakkan Kerajaan Allah betapapun ada kegagalan, karya- Nya itu akan menghasilkan buah panen yang berlimpah, melebihi apa yang diperkirakan manusia. Oleh karena itu pengikut Yesus tidak perlu berkecil hati dan mudah putus asa bila mengalami berbagai kegagalan

  • Benih yang tumbuh, maksudnya tumbuhnya Kerajaan Allah sering tidak bisa diamati secara pasti, tergantung sepenuhnya pada Allah, bukan usaha manusia. Bahkan, manusia tidak bisa memaksa supaya cepat, atau memperlambat pertumbuhannya. Pada saatnya yang tepat Allah sendiri yang akan menegakkan Kerajaan Allah.

    Hasil gambar untuk gandum dan ilalang alkitab
  • Lalang diantara Gandum, kerajaan Allah diwartakan dan ditawarkan kepada semua orang. Untuk tegaknya Kerajaan Allah tidak harus dengan cara segera menghabisi yang jahat, melainkan memberi kesempatan mereka bertobat, sebab kelak Allah sendiri yang akan menghakimi mereka, bukan manusia. Yang baik dan yang jahat bisa hidup bersama dengan penuh kesabaran serta mendorong yang jahat menjadi baik.

  • Pukat – Kerajaan Allah terbuka bagi semua orang. Dalam Kerajaan Allah harus dikembangkan sikap tidak mudah mengadili orang lain, seolah dirinyalah yang paling layak, orang lain dengan kejahatannya tidak layak masuk Kerajaan Allah. Biarlah Allah sendiri yang memilah-milah antara yang baik dan yang tidak baik, itu bukan urusan manusia

  • Mutiara dan Harta yang Terpendam, maksudnya adalah Demi Kerajaan Allah, manusia harus memandang Allah sebagai harta yang paling berharga. Untuk itu ia harus berani meninggalkan segala miliknya yang selama ini dianggap paling berharga dalam hidupnya. Hidup dalam Kerajaan Allah adalah hidup yang penuh suka cita, sekalipun untuk mencapainya seseorang harus berani meninggalkan segalanya.