Selamat Datang

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Saturday, October 3, 2020

RPP AGAMA KATOLIK X - Keluhuran Manusia sebagai Citra Allah

 

RPP

Pendidikan Agama Katolik X

Keluhuran Manusia sebagai Citra Allah

 

Satuan Pendidikan                :  SMK AMANAH  HUSADA YOGYAKARTA

Mata Pelajaran                      :  Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas / Semester                    :   X / Ganjil

Materi Pokok                         :   Keluhuran Manusia sebagai Citra Allah

Alokasi Waktu                       :  2 x 3 pertemuan (6 X45 menit)

 

Kompetensi Inti   :

1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleransi, damai ), santun, responsip dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.      Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4.      Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

 

A.       KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN HASIL BELAJAR

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR PENCAPAIAN HASIL BELAJAR

 

3.4. Memahami sikap saling menghargai sesama manusia yang diciptakan sebagai citra Allah yang bersaudara satu sama lain

 

 

o   Menjelaskan arti kata manusia “serupa dan segambar” dengan Allah.

o   Menjelaskan keistimewaan manusia sebagai citra Allah dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya.

o   Menjelaskan makna Sabda Tuhan “Allah melihat segalanya sungguh amat baik”.

o   Menyebutkan sikap-sikap manusia sebagai citra Allah terhadap diri dan sesama.

o   Membuat doa atau puisi dalam hubungannya dengan proses pelajaran

 

 

4.4.  Bersikap saling menghargai sesama manusia yang diciptakan sebagai citra Allah yang bersaudara satu sama lain

 

 

o   Menganalisis sebab-sebab munculnya tindakan diskriminatif.

o   Menjelaskan berbagai upaya dalam mengembangkan persaudaraan sejati umat manusia.

o   Menjelaskan landasan Alkitabiah tentang perlunya sikap toleran terhadap sesama dalam situasi pluralisme agama, suku, budaya, dll

 

 

B.            TUJUAN PEMBELAJARAN 

 

          Pertemuan Pertama:

          Setelah melakukan mengamati perbedaan diri dan temannya, peserta didik mampu :

1.        menjelaskan arti kata manusia “serupa dan segambar” dengan Allah.

2.        menjelaskan keistimewaan manusia sebagai citra Allah dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya.

3.        menjelaskan makna Sabda Tuhan “Allah melihat segalanya sungguh amat baik”.

4.        menyebutkan sikap-sikap manusia sebagai citra Allah terhadap diri dan sesama.

5.        membuat doa atau puisi dalam hubungannya dengan proses pelajaran.

 

Pertemuan Kedua:

Setelah mengamati berbagai kerusakan peradaban manusia, konflik persaudaraan peserta didik mampu:

1.        menganalisis sebab-sebab munculnya tindakan diskriminatif.

2.        menjelaskan berbagai upaya dalam mengembangkan persaudaraan sejati umat manusia.

3.        menjelaskan landasan Alkitabiah tentang perlunya sikap toleran terhadap sesama dalam situasi pluralisme agama, suku, budaya, dll

 

C.           MATERI PEMBELAJARAN 

Pertemuan Pertama

·           manusia sebagai citra Allah (Kej. 1:26-27)

·           manusia diciptakan baik danya

·           kebaikan-kebaikan manusia yang menggambarkan kebaikan Allah

·           bersikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain sebagai citra Allah

 

Pertemuan Kedua

·           Fakta diskiriminasi dan fanatisme ras, suku, agama dan sebagainya beserta sebab dan akibatnya

·           keseteraan manusia

·           Kejadian 4: 1-16 “Kain dan Habel”

·           manusia adalah satu saudara yang semartabat

·           sikap toleran dan akomodatif dan menghargai perbedaan

·           usaha-usaha untuk menghilangkan diskriminasi

 

D.           METODE PEMBELAJARAN

1.        Scientific Method

2.        Contextual Teaching and Learning

3.        Cooperative Learning

4.        Communicative Approach

5.        Project-Based Learning

6.        Problem-Based Learning

 

E.            LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

  

PERTEMUAN PERTAMA:

a.        Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit )

1)        Pemotivasian: menunjukkan  beberapa foto remaja perempuan dan beberapa remaja laki-laki dan menanyakan mengapa ada perbedaan diantara mereka

2)        Apersepsi: Guru bertanya jawab tentang alasan perlunya mengenali kekhasan / keunikan diri

3)        Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran

4)        Guru mengajak peserta didik mengawali pelajaran dengan doa pembuka

 

b.        Kegiatan Inti (115 menit)

1)        Siswa mengamati perbedaan antara dirinya dengan temannya, dengan cara :

-            berfantasi seolah-olah dirinya menerima “kado” dari Tuhan, membuka isi kado tersebut  dan menuliskan isinya (petunjuk lengkap: lihat Buku Guru)

-            peserta didik saling menukar isi “Kado Tuhan” dengan beberapa temannya sambil mengamati apa saja kekhasan dirinya dan kekhasan temannya.

-            peserta didik hening, sambil merumuskan kes­impulan yang diperoleh dari kegiatan membandingkan dirinya dengan temannya

-      peserta didik mendaftar dan membuat pengelompokkan berbagai perbedaan antar manusia yang satu dengan yang lain

2)        (Bila dipandang perlu). Guru bersama peserta didik merumuskan gagasan penting dalam kegiatan di atas.

3)        peserta didik masuk dalam kelompok kecil

4)        Guru mendampingi peseta didik mempertanyakan sikap-sikap yang sering muncul dalam menghadapi keunikan diri dan sikap yang sering muncul dalam dirinya, dengan bantuan pertanyaan:     

-            Apa sikap positif yang seharusnya dikembangkan dalam menanggapi keuni­kan diri dan apa pengaruhnya?

-            Apa sikap negatif yang sering muncul dalam menanggapi keunikan diri dan apa pengaruhnya?

-            Sikap mana yang dominan dalam dirimu selama ini ?

5)        Peserta didik mencari informasi tentang ajaran Gereja atau Kitab Suci yang menyoroti keunikan diri manusia sebagai citra Allah

6)        Peserta didik menonton film kisah penciptaan manusia pertama

7)        Pertanyaan pendalaman film (kesan-pesannya)

8)        Peserta didik membaca dan mendalami Kutipan Kitab Suci atau ajaran Gereja yang ditemukan atau membimbing peserta didik membaca dan mendalami teks Kitab Suci  Kej. 1: 26-28. 

9)        Peserta didik merumuskan makna teks Kej. 1: 26-28, melalui bantuan pertanyaan: 

-            Makna manusia sebagai Citra Allah

-            Unsur-unsur apa saja yang mencirikan/mencitrakan Diri  Allah,

-            Dari unsur tersebut, manaka saja yang selama ini sudah melekat pada dirinya sebagai citra Allah.

10)    Peserta didik mengasosiasi antara pengalaman dirinya selama ini dalam menghayati diri sebagai citra Allah dengan pesan yang terdapat dalam teks Kej 1:26-28, dengan bantuan pertanyaan:

-            Hal atau gagasan baru apa yang diperoleh dari pesan kutipan Kitab Suci tadi ?

