Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Friday, August 2, 2019

SEPEGURUAN








SEJAWAT





WAHYU DAN IMAN

Unsur Hakiki dari Agama adalah Wahyu dan Iman
  1. Wahyu adalah pernyataan diri Allah terhadap manusia. Unsur dari wahyu adalah mengenalkan / memperkenalkan menghadir-kan diri dan kehendak-Nya.
  2. Iman adalah tanggapan manusia terhadap pewahyuan diri allah. Penyerahan diri secara total kepada Allah dan kehendak-Nya
  3. Agama adalah yang memiliki unsur dasar wahyu dan iman, tidak dihayati secara personal tetapi juga secara kolektif  seperti : hidup mengumat (jemaat), Ibadah (ritual keagamaan), Ajaran, Pelayanan kemasyarakatan.
  4. Pandangan umum tentang agama adalah sesuatu yang melekat dalm diri seseorang , berupa ungkapan dan perwujudan keyakinan pribadi yang menuntun seseorang pada keselamatan kini dan nanti diakhirat.
  5. Menurut KBBI, agama didefinisikan sebagai ajaran/sistem yang mengatur tata keimanan(keimanan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta tata kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan sesama serta lingkungannya.
  6. Secara singkat, agama adalah satu perangkat kepercayaan yang mengatur hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesama serta lingkungannya, melalui doa,ritual, atau liturgi

Berbagai alasan/motivasi yang muncul saat manusia menganut suatu agama:
  • Mencari perlindungan bagi hidupnya
  • Menemukan jawaban atas persoalan hidup
  • Menemukan arti/ makna hidup
  • Sebagai pedoman dalam menentukan tindakan yang baik
  • Memuaskan kerinduan akan masa depan yang lebih baik

Beberapa penghayatan / praktek yang tidak benar :
  • Menjalani hidup beragama hanya sebatas hal hal lahiriah
  • Beragama KTP (hanya cukup mencantumkan indentitas agama yang dianutnya di KTP)
  • Hanya menjalankan printah dari pemimpin agama saja
  • menyalahgunakan agama untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok
  • Menjadikan agama untuk kepentingan politis

Tujuan manusia beragama
  • Menemukan rasa aman ketika menghadapi kesulitan didalam hidup
  • Memperoleh arti hidup
  • Pedoman dalam menentukan tindakan yang baik 

KESELAMATAN UNTUK SEMUA ORANG

Kata keselamatan berasal dari bahasa Yunani yaitu sozo yang artinya menyelamatkan, membebaskan. Dan dalam kaitannya dengan manusia berarti " menyembuhkan dari kematian atau mempertahankan hidup".

Keselamatan mengandung 4 arti penting yaitu :
  • Diselamatkan dari dosa dan perbudakan (Roma 10:1 dan Kisah Para Rasul 7:25)
  • Diselamatkan dari kehancuran & penghinaan
  • Diselamatkan dari tubuh yang menderita atau sakit
  • Diselamatkan dari segala kutuk dan maut, serta diselamatkan sampai dengan akhirnya.

Beberapa contoh dalam Kitab Suci bahwa Allah menyelamatkan manusia adalah :
  • Allah menyelamatkan manusia dengan menciptakan segala sesuatu 
  • Allah menyelamatkan manusia dalam perjalanan hidupnya
  • Allah menyelamatkan manusia dengan menghadirkan sesama

Tanda keselamatan Allah yang paling nyata dan agung adalah kehadiran Yesus Kristus. Ada berbagai sarana bagi manusia untuk menghayati Allah sebagai sumber keselamatan, salah satunya adalah Sakramen Ekaristi. Dengan mengikuti Sakramen Ekaristi dan menerima tubuh-Nya, kita disatukan dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus.

Tanda Wahyu Allah yang Penuh 
  • Tahap yang penuh ada dalam Sabda-Nya yang telah menjadi daging, yaitu Yesus Kristus, pengantara, dan kepenuhan Wahyu
  • Sebagai Putra Tunggal Allah yang menjadi manusia.

Thursday, August 1, 2019

PEMBELAJARAN AGAMA KATOLIK

AYO TAMPILKAN DIRIMU!!! SIAPA TAKUT?

