Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Thursday, July 25, 2019

6 BUKTI KEMANUSIAAN YESUS

BUKTI-BUKTI KEMANUSIAAN YESUS KRISTUS

1. Yesus Lahir Seperti Manusia Lainnya. Yesus lahir dari seorang wanita (Galatia 4:4). Kenyataan ini dikuatkan oleh kisah-kisah kelahiran-Nya dari seorang anak dara (Matius 1:18 -2:11; Lukas 1:30-38; 2:1-20). Karena hal ini, Yesus disebut "anak Daud, anak Abraham" (Matius 1:1) dan dikatakan bahwa Ia "menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud" (Roma 1:3). Karena alasan yang sama, Lukas merunut asal usul Yesus sampai kepada Adam (Lukas 3:23-38). Peristiwa ini merupakan penggenapan janji kepada Hawa (Kejadian 3:15) dan kepada Ahas (Yesaya 7:14). Pada beberapa kesempatan Yesus disebutkan sebagai anak Yusuf, namun kita akan melihat bahwa setiap kali hal ini terjadi, orang yang melakukannya itu bukanlah sahabat Yesus atau mereka kurang mengenal Dia (Lukas 4:22; Yohanes 1:45; 6:42; bandingkan dengan Matius 13:55). Bila ada bahaya bahwa pembaca kitab Injil akan menganggap penulis Injil tersebut bermaksud untuk menyatakan bahwa Yesus betul-betul anak Yusuf, maka penulis menambahkan sedikit penjelasan untuk menunjukkan bahwa anggapan semacam itu tidak benar. Oleh karena itu dalam Lukas 23:23 kita membaca bahwa Yesus adalah anak Yusuf "menurut anggapan orang" dan di dalam Roma 9:5 dinyatakan bahwa Kristus berasal dari Israel dalam "keadaan-Nya sebagai manusia".

Dalam kaitan ini telah diajukan satu pertanyaan penting: Bila Kristus itu lahir dari seorang perawan, apakah Ia juga mewarisi sifat yang berdosa dari ibu-Nya? Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus tidak berhubungan dengan dosa. Alkitab menandaskan bahwa Yesus "tidak mengenal dosa" (2 Korintus 5:21); dan bahwa Ia adalah "yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa" (Ibrani 7:26); dan bahwa "di dalam Dia tidak ada dosa" (1 Yohanes 3:5). Pada saat memberitahukan bahwa Maria akan melahirkan Anak Allah, Gabriel menyebutkan Yesus sebagai "kudus" (Lukas 1:35). Iblis tidak berkuasa apa-apa atas diri Yesus (Yohanes 14:30); ia tak ada hak apa pun atas Anak Allah yang tidak berdosa itu. "Dosalah yang membuat Iblis berkuasa atas manusia, tetapi di dalam Yesus tidak ada dosa." Melalui naungan ajaib Roh Kudus, Yesus lahir sebagai manusia yang tidak berdosa.

2. Yesus Tumbuh Dan Berkembang Seperti Manusia Normal. Yesus berkembang secara normal sebagaimana halnya manusia. Oleh karena itu dikatakan dalam Alkitab bahwa Ia "bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya" (Lukas 2:40), dan bahwa Ia "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia" (Lukas 2:52). Perkembangan fisik dan mental Kristus ini tidak disebabkan karena sifat ilahi yang dimiliki-Nya, tetapi diakibatkan oleh hukum-hukum pertumbuhan manusia yang normal. Bagaimanapun juga, kenyataan bahwa Kristus tidak mempunyai tabiat duniawi dan bahwa Ia menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan, yang berdosa, sudah pasti turut mempengaruhi perkembangan mental dan fisik-Nya. Perkembangan mental Yesus bukanlah semata-mata hasil pelajaran di sekolah-sekolah pada zaman itu (Yohanes 7:15), tetapi harus dianggap sebagai hasil pendidikan-Nya dalam keluarga yang saleh, kebiasaan-Nya untuk selalu hadir dalam rumah ibadah (Lukas 4:16), kunjungan-Nya ke Bait Allah (Lukas 2:41, 46), penelaahan Alkitab yang dilakukan-Nya (Lukas 4:17), dan juga karena Ia menggunakan ayat-ayat Alkitab ketika menghadapi pencobaan, dan karena persekutuan-Nya dengan Allah Bapa (Markus 1:35;Yohanes 4:32-34).