11)    (Bila dipandang perlu) Sebelum refleksi, Guru dapat merumuskan bersama peserta didik gagasan-gagasan penting dari langkah di atas

12)    Peserta didik untuk melakukan refleksi dengan panduan yang terdapat dalam Buku Guru halaman 14.

13)    Peserta didik Mengkomunikasikan hasil refleksi dengan cara: mengungkapkan secara lisan atau tertulis tentang niat yang akan dilakukan sebagai perwujudan pemahaman tentang keberadaan dirinya sebagai citra Allah yang unik

14)    Peserta didik membuat doa syukur tertulis yang mengungkapkan syukur telah diciptakan sebagai Citra Allah yang unik

 

c.         Kegiatan Penutup (10 menit)

1)        Bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk selalu bersyukur atas karunia keunikan dirinya

2)        Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik

3)        Bersama peserta didik menutup pertemuan dengan mendaraskan Mazmur 103: 104: 1-24 secara bergantian (lihat Buku Guru

 

PERTEMUAN KEDUA:

a.        Kegiatan Pendahuluan (10 menit )

1)        Apersepsi: Guru meminta beberapa peserta didik menyampaikan secara lisan gagasan-gagasan yang menarik dari pertemuan sebelumnya

2)        Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran dalam pertemuan saat ini

3)        Guru mengajak peserta didik mengawali pelajaran dengan doa pembuka

 

b.        Kegiatan inti (115 menit)

1)        Peserta didik: mengamati foto-foto persaudaraan sejati dan konflik atar saudara kemudian menanyakan beberapa hal berikut:

-                 Memberi Judul yang sesuai dari gambar-gambar yang ada.

-                 Merumuskan penyebab kondisi tersebut terjadi,

-                 Kondisi yang ideal/ Kondisi yang seharusnyaditemukan di muka bumi/ di lingkungan kita

-                 mencari fakta/ kasus-kasus  yang mirip,  yang terjadi di lingkungannya serta menganalisis: Isi kasusnya, akibat yang dirasakan, penyebab, yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut

2)        Peserta didik mempresen­tasikan hasilnya. Kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar kepada kelompok lain setelah semua kelompok selesai presen­tasi

3)        (Bila dipandang perlu) Guru bersama peserta didik dapat merangkum atau menegaskan gagasan penting dari hasil pleno

4)        Peserta didik mencari ajaran Gereja atau Kitab Suci yang menyoroti masalah sikap manusia sebagai citra Allah dan tanggung jawabnya sebagai saudara, atau membaca dan teks Kitab Suci (Kej.4: 1 – 16 “Kain dan Habel”)

5)        Peserta didik mendalami isi/pesan dari kutipan Kitab Suci (Kej.4: 1 – 16) dalam kelompok melalui beberapa pertanyaan berikut ini.

-            Apa tugas yang diberikan oleh Allah kepada manusia? Tunjukkan ayatnya!

-            Bagaimana seharusnya hubungan antara manusia dan ciptaan Tuhan lainnya?

-            Apakah kondisi-kondisi ciptaan Allah yang ada sekarang sudah sesuai dengan kehendak semula Allah ketika Ia menciptakan dan menyerahkan­nya kepada manusia?

-            Sebutkan ciri-ciri tindakan manusia yang selaras dengan kehendak Allah, seperti yang diamanatkan dalam Kej.4: 1 – 16

-            Bagaimana kehiduapan Kain dan Habel dalam persaudaraannya ?

-            Sebutkan akar masalah konflik antar mereka ?

-            Bagaimana kita berjuang meujudkan persaudaraan sejati ?

6)        Kelompok mempresen­tasikan hasilnya. Kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar kepada kelompok lain setelah semua kelompok selesai presen­tasi.

7)        (Bila dipandang perlu) Setelah pleno guru bersama peserta didik merumuskan pokok-pokok gagasan yang dianggap penting

8)        Peserta didik keadaan hening berrefleksi. Panduan refleksi lihat Buku Guru, halaman 22

9)        Setelah berefleksi, Guru meminta masing-masing kelompok, menuliskan niat/ tindakan/ Rencana aksi nyata  yang akan mereka lakukan dan biasakan, sebagai wujud tanggung jawab sebagai citra Allah.

 

c.         Kegiatan Penutup (10 menit)

1)        Bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk selalu bersyukur atas karunia keunikan dirinya

2)        Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik

3)        Bersama peserta didik menutup pertemuan dengan mendaraskan Mazmur 104: 1-24secara bergantian (lihat Buku Guru halaman 23 atau Buku Siswa halaman 10)

 

F.       SUMBER BELAJAR

 

1.         Buku Siswa Perutusan murid-murid Yesus IA

2.         Buku Guru Perutusan murid-murid Yesus IA

3.         Kondisi alam lingkungan

4.         Kepustakaan:

-            Katekismus Gereja Katolik, Arnoldus, Ende: 1995

-            KWI, Iman Katolik, Buku Informasi dan Referensi, Kanisius, Yogyakarta: 1996

-            Komkat KWI, Perutusan Murid-Murid Yesusus, Buku Siswa Agama Katolik untuk SMA/SMK Kelas X Yogyakarta, Kanisius, 2007

-            A. Bakker SVD, Ajaran Iman Katolik 1 untuk Mahasiswa, Kanisius, Yogyakarta: 1988

-            Louis Leahy, Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini, Kanisius, Yogyakarta: 1997

-            Quentin Hakenewerth, SM, Ikutlah Panggilan Hidupmu, CLC, Jakarta: 1987

-            Komkat KWI, Perutusan Murid-Murid Yesusus, Buku Guru Agama Katolik untuk SMA/SMK Kelas X Yogyakarta, Kanisius, 2007

 

G.      MEDIA PEMBELAJARAN

Media :

-      Cerita “Kado Tuhan”

-      Gambar foto remaja laki-laki dan perempuan

-      Gambar foto tentang konflik/pertengkaran antar manusia

-      Film tentang Kisah Penciptaan Manusia Pertama”

-      Kitab Suci, khususnya teks  Kej. 1: 26-28, Kej 1:26-30, Mazmur 8: 2-10 dan Mazmur 104: 1-24

Alat dan bahan:

-            Lembar isian untuk menggali keunikan diri

-            Penuntun Refleksi

 

H.      PENILAIAN

1.         Pengetahuan

·         Apakah arti kata manusia “serupa dan segambar” dengan Allah. ?

·         Sebutkan keistimewaan manusia sebagai citra Allah dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya. !

·         Apakah makna Sabda Tuhan “Allah melihat segalanya sungguh amat baik”. ?

·         Sebutkan sikap-sikap manusia sebagai citra Allah terhadap diri dan sesama. !

·         Buatlah sebuah doa atau puisi dalam hubungannya dengan proses pelajaran ini!

·         Mengapa terjadi tindakan yang diskriminatif. ?

·         Sebutkan  berbagai upaya dalam mengembangkan persaudaraan sejati  !

·         Jelaskan landasan Alkitabiah tentang perlunya sikap toleran terhadap sesama dalam situasi pluralisme agama, suku, budaya !