BERKREASI MENGHASILKAN SESUATU

MANA HASILMU? INI LHO BUATANKU SENDIRI

ADA YANG LAGI ASYIK ......

MENIKMATI PEKERJAAN PERLU KONSENTRASI NICH!

DLOSORPUN PERLU DILAKUKAN

MAINKAN PERANMU!

DIBUAT BAGAIMANA NICH? AKU BINGUNG ......

SATU SISI

Saat mendengarkan dan menikmati renungan Bu Sisil di pagi hari sebelum belajar

Miss Sesi memberikan renungan pagi di Aula SMPN 16

Pembiasaan Renungan Pagi bergilir dari Guru-guru beragama Katolik

Mengembangkan Kasih Karunia

Bertumbuh dalam Kasih Karunia
"la tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 
Ketika la dicaci maki, la tidak membalas dengan mencaci maki; ketika la menderita, la tidak mengancam, 
tetapi la menyerahkannya kepada Dia, 
yang menghakimi dengan adil"
(1 Petrus 2:22, 23).
Kristus memiliki tidak hanya sifat kerohanian yang bersih, tetapi juga karak­ter rohani yang bersih. Karakter berbeda dengan sifat. Dengan sifat rohani maksudnya kecenderungan moral seseorang, yaitu, orientasi mendasar seseorang berkenaan dengan yang baik dan yang jahat. Dengan karakter moral maksudnya respons aktif seseorang terhadap hukum yang benar dan yang salah baik melalui pemikiran maupun perbuatan.

Kedua hal itu penting bagi Adam, meskipun dimulai dengan sifat rohani yang tidak berdosa (sempurna), harus terus mengembangkan dan mempertahankan karakter yang sempurna (tidak bercacat). Meskipun Adam pertama berdosa dan dengan demikian mencemarkan sifat rohaninya yang sempurna, membebani keturunannya dengan "dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku" (lihat Mzm. 51:5), Adam Kedua tidak pernah berdosa. Dia menjalani hidup-Nya tanpa cacat. Ketika Dia bertumbuh secara fisik, secara rohani karakter-Nya diperkuat; sifat kerohanian-Nya yang sempurna tidak tercemar oleh pilihan yang salah. Dalam hal inilah disebut "Ye­sus bebas dari segala dosa dan kesalahan; tidak ada jejak ketidaksempurnaan dalam hidup atau karakter-Nya. Dia mempertahankan kemurnian yang bersih dalam keadaan yang paling sulit:' (The Seventh-day Adventist Bible Commen­ tary, Ellen G. White Comments, jld. 7, hlm. 929). Dan bahwa "dalam hidup­ Nya di dunia, Kristus mengembangkan karakter yang sempurna, Dia menunjukkan ketaatan yang sempurna kepada hukum Bapa-Nya" (Selected Messages, jld. 3, hlm. 133).

Menyadari bahwa konsekuensi kehidupan Kristus yang taat secara sempurna akan menganulir kemenangan-Nya di Eden dan membuktikan kebenaran Tuhan di hadapan alam semesta, Setan melecehkan dan menyerang Yesus tanpa henti. Mulai dari usahanya membinasakan Dia ketika masih bayi hingga pada usahanya untuk membuat Dia putus asa di kayu salib, dia tidak pernah berhenti berusaha untuk menggagalkan misi Kristus. Misinya adalah menghancurkan Dia secara fisik dan, jika gagal, membuat Dia tidak menurut dengan segala cara.

Tetapi Adam yang lahir di Betlehem berhasil di mana Adam yang dicipta­ kan di Eden gagal. Dia yang lahir dengan sifat yang benar dan yang mengembangkan karakter yang benar mati dengan kedua hal murni tersebut. Dengan upaya yang tidak dapat ditiru, Adam kita yang lebih baik membuktikan bahwa hukum Allah adalah adil, bahwa dosa Adam telah diampuni, bahwa Setan ada­lah pendusta dan pencuri kebahagiaan sejati, dan bahwa oleh kasih karunia Allah kita juga, kita juga beroleh keselamatan.