3. Ia Memiliki Unsur-Unsur Hakiki Sifat Manusia. Bahwa Kristus memiliki tubuh jasmaniah jelas dari ayat-ayat yang berbunyi, "mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku" (Matius 26:12); "yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah adalah tubuh-Nya sendiri" (Yohanes 2:21); "Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapatkan bagian dalam keadaan mereka [darah dan daging]" (Ibrani 2:14); "tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku" (Ibrani 10:5); "kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus" (Ibrani 10:10). Bahkan setelah Ia dibangkitkan Ia mengatakan, "Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku" (Lukas 24:39). Bukan saja Kristus memiliki tubuh manusiawi yang fisik, Ia juga memiliki unsur-unsur sifat manusiawi lainnya, seperti kecerdasan dan sifat sukarela. Ia mampu berpikir dengan logis. Alkitab berbicara tentang Dia sebagai memiliki jiwa dan/atau roh (Matius 26:38; bandingkan dengan Markus 8:12; Yohanes 12:27; 13:21; Markus 2:8;Lukas 23:46; dalam Alkitab bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai hati dan nyawa). Ketika mengatakan bahwa Ia mengambil sifat seperti kita, kita selalu harus membedakan antara sifat manusiawi dan sifat yang berdosa;Yesus memiliki sifat manusiawi, tetapi Ia tidak memiliki sifat yang berdosa.

4. Ia Mempunyai Nama-Nama Manusia. Ia memiliki banyak nama manusia. Nama "Yesus", yang berarti "Juruselamat" (Matius 1:21), adalah kata Yunani untuk nama "Yosua" di Perjanjian Lama (bandingkan Kisah 7:45; Ibrani 4:8). Ia disebut "anak Abraham" (Matius 1:1) dan "anak Daud". Nama "anak Daud" sering kali muncul dalam Injil Matius (1:1; 9:27; 12:23; 15:22; 20:30, 31;21:9, 15). Nama "Anak Manusia" terdapat lebih dari 80 kali dalam Perjanjian Baru. Nama ini berkali-kali dipakai untuk Nabi Yehezkiel (2:1; 3:1; 4:1, dan seterusnya), dan sekali untuk Daniel (8:17). Nama ini dipakai ketika bernubuat tentang Kristus dalam Daniel 7:13 (bandingkan Matius 16:28). Nama ini dianggap oleh orang-orang Yahudi sebagai mengacu kepada Mesias. Hal ini jelas dari kenyataan bahwa imam besar merobek jubahnya ketika Kristus menerapkan nubuat Daniel ini kepada diri-Nya sendiri (Lukas 26:64, 65). Orang-orang Yahudi memahami bahwa istilah ini menunjuk kepada Mesias (Yohanes 12:34), dan menyebut Kristus itu Anak Manusia adalah sama dengan menyebut Dia Anak Allah (Lukas 22:69, 70). Ungkapan ini bukan saja menunjukkan bahwa Ia adalah benar-benar manusia, tetapi bahwa Ia juga adalah wakil seluruh umat manusia (bandingkan Ibrani 2:6-9).

5. Ia Memiliki Berbagai Kelemahan Yang Tak Berdosa Dari Sifat Manusiawi. Karena itu, Yesus pernah lelah (Yohanes 4:6), lapar (Matius 4:2; 21:18), haus (Yohanes 19:28); Ia pernah tidur (Matius 8:24; bandingkan Mazmur 121:4); Ia dicobai (Ibrani 2:18; 4:15; bandingkan Yakobus 1: 13); Ia mengharapkan kekuatan dari Bapa-Nya yang di sorga (Markus 1:35; Yohanes 6:15; Ibrani 5:7); Ia mengadakan mukjizat (Matius 12:28), mengajar (Kisah 1:2), dan mempersembahkan diri-Nya kepada Allah oleh Roh Kudus (Kisah 10:38; Ibrani 9:14). Orang-orang Kristen memiliki seorang imam besar di sorga dengan kemampuan yang tiada terhingga untuk merasa belas kasihan terhadap mereka dalam semua bahaya, dukacita, dan pencobaan yang mereka alami dalam kehidupan, karena Ia sendiri mengalami semuanya itu, karena Ia menjadi sama dengan manusia. Kembali harus ditekankan bahwa menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam sifat Kristus tidaklah berarti kelemahan-kelemahan yang berdosa.