 

2.        Ketrampilan :

       Membuat doa yang mengungkapkan rasa syukur atas dirinya yang ciciptakan sebagai Citra Allah yang unik

 

3.        Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial : aksi nyata sebagai tanggapan atas tugas manusia sebagai citra Allah

 

 

                                                                               

Yogyakarta, 27 Juni 2016

 

       Mengetahui,                                                                                   Guru Mata Pelajaran PAK

 

 

 

 

Abdul Gani, S.Pd.I                                                                                                       R. Slamet Widiantono, SS

NIK.     779


Lampiran 1 dan 2 di halaman berikut

 

Lampiran 1: Intrumen Penilaian

1.     Penilaian Pengetahuan:

       a.    Soal :

1.        Apakah arti kata manusia “serupa dan segambar” dengan Allah. ?

2.        Sebutkan keistimewaan manusia sebagai citra Allah dibandingkan dengan ciptaan Allah lainnya. !

3.        Apakah makna Sabda Tuhan “Allah melihat segalanya sungguh amat baik”. ?

4.        Sebutkan sikap-sikap manusia sebagai citra Allah terhadap diri dan sesama. !

5.        Buatlah sebuah doa atau puisi dalam hubungannya dengan proses pelajaran ini !

6.        Mengapa terjadi tindakan yang diskriminatif. ?

7.        Sebutkan  berbagai upaya dalam mengembangkan persaudaraan sejati  !

8.        Jelaskan landasan Alkitabiah tentang perlunya sikap toleran terhadap sesama dalam situasi pluralisme agama, suku, budaya !

 

b.    Kunci jawaban :

1.        Serupa dan segambar dengan Allah : bahwa manusia diciptakan menyerupai dan secitra dengan Allah.

2.        Manusia mempunyai akal budi dan kehendak bebas yang tidak dimiliki oleh ciptaan yang lain, sehingga manusia mampu untuk mengenal dan mencintai penciptanya.

3.        “Allah melihat segalanya sungguh amat baik” mengandung makna bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah adalah sempurna.

4.        Sebagai citra Allah mampu menyadari dirinya sendiri sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dapat bersyukur dan berterima kasih; dan sekaligus mampu untuk membangun komunikasi dan persaudaraan dengan sesamanya.

5.        Doa

6.        Tindakan diskriminatif bisa terjadi karena:

a)        Kurangnya pergaulan

b)        Kurang pengetahuan / pengetahuan picik

c)        Iman yang kurang mendalam

d)       Egoisnya tinggi

7.        Upaya-upaya mengembangkan persaudaraan sejati:

a)        Berani menerima dalam perbedaan dengan sepenuh hati dan penuh kasih

b)        Tidak memperhitungkan timbal baliknya jasa / pemberian

c)        Rela membantu terlebih bila sesama dalam kesusahan/kekurangan

d)       Legawa tanpa pamrih

8.        Landasan Alkitabiah:

a)        Kita diciptakan secitra, semartabat. Bahkan pria dan wanita sama martabatnya.

b)        Kita diciptakan sesaudara di dalam Tuhan

c)        Kita diciptakan Allah untuk saling melengkapi, saling membantu

 

c.    Penilaian :

§   Rentang nilai: 0 - 100

§   Soal no. 1, 2, 3, 4, 6, dan 7 bila dijawab dengan sempurna, tiap nomor diberi nilai 10.

§   Soal no. 5, bila memenuhi isi sesuai dengan tema, ada sikap rendah hati dan iman yang kuat terhadap kasih Tuhan, bahasa baik / enak dirasakan, diberi nilai 20.

§   Soal no. 8, bila jawaban benar dan dapat mencantumkan kutipan KS yang mendukung, diberi nilai 20.

§   Nilai akhir, bila seluruh soal dijawab dengan baik dan benar, maka siswa mendapat nilai tertinggi: 100.

 

 

 

 

 

 

 

2.         Penilaian Ketrampilan:

-     Karya 2 dimensi:

      Doa tertulis: Membuat doa yang mengungkapkan rasa syukur atas dirinya yang diciptakan sebagai Citra Allah yang unik

 

-          Proyek :

a.     Laporan rencana aksi nyata

b.     Pelaksanaan dan evaluasi aksi nyata

 

3.         Penilaian  Sikap Spiritual dan Sosial

Kebiasaan untuk mewujudkan persaudaraan sejati

 

 

 

 

Lampiran 2: Rubrik Penilaian

 

Penilaian Ketrampilan:

Karya: Doa

 

No.

Unsur yang dinilai

Score

1.

Struktur jelas: ada pengantar, isi dan penutup

20

2.

Doa sesuai dengan tema

10

3.

Isi mengungkapkan rasa syukur atas dirinya yang unik

50

4.

Bahasa, kata tepat, jelas dan bisa difahami

20

Score total

100

 

Penilaian Sikap Spiritual :

(Melalui Penilaian diri)

Nama: ………………….

 

Nomor

Pernyataan

Nilai Spiritual

1

2

3

4

5

1.

Saya menyadari bahwa saya berbeda dengan teman saya

 

 

 

 

 

2.

Saya bangga terhadap diri saya yang ada sekarang ini

 

 

 

 

 

3.

Saya merasa iri hati terhadap teman yang lebih cantik/tampan

 

 

 

 

 

4.

Saya merasa bersikap rendah diri atas keadaan fisik yang saya miliki

 

 

 

 

 

5.

Saya sadar bahwa apapun yang melekat pada diri saya merupakan bukti cinta Tuhan terhadap diri saya

 

 

 

 

 

6.

Saya merawat tubuh saya sebaik mungkin sebagai ungkapan syukur saya atas kebaikan Tuhan dalam diri saya

 

 

 

 

 

7.

Saya bergaul dengan siapa saja tanpa terpengaruh pada keadaan fisik saya maupun orang lain

 

 

 

 

 

8.

Saya berfikir positif terhadap semua teman tanpa melihat kekurangan yang ia miliki

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sikap Sosial

(Melalui Pengamatan guru)

 

Nama siswa yang diamati: ………………..

Pengamatan dari tgl……………. – tanggal …………………

 

Nomor

Pernyataan

Nilai

1

2

3

4

5

1.

Peserta didik tidak minder dalam bergaul

 

 

 

 

 

2.

Peserta didik sering bersikap sombong terhadap kecantikan/ ketampanan dirinya

 

 

 

 

 

3.

Peserta didik melecehkan temannya yang secara fisik/ psikis  memiliki kekurangan

 

 

 

 

 

4.

Peserta didik bergaul secara merata dengan temannya tapa terganggu dengan perbedaan

 

 

 

 

 

5.

Peserta didik terlihat merawat dirinya

 

 

 

 

 

 

 

Hidup beriman di tengah masyarakat

 Apa itu arti iman?

Dalam PL, kata Iman berasal dari kata aman (memegang teguh). Dalam PL juga disebutkan bahwa beriman kepada ALLAH bukan hanya mengamini dengan akalnya, tetapi juga dengan segenap kepribadian dan cara hidupnya.
Dalam PB, kata iman ditulis dengan pisteuo (percaya) dan diikuti kata eis, jika diartikan secara harafiah menjadi percaya ke dalam. Maksudnya ialah iman yang mengeluarkan seseorang dari dirinya sendiri, dan menaruh dirinya didalam YESUS KRISTUS . Iman ialah sikap yang didalamnya seseorang melepaskan andalan pada segala usahanya sendiri untuk mendapatkan keselamatan (seperti kelompok yudaisme, mereka percaya untuk memperoleh keslamatan mereka harus menggenapi hukum taurat Musa), yang kemudian sepenuhnya mengandalkan YESUS KRISTUS dan mengharap dari DIA segala sesuatu yang dimaksud oleh keslamatan.
                   Iman adalah kekuatan batin dimana manusia menanggapi sesuatu yang bermakna. Dalam Ibrani 11:1, Iman disebutkan sebagai dasar dari yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tak kita lihat.
                   Contoh Abraham, TUHAN berjanji untuk menjadikannya bangsa yang besar, Abraham percaya dan ia pergi meninggalkan tanah kelahiranya dan orang tuanya, dan hidup dibawah naungan kasih TUHAN.

          Apa itu hidup beriman?
1.    Ketaatan kepada ALLAH, yaitu sikap percaya kepada ALLAH (Rm 4:11)
2.    Pengetahuan tentang ALLAH, dasar iman adalah pengetahuan tentang ALLAH yang menyatakan diriNYA dalam YESUS KRISTUS (1 Kor 1:30)
3.    Harapan, iman menempatkan diri kita dalam kerangka janji keslamatan yang akan kita terima pada waktunya (Kol 1:30)

Dari ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa iman?
1.    Iman bukanlah hasil usaha manusia, melainkan semata-mata anugrah TUHAN (Rm 12:3). Dalam Lukas 17:6, menyebutkan tentang kuasa memindahkan gunung (tentang iman sebesar biji sesawi). Sebaliknya orang-orang yang beriman besar terkadang tidak memiliki kuasa untuk melakukan perkara yang kecil. 1 Timotius 5:23, menceritakan Paulus tidak dapat menyembuhkan penyakit perut Timotius. Tinggi rendahnya iman tidak menentukan besar kecilnya kuasa yang ada, tetapi oleh besarnya kasih yang ada.
2.    Iman tidak dianugrahkan sekali sempurna, tetapi harus dikerjakan dengan takut dan gentar (Flp 2:12). Banyak dan lamanya orang memepelajari Alkitab tidak menjamin pertumbuhan imannya. Banyak orang yang tidak mengerti Alkitab tapi mempunyai iman yang besar, dan sebaliknya. Dalam Yohanes 20:24, TUHAN YESUS menperingatkan Thomas, meskipun Ia sudah melihat banyak tanda ajaib dan tahu tentang kebenaran Alkitab tetapi masih kurang beriman. Iman harus dipertanggung-jawabkan sesuai levelnya (yang diberi banyak dituntut banyak). Kita harus ingat kalau iman yang besar dapat merosot jika kita sengaja menutup diri dan tidak bersedia belajar mengenal Firman TUHAN.
3.    Iman harus dikerjakan, digunakan, diterapkan sesuai dengan Firman TUHAN (2 Timotius 3:16-17). Iman yang dianugrahkan harus menjadi tindakan (Yakobus 2:17), dan tindakan iman (act of believe) yang sejati hanya ada dalam sangkut pautnya dengan Firman TUHAN (respon terhadap Firman TUHAN). Iman tidak pernah terjadi dalam kevakuman Firman TUHAN, bohong berarti jika seseorang berkata bahwa ia beriman tanpa tahu kepada siapa ia percaya.
4.    Iman tidak sama dengan perasaan beriman (feeling, keyakinan). Banyak orang yang yakin TUHAN akan memberikan yang mereka minta, caranya dengan melakukan penipuan pada diri sendiri. Misalnya, cuma mencari dan memikirkan ayat-ayat Alkitab yang sesuai dengan keinginannya dan melupakan ayat-ayat yang bisa membimbangkan hatinya.
Contohnya, ada seseorang yang menginginkan sesuatu mereka mencari ayat-ayat yang bisa meneguhkan hatinya (carilah maka kamu akan mendapat, dan ketoklah maka pintu akan dibukakan..) dan mengabaikan ayat-ayat yang menuntut syarat (tetapi carilah dahulu kerajaanNYA dan kebenaranNYA..).
Perasaan atau feeling tidak menghasilkan iman, tetapi sebaliknya iman menghasilkan perasaan, keyakinan, damai, sukacita dan pengharapan. Yang kita percaya adalah iman bukan perasaan. Banyak orang yang merasa mempunyai iman yang teguh tetapi hanya perasaannya saja, begitu juga sebaliknya.

Bagaimana cara memperbarui masyarakat?
1.    Berpikir (dari berpikir jahat menjadi jernih)
Dalam iman kita diajarkan untuk menggunakan otak sebagai kemuliaan nama TUHAN. Hanya dengan bantuan kuasa TUHAN kita dapat berpikir yang baik, jika tidak kita akan cenderung berpikir yang negatif.
2.    Berkata-kata (dari berkata yang kotor menjadi sopan santun)
Dalam iman Kristen, manusia diajarkan bagaimana menjalani hidup sesuai dengan buah ROH sebagai wujud iman Kristen (Galatia 5:19-23).
3.    Tingkah laku (dari tingkah laku yang buruk menjadi baik)
Matius 22:37-40, mengatakan bahwa manusia harus mengasihi TUHAN dan sesamanya. Seperti KRISTUS yang telah melakukan terlebih dahulu dan telah menyatakan kasihNYA terlebih dahulu, demikian juga kita juga harus demikian.

          Kesimpulanya, iman mengarahkan manusia kepada kehidupan yang damai dan tentram. Merupakan semata-mata anugerah ALLAH.
          Dan dengan hidup beriman kita dapat memperbarui masyarakat menjadi lebih baik. Dengan berpikir, berkata, dan bertingkah laku yang baik sesuai kehendakNYA, kita akan dapat menghargai sesama dan memperbaruinya.

Memperjuangkan nilai kehidupan


Modal untuk berubah dimulai dari 3 hal : Hal kecil, diri sendiri, dan sekarang. 

Nilai yang diperjuangkan oleh setiap orang hendaknya berasaskan kasih, sesuai dengan kutipan 1 Korintus 13:4-7 (kasih itu ...)
Kasih tersebut berasal dari Kristus senidiri, yang ditunjukkan dalam bentuk 5 Keutamaan Vincentian dan diterapkan dalam budaya sekolah BeRaJuDTaLi. 