6. Berkali-Kali Ia Disebut Sebagai Manusia. Yesus menganggap diri-Nya sendiri manusia (Yohanes 8:40). Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:30), Petrus (Kisah 2:22), dan Paulus (1 Korintus 15:21, 47; Filipi 2:8; bandingkan Kisah 13:38) menyebut- Nya manusia. Kristus benar-benar diakui sebagai manusia (Yohanes 7:27; 9:29; 10:33), sehingga Ia dikenal sebagai orang Yahudi (Yohanes 4:9); Ia dikira lebih tua dari usia sebenarnya (Yohanes 8:57); dan Ia dituduh telah menghujat Allah karena berani menyatakan bahwa diri-Nya lebih tinggi daripada manusia (Yohanes 10:33). Bahkan setelah bangkit, Kristus nampak sebagai manusia (Yohanes 20:15; 21:4, 5). Lagi pula, sekarang ini Ia berada di sorga sebagai manusia (I Timotius 2:5), akan datang kembali (Matius 16:27, 28; 25:31; 26:64, 65), serta menghakimi dunia ini dengan adil sebagai manusia (Kisah 17:31).

Wednesday, July 24, 2019

LITURGI JULI 2019



Kalender Liturgi Bulan Juli 2019
Beato Ferdinandus Baccilleri 
Kej. 18:16-33; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,10-11; Mat. 8:18-22. BcO 1Sam. 7:15-8:22.
Selasa, 2 Juli 2019 (Hijau)
Bernardino Realino, dkk, Fransiskus Regis, Fransiskus Jerome, Yulianus Maunoir, Antonius Baldinucci
Kej. 19:15-29; Mzm. 26:2-3,9-10,11-12; Mat. 8:23-27. BcO 1Sam. 9:1-6,14-10:1.
Rabu, 3 Juli 2019  (Merah)
Pesta St. Tomas
Ef. 2:19-22; Mzm. 117:1,2; Yoh. 20:24-29. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:7-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.
Kamis, 4 Juli 2019 (Hijau)
Elisabet dr Portugal, Pierre Georrges Frassati, Maria Croifisca Curcio, Ubaldusdari Borgo Sansepolcro
Kej. 22:1-19; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Mat. 9:1-8. BcO 1Sam. 12:1-25.
Jumat, 5 Juli 2019 (Hijau)
Antonius Maria Zakkaria
Kej. 23:1-4,19;24:1-8,62-67; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 9:9-13. BcO 1Sam. 15:1-23.
Sabtu, 6 Juli 2019 (Hijau)
Maria Goretti
Kej. 27:1-5,15-29; Mzm. 135:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:14-17. BcO 1Sam. 16:1-13.
Minggu, 7 Juli 2019
Hari Minggu Biasa XIV
Yes. 66:10-14c; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20; Gal. 6:14-18; Luk. 10:1-12,17-20 (Luk. 10:1-9).
BcO 1Sam. 17:1-10,23b-26,40-51.
warna liturgi Hijau
Senin, 8 Juli 2019
Eugenius, Gregorius Grassi
Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat. 9:18-26.
BcO 1Sam. 17:57-18:9,20-30.
warna liturgi Hijau
Selasa, 9 Juli 2019
Gregorius Grassi, Agustinus Zhao Rong, dkk, Hermina, Yohana Skopelli, Ignasius Mangin
Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat. 9:32-38.
BcO 1Sam. 19:8-10; 20:1-17.
warna liturgi Merah
Rabu, 10 Juli 2019
Nikolaus Pick
Kej. 41:55-57; 42:5-7a,17-24a; Mzm. 33:2-3,10-11,18-19; Mat. 10:1-7.
BcO 1Sam. 21:1-9;22:1-5.
warna liturgi Hijau
Kamis, 11 Juli 2019
Peringatan Wajib St. Benediktus
Kej. 44:18-21,23b-29; 45:1-5; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 10:7-15; BcO 1Sam. 25:14-24,28-39.
warna liturgi Putih
Jumat, 12 Juli 2019
Yohanes Gualbertus, Yohanes Jones, Yohanes Wall, Louise Martin, Zelie Martin
Kej. 46:1-7,28-30; Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,39-40; Mat. 10:16-23;
BcO 1Sam. 26:2-25.
warna liturgi Hijau
Sabtu, 13 Juli 2019