Nilai yang diajarkan mencangkup : keadilan, kejujuran, kedamaian, dan keutuhan ciptaan (lingkungan hidup)

Nilai Kehidupan Penting dalam Masyarakat

Keadilan

=>Pengertian

  • Memberi kepada orang apa yang menjadi haknya
  • Misal : hak untuk hidup wajar, memilih agama, mendapat pendidikan, dll. 
  • Merujuk pada suatu keadaan, tuntutan, dan keutamaan
  • Keadaan => semua pihak mendapat hak mereka dan diperlakukan sama
  • Tuntutan => menuntut agar keadilan diciptakan (seperti mengambil tindakan yang diperlukan) dan menjauhkan diri dari ketidakadilan
  • Keutamaan => sikap untuk melakukan yang adil

=>Jenis

  1. Komutatif : menuntut kesamaan dalam pertukaran (Mis : mengembalikan pinjaman, jual beli yang pantas)
  2. Distributif : menuntu kesamaan dalam mebagikan hal yang menguntungkan/merugikan (Mis: kekayaan alam dinikmati secara adil, tetapi pengorbanan untuk pembangunan juga dipikul secara adil)
  3. Legal : menuntut kesamaan hak dan kewajiban sesuai UU yang berlaku (Mis: HAM)
  4. Individual: bergnatung pada seseorang (Mis: upah karyawan bergantung pada majikan)
  5. Sosial: bergantung pada struktur poleksosbud (mis: buruh tidak bergantung pada rasa keadilan majikan, tetapi juga situasi perekonomian saat itu)

=>Bentuk ketidak adilan di masyarakat

  • Perampasan dan penggusuran hak milik orang
  • Pencurian, perampokan, dan korupsi
  • pemerasan dan rekayasa
  • keengganan membayar hutang, termasuk kredit macet
Kesimpulan : masyarakat sering tidak menghormati hak milik orang lain, masyarakat, dan negara. 

=>Penyebab Ketidak adilan

  • Kemiskinan yang terjadi di masyarakat, karena sistem dan struktus poleksosbud yang tidak adil yang dibangun oleh para penguasa dan pengusaha. Sistem ini menciptakan ketergantungan rakyat kecil, mempersempit ruang gerak mereka untuk mengungkapkan jati dirinya secara penuh
  • penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaannya, biasa bersikap diskriminatif dan tidak berperikemanusiaanterutama pada kaum perempuan, imigran, etnis tertentu. Adanya perlakuan semena-mena. Nasib mereka yang lemah dan terpinggirkan tidak diperhatikan. 

=> Kata Kitab Suci tentang ketidak adilan (Amos 5:7-15, Lukas 11:37-46)

  • Keserakahan sudah terjadi di sepanjang hidup manusia. Dalam Amos, dikisahkan bahwa banyak orang serakah yang mendatangkan kemelaratan bagi orang lain. 
  • Situasi Israel saat itu dikuasai oleh sekelompok orang yang merusak hidup mereka sendiri. Banyak penindasan terhadap orang yang tidak berdaya. Pelakunya termasuk kaum Agamawan Yahudi yang seharusnya pembela keadilan. Yesus mengecam dengan keras para agamawan yang suka munafik dan picik.

=> Upaya memperjuangkan keadilan

Keadilan adalah dasar masyarakat dan negara
Keadilan itu keutaman sosial yang sangat mendasar, karena keadilan mengatur kehidupan antar manusia.

Keadilan adalah keutaaan khas manusiawi, karena manusia dianugerahi akal budi dan kehendak bebas. Oleh karenanya, manusia mengakui hak orang lain.

 Keadilan adalah prinsip menata dan membangun masyarakat. 

Pola Pendekatan untuk menegakkan keadilan
Harus pola kooperatif, yaitu:
  • Mempelajari masalah hak dasar manusia, agar dapat menentukan hal yang perlu dilindungi dan diperjuangkan. 
  • Keadilan diperjuangkan dengan memberdayakan korban ketidakadilan
  • Memberi kesaksian hidup melalui keterlibatan untuk mencapai suatu keadilan dalam diri sendiri terlebih dahulu. (cara bertindak yang tepat)
  • Usaha memperjuangkan keadilan dan kesetiakawanan dengan korban dilakukan tanpa kekerasan.

Kebenaran

=>Makna

  • Kebenaran adalah keadaan yang sesuai dengan hal yang sesungguhnya. 
  • Hal yang sungguh-sungguh benar
  • Berkaitan erat dengan Kejujuran
  • Berkaitan erat dengan kebohongan / dusta. 

=>Bentuk kebohongan

Berdusta dan Saksi Dusta
  • Berdusta ialah mengatakan tidak benar untuk menyesatkan. 
  • Merupakan pelanggaran langsung thdp kebenaran. 
  • Berarti berbicara / berbuat melawan kebenaran untuk menyesatkan seseorang yang mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran. 
  • Banyak terjadi di dunia politik. 

Rekayasa atau Manipulasi
  • Menyiasati / membawa orang lain kepada suatu tujuan yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain. 
  • Banyak ditemukan dalam kasus politik, ekonomi, dan hukum. (contoh : KKN)

Fitnah atau Umpatan
  • Merupakan tindakan yang sangat buruk, karena yang difitnah tidak hadir untuk membela diri. 
  • Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan
  • Dapat terjadi secara langsung (dari mulut ke mulut), ataupun tidak langsung (seperti melalui media sosial)

Tak jarang, ketiga bentuk kebohongan ini terjadi di sekitar kita, seperti di lingkungan keluarga dan sekolah. 

    =>Penyebab Kebohongan 

    Sekedar iseng
    ~ Hanya ingin mendapat kesenangan murahan
    ~ Merasa senang bila orang lain tertipu / terpedaya

    Memperoleh Keuntungan
    ~ mis: pedagang berbohong bahwa barangnya memiliki kualitas terbaik sehingga mendapat keuntungan sebesar-besarnya dari konsumen.

    Berada di Situasi Terjepit
    ~ Berbohong untuk menyelamatkan diri dari situasi terjepit.  

    => Akibat Kebohongan

    Bagi Diri Sendiri
    ~ Kita akan dikenal sebagai pribadi pembohong, kehilangan kepercayaan
    ~ dampaknya akan terasa di masa depan.  

    Bagi Orang yang Dibohongi
    ~ Mendapat gambaran yang salah dan bertidak fatal bagi dirinya dan orang lain

    Bagi Masyarakat Luas
    ~ Dapat merugikan masyarakat luas jika dilakukan secara masif.  


    => Ajaran kitab suci tentang kebenaran

    • Kebenaran berarti mengambil bagian dalam kehidupan Allah, sumber kebenaran, karena Allah selalu berbuat sesuai dengan janjiNya. 
    • "Jangan Bersaksi Dusta" , "Pengadilan adalah kepunyaan Allah" (Ul1:17),  "Allah yang setia dengan tidak kecurangan, adil, dan benar." (Ul 32:4)
    • Perjanjian baru: Yesus adalah kebenaran. Dengan kebangkitanNya, Allah menyatakan bahwa Yesus adalah benar. Orang yang percaya kepadaNya akan selamat. 
    • Percaya = mau mengandalkan hidupnya kepada Yesus serta menjalankan kehendakNya. 
    • Membela kebenaran = ikut dalam karya Allah menyelamatkan manusia; memperjuangkan kehendak Allah dan meneladan Yesus. 
    • "Jika Ya, hendaklah kamu katakan Ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si Jahat. (Mat 5:37)
    • "Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yoh 8:44) 

    Kejujuran

    =>Makna

    Keselarasan antara kata hari dan kata yang diucapkan, antara kata yang diucapkan dengan sikap dan perbuatan nyata.

    Pengaruh kejujuran bagi seseorang:
    • modal untuk perkembangan pribadi dan kemajuan kelompok. Orang jujur akan sanggup menerima kenyataan pada diri sendiri dan orang lain. Sikap ini dapat membawa banyak perkembangan pribadi dan kelompok. 
    • Menimbulkan kepercayaan yang menjadi landasan pergaulan dan hidup bersama. Tanpa kejujuran, orang tidak dapat bergaul dan hidup secara wajar. 
    • Memecahkan banyak persoalan. Jika berpolitik secara jujur, krisis multidimensi akan dapat teratasi. 

    =>Bentuk ketidakjujuran

    Di bidang Politik
    ~ Tindakan curang dan korupsi, memanipulasi perundangan, menggunakan agam demi kepentingan politik
    ~ Rakyat bersikap munafik, formalistik, Asal Bapak Senang, dsb.

    Di Bidang Ekonomi
    ~ Penguasa bersikap korup, membuat mark up, kredit macet, menggelapkan uang negara, menyusum proyek fiktif, dsb.
    ~ Rakyat akan menyogok, bersikap Asal Bapak Senang, menipu, dsb.

    Di Bidang Budaya dan Pendidikan
    ~ Rekayasa pendidikan
    ~ Mentolerir budaya tertentu, mendiskreditkan budaya lain
    ~ Rakyat bersikap formalistik, munafik, dsb  

    =>Alasan dan penyebab ketidakjujuran

    Di bidang Politik
    ~ keserakahan pada kekuasaan.
    ~ Ibarat opium, orang tergiur untuk mendapat kekuasaan, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Rakyat kecil terpaksa melakukan ketidakjujuran demi merasa aman. 

    Di Bidang Ekonomi
    ~ Keserakahan materi  dan harta, khususnya uang
    ~ Uang menjadi harta utama bagi manusia dalam konsumerisme dan hedonisme.

    Di Bidang Budaya dan Pendidikan
    ~ Rekayasa pendidikan
    ~ Mentolerir budaya tertentu, mendiskreditkan budaya lain
    ~ Rakyat bersikap formalistik, munafik, dsb  

    =>Akibat ketidakjujuran

    Bagi Pelaku
    • Hidup belum tentu bahagia
    • hati nurani tidak befungsi, jika dilakukan berulang
    • kemerosotan moral dan pribadi
    • Ia dan keluarganya akan malu dan menderita, jika terbongkar

    Masyarakat Luas
    • Akar dari berbagai krisis multi dimensi
    • Mengalami krisis di bidang poleksosbud hukum dll.  

    Di Bidang Budaya dan Pendidikan

    • Rekayasa pendidikan
    • Mentolerir budaya tertentu, mendiskreditkan budaya lain
    • Rakyat bersikap formalistik, munafik, dsb  

    => Ajaran Yesus tentang kejujuran

    • "Jika Ya, hendaklah kamu katakan Ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si Jahat." (Mat 5:37)
    • Kesimpulan = Yesus menasihatkan kita agar tidak mudah bersumpah palsu/bersaksi dusta.

    Perdamaian

    =>Pengertian

    • Buah keadilan yang dipahami dalam arti luas sebagai sikap hormat terhadap keseimbangan setiap pribadi manusia. 
    • Akan terancam jika manusia tidak diberikan haknya sebagai pribadi manusia, apalagi ketika martabatnya tidak dihormati dan kehidupan yang tidak mencerminkan kesejahteraan umum. 

    =>Fakta Pertikaian dan Perang

    • Di Timur Tengah, masih ada peperangan antara Israel dan Palestina. 
    • Di Eropa, hubungan Blok Barat dan Timur masih memanas. Sering terjadi gesekan di negara pecahan Uni Soviet
    • Di Amerika (Utara dan Latin), terjadi pertikaian antara kelompok mafia obat-obat terlarang dengan pemerintah. 
    • Di Indonesia, pertikaian atas nama suku dan agama sering terjadi. Agama dimanfaatkan demi kepentingan politik, sehingga menimbulkan gesekan di masyarakat.

    =>Penyebab Pertikaian dan Perang

    Fanatisme Suku dan Agama
    ~ disebabkan oleh kepicikan dan perasaan bahwa dirinya terancam
    ~ selalu berlangsung lama dan sangat kejam 

    Sikap Arogansi/Angkuh
    ~ Selalu ada pihak yang merasa dirinya lebih kuat dan dapat bertindak sewenang-wenangnya secara sepihak.
    Mis.  Amerika Serikat sering merasa dirinya adalah polisi bagi dunia

    Keserakahan
    ~ Orang dapat berbuat apa saja, termasuk perang. Perang menciptakan perdangangan senjata dan teknologi

    Merebut Kemerdekaan dan Mempertahankan Hak
    ~ Perang untuk merebut kembali kemerdekaan serta mempertahankan hak
    mis. Perlawanan Indonesia setelah kemerdekaan

    => Akibat pertikaian dan perang

    Kehancuran secara Jasmani dan Fisik
    ~ menyebabkan korban jiwa, kerugian material, punahnya ekologi, dsb.  

    Kehancuran secara Rohani
    ~ Perang menyebabkan trauma dan luka pemerkosaan martabat dan peradaban manusia. 


    => Kerinduan manusia akan Perdamaian

    • Perdamaian sangat penting bagi manusia untuk mencari ketenangan hidup dan mengembangkan dirinya lebih manusiawi dalam persaudaraan dan kekeluargaan.
    • Kita sudah dibekali oleh Allah semangat perdamaian dalam hati kita.
    • Mewujudkan perdamaian perlu kesadaran, pengakuan, dan penghormatan terhadap martabat dan hak dasar manusia => dasar mewujudkan perdamaian sejati
    • Jika masih ada tindakan merendahkan orang lain dan melempar kesalahan pada orang lain,perdamaian tidak akan terwujud

    => Kata Kitab Suci tentang Perdamaian

    • Damai sejahtera bagi kamu = damai yang ditinggalkan Yesus pada kita (Yoh14:27)
    • Yesus mengajarkan perdamain yang jauh mendalam daripada perdamaian politis (pengusiran penjajah)
    • Yesus mengajarkan damai yang membersihkan dunia dari berbagai macam kejahatan dan kedurhakaan. 
    • Suatu ketenangan hati karena adanya relasi antara Tuhan, sesama, dan dunia. Damai sejahtera yang menampakkan kerajaan Allah. 
    • Yesus memperingatkan kita bahwa damaiNya tidak menghapus derita di dunia. Damai harus diuji dengan derita. 
    • Prinsip damai Tuhan - kejahatan dibalas dengan kebaikan
    • Jika orang bersikap individualistis, perdamaian tidak akan tercapai

    Keutuhan Lingkungan Hidup Ciptaan Tuhan

    =>Pesan Kitab Suci

    • Kejadian 1:1-24 => segala sesuatu berasal dari Allah
    • Semua yang tercipta adalah baik.
    • Allah telah menciptakan segalanya indah, harmonis, dan ajaib

    =>Pesan Ajaran Gereja

    • Manusia diciptakan oleh Allah menurut gambarNya => manusia diciptakan untuk menjadi wakil Allah di dunia => menguasai ciptaan lain. 
    • Bukan berarti menggunakan sampai habis dan merusak, tapi mengatur dan menyiasati alam. 
    • Tugas manusia => memelihara alam ciptaan, sehingga dapat dinikmati
    • Manusia harus bertanggung jawab terhadap lingkungan demi masa depan.
    • Laudato Si (Paus Fransiskus; 2015) => berevolusi memerangi perubahan iklim, pemujaan manusia pada teknologi, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. 
    • Laudato Si => panggilan untuk persatuan, dalam doa, injil, dan pertobatan hati dan gaya hidup kita => menghormati segala yang dianugrahkan pada kita.   

    Landasan Memperjuangkan Nilai Kehidupan


    • Dasar hidup Bangsa => PANCASILA
    • Pancasila sbg paradigma => nilai dasar Pancasila menjadi dasar segala aspek pembangunan nasional. 
    • (Dalam Kristen) Hukum Kasih => landasan => mewujudkan nilai penting dalam manusia
    • Gereja meyakini bahwa martabat pribadi itu suci. Dengan begitu, Gereja memaklumkan karya Allah Penyelamat dan penghormatan bagi martabat manusia

    Menggali Ajaran Kitab Suci (Mat18:21-35)

    • Manusia wajib mengampuni sesamanya. 
    • Perumpamaan dalam injil tersebut mau menggambarkan kepada kita bahwa Allah sebenarnya telah mengampuni segala dosa kita tanpa terkecuali. Puncaknya adalah pengorbanan PutraNya di kayu salib demi menebus dosa kita. Karena kasihnya itu, kita sebagai manusia di dunia ini harus mau pula mengampuni sesama-sesama kita dengan segenap hati. Dengan begitu, kita telah melaksanakan hukum kasih yang diajarkan Yesus sendiri. 

    Menggali Ajaran Gereja (Pacem in Terris)

    • Flashback kelas XI Semester 2: Pacem in Terris (PT) dibuat oleh Paus Yohanes XXIII pada tahun 1963. 
    • Menggagas perdamaian (isu sentral saat itu, karena banyaknya perang dan pertikaian akibat perang dingin dan perang ideologi)
    • Tantangan hidup adalah : antarmasyarakat, antara masyarakat dan negara, antarnegara, dan antara masyarakat dan negara dalam level dunia. 
    • Menyerukan dihentikannya perang dan perlombaan senjata
    • memperkokoh hubungan internasional lewat PBB
    • Menegakkan perdamaian yang universal berdasarkan kebenaran, keadilan, kemurahan, dan kebebasan. 
    • DI kalimat pembuka => Perdamaian di bumi hanya dapat terlaksana jika perintah Allah ditaati dengan penuh kesetiaan

    Yesus Kristus Pejuang Nilai-Nilai Kehidupan


    • Gereja ikut membangun kehidupan manusia yang adil, jujur, dan benar. 
    • Iman katolik harus dipraktekkan dalam kehidupan sosial, tidak cukup dengan berdoa

    Belajar dari Tokoh - Rm Mangunwijaya

    • Romo Mangun adalah seorang rohaniwan yang punya keahlian di bidang arsitektur. 
    • Ia juga seorang aktivis terhadap penindasan warga tertindas dengan cara pendekatan intelektual
    • Ia menyumbang pemikiran untuk membangun tempat tinggal ramah sosbud serta kebiasaan tertib membuang sampah kepada warga yang akan digusur.
    • Ia getol memperjuangkan keadilan bagi rakyat tertindas melalui statusnya sebagai seorang romo dan aktivis. Semua ia lakukan dengan penuh kerendahan hati. 

    Belajar dari Kitab Suci (Mat 23:1-15)

    • Yesus mengutuk Ahli Taurat dan Orang Farisi karena tindakan mereka yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Yesus menganggap mereka adalah "rintangan" bagi mereka yang akan masuk ke surga. Mereka memiliki ajaran yang benar, namun tidak pernah dilakukan. Perbuatan mereka tidak mencerminkan nilai kebenaran, keadilan, kejujuran, dan perdamaian yang diajarkan dalam bab ini. 
    • Yesus berpesan agar kita sebagai manusia, yang punya agama masing-masing beserta ajarannya, untuk ikut mewujudkan keempat nilai di atas, agar dunia ini menjadi semakin lebih baik dan sesuai dengan warta keselamatan Allah. 

    Pokok Pikiran yang Bernilai

    Nafsu/ambisi terhadap harta bertentangan dengan Kerajaan Allah

    • Yesus mendorong agar manusia tidak terbelenggu dengna harta dan kekayaan
    • Yesus mendorong para kaya untuk solider dengan mereka yang miskin dan terpinggirkan.
    • Tuntutan Yesus => membebaskan orang dari kemiskinan dan penderitaan 

    Yesus Tidak Menentang Hukum Taurat sebagai Hukum

    • Yesus menentang sikap mereka terhadap hukum
    • Mereka menjadikan hukum sebagai beban, bukan sebagai pelayanan
    • Yesus menolak hukum yang ditafsirkan untuk menindas orang
    • Menurut Yesus, hukum harus bernilai pelayanan, belas kasih, cinta
    • Dalam kerajaan Allah, kekuasaan, wewenang, dan hukum sifatnya fungsional
    Barangsiapa tidak bertobat dan Menjadi Seperti Anak Ini, Kamu Tidak Akan Masuk dalam Kerajaan Surga

    • Anak => kerendahan, lawan kebesaran
    • Semua orang bisa masuk surga, asalkan ia mau berubah dan menjadikan dirinya kecil di antara yang lain. (menganggap dirinya rendah)
    Perbedaan Pokok Kerajaan Dunia dan Allah

    • Bentuk solidaritas yang berbeda
    • K. Dunia => solidaritas yang eksklusif (suku, agama, ras, dll)
    • K. Allah => solidaritas mencangkup semua umat manusia
    • Solidaritas dari Yesus => terhadap semua orang, termasuk musuh

    Friday, October 2, 2020

    Pesta Malaekat

     Pesta Para Malaekat Pelindung

    Tanggal Pesta: 2 Oktober

    Gereja percaya bahwa Tuhan Allah memberikan kepada setiap orang beriman seorang malaekat pelindung. Kepercayaan akan perlindungan malaekat sebagai utusan Allah sudah ada semenjak Perjanjian lama. Bacaan pertama dalam Misa Kudus hari ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan malaekatNya sebagai pelindung dan penasehat bangsa Yahudi: “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaekat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. . . “(Kel 23:22 dst). Bangsa Yahudi harus selalu mendengarkan dia agar bisa selamat. Dalam Injil, Yesus mengatakan: “Ingatlah, janganlah menganggap rendah seorang dari anak­anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaekat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapakKu yang di sorga“ (Mat 18: 10). Setiap kita mempunyai seorang malaekat pelindung. Ia bertugas melindungi, membimbing dan mempersembahkan doa dan karya-karya kita kepada Allah. Kita harus selalu menghormati malaekat pelindung kita, karena dialah sahabat kita yang ditugaskan Tuhan untuk mendampingi kita dalam hidup ini.

    Malaekat Pelindung 2 Oktober

     Bacaan Liturgi 02 Oktober 2020


    Hari Biasa, Pekan Biasa XXVI

    PW Para Malaikat Pelindung

    Bacaan Pertama

    Kel 23:20-23a

    Malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.

    Pembacaan dari Kitab Keluaran:

    Inilah firman Tuhan,

    "Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, 

    untuk melindungi engkau di jalan 

    dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.

    Jagalah dirimu di hadapannya 

    dan dengarkanlah perkataannya, 

    janganlah engkau mendurhaka kepadanya, 

    sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, 

    sebab nama-Ku ada di dalam dia.

    Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, 

    dan melakukan segala yang Kufirmankan, 

    maka Aku akan menggempur musuhmu, dan menang atas lawanmu.

    Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu."

    Demikianlah sabda Tuhan.


    Mazmur

    Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11

    R:11

    Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.

    *Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi 

    dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

    akan berkata kepada Tuhan, 

    "Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, 

    Allahku, yang kupercayai."

    *Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau 

    dari jerat penangkap burung, 

    dari penyakit sampar yang busuk.

    Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, 

    di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, 

    kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

    *Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, 

    terhadap panah yang terbang di waktu siang,

    terhadap penyakit sampar yang menjalar di dalam gelap, 

    terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

    *Malapetaka tidak akan menimpa kamu, 

    dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;

    sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya 

    untuk menjaga engkau di segala jalanmu.


    Bait Pengantar Injil

    Mzm 103:21

    Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, 

    muliakanlah Dia, 

    hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.


    Bacaan Injil

    Mat 18:1-5.10

    Malaikat mereka di surga selalu memandang 

    wajah Bapa-Ku di surga.

    Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

    Sekali peristiwa,

    datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, 

    "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?"

    Maka Yesus memanggil seorang anak kecil 

    dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata, 

    "Aku berkata kepadamu: 

    Sungguh, jika kamu tidak bertobat 

    dan menjadi seperti anak kecil ini, 

    kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

    Sedangkan barangsiapa merendahkan diri 

    dan menjadi seperti anak kecil ini, 

    dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. 

    Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, 

    ia menyambut Aku. 

    Ingatlah, 

    jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. 

    Karena Aku berkata kepadamu: 

    Malaikat mereka ada di surga, 

    dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."

    Demikianlah Injil Tuhan.

    Tuesday, September 29, 2020

    GEREJA : arti dan makna

    Gereja adalah tempat tinggal ALLAH.

    Tempat Allah itu bisa berupa gedung / rumah / kemah dan bisa berupa umat ALLAH atau Institusi.

    Gereja sebagai GEDUNG


    Sejarah gereja sebagai gedung
    Kemah Suci itu merupakan “tempat kudus” (“miqdash”), suatu tempat yang dikhususkan bagi Tuhan untuk tinggal di antara dan bertemu dengan umat-Nya (Keluaran 25:22; 29:45-46; Bilangan 5:3; Yehezkiel 43:7,9). Kemuliaan (“shekina”) Allah ada di atas Kemah Suci siang malam. Ketika kemuliaan Allah naik, Israel harus pindah. Allah menuntun mereka dengan cara ini selama mereka ada di padang gurun (Keluaran 40:36-38; Bilangan 9:15-16).
    Kemah Suci merupakan “tempat hukum Allah” (Keluaran 38:21), yaitu berisi Kesepuluh Hukum (Keluaran 25:10). Kesepuluh Hukum itu selalu mengingatkan mereka akan kekudusan Allah dan tuntutan-tuntutan-Nya. Hubungan kita dengan Allah tidak pernah dapat dipisahkan dari ketaatan kepada hukum-Nya.
    Di Kemah Suci inilah Allah menyediakan pengampunan dosa melalui korban darah (Keluaran 29:10-14). Dengan demikian korban darah ini menunjuk kepada korban nyawa Kristusdi kayu salib karena dosa umat manusia (lihat Ibrani 8:1-2; 9:11-14).
    Kemah Suci menunjuk ke sorga, yaitu ke tempat kudus sorgawi di mana Kristus, imam besar abadi kita, hidup selama-lamanya untuk berdoa bagi kita (Ibrani 9:11-12,24-28).
    Kemah Suci menunjuk kepada penebusan Allah yang terakhir ketika langit baru dan bumi baru akan datang, yaitu ketika “kemah Allah (harafiah: Kemah Suci) ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka” (Wahyu 21:3).


    Gereja sebagai umat Allah

    Gereja sebagai umat Allah / Persekutuan terbuka berarti :

    1. Persekutuan semua orang di seluruh dunia yang percaya akan Yesus Kristus itu Putra Allah dan satu-satunya Penyelamat kita.
    2. Himpunan yang didalamnya terdapat Umat Allah, Tubuh Kristus dan Bait Roh Kudus ( bdk 1 Kor 10:32, 11:17-22, 15:9 ).
    3. Himpunan orang-orang yang digerakan untuk berkumpul oleh Firman Allah, yakni berhimpun bersama untuk membentuk Umat Allah dan yang diberi santapan dengan Tubuh Kristus menjadi Tubuh Kristus.

    Dasar Kitab suci
    1. I Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? (Komuni Kudus)
    2. Yohanes 14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu (Komuni Kudus)
    3. Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
    4. Matius 18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

    Gereja sebagai Umat Allah memiliki ciri khasnya yakni:
    1. Umat Allah merupakan suatu pilihan dan panggilan dari Allah sendiri. Umat Allah adalah bangsa terpilih, bangsa terpanggil.
    2. Umat Allah dipanggil dan dipilih untuk Allah dan untuk misi tertentu, yaitumenyelamatkan dunia.
    3. Hubungan antara Allah dan umatNya dimeteraikan oleh suatu perjanjian. Umat harus menaati perintah-perintah Allah dan Allah akan selalu menepati janji-janjiNya.
    4. Umat Allah selalu dalam perjalanan melewati padang pasir menuju Tanah Terjanji.


    Konsekuensi dari Gereja yang Mengumat

    Konsekuensi bagi Pimpinan Gereja (Hierarki)
    • Menyadari fungsi pimpinan sebagai fungsi pelayanan. Pimpinan bukan di atas umat, tetapi di tengah umat.
    • Harus peka untuk melihat dan mendengar karisma dan karunia-karunia yang bertumbuh di kalangan umat.
    Konsekuensi bagi setiap Anggota Umat

    • Menyadari dan menghayati persatuannya dengan umat lain. Orang tak dapat menghayati kehidupan imannya secara individu saja.
    • Aktif dalam kehidupan mengumat, menggunakan segala karisma, karunia dan fungsi yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan dan misi Gereja di tengah masyarakat. Semua bertanggung jawab dalam hidup dan misi Gereja.
    • Konsekuensi bagi Hubungan Awam dan Hierarki
      • Paham Gereja sebagai Umat Allah jelas membawa konsekuensi dalam hubungan antara hierarki dan kaum awam. Kaum awam bukan lagi pelengkap penyerta, melainkan partner hierarki.
      • Awam dan hierarki memiliki martabat yang sama, hanya berbeda dalam hal fungsi.