Henrikus, Teresia Yesus dari Andes, Cecilia Barbieri
Kej. 49:29-32; 50:15-26a; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33. BcO 1Sam. 28:3-25.
warna liturgi Putih
Minggu, 14 Juli 2019
Hari Minggu Biasa XV
Ul. 30:10-14; Mzm. 69:14,17,30-31,33-34,36ab,37 atau Mzm. 19:8,9,10,11; Kol. 1:15-20; Luk. 10:25-37. BcO 1Sam. 31:1-4.
warna liturgi Hijau
Senin, 15 Juli 2019
Peringatan Wajib
St. Bonaventura
Kel. 1:8-14,22; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Mat. 10:34-11:1;
BcO 2Sam. 2:1-11;3:1-5.
warna liturgi Putih
Selasa, 16 Juli 2019
Santa Maria
dari Gunung Karmel
Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20-24.
BcO 2Sam. 4:2-5:7.
warna liturgi Putih
Rabu, 17 Juli 2019
Santa Maria Magdalena Postel, Magadalena Albrici dari Como, Teresia dari St. Agustinus
Kel. 3:1-6,9-12; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7; Mat. 11:25-27.
BcO 2Sam. 6:1-23.
warna liturgi Hijau
Kamis, 18 Juli 2019
Odilia
Kel. 3:13-20; Mzm. 105:1,5,8-9,24-25,26-27; Mat. 11:28-30. BcO 2Sam. 7:1-25.
warna liturgi Hijau
Jumat, 19 Juli 2019
Hari Biasa
Kel. 11:10-12:14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; Mat. 12:1-8. BcO 2Sam. 11:1-17,26-27.
warna liturgi Hijau
Sabtu, 20 Juli 2019
Apolinaris, Nabi Elia
Kel. 12:37-42; Mzm. 136:1,23-24,10-12,13-15; Mat. 12:14-21. BcO 2Sam. 12:1-25.
warna liturgi Hijau
Minggu, 21 Juli 2019
Hari Minggu Biasa XVI
Kej. 18:1-10a; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Kol. 1:24-28; Luk. 10:38-42. BcO 2Sam. 15:7-14,24-30; 16:5-13.
warna liturgi Hijau
Senin, 22 Juli 2019
Pesta St. Maria Magdalena
Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1,11-18. BcO 1Taw. 22:5-19.
warna liturgi Putih
Selasa, 23 Juli 2019
Birgitta
Kel. 14:21-15:1; MT Kel. 15:8-9,10,12,17; Mat. 12:46-50. BcO 2Sam. 24:1-25.
warna liturgi Putih
Rabu, 24 Juli 2019
Sharbel Makhluf, Niceforus, Yohanes Soret
Kel. 16:1-5,9-15; Mzm. 78:18-19,23-24,25-26,27-28; Mat. 13:1-9. BcO 1Taw. 22:5-19.
warna liturgi Hijau
Kamis, 25 Juli 2019
Pesta St. Yakobus Rasul
2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.
warna liturgi Merah
Jumat, 26 Juli 2019
Perayaan Wajib St. Yoakim dan Anna Orangtua Santa Perawan Maria
Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17. BcO Ayb. 23:1-24:12.
warna liturgi Putih
Sabtu, 27 Juli 2019 (Hijau)
Titus Brandsma, Maria Magdalena Martinengo
Kel. 24:3-8; Mzm. 50:1-2,5-6,14-15; Mat. 13:24-30. BcO 1Raj. 8:1-21.
Minggu, 28 Juli 2019
Hari Minggu Biasa XVII
Kej. 18:20-33; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,6-7ab,7c-8; Kol. 2:12-14; Luk. 11:1-13. BcO 1Raj. 8:22-34,54-61.
warna liturgi Hijau
Senin, 29 Juli 2019 (Hijau)
Peringatan Wajib St. Marta
Kel. 32:15-24,30-34; Mzm. 106:19-20,21-22,23; Mat. 13:31-35; BcO 1Raj. 10:1-13.
Selasa, 30 Juli 2019 
Petrus Krisologus,Yustinus de Yakobis Kel. 33:7-11; 34:5b-9,28; Mzm. 103:6-7,8-9,10-11,12-13; Mat. 13:36-43.
BcO 1Raj. 11:1-4,26-43.
warna liturgi Hijau
Rabu, 31 Juli 2019
Peringatan Wajib St. Ignasius dari Loyola
Kel. 34:29-35; Mzm. 99:5,6,7,9; Mat. 13:44-46; atau Luk. 14:25-33. BcO 1Raj. 12:1-19.
warna liturgi Putih
x
Senin, 1 Juli 2019 (Hijau)

PIKULLAH SALIB, KUK

ANTARA KEKURANGAN DAN KELEBIHAN

AHLI LUKIS HEBAT

PERJUANGAN MEMANG BERAT